Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
serigala pemburu


plaaakkkk....


tiba-tiba saja lidah panjang bercabang mengenai kaki milik Yun Qixuan, seperti cambuk, dan terlihat darah keluar dari pakaian yang di kenakan Yun Qixuan di bagian yang terkena suluran lidah binatang itu.


dan serentak beberapa orang keluar dari balik semak-semak sedang menunggangi binatang mirip biawak, mereka bersenjata cambuk dan pedang,


"kalian semua akan mati di sini, racun dari lidah binatang ini perlahan akan melumpuhkan wanita itu dan membuat nya jadi mayat, sebentar lagi akan jadi makanan peliharaan kami, hahahah" ucap salah satu penunggang biawak itu.


"haha... sayang sekali walaupun tidak begitu cantik wanita itu, seharusnya memberikan kenikmatan untuk kita sebelum menjadi santapan peliharaan kita kakak" ucap salah satunya lagi.


"bawa pergi gadis itu, biar aku menghabisi semua bedebah ini" ucap Xiao Zhou marah, matanya sudah mulai memerah.


Yang Tian menganggukan kepala nya dan berlutut di depan Yun Qixuan dengan tubuh membelakangi nya,


"nona menyebalkan naiklah ke punggung ku" ucap Yang Tian.


Yun Qixuan yang tidak pernah bersentuhan dengan tubuh lelaki, menjadi bingung.


"cih lebih baik aku mati, daripada harus di gendong oleh mu" ucap Yun Qixuan


"kau saja yang menggendong ku bocah harimau, cepat kesini" teriak Yun Qixuan


"gadis bodoh ini begitu manja, apa dia benar-benar seorang pelayan? tingkah nya seperti seorang puteri bangsawan yang manja" ucap Xiao Zhou yang kini sudah menggantikan tempat dari Yang Tian.


"gadis itu benar, harusnya akulah yang menghabisi para pecundang ini" ucap Yang Tian dan mengeluarkan delapan sulur pedang nya dan menebus beberapa perut biawak itu sekaligus menghacurkan tubuh penunggang nya dari bawah


"ini begitu menyenangkan, kalian datang di saat aku sedang kesal" ucap Yang Tian lagi


wajah tenang nya sangat berbeda ucapan nya yang bersemangat, terlihat Xiao Zhou sedang menggendong Yun Qixuan di punggung nya, dan melesat keudara, ke luar dari jangkauan para biawak itu, dan mendarat di atas sebuah batu besar, dan mengeluarkan batu kristal sebagai penerangan.


" tenanglah nona, aku akan mengobati mu" ucap Xiao Zhou


"apa kau bisa mengobati ku?" ucap Yun Qixuan menatap wajah tampan Xiao Zhou, nafas nya mulai tersengal-sengal dan pandangan mata nya mulai buram


"terimakasih kasih bocah harimau" ucap Yun Qixuan, jiwa nya terbang ke alam langit kembali kedalam tubuh nya, dan jiwa pelayan itu masuk ke tubuh nya di bumi.


Xiao Zhou tidak menyadari akan hal yang terjadi di depan matanya, dan masih sibuk dengan daun-daun anti racun nya, dan beberapa saat racun biawak itu mulai terhisap oleh daun yang di gunakan Xiao Zhou.


pelayan wanita itu perlahan wajahnya mulai membaik, dan nafasnya kembali teratur, dan tidak beberapa lama Yang Tian sudah mendarat di samping Xiao Zhou.


"apa kau tahu siapa penyerang itu?" tanya Xiao Zhou


"mereka mengaku hanya perampok yang menguasai lereng ini tuan" jawab Yang Tian


......


di atas langit, Yun Qixuan tersadar dan terbangun dengan tubuh asli nya


"apa yang sudah ku lakukan? bagaimana dengan nyawa pelayan ku?" batin Yun Qixuan panik dan bangkit dari ranjang nya berlari mencari dewa Lou yi, dan menceritakan semuanya yang terjadi malam itu.


Lou yi, kembali memainkan kuku tangan nya seperti menghitung sesuatu, dan sesekali mengangguk.


