
hari ke lima turnamen,,
xiao Zhou duduk sambil kedua tangannya membawa makanan,,, Kim Yun duduk di samping nya,, dan mulai mencicipi semua makanan di tangan xiao Zhou,,
hari itu Kim Yun begitu senang dan begitu cerewetnya,, xiao Zhou menjawab begitu banyak pertanyaan dari bibir indah Kim Yun,,,
"bagaimana jika bibir cerewet itu di tempelkan ke bibirku?" tanya xiao zhou yang sudah mulai kesal,,,
"hihihi,,, maaf aku begitu senang hari ini,,, " ucap Kim Yun....
dan tiba-tiba seorang wanita duduk di samping xiao Zhou,, wanita itu adalah zhania...
keduanya saling menatap,, awan mulai gelap,,, hawa terasa dingin "ini hawa pembunuh" ucap xiao zhou
para penonton lain masih bersuka ria mereka tidak peduli terhadap xiao Zhou,,, yang dibawah tekanan hawa pembunuh yang mematikan,,,
..... ..... .....
seorang pria berdiri di panggung batu itu wajah nya begitu pucat seperti tidak pernah terkena sinar matahari,,,
"siapa dia zhou'er?" tanya Kim Yun melihat perubahan wajah dari xiao Zhou,,,
"aku tidak yakin" ucap xiao zhou sambil melihat bekas luka di jari nya,,
xiao Zhou mengalihkan pandangannya ke tempat Fei yu,, terlihat Fei yu tidak terlalu peduli dengan orang itu,,,
zhou'er bagaimana kalau nanti malam aku ke penginapan mu? tanya zhania
"mau apa kau ke penginapan kekasih ku?" tanya Kim Yun,,, dengan mata penuh selidik...
'ada sesuatu yang penting ingin aku bicarakan berdua" ucap zhania pergi meninggalkan mereka berdua,,,
"wanita itu selalu membuat ku kesal" guman Kim Yun....
.... .... ....
di atas panggung hampir tidak ada yang bisa menandingi kemampuan orang berwajah pucat itu,,, orang itu adalah Wang Guan,, ilusi pedang nya begitu nyata,,, sehingga sangat sulit menghadapi nya,,
di hari kelima hampir 10 orang di ranah legenda dan 2 pendekar suci tewas di tangan Wang Guan,, bahkan Wang Guan tidak mendapatkan luka yang serius,,, semua orang berpikir dua kali untuk menghadapi Wang Guan,,, "orang ini kemampuan nya sangat tinggi,, aku rasa dia akan menjadi juara nya" ucap Kim Yun sambil menatap wajah xiao Zhou,, xiao Zhou hanya mengangguk setuju,,, sore pun tiba ,,semua orang meninggalkan arena dengan pikiran masing-masing,,,
....
malam itu xiao zhou duduk di balkon kamarnya melihat jalanan ibukota yang masih begitu ramai,,
"mendekati hari terakhir turnamen ibukota semakin ramai" batin xiao Zhou,,
dan seorang wanita bercadar mendarat di depan nya membuyarkan lamunan nya,,,
"kita bicara di dalam" ucap zhania tanpa basa-basi,, xiao Zhou mengikuti langkah zhania masuk ke kamarnya,,
xiao duduk di atas ranjang menatap zhania yang masih melihat sekeliling,, dan duduk di sebelah xiao Zhou,,
"aku sudah mengikuti pemuda itu lebih dari satu tahun,, dan aku berusaha mencuri sesuatu darinya tapi sampai saat ini belum berhasil" ucap zhania menatap xiao Zhou dalam temaran cahaya ruangan yang remang,,
"mencuri sesuatu??" tanya xiao zhou,,
Zaskia menganggukan kepala,,, "sebuah peta,, dan kemarin aku melihat peta itu dimasukkan kedalam cincin penyimpanan milik pemuda itu" ucap zhania,,dengan tatapan kosong,,,
xioa zhou mengerutkan keningnya,, "peta apa? dan kenapa kau menceritakan nya padaku,?? kau tahu aku tidak begitu tertarik dengan harta" ucap xiao zhou
zhania membuka cadarnya,,
"hanya pria yang akan menikah dengan ku boleh melihat wajah ku,, dan itu dirimu,, dan aku minta cincin itu sebagai hadiah pernikahan kita" ucap zhania,,
ilustrasi zhania
xiao Zhou hanya tersenyum kecut
"kau pernah menipuku,,, aku tidak yakin kali ini kau akan menepati janji mu" ucap xiao zhou dan berdiri menuju balkon kamarnya,,,
"kita lakukan sekarang" ucap zhania yang kini sudah mulai membuka pakaian nya...
