
"anak muda apa kau yakin? bagaimana dengan kekuatan mu? dengarkan aku! jika kau mengembalikan ingatan mu,dengan kekuatan mu saat ini kau bisa saja merusak tatanan hukum alam, kau bisa meniadakan yang harus nya ada, apa kau mengerti?" ucap suara di kepala Xiao Zhou.
"aku tidak akan membiarkan kau menyalakan gunakan kekuatan ini," ucap suara itu lagi.
dan tiba-tiba tubuh Xiao Zhou terlindungi cahaya keemasan, mata pemuda itu kembali terpejam, dan dengan sendirinya tubuh nya melemas dan duduk di atas batu dengan wajah begitu damai, dan sebuah kitab tebal terbuka di hadapan nya.
Kitab itu mulai bergerak, halaman demi halaman terbuka perlahan, huruf dan simbol berwarna merah keemasan melayang dari kitab itu dan masuk kepala Xiao Zhou, membuat wajah nya semakin cerah dan damai.
Pedang Semesta mengeluarkan ingatan Xiao Zhou berupa uap-uap putih melayang dan bergerak seperti ular di udara ke arah kepala Xiao Zhou, namun cahaya emas itu melindungi nya, dan uap-uap itu tidak dapat memasuki kepala remaja itu, dan kembali masuk ke Pedang Semesta.
"Pedang Semesta berhenti lah, usahamu akan sia-sia, pemuda ini memiliki kekuatan yang begitu mengerikan, dia harus bersih dari sikap memihak, tidak ada lagi baik dan buruk baginya sekarang, aku harus memastikan pemuda ini menjaga alam ini, yang seharusnya musnah harus lah musnah," ucap suara itu.
"maafkan aku, siapa pun dirimu sekuat dan setua apapun dirimu, kau bukanlah majikan ku, aku harus melakukan yang di perintahkan oleh majikan ku, yaitu pemuda ini, kau sudah mendengar nya bukan? majikan ku meminta ku mengembalikan ingatan nya," ucap Pedang Semesta.
"hemmm... baiklah jika kau berkeras, kitab itu penuh ajaran kebijakan, welas asih dan meditasi tingkat tertinggi, saat kitab itu tertutup maka semua usaha mu akan sia-sia, saat itu pemuda ini akan menjadi seorang biksu seluruh alam, tidak akan ada perasaan apapun yang tersisa, benci, amarah, ambisi, cinta, iri, birahi, apapun akan lenyap dari tubuh nya, seindah apapun ingatan yang kau berikan tidak akan mempengaruhi nya," ucap suara itu.
"aku tidak akan membiarkan nya," ucap Pedang Semesta.
dan melesat ke udara dan berputar mengeluarkan seluruh kemampuan warna biru memenuhi angkasa, pedang semesta meluncur ke arah kitab di depan Xiao Zhou, seluruh alam bergetar, ribuan petir menyambar di sekeliling Pedang Semesta.
"kau boleh melakukan apapun yang kau suka, kau sama sekali bukan tandingan ku," ucap suara itu.
Pedang Semesta melesat turun, dan hanya kurang dari setengah meter menuju sasaran, tiba-tiba kitab itu sudah tertutup, dan pedang semesta menembus kitab itu dan kitab itupun hancur tak bersisa.
"apa yang terjadi? tadi kitab itu masih terbuka sedikit, bahkan saat aku sudah begitu dekat, tapi kenapa bisa tiba-tiba sudah tertutup?" Ucap Pedang Semesta.
"itulah kekuatan ku, saat ini pemuda ini sudah menguasai ku 100 persen, dia sudah bermeditasi 6 ribu tahun, sudah saat nya aku pergi, dan kali ini kau Pedang Semesta lakukan lah!! berikan ingatan nya lagi," ucap suara itu.
Xiao Zhou masih memejamkan matanya, rambut nya begitu panjang, dengan tubuh berlian rambut Xiao Zhou biasanya begitu sulit untuk panjang, tapi kini rambut nya hampir menyentuh tanah, dan pakaian nya terlihat compang-camping.
Tanpa bicara Pedang Semesta mengeluarkan seluruh ingatan Xiao Zhou, dan kembali uap-uap berbentuk ular itu keluar dan memasuki kepala Xiao Zhou.
Wajah Xiao Zhou begitu damai, tidak ada lagi tampang seperti orang kebosanan di wajahnya, dan menerima semua ingatan nya dengan perlahan.
