Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Kenapa kau membawaku?


Mendengar suara tangisan Alana yang terdengar cukup keras membuat kedua wanita itu berjalan mendekat pada Hana.


"Stop! Jangan mendekat!" Titah Hana tanpa menatap pada mereka.


"Hana..." Dika semakin kuat memegang lengan Hana.


"Lepaskan aku Dika! Lepaskan!" Hana kembali memberontak hingga membuat Alan ikut menangis.


"Hua..." bayi kembar itu pun menangis bersahutan.


"Lepaskan aku atau aku akan teriak!" Ancam Hana karena merasa situasi sudah tidak kondusif karena tangisan kedua bayinya.


"Kau harus tetap di sini atau kau akan menyesal." Ucap Dika untuk yang kedua kalinya.


"Aku tidak akan pernah menyesal karena tidak melihat kondisi dari pria yang tidak pernah memikirkan betapa hancurnya aku dan Mama selama ini." Ucap Hana lalu melemparkan senyuman sinis pada kedua wanita yang terlihat masih menangis.


"Hana..." suara Dika terdengar meninggi karena merasa tidak suka mendengar ucapan Hana.


"Lepaskan aku dan jangan memaksaku Dika!" Ucap Hana lagi.


Dika menghela nafasnya lalu melonggarkan cekalannya di lengan Hana karena kedua bayinya semakin menangis dengan kencang.


Merasa cekalan tangan Dika mulai longgar membuat Hana dengan cepat berjalan meninggalkan depan ruangan penanganan.


"Mommy... hua..." Alan memberontak dalam gendongan Dika saat melihat Hana mulai menjauh dari mereka.


Dika menatap sejenak pada kedua wanita yang kini tengah menatapnya. "Maaf. Saya harus pergi." Ucapnya dengan sopan lalu segera melangkah mengejar Hana yang sudah semakin jauh darinya.


Saat sudah berada di depan rumah sakit Dika menghela nafas lega melihat Hana yang kini sudah berada di dalam mobilnya dan tidak pergi kemana-mana seperti apa yang ada dalam pemikirannya tadi.


"Mommy..." ucap Alan dengan terisak.


"Itu Mommy. Ayo kita masuk." Ucap Dika seraya mengusap rambut tebal putranya. Setelahnya Dika pun segera masuk ke dalam mobilnya.


Suara pintu mobil yang terbuka dari luar tak membuat pandangan Hana beralih pada Dika.


Hana hanya diam sambil menatap ke arah lain.


"Daddy..." ucap Alana yang sudah tenang berada di pangkuan Hana.


"Iya Sayang..." balas Dika seraya tersenyum.


"Bawa aku pulang!" Ucap Hana dengan tegas tanpa menatap pada Dika.


Mendengar permintaan Hana membuat Dika menarik nafas sesaat. Dika pun segera mendudukkan Alan di samping tubuh Hana lalu kembali menutup pintu mobil. Dika memilih menuruti keinginan istrinya dengan membawanya kembali pulang dari pada membuat keributan di depan kedua anak mereka.


Setelah mobil sampai di depan rumah mereka Dika segera turun lebih dulu lalu memanggil dua orang pelayannya untuk menjaga Alan dan Alana. Hana pun turut turun dari dalam mobil lalu membantu kedua anaknya untuk turun.


"Bibi tolong jaga Alan dan Alana." Titah Dika pada kedua pelayannya. Setelah memberikan kedua anaknya pada pelayan Dika pun segera mengejar Hana yang sudah menaiki tangga menuju kamar mereka.


"Kenapa kau membawaku datang menemuinya?" Tanya Hana saat Dika baru masuk ke dalam kamar mereka.


"Sayang..." Dika berjalan mendekat pada Hana yang tengah duduk di pinggir ranjang.


"Kenapa kau membawaku datang menemuinya Dika?" Tanya Hana lagi seraya menatap Dika dengan tajam.


Dika menghela nafas sesaat lalu duduk di sebelah Hana. "Papamu sedang tidak baik-baik saja, Hana..." tutur Dika dengan lembut.


"Kau harus ingat jika dia bukan Papaku lagi sejak dia memutuskan pergi meninggalkan aku dan Mama!" Ucap Hana dengan tegas.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.