Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
puteri yumiko vs puteri ming mei


xiao zhou sudah kembali ke ibukota, di kediaman yumiko lantai 5 Xiao Zhou sedang menikmati guci kesukaan nya, sambil menatap atap-atap rumah yang hampir mirip yang ada di bawah nya.


"hemmm... malam ini begitu indah," batin Xiao Zhou


beberapa shinobi bawahan Yumiko keluar masuk kediaman itu, Xiao Zhou tidak begitu mempedulikan nya.


"apa aku boleh bergabung?" seorang wanita yang tidak muda lagi mendekati Xiao Zhou...


"um...bibi Yumiko, kau rupanya," ucap Xiao Zhou sedikit gugup.


Yumiko mengetahui kegundahan hati Xiao Zhou.


"tidak perlu gugup seperti itu Zhou'er,


yang sudah terjadi tidak perlu di pikirkan kau hanya ingin menyelamatkan aku, aku tidak ingin kau bertanggung jawab tentang kejadian waktu itu," ucap Yumiko sambil mengelus lembut wajah Xiao Zhou, dan mengacak-acak rambutnya.


"baiklah bibi Yumiko... tapi tidak mudah melupakan malam indah itu" ucap Xiao Zhou, yang kini menatap tubuh Yumiko, hanya mengenakan gaun hitam tipis seperti gaun tidur, sehingga memperlihatkan lekuk tubuh indah Yumiko.


Yumiko hanya tersenyum, diri nya tahu jika Xiao Zhou sedang memandangi tubuh nya dengan tatapan binatang liar siap menerkam kapan saja,


"Matamu nakal sekali, membuat ku sedikit takut," bisik nya seperti memprovokasi xiao zhou untuk bertindak lebih jauh.


"Apa kau menginginkan nya?" tanya Yumiko dengan tatapan menggoda.


"glekkkk... " Xiao Zhou hanya menunduk.


"iya.... aku menginginkan nya, tapi bibi tidak perlu melakukan nya lagi, aku tahu bibi rela melakukan itu hanya ingin berterima kasih padaku, bibi tidak benar-benar menginginkan nya," ucap Xiao Zhou dan meneguk guci nya lagi.


"hihihi... benarkah kau tidak ingin aku melakukan nya?" ucap Yumiko dan duduk di pangkuan Xiao Zhou, dan mengambil guci milik Xiao Zhou dan meneguk nya, bibir nya sedikit terbuka saat merasakan menduduki benda besar.


"aahh... dengarkan aku baik-baik, saat kau menyelamatkan kehormatan seorang wanita, kau sudah memiliki hati wanita itu, sekarang tubuh dan hatiku hanya milik mu zhou'er, dan aku menginginkan kau dan hatimu juga," bisik Yumiko di telinga Xiao Zhou, wajahnya sedikit memerah.


"tapi aku sudah memiliki calon istri bibi Yumiko" ucap Xiao Zhou tidak berani lagi menatap mata ataupun tubuh yumiko


"hihihi... bocah bodoh, sejak akan aku meminta mu untuk menikahi aku hah???" ucap Yumiko tertawa, matanya sedikit berbeda menatap Xiao Zhou, tubuh di bawah pinggang nya bergerak secara alami pelan-pelan, membuat kedua merasakan getaran-getaran indah.


"kau memberiku tempat sedikit saja di hatimu sudah lebih dari cukup, kau mengerti kan sekarang?" semakin lama keduanya semakin fokus pada gesekan milik mereka, sesekali gerakan mereka terhenti saat beberapa Shinobi melompat tidak jauh dari tempat mereka.


"bisakah kau mengeluarkan milik mu?" bisik Yumiko, dan bola mata nya menatap sekeliling.


Xiao Zhou mengangkat sedikit tubuh nya, dan duduk kembali kini pusaka nya sudah terbebas, Yumiko kembali menduduki nya dan kembali bergerak pelan, nafasnya mulai tersengal, semakin lama gerakan nya semakin kencang menekan seperti begitu gemas.


