Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
sekte laba-laba hitam


di lantai empat rumah makan kediaman Yumiko, Xiao Zhou selesai membersihkan diri dan menyantap makan malam.


praangggkkkkk.... Xiao Zhou mendengar keributan di lantai tiga dimana tempat Yumiko menerima tamu yang membutuhkan jasa informasi dan memerlukan sumber daya.


"hahaha... percuma saja kau melawan nyonya cantik, aku memang beruntung malam ini dapat mendapatkan wanita cantik yang sudah terkenal di ibukota ini, hahaha.... bersiap-siaplah menjadi budak ku... hahahaha" ucap shiek hai sambil berusaha melepas pakaian yumiko yang sudah sisa sedikit yang hanya menutupi daerah tertentu saja.


"tolong lepaskan aku, aaahhhhh, " mohon yumiko, badan yumiko sudah tidak bisa berdiri kedua pahanya yang besar menjepit daerah sensitif nya, karena rasa aneh dan begitu gatal mendera daerah sensitif nya itu.


Mata Sheik Kai melotot melihat keindahan tubuh Yumiko, kulit nya putih halus dengan sedikit gambar di punggung nya yang memang sudah tradisi dari keluarga di daerah kekaisaran biru.


walaupun bagian perut tidak sedatar perut gadis, tapi di tunjang dengan bokong yang menonjol kebelakang dan paha yang besar sesuai dengan kaki panjang nya, membuat tubuh yumiko begitu indah, dan benar-benar menggairahkan.


Sheik Hai beberapa kali menelan ludah sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh Yumiko.


"kau sudah terkena racun laba-laba hitam milik sekte ku nyonya, tidak ada penawar nya,, kau harus bersetubuh sampai efek racun nya hilang, dan hanya aku bisa membantumu menghilangkan efek racun nya, tenang lah aku tidak akan mengecewakan mu, kemampuan ku memuaskan wanita begitu terkenal, hahah..." ucap Sheik Hai


"setelah itu kau akan benar-benar menjadi budakku, hahaha..." ucap Shiek Hai sambil mulai melepas jubah nya.


mata yumiko berubah menjadi sayu... dan kulit tubuh nya terasa sangat sensitif,, sedikit sentuhan saja membuat nya basah.. aaahhhh... iya sangat marah akan keadaan nya sekarang....


"kau pria terkeji yang pernah ku lihat, aku begitu menjijikkan..." ucap Yumiko dengan sisa-sisa kesadaran nya, Yumiko berusaha mengambil katana nya dan mengarahkan ke leher nya sendiri.


"sriii..." belum sempat katana itu keluar dari sarung pedang nya, tangan nya sudah di pegang oleh seorang remaja yang tidak lain adalah Xiao Zhou, dan menotok tubuh Yumiko di beberapa titik, sehingga yumiko sedikit tenang, dari rasa gatal yang begitu hebat.


"Tunggulah sebentar nyonya, aku akan membereskan pria itu," guman Xiao Zhou menatap lembut pada yumiko sambil mengendong nya,


Begitu melihat mata Xiao Zhou, Yumiko hanya mengangguk, dan merasakan ketenangan di dadanya.


"Tatapan mata anak ini begitu teduh dan menyejukkan," batin Yumiko.


"Tunggu tuan muda... ijinkan aku melihat kematian orang keji itu," bisik Yumiko lemah, di telinga Xiao Zhou.


"duduk... dan lihat lah," ucap Xiao Zhou,


sambil mengusap sisa air mata yumiko dengan kedua jempol nya dengan lembut.


"pastikan orang itu mendapatkan yang sepantas nya," ucap yumiko lagi,


"siapa kau bocah aku tidak pernah melihat mu di tempat ini, apa kau anak dari wanita ini?" ucap Shiek Hai.


"Aku tidak akan membunuh mu, aku akan melumpuhkan mu terlebih dahulu, agar kau dapat menyaksikan pertunjukan yang begitu bagus, kau akan melihat bagaimana ibumu yang cantik itu melayani ku dengan liar nya, hahaha..." tawa Shiek Hai,


Xiao Zhou menatap tajam ke arah Shiek Hai


"katakan kau dari sekte apa?" tanya Xiao Zhou


"aku tetua sekte laba-laba hitam, kena-pa..,,,aaaahhhhhkkkkk..."