"baiklah nona zhania akan aku coba,, dan kita akan melakukan nya saat aku mendapatkan cincin pemuda itu" ucap xiao zhou
"aku tidak keberatan melakukan nya sekarang,, terlepas berhasil atau tidak kau mendapatkan cincin itu,, ucap zhania,, dan wajah nya berubah cemas
"tetapi zhou'er berhati-hatilah,, pemuda itu bernama Tang fang,, dia sangat licik,, dia juga mendapat mutiara nyawa sehingga dia bisa hidup dua kali" ucap zhania,, mulai memilah pakaiannya yang terlepas tadi...
dan tiba-tiba pintu kamar xiao zhou di gedor seseorang
"buka pintu nya aku tahu kalian ada di dalam" ucap suara itu xiao zhou sangat mengenal suara itu,,, dan bergegas membuka pintu kamar nya...
blarrrr...
ilustrasi Kim Yun
Kim Yun sudah masuk ke kamar xiao Zhou,, mata nya melebar melihat zhania masih di ranjang xiao Zhou,, dan zhania pun seperti sengaja perlahan memakai pakaian nya dan cadar nya,,, zhania berjalan kearah xiao Zhou dan Kim Yun berdiri mematung,,,
" ingat pesanku suami,, berhati-hatilah"
ucap zhania meninggalkan kamar xiao Zhou,,,
hawa pembunuh begitu pekat di kamar xiao Zhou,, wajah xiao Zhou berubah menjadi pucat..
ini tidak seperti yang kau pikirkan yun'er " ucap xiao zhou menenangkan Kim Yun....
"wanita licik itu benar-benar menantang ku,, lihat saja siapa yang menang diantara kita" guman Kim Yun dan segera menutup pintu kamar xiao Zhou dan mengunci nya
bukkkk,,,, bukkkk,,,
terdengar teriakan seorang laki-laki yang menyayat hati di ruangan itu,,,
ap...apa kau sudah puas Yun'er? tanya xiao zhou,,, dengan wajah penuh darah,,,
wajah Kim Yun sedikit lega,,,
"seperti nya sudah... kau bocah naiklah ke ranjang" bentak Kim Yun
xiao Zhou mengikuti perintah Kim Yun dan naik ke ranjang...
"buka pakaian mu,, itu sudah penuh darah" ucap Kim Yun dan masuk keruangan lain di kamar itu,,,
seperti anak kecil yang di marahi ibu nya xiao zhou melakukan semua perintah Kim Yun...
Kim Yun masuk dan membawa mangkok berisi air panas dan handuk kecil,, wajah Kim Yun tertuduk dan memerah melihat tubuh polos xiao Zhou,, walaupun ruangan hanya remang-remang karena di terangi oleh penerangan minyak,, tapi terlihat wajah Kim Yun begitu memerah,, karena pertama kali melihat tubuh xiao Zhou tanpa pakaian...
Kim Yun mengelap wajah xiao Zhou,, membersihkan semua darah di hidung nya,, "maafkan aku,, aku tadi agak kelewatan" ucap Kim Yun wajah nya begitu dekat wajah xiao Zhou,,
xiao Zhou hanya mengangguk saja..
"apa masih sakit??" tanya Kim Yun,, tangan nya sudah mulai mengelap tubuh xiao Zhou,, semakin ke bawah,, dan mendekati kebanggaan milik xiao Zhou,,,
glekkk,, suara ludah tertelan dari bibir Kim Yun... dan tangan nya gemetar membersihkan bagian itu,, walaupun sangat malu,, tapi Kim Yun begitu lama membersihkan itu seperti tidak rela tangannya meninggalkan benda yang sudah mulai membesar maksimal,,,
mata Kim Yun menatap mata xiao Zhou yang terpejam,, wajah Kim Yun mendekati wajah xiao Zhou dan mereka mulai kehilangan kesabaran dan wajah mereka menempel begitu lekat nya,,, Kim Yun kini sudah menduduki pangkuan xiao Zhou,, desahan Kim Yun mulai terdengar,, Kapala xiao Zhou perlahan bergerak semakin turun dan melakukan tugas nya,,, Kim Yun semakin mendesah dan beberapa saat sudah seperti berteriak,,, wajah Kim Yun mendekat ke wajah xiao Zhou,, mata nya begitu sayu dan bergairah...
"apa tadi kau melakukan dengan wanita itu???" tanya Kim Yun menatap mata terpejam xiao Zhou,
xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya,,,
"bagus,, aku harus lebih dulu dari pada wanita itu,,, lakukanlah sayang" ucap Kim Yun
ahhhss,,, pelan-pelan sayang... suara serak Kim Yun,, desahan nya terdengar di ruangan itu dan berubah seperti teriakan liar dan terdengar sampai keluar kamar xiao Zhou
.....
pagi itu
"apa masih sakit" tanya xiao zhou,, Kim Yun hanya tersenyum .
"tidak,, kau mengambil nya dengan sempurna,, ucap Kim Yun dan mereka,, melakukan nya lagi sampai menjelang siang,,,
.....
..........