"Zhou'er aku sudah tidak tahan, aku ingin kau benar-benar masuk sepenuhnya," bisik Yumiko dan mengigit pelan telinga Xiao Zhou.


dan gerakan nya begitu liar, tubuh nya mengejang dan bergetar, tangan nya menutup bibirnya agar lenguhan nya tidak terdengar,


"aahhhhsss... aku mendapatkan nya," guman Yumiko pelan dan mulai berdiri, kedua pahanya merapat,


"malam ini aku tidur di ranjang mu, cepatlah habiskan minum mu, aku menunggu mu bocah," bisik Yumiko.


tubuh matang yumiko bergerak dengan indah meninggalkan Xiao Zhou.


"oh iya bisakah kau awali dengan lembut? punyamu itu bukan bocah lagi, tapi monster ganas, hihihi" tawa yumiko sambil menggigit bibir bawah nya, meninggalkan lantai 5 bangunan itu.


****


Pagi hari di rumah makan kediaman Yumiko di lantai dua, Xiao Zhou dan Raijuta sedang menikmati sarapan pagi, tidak ada pelanggan pagi itu padahal sudah menjelang siang.


"selamat pagi" ucap Yumiko ikut bergabung dengan mereka.


"apa kau sakit Puteri Yumiko seperti nya kau kesulitan berjalan" tanya Raijuta, menyipitkan matanya.


Raijuta tetap memanggil Yumiko dengan sebutan Puteri, karena Yumiko adalah adik kandung kaisar nya, di Kekaisaran Biru.


Wajah Yumiko memerah


"Aku tidak apa apa Raijuta, semalam aku hanya terlalu lelah, Zhou'er mengajariku beberapa jurus mengahadapi monster liar" ucap Yumiko dengan senyum indah menatap xiao zhou,,,


"Untung saja zhou'er mengajariku dengan pelan sehingga aku bisa mengikuti semua gerakan nya, dan aku menyukai gerakan membelakangi itu," ucap nya lagi.


"ehemmm hem..." mata Xiao Zhou mengalihkan pandangannya ke tempat lain dan cepat-cepat minum air dari cawan nya.


"bagus puteri, nanti aku akan membatu mu membunuh binatang monster" ucap Raijuta bersemangat.


"sebaik nya kau cepat mencari istri raijuta, jangan kalah sama bocah ini yang bahkan sudah mempunyai dua calon istri," ucap yumiko kesal Raijuta ingin membunuh monster nya.


"lagi pula monster itu selalu membuat ku gila dan menginginkan nya terus, yaaah Dewa.... memikirkan nya saja sudah membuatku basah, dasar kau bodoh aku akan membunuh mu jika kau menyentuh monster ku" batin yumiko menatap Raijuta kesal.


.... .......


10 hari setelah datang dari misi sekte, Xiao Zhou mendapat gelar alchemis menengah tingkat awal nya, dan sudah mulai bisa membuat pil kelas menengah untuk di di jual atau bisa bekerja di tempat usaha yang membuat pil atau obat.


"Sekte laba-laba hitam ini sangat rahasia, mereka sadar memiliki banyak musuh mereka harus selalu berhati-hati." batin Xiao Zhou lagi.


.....


Xiao Zhou berjalan meniggalkan sekte Giok Biru, dengan menggenggam mendali alchemis nya.


tiba-tiba seorang wanita mendekati nya.


"kebetulan puteri, aku ingin bicara padamu,," ucap Xiao Zhou mereka pun duduk di bawah pohon


"aku akan meninggalkan sekte hari ini,


jadi jika puteri ingin mencari ku untuk dua syarat mu itu, carilah aku di rumah makan merak putih," ucap Xiao Zhou


Wajah cantik Puteri Ming Mei sedikit terkejut karena tidak menyangka akan berpisah dengan Xiao Zhou, matanya sedikit memerah dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata nya.


"Hanya itu yang ingin ku bicarakan, dan aku ingin mengembalikan ini," sambil mengeluarkan guci cantik milik Puteri Ming Mei.


"Kau masih ingat inikan?" tanya Xiao Zhou.


Puteri Ming Mei mulai tersadar dan cepat-cepat mengendalikan perasaannya.


