Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Tidak terlalu memaksa


"Sayang.... ayo cepat. Teman-teman kita sudah berada di bawah." Ucap Gerry yang sejak tadi sudah tak sabar menunggu Kyara yang masih saja sibuk memakaikan pakaian pada kedua anak- anaknya.


"Tunggu sebentar. Ini Rey tidak mau berhenti berlari." Keluh Kyara pada anak sulungnya.


Gerry menghela nafas singkat lalu bangkit dari duduknya. Berjalan ke arah Kyara yang sedang menahan Rey agar tidak berjalan kembali.


"Rey..." ucap Gerry lalu mengambil alih tubuh Rey. "Kau selalu saja nakal jika berdua bersama Mama. Tapi kenapa saat berada di sekitar orang lain kau terlihat diam dan tak tersentuh." Ucap Gerry merasa gemas dengan sikap putra kecilnya.


"Sayang, ini." Kyara memberikan baju Rey di tangannya pada Gerry.


"Baiklah. Ayo pakai baju. Teman-teman Papa dan Mama sudah menunggu di bawah." Ucap Gerry lalu dengan cepat memakaikan baju di tubuh Rey. Untung saja kali ini Rey tidak banyak bergerak dan menurut saat dipakaikan baju.


"Saatnya pakai baju untuk Rachel." Ucap Kyara lalu mengambil tubuh putrinya yang sedang aktif merangkak ke sana kemari.


"Ehe..." Baby Rache tertawa-tawa saat Kyara menggelitik perutnya sambil memakaikan baju di tubuhnya.


"Sudah?" Tanya Gerry menatap Kyara yang sudah menggendong Baby Rachel.


Kyara mengangguk. "Ayo keluar." Ajak Kyara.


"Ayo." Balas Gerry lalu berjalan lebih dulu dari Kyara.


Di lantai bawah terlihat William, Rania, Dika dan Hana sedang tertawa di sela percakapan mereka sambil menatap Baby Flo yang sedang merangkak ke sana kemari.


"Rania... Hana..." ucap Kyara menatap Rania dan Hana yang sedang menatapnya.


"Kya... kemarilah." Rania menggeser sedikit tubuhnya memberi ruang Kyara untuk duduk.


Kyara tersenyum lalu duduk di sebelah Rania. "Maaf sudah membuat kalian menunggu terlalu lama." Ucap Kyara merasa tidak enak.


"Tak masalah. Lagi pula kami belum lama sampai." Balas Rania.


"Bolehkah aku memangku Baby Rachel?" Pinta Hana yang sejak tadi sudah menatap gemas pada Rachel.


Kyara tersenyum. "Tentu saja." Balas Kyara lalu memberikan Baby Rachel pada Hana.


"Agh, ini sungguh menggemaskan." Ucap Hana seraya memasang wajah ingin menggigit Baby Rachel.


Hana mengangguk cepat. "Aku sudah tidak sabar untuk menggigit mereka jika sudah lahir." Seloroh Hana.


Rania dan Kyara tertawa mendengarnya. "Kau harus menunggu beberapa bulan lagi untuk mewujudkan keinginanmu itu." Ucap Rania.


"Ya, aku sungguh tidak sabar menanti hari itu datang." Bals Hana lalu memberikan ciuman cukup lama di kedua pipi Baby Rachel.


Pembicaraan di antara mereka pun terus berlanjut hingga akhirnya Rania pun angkat bicara tentang perjodohan di antara anak-anak mereka.


"Jadi kau benar-benar ingin menjodohkan Rey dengan Flo?" Tanya Hana seraya tersenyum lucu pada Rania.


Rania mengangguk yakin. "Sejak Flo dalam kandungan aku sudah berniat menjodohkannya dengan Rey." Balas Rania.


"Tapi bagaimana jika anak-anak kalian kelak tidak menyetujui perjodohan di antara mereka?" Tanya Hana.


"Aku tidak bisa memaksa. Namun aku akan terus mengupayakan agar mereka tetap bersama." Jawab Rania.


"Bagaimana dengan mu, Kya? Bagaimana jika nanti Baby Rey menemukan tambatan hatinya sendiri." Tanya Hana pada Kyara.


"Aku juga tidak bisa memaksa. Untuk masalah jodoh aku serahkan pada Rey ingin memilih yang mana nantinya". Jawab Kyara.


***


Lanjut?


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.