Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
meninggalkan sekte


pejabat Bao yang sudah begitu terbakar nafsu, sangat bersemangat dan melepaskan semua pakaiannya, dan dengan cepat mendekati tubuh indah Han Yui, tapi sayang nya belum sempat milik nya memasuki tubuh Han Yui, tubuh pejabat Bao sudah bergetar dan keluar.


pejabat Bao terduduk dengan nafas tersengal-sengal, wajah nya terlihat begitu kesal, dan putus asa.


"baiklah... aku rasa sudah tidak mampu lagi" ucap pejabat Bao dan pergi dari kediaman Huang Lang.


Xiao Zhou keluar dari kamarnya dengan pakaian pelayan nya, dan tiba-tiba seseorang menarik nya.


"anak muda, kau sekarang ikut paman, ada tugas yang memerlukan tubuh muda mu ini" ucap paman itu yang berpakaian sama dengan nya.


keduanya memasuki hutan yang tersegel itu melalui gerbang yang di jaga beberapa penjaga.


Xiao Zhou dan paman itu membungkuk memberi hormat kepada para penjaga itu,


"tuan penjaga kami di perin-tah.." suara paman itu terputus, saat penjaga itu melambaikan tangan nya mengisyaratkan agar keduanya masuk kedalam hutan itu, seperti sudah mengetahui ada pekerjaan pelayan di hutan itu.


Xiao Zhou melihat beberapa pelayan laki-laki sedang membuka atap dari bangunan kecil itu.


"paman... apa yang kita kerjakan di tempat ini?" tanya Xiao Zhou.


"anak muda, kita di perintahkan untuk membuka atap dari gubuk itu, besok adalah bulan biru, kita harus melakukan nya sekarang" ucap paman itu dan menyuruh Xiao Zhou naik ke gubuk itu.


"kenapa kita melakukan nya paman?" tanya Xiao Zhou lagi.


"dengarkan aku baik-baik anak muda, kita ini pelayan jadi semakin sedikit yang kita ketahui, maka itu semakin baik, seperti itulah cara kerja seorang pelayan, sekarang lakukan perintah ku dan jangan banyak bertanya" ucap paman itu.


Xiao Zhou mengangguk, dan mulai naik ke atas gubuk itu, dan melepaskan atap gubuk itu.


dari atas terlihat sumur tua yang ada di dalam bangunan itu.


"iblis apa yang terkurung di sumur ini" batin Xiao Zhou.


***"


langit sudah mulai gelap Han Yui masih di kamar Xiao Zhou, wanita dengan tubuh dewasa itu duduk di ranjang kecil milik Xiao Zhou.


"kemana bocah itu? apa dia marah padaku? sebaiknya aku menunggu nya dan minta maaf padanya" batin Han Yui


"apa yang terjadi padaku? kenapa aku sedang bermain perasaan, aku tidak pernah merasakan perasaan ini selama hidup ku, ini tidak boleh terjadi, aku tidak boleh mencintai pria, mereka semua hanya alat pemuas" batin Han Yui dan tanpa di sadari nya dirinya telah tertidur di ranjang kecil itu.


malam itu Han Yui mimpi tidur dengan Xiao Zhou dan mereka berdua tidur dengan berpelukan hangat.


*****


Huang Lang sudah keluar ruang kultivasi nya, dan mulai ikut bersiap-siap mengadakan pesta menyambut bulan biru.


meja sudah di gelar, para pelayan sibuk sejak pagi, semua terlihat begitu gembira dan bersemangat, para kultivator muda hari itu ikut membantu mempersiapkan pesta.


Han Yui terbangun karena mendengar suara yang begitu ribut dan sesekali tawa orang-orang terdengar, Han Yui menatap sekeliling dan mendapati tubuh sudah terselimuti dengan hangat.


"apa? siapa yang menyelimuti ku? yang terjadi tadi malam itu bukan mimpi," guman Han Yui terkaget dan segera membuka selimut nya dan melihat tubuhnya, pakaian nya masih lengkap seperti saat dirinya memasuki kamar Xiao Zhou


"aahhh... bocah itu begitu lembut, dan menyenangkan, hihihi" batin Han Yui lega dan keluar kamar Xiao Zhou dengan berjalan mengendap-endap, perasaan nya begitu bahagia.


Han Yui sudah keluar kediaman Huang Lang, pakaian yang dikenakan nya begitu sopan tetapi masih memperlihatkan pinggang nya yang ramping berbanding terbalik dengan pinggul nya yang lebar, dan dirinya terlihat begitu anggun dan cantik, butuh waktu berjam-jam baginya untuk tampil sempurna seperti saat ini, hal yang tidak pernah dilakukan nya selama hidup.


"ibu, besok malam kakek leluhur akan datang, kita akan mengadakan pesta seperti yang biasa di lakukan dari generasi ke generasi," ucap Huang Lang


"iya anakku, ibu tahu kita melakukan pesta sehari setelah bulan biru muncul" ucap Han Yui wajah nya terlihat begitu bahagia, mata nya terus mencari-cari seseorang yang sangat di rindukan nya.


"ibu... wajah ibu terlihat berbeda pagi in-i...," ucapan Huang Lang terputus mata nya sedikit menyipit,


"aahh... apa? tidak anakku ibu hanya senang melihat kesibukan ini" ucap Han Yui sedikit gugup, wajah nya sedikit memerah.