Dan beberapa hari sudah berlalu, Xiao Zhou membuka matanya, bola mata pemuda itu kini sudah berubah warna, biru kegelapan, pinggiran nya seperti langit cerah, namun semakin kedalam semakin gelap, akar jiwa Mou Lu tanpa di sadari oleh Xiao Zhou sudah bersatu dengan akar jiwa nya dan juga akar jiwa milik Dewa iblis Zhen Lu.
mata indah itu menatap kearah Pedang Semesta dengan tenang.
"aku senang anda telah kembali tuanku," ucap Pedang Semesta.
"tuan sebaiknya kita berangkat sekarang, langit membutuhkan pertolongan mu saat ini," ucap Pedang Semesta.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis,
"tidak Pedang Semesta... tidak," ucap Xiao Zhou
"kau lihat Pedang Semesta, majikan mu sudah menjadi biksu seluruh alam, pikiran nya sudah tidak terpengaruh oleh dunia ini lagi, aku menjadi lega saat ini," ucap suara itu menggema di udara.
****
di pulau keseimbangan.
sudah beberapa hari pangeran ke empat menempati sebuah rumah yang di sewakan untuk tamu, begitu juga Choe Eun Soo yang mendapat satu rumah yang hampir sama dengan pangeran ke empat.
sore itu pangeran ke empat berjalan-jalan di sepanjang jalan besar yang kini sudah menyambung dengan pulau tingkat ke dua,
"dari begitu banyak wanita cantik, setidaknya aku bisa merasakan empat atau delapan dari mereka, dengan kemampuan ku ini, aku rasa tidak akan sulit, seperti nya aku akan mulai dari wanita itu," guman Pangeran ke empat
Pangeran ke empat sudah memutuskan untuk mendekati salah satu wanita Xiao Zhou, karena selama ini Choe Eun Soo tidak pernah menerima perasaan pemuda itu.
Wanita incaran Pangeran ke empat jatuh pada Kaisar Zhang Rui, pemuda itu sudah mengetahui sedikit tidak tentang sepak terjang wanita tinggi itu, dan yang lebih penting wanita itu adalah orang terkuat hampir di dataran utama, dengan kedudukan nya sebagai Kaisar dari kekaisaran Wang, yang menguasai sepertiga dari wilayah dataran utama, wanita itu begitu berkuasa, puluhan kerajaan yang berada di bawah kekaisaran nya, begitu takut dan tunduk di bawah kaki wanita itu.
Zhang Rui, selain wajah yang begitu cantik, hidung kecil yang mancung, bibir yang tidak terlalu tipis dan sudut yang melengkung ke atas, mata lebar dan alis kecil panjang dan menyudut ke atas, di sertai rambut hitam yang panjang dan halus, membuat wajah nya lebih indah dari bunga yang penuh embun di pagi hari.
Selain kulit yang bersih dan terawat, wanita itu juga memiliki sesuatu kelebihan, Zhang Rui memiliki tubuh yang begitu menggoda hasrat kelaki-lakian setiap pria yang di jumpai nya.
dengan tubuh paling tinggi di antara istri-istri Xiao Zhou, dan berat yang ideal, membuat nya terlihat sedikit besar di bandingkan dengan wanita pada umumnya, tubuh nya hanya bisa di sejajarkan dengan tubuh Lou Rong, yang hampir mirip dengan wanita dari kekaisaran zharzantium.
Meski tubuhnya terlihat besar, tetapi pinggang nya begitu ramping, dan bahu yang tidak lebar, sehingga keanggunan seorang wanita begitu terlihat, hanya gunung nya yang begitu menonjol dan tertarik ke atas, dan juga pinggul lebar serta bokong yang menonjol kebelakang, dan tercetak di pakaian apapun yang di kenakan nya, membuat nya menjadi impian setiap pria.
Zhang Rui juga memiliki suara yang sedikit lebih berat, dan tawa kencang yang sesekali terbahak-bahak saat lepas kendali, menjadi daya tarik tersendiri.
Tatapan matanya yang terlihat galak, dan karena inilah membuat banyak laki-laki begitu penasaran dan membayangkan betapa panasnya permainan wanita itu di ranjang. Hanya pria yang memiliki kemampuan hebat menaklukkan wanita ditempat tidur saja, dan pusaka yang mumpuni baru akan percaya diri untuk mendekati wanita dengan tubuh bongsor seperti itu.
ilustrasi Kaisar Zhang Rui.