Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi
Tidak memiliki kesempatan


"Kau ingin tahu apa maksud saya?" Mama Puspa semakin kuat menjambak rambut Gia, pun dengan Yuni yang turut mendapat imbasnya. "Hana adalah menantu saya dan saat ini dia tengah cucu saya!"


"A-apa?" Ekpresi wajah Gia dan Yuni seketika berubah terkejut mendengar ucapan Mama Puspa. "Itu tidak mungkin!" Gia masih mencoba menyangkal kenyataan yang ada.


"Tidak mungkin kau bilang?" Tarikan Mama Puspa semakin kuat hingga membuat Riri merasakan sakit yang teramat pada kepalanya bahkan kini rambutnya terasa lepas dari kepalanya.


"Nyonya hentikan!" Ucap Yuni lalu sekuat tenaga melepas tangan Mama Puspa dari rambutnya. Dan upayanya berhasil karena kini tangan Mama Puspa sudah terlepas dari rambutnya. "Sakit sekali..." ringis Yuni sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


Mama Puspa pun turut melepas tangannya dari rambut Gia lalu menatapnya dengan tajam. "Harus kalian ingat jika Hana adalah menantu saya dan istri dari anak saya Dika." Ucap Mama Puspa dengan tegas.


Wajah Gia dan Yuni mulai pucat setelah mendengar ucapan Mama Puspa untuk yang kedua kalinya.


"Sekarang kalian sudah paham mengapa saya sangat murka saat ini?!" Bentak Mama Puspa sambil berkacak pinggang.


"Mama hentikan!" Papa Indra yang baru saja masuk ke dalam ruangan pun turut mencoba menghentikan aksi brutal istrinya.


"Papa diam. Papa tidak memiliki kesempatan berbicara saat ini." Ucap Mama Puspa dengan wajah berang.


Papa Indra menghembuskan nafas bebas di udara. Untuk saat ini ia tak memiliki kendali untuk menenangkan singa yang tengah lapar seperti istrinya.


"Nyonya ayo lanjutkan!" Ucap Fitri yang merasa tontonnya terhenti.


"Fitri..." Arka menepuk pelan pundak Fitri agar menyadarkan Fitri jika saat ini ada Papa Indra dan Dika di antara mereka sebagai pemilik rumah sakit.


"Eh ya?" Menyadari kesalahannya Fitri pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Tenanglah Fitri. Akan saya lanjutkan." Balas Mama Puspa.


"Eh bagaimana?" Fitri yang merasa terkejut mendengar balasan Mama Puspa pun menatap tak percaya pada Mama Puspa.


Mama Puspa tak lagi merespon ucapan Fitri dan lebih memilih menatap Gia dan Yuni yang kini nampak ketakutan dengan wajah berang.


"Jadi saat ini kalian sudah mendapatkan jawaban dari rasa penasaran kalian tentang siapakah istri dari Dika bukan?" Tanya Mama Puspa menatap bergantian Gia dan Yuni.


"Nyonya saya mohon maafkan kami..." Gia pun bersujud di hadapan Mama Puspa berupaya memohon ampun dan maaf dari Mama Puspa. Sudah dapat Gia dan Fitri bayangkan saat ini apa yang akan terjadi pada mereka ke depannya jika tidak mendapatkan maaf dari Mama Puspa.


"Nyonya maafkan kami..." Yuni pun turut bersujud di hadapan Mama Puspa.


Mama Puspa seketika menjauhkan tubuhnya. "Saya tidak menerima permohonan maaf dalam bentuk apa pun!" Ucap Mama Puspa dengan tegas.


"Nyonya..." Gia dan Yuni yang hendak mendekat pada Mama Puspa menghentikan niatnya saat melihat gerakan tangan Mama Puspa yang memberi kode menghentikan pergerakan mereka.


"Apa kalian pikir dengan kata maaf kalian bisa membuat keadaan kembali membaik seperti semula?" Ucap Dika yang sejak tadi hanya diam.


Gia dan Yuni terdiam dengan kepala tertunduk.


"Sebagai konsekuensi atas perilaku buruk kalian maka mulai hari ini kalian dibebastugaskan bekerja dari rumah sakit ini." Ucap Dika dengan tegas.


***


Lanjut?


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.