"sreeessstttt...."


darah berhamburan di dinding dan lantai tempat itu,


belum selesai Sheik Hai bicara, tiba-tiba tangan kiri Sheik Hai sudah terlepas dari tubuh nya.


"hanya itu yang ingin aku tanyakan," ucap Xiao Zhou, tangan nya sudah memegang pedang panjang melengkung.


sresstttt....


sekarang kaki kiri Shiek Hai yang terlepas.


"aaahhhkkkk kurang aja kau bocah," teriak Shiek Hai, yang terjatuh dan terbaring di kubangan darah, Shiek Hai berusaha berlutut.


"aku bahkan tidak bisa melihat gerakan nya.. bocah ini sangat kuat," batin Shiek Hai, wajah nya menjadi pucat dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuh nya.


pedang panjang xiao zhou sudah berlumuran darah.


"baiklah bukan kah ini tangan yang ingin menodai wanitaku ini," Xiao Zhou menebas ke arah lengan kanan Shiek Hai, seketika tangan kanan Shiek Hai terbelah dua.


"aaahhhkkkkk... " teriak Shiek Hai.


"apa ada yang ingin kau katakan sebelum aku memotong lidah mu?" tanya Xiao Zhou, wajah nya begitu dingin dan tenang.


" aku di perintah Wei Xiang, tolong bunuh aku," ucap Shiek Hai dengan bibir bergetar, dan mata memohon.


"hemmm... baiklah aku akan mengakhiri penderitaan mu," ucap Xiao Zhou


zreeesssttt...


"maafkan aku, aku sudah salah menebaskan pedang ku, kau akan mati pelan-pelan di tempat ini," ucap Xiao Zhou meninggalkan Shiek Hai yang sudah tidak memiliki rahang bawah lagi,


Shiek Hai tidak bisa bicara, matanya berkedip-kedip merasakan sakit di sekujur tubuh nya.


***


Xiao Zhou berlari menggendong Yumiko dan membawa ke kamar milik Yumiko, dan membaringkan di ranjang nya.


"terima kasih tuan muda, sampai kapan pun aku tidak akan bisa membalas budi mu ini, sekarang biarkan aku mati dengan tenang. aku akan membalas kebaikan mu di kehidupan mendatang," ucap Yumiko pelan dan tersenyum kearah Xiao Zhou dengan air mata menetes.


"tenanglah nyonya, aku akan mengobati mu," ucap Xiao Zhou mengeluarkan beberapa pil dari dalam cincin penyimpanan nya.


"apa tidak ada cara lain mengobati mu selain bersetubuh?" batin Xiao Zhou yang mendengar perkataan sheik Hai dari awal.


"tidak... semakin di berikan obat penenang tekanan darah di daerah sensitif akan semakin membengkak, batin Xiao Zhou.


Terlihat daerah dada yumiko semakin besar dan berwarna keunguan, sambil menggelengkan kepala Xiao Zhou membuka totokan nya tadi.


perlahan dada yumiko kembali keukuran semula, dan setelah nya wajah wanita itu kehilangan ketenangan nya, dan mulai mencengkeram erat lengan Xiao Zhou.


"aaahhhhkkkk..... aku begitu gatal, bisakah tuan muda melakukan nya? aaaahhhhkkkkkk... aku mohon, aku tidak bisa melakukan dengan orang lain, jika aku melakukan dengan orang lain, aku akan bunuh diri setelah melakukan nya, tubuhku ini hanya aku relakan hanya untukmu saja," ucap Yumiko dengan mata berkaca-kaca.


"tolonggggg tuan muda....." ucap yumiko yang sudah tidak tahan akan gejolak birahinya, kedua pahanya merapat, dan merasakan cairan nya sudah begitu banyak, membasahi pakaian dalam nya.


aaahhhkkkkk..


seteguk darah keluar dari bibir yumiko.