Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Menghindari perdebatan


Suara pintu kamar yang terbuka dari luar tak membuat Hana menatap ke sumber suara dimana kini Mama Rita nampak berdiri di sana.


"Hana..." Mama Rita berjalan pelan ke arah ranjang dimana Hana kini sedang berbaring membelakanginya sambil mengusap rambut Alana.


Hana menghentikan usapan tangannya di kepala Alana lalu menoleh ke belakang. "Mama..." Balas Hana mencoba tersenyum.


Mama Rita menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang lalu mengusap rambut Hana. Tiada pembicaraan di antara mereka karena baik Hana mau pun Mama Rita memilih saling menatap satu sama lain untuk mengungkapkan isi hati mereka masing-masing tanpa bersuara.


"Mama istirahatlah." Ucap Hana setelah cukup lama terdiam.


"Apa kau masih mau tetap di sini?" Tanya Mama Rita.


Hana menatap pada Alan dan Alana yang nampak begitu lelap dalam tidurnya lalu kembali menatap pada Mama Rita. "Hana akan mengantarkan Mama ke kamar tamu." Ucap Hana.


"Baiklah." Balas Mama Rita lalu bangkit dari ranjang.


Hana pun turut bangkit dari ranjang dengan pelan agar tak mengganggu tidur kedua bayi kembarnya.


"Ayo, Sayang." Ajak Mama Rita lalu memegang lembut jemari putrinya.


Hana tersenyum lalu mengangguk. Setelahnya Hana dan Mama Rita pun keluar dari dalam kamar.


"Dika." Baru saja selangkah Hana keluar dari dalam kamar ia sudah dikagetkan dengan keberadaan Dika di depan pintu kamar.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Dika tanpa memperdulikan keterkejutan Hana.


Kening Hana mengkerut bingung namun ia tetap menjawab pertanyaan Dika. "Aku baik-baik saja." Ucapnya.


Dika menghembuskan nafas lega. "Apa kau ingin tidur dengan Mama malam ini?" Tanya Dika.


Hana mengangguk. "Sepertinya begitu. Aku sudah sangat merindukan Mama." Jawabnya.


"Baiklah. Tidurlah dengan Mama. Malam ini biarkan aku yang menjaga anak-anak."


"Tapi..." Hana meragu.


"Tak masalah." Balas Dika sedikit menyematkan senyuman di wajahnya.


"Terimakasih, Sayang." Balas Hana turut tersenyum tipis.


Mama Rita mengangguk seraya tersenyum sebagai jawaban.


"Ayo, Mama." Ajak Hana setelah Dika masuk ke dalam kamar anak-anaknya.


Mama Rita menatap Hana sejenak lalu mengangguk sebagai jawaban. Mama Rita paham dengan keinginan Hana yang tidak ingin tidur bersama Dika malam ini karena tidak ingin Dika mendesaknya lagi untuk bertemu dengan Papanya. Dan untung saja Dika juga memahami keinginan Hana dan memilih menuruti keinginan istrinya itu.


*


"Kau yakin tidak ingin ikut ke rumah sakit pagi ini?" tanya Mama Rita pada Hana yang baru saja kembali dari kamar Alan dan Alana sambil membawa mainan di tangannya.


Hana mengangguk tanpa bersuara. Pandangannya beralih pada Alana yang nampak asik menonton acara televisi bersama Alan di ruang tamu.


"Hana..." suara Mama Rita tertahan akibat Hana langsung memotongnya.


"Hana akan datang di saat Hana menginginkannya, Ma." Ucap Hana tak ingin berdebat.


Mama Rita menghela nafas panjang lalu mengangguk sebagai jawaban. "Kalau begitu Mama pamit dulu." Ucap Mama Rita.


"Hana akan mengantarkan Mama ke depan." Ucap Hana.


"Baiklah. Ayo." Jawab Mama Rita.


Hana mengangguk lalu berjalan beriringan bersama Mama Rita keluar dari dalam rumahnya


Entah mengapa aku merasakan perasaan tidak enak saat ini. Ucap Mama Rita dalam hati sambil berjalan keluar dari dalam rumah.


"Hana, kau yakin tidak akan menyesal?" Tanya Mama Rita memastikan kembali sambil menatap Hana dengan tatapan penuh arti.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu BSM update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Takdir Setelah PerpisahanšŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.