"dimana kau bocah, aku sudah ingin melihat mu, aku sudah berdandan begitu lama hanya untuk mu, malam ini kita akan melakukan itu semalaman penuh tanpa ada yang mengganggu, " batin Han Yui, dadanya berdebar dan terasa sedikit sesak karena gugup, membayangkan mereka akan melakukan itu sebentar lagi.


hati Han Yui begitu kecewa, sampai siang pemuda yang di cari-cari nya tidak terlihat sama sekali, beberapa kali dirinya harus masuk ke kamar Xiao Zhou secara sembunyi-sembunyi tetapi Xiao Zhou tidak pernah muncul lagi di tempat itu.


****


pagi itu Xiao Zhou duduk di ruang baca nya di pulau keseimbangan, tangan nya memegang kertas dari sobekan yang di temukan di cincin Huang Lang, dan mulai membaca nya, wajah nya sedikit kecewa karena tidak banyak yang tertulis di buku itu.


mata Xiao Zhou menyipit, dan keningnya berkerut beberapa saat, seperti mencari tahu sesuatu, dan menghembuskan nafas nya dengan perlahan, kepala nya sedikit menggelengkan seperti tidak percaya apa yang di baca nya.


"ada apa suami? apa yang kau baca sampai tidak menghiraukan wanita cantik ini menggoda mu dari tadi" ucap Yun Li Wei yang juga dari tadi sedang membaca di ruangan yang sama.


"ini kisah pilar langit Huang Fu" ucap Xiao Zhou.


"hemmm... coba ceritakan padaku" ucap Yun Li Wei.


"tidak banyak yang tertulis disini, pilar Langit Huang Fu adalah satu-satu nya pilar langit dari keturunan manusia murni, Huang Fu mendapatkan energi hawa semesta saat usia nya 40 tahun, dari seorang wanita kecil, dan wanita kecil itu menghilang begitu saja, tidak ada yang mengetahui siapa gadis kecil itu, dan dimana keberadaan saat ini" ucap Xiao Zhou.


"hehehe... baiklah iblis kecil jangan terlalu banyak berpikir dengan otak kecil mu itu, aku akan menemui adik Li dulu, untuk bertanya sesuatu" ucap Yun Li Wei sambil mengacak acak rambut Xiao Zhou, dan meninggalkan nya sendirian.


deggggg..... jantung Xiao Zhou berdetak kencang


"iblis kecil? apa gadis kecil itu adalah iblis yang selama ini di kurung di sumur itu?" batin Xiao Zhou.


"jika benar, berarti Huang Fu sudah menyiksa gadis kecil itu selama ribuan tahun" batin Xiao Zhou lagi, tangannya mulai mengepal karena teringat akan nyanyian gadis kecil dalam mimpinya dan meminta tolong.


"Huang Fu kau benar - benar membuat ku muak" guman Xiao Zhou memejamkan matanya dan membenamkan wajahnya ke meja yang ada di depan nya.


"tollllllooooonnnng aku" terdengar suara gadis kecil seperti berbisik dan menggema, membangunkan Xiao Zhou dari tidur nya di ruang baca.


"Huang Fu kau bahkan tidak melepaskan seorang gadis kecil, aku sudah tidak peduli lagi kau muncul atau tidak, aku harus melihat iblis di sumur itu" ucap Xiao Zhou mengenakan topeng nya, keluar dari istana nya melesat ke udara, dan mendarat di atas atap bangunan di kota huangdong.


****


malam itu nampak berbeda, karena bulan terlihat penuh dan terlihat begitu besar dan indah dengan warna sedikit membiru.


Xiao Zhou dapat melihat dengan jelas karena sinar bulan menerangi kota huangdong tanpa sedikitpun awan.


Xiao Zhou melompat dari atap ke atap menuju sekte pilar keadilan sampai seseorang mengawasi nya dari kejauhan.


Xiao Zhou yang sudah mengetahui lokasi sumur itu dengan mudah menyelinap dan sampai di depan gerbang hutan itu tanpa ada yang curiga.


"siapa kau?" tanya dua penjaga gerbang di hutan menuju sumur tua berada, dan karena tidak ada jawaban dari Xiao Zhou, kedua penjaga itu mencabut pedang mereka, menyerang kearah Xiao Zhou bersamaan.


"baaammmmmm" Xiao Zhou melepaskan tinju nya kedada ke dua penjaga itu, membuat mereka terlempar dan tak sadarkan diri.


Xiao Zhou masuk ke hutan itu dan mendekati gubuk tua itu. telinga nya dapat mendengar jeritan gadis kecil dari sumur itu begitu pilu.


Xiao Zhou mempercepat langkahnya nya, dan mulai merusak segel penutup sumur itu. tidak kurang dari tiga puluh menit Xiao Zhou akhirnya dapat memecahkan segel itu dan melompat kedalam sumur.


kaki Xiao Zhou menyetuh dasar sumur yang terbuat dari batu, di samping nya tergeletak seorang gadis kecil yang berbaring, dan menjerit sedari tadi,


Xiao Zhou memejamkan matanya dan melihat dasar sumur itu dengan pendengaran istimewa nya.


"batu ini mengambang di permukaan air, tetapi permukaan batu ini penuh lumut, dan basah, jadi gadis ini sudah terendam air, dan hanya muncul saat bulan biru saja" batin Xiao Zhou penuh iba menatap gadis kecil itu.


"gadis kecil aku akan membawa mu ke atas" ucap Xiao Zhou dan mengangkat tubuh gadis kecil itu.