"Tentu saja aku ingat wajah bocah mesum malam itu" ucap Puteri Ming Mei kesal.


"guci itu sudah jadi milik mu, tidak perlu kau kembalikan, sebaik nya aku pergi sekarang, ada yang harus ku kerjakan," ucap Puteri Ming Mei meninggalkan Xiao Zhou.


Puteri Ming Mei melangkah dengan pelan pikiran nya menerawang, tatapan matanya kosong, memikirkan cara agar dirinya selalu dekat dengan Xiao Zhou.


"apa yang ku lakukan?" mata memejam, dan kedua tangan nya saling meremas, dan sebuah senyuman jahat tiba-tiba muncul di ujung bibir Puteri Ming Mei


"kau pikir bisa meniggalkan aku? kau belum mengenal Puteri Ming Mei bocah nakal ku,," batin Puteri Ming Mei sambil tersenyum.


Malam itu di lantai dua rumah makan merak putih, dua wanita dengan berbincang lembut tapi hati dan tatapan mereka saling ingin membunuh.


mereka adalah Puteri Ming Mei dan Puteri Yumiko.


"oh Puteri Mei ternyata teman Xiao Zhou di sekte Giok Biru?" tanya Yumiko dengan tatapan tidak suka.


"pemilik rumah makan merak putih terkenal akan kecantikan nya aku sendiri sekarang bisa membuktikan nya langsung, aku senang bisa mengenal bibi Yumiko, mungkin kita akan sering-sering bertemu, bibi.." ucap Puteri Ming Mei menekankan pada kata bibi, seperti menunjukkan usia mereka.


Yumiko pun kesal,


"aku juga ingin kita sering bertemu tapi seperti nya sulit, apa Xiao Zhou tidak memberi tahu jika dia sudah memiliki dua calon isteri? bocah itu memang nakal, hihihi..". tawa Yumiko senang bisa menghancurkan perasaan Puteri Ming Mei.


seperti tersambar petir Puteri Ming Mei, dan menarik nafas dalam-dalam, mulai menguasai diri nya lagi.


"pria seperti Xiao Zhou memang sangat mudah menggoda hati wanita yang seumuran dengan nya bibi, jadi aku sudah siap bersaing dengan wanita lain nya," ucap Puteri Ming Mei.


Xiao Zhou pun turun setelah membersihkan diri, wajah remaja itu terlihat begitu dingin, dengan tatapan acuh nya.


mengenakan pakaian hitam elegan sangat serasi dengan rambut pendek nya kecoklatan yang terlihat acak-acakan, meskipun sudah berkali-kali di sisir.


Puteri Ming Mei dan Yumiko seperti tersihir melihat pria di depan nya itu.


.....


"kalian disini?" ucap Xiao Zhou, membuat vkedua wanita itu seperti tersadar, dan kedua nya mengeluarkan hawa pembunuh, mengingat persaingan diantara mereka.


"cepat duduk " ucap yumiko dengan mata melebar,


Xiao Zhou hanya mengangguk dan duduk di samping Yumiko.


Tangan Yumiko memegang paha kiri Xiao Zhou yang ada di bawah meja makan, seperti mencakar nya, Xiao Zhou hanya tersenyum kearah Yumiko, dengan tatapan memelas.


"aku sangat membenci mu Xiao Zhou..." batin Puteri Ming Mei.


"aku dengar kau sudah memiliki dua calon istri?" tanya Puteri Ming Mei.


"iya puteri... mereka tinggal di danau," ucap Xiao Zhou dengan polosnya.


"pantas saja bocah ini begitu ingin pulang ke danau," batin Puteri Ming Mei.


"hemmm.. baiklah, aku datang memberi tahu mu tetang syarat pertama, mulai besok kau akan jadi pengawal pribadiku," ucap Puteri Ming Mei dan bersiap meninggalkan rumah makan itu


"selamat malam, aku mohon diri bibi Yumiko," ucap Puteri Ming Mei dengan senyum licik.


"silakan puteri," ucap yumiko dengan tatapan gusar.


"gadis itu penuh siasat dan ambisi" batin Yumiko.