Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Sungguh tidak menyangka


Hana kembali meraih ganggang pintu dan menutup pintu dengan pelan agar tak menimbulkan suara. Hana pun berjalan menuju kamarnya dan membiarkan Mamanya mengeluarkan rasa sedihnya tanpa takut akan ketahuan olehnya.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, Hana menjatuhkan kasar tubuhnya ke atas ranjang. Hidupnya akhir-akhir ini memang tak lagi sama dengan beberapa tahun belakangan ini. Keceriaan di wajahnya pun perlahan sirna setelah kehilangan sosok pria yang menjadi cinta pertamannya sejak lahir ke dunia.


"Papa... kenapa Papa pergi... kenapa Papa meninggalkan Hana dan Mama..." air kata mulai mengalir di kedua sudut mata Hana. Bayangan masa kecil bahagianya bersama Mama dan Papanya mulai berputar di benaknya.


Hana membiarkan air mata yang terus mengalir di sudut matanya. "Kenapa Papa pergi tanpa berpamitan pada Hana... kenapa Pa? Apa Papa tidak tahu jika Hana masih membutuhkan kasih sayang Mama dan Papa." Hana mulai terisak. Kehilangan sosok ayah yang rela meninggalkannya dan Mamanya demi memilih wanita lain benar-benar membuat hatinya hancur.


"Aku sangat membenci Papa." Kedua tangan Hana terkepal. Tatapannya menunjukkan kebencian pada bayangan Papanya yang kini ada di depan matanya.


Hana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis tersedu-sedu. Keadaan ini benar-benar tidak pernah terpikirkan di benaknya selama ini. Hana tidak pernah menyangka jika ia akan mengalami hal semenyedihkan ini.


Ingatan Hana pun kembali berputar pada ucapan Liza tadi pagi.


Keluarga Dika itu adalah keluarga yang terpandang dan terhormat. Apa kau pikir keluarga Dika akan menerimamu yang berasal dari keluarga yang hancur karena sebuah perselingkuhan? Tentu saja tidak. Perselingkuhan Papamu hanya akan membuat keluarga Dika malu nantinya.


Kedua bola mata Hana terbelalak saat melihat betapa kayanya keluarga Dika dari banyaknya sumber yang ia dapat. Hana menggeleng tak percaya. Selama ini ia hanya tahu jika Dika adalah anak orang kaya melihat dari fasilitas yang Dika gunakan selama ini. Namun ia tidak menyangka jika kekayaan keluarga Dika jauh dari apa yang ia bayangkan. Beberapa berita tentang kedekatan keluarga Dika dan keluarga Gerry pun mulai bermunculan di halaman berandanya. Hana kembali dibuat terkejut jika keluarga Gerry termasuk dalam golongan keluarga terkaya di negaranya.


Tanpa terasa air mata Hana kembali menetes. Hana benar-benar merasa kerdil mengetahui fakta sebesar ini. Hana menatap sekeliling kamarnya. Besar kamarnya ini mungkin hanya sebagian ruangan kamar mandi Dika di rumahnya.


"Kenapa aku tidak pernah berniat mencaritahu siapakah Dika sebenarnya? Dan aku berani-beraninya menjadi kekasih Dika selama ini." Hanya tertawa dalam tangisannya. Merutuki kebodohannya selama ini. Pantas saja Dika selalu mengalihkan pembicaraan mereka tentang keluarganya. Ternyata Dika ingin menyembunyikan siapakah kelurganya pada dirinya.


"Kau benar-benar bodoh Hana!" Hana menepuk dadanya yang kian sesak. Pandangannya mulai memudar akibat air mata yang semakin menggenangi matanya.


Hana menghela nafasnya yang kian memberat. "Liza benar. Kehadiranku di hidup Dika hanya akan membuat keluarga besar Dika malu nantinya."


***


Lanjut? Berikan vote, gift dan komennya dulu yuk🌹