"tenanglah Puteri pelayan mu itu, saat ini sudah selamat, dan aku akan menjemput nya sekarang" ucap dewa Lou yi


"apakah aku boleh ikut?" tanya Yun Qixuan


mata Lou yi menatap wajah Yun Qixuan dengan kesal


"baiklah kakek Lou, aku tidak jadi ikut, aku hanya ingin berterimakasih saja, karena bocah itu telah menyelamatkan pelayan ku" ucap Yun Qixuan yang perlahan masuk ke kamar nya dengan senyum bahagia, tidak ada yang tahu arti dari senyuman Puteri Yun Qixuan kali ini.


pagi itu Lou yi sudah berdiri di hadapan Xiao Zhou dan Yang Tian,


"aahhh... kakek dewa kau datang juga, apa kau ingin menjemput ku lagi" ucap Xiao Zhou dengan sindiran


"aku datang untuk wanita pelayan ini, dan kau sekarang sudah menjadi penguasa ke 15, bahkan Kaisar Langit pun memandang mu saat ini, aku tidak akan berani bermain main lagi dengan mu" ucap dewa Lou yi sedikit terkekeh.


"main-main? kau dan temanmu itu melempar ku ke dalam neraka kau sebut main-main?, sebaiknya kau memberi ku sesuatu yang bagus kali ini" ucap Xiao Zhou


"hahaha... sekarang kau sangat handal dalam bernegosiasi bocah, tapi kali ini aku akan memberi mu bantuan, dan kau akan sangat berterima kasih padaku kelak" ucap Dewa Lou yi


"kau sangat berbelit-belit, katakan lah kakek dewa" ucap Xiao Zhou


"kau sedang ke tempat dewa suci Qing Tao, tapi kau harus berjalan kaki atas saran dari nya, percayalah padaku kali ini, kau terbang lah ke sana, dan sebelum tengah hari kau akan sampai di tempat nya, dan kau akan berterima kasih kepada ku," ucap dewa Lou yi


Xiao Zhou menyipitkan matanya,


"apa kau serius dengan ucapan mu dewa Lou yi?" tanya Xiao Zhou


"dewa suci Qing Tao dan aku sudah berteman lama, walaupun dia seorang dewa suci, tapi dia tidak begitu kaku seperti Dewi burung itu" ucap Dewa Lou yi


plakkkkk...


sebuah tamparan di pipi gemuk Lou yi,


"apa yang kau katakan dewa formasi? aku Dewi kaku" ucap Xiao Zhou bola matanya kini merah


"Dewi xhuwuan kau disini rupanya, aku harus pergi sekarang, tadi aku cuma bercanda dengan bocah ini, kita sudah berteman lama jangan diambil hati" ucap Dewa Lou yi dan melesat keudara di ikuti dengan tubuh pelayan wanita milik Puteri Yun Qixuan.


mata Xiao Zhou kembali normal, dan menatap Yang Tian,


"sebaiknya kita berangkat sekarang" ucap Xiao Zhou dan melesat ke udara di ikuti oleh Yang Tian di belakang nya.


di perpustakaan tua di bagian barat kekaisaran Ming.


Wang Cong adalah pemimpin dari lima dewa pemburu, dari dalam tubuh nya keluar asap hitam tebal, dan asap hitam itu perlahan menjadi seekor serigala besar berwarna hitam, matanya merah dan mulai menyalak, dan melesat ke udara ke arah ke arah Danau biru.


"serigala pemburu sudah mencium aroma tubuh dari penjahat fengyin, kalian berdua tetaplah di sini, aku, Yang Dong dan Liu Chan akan mengikuti serigala pemburu" ucap Wang Cong dan terbang dengan dua rekannya, meninggalkan dua dewa pemburu di kediaman dewa suci Qing Tao.


seperti ucapan Lou yi, Xiao Zhou dan Yang Tian sudah mendekati perpustakaan tua itu dan di hadang oleh dua dewa pemburu yang salah satu nya adalah wanita dengan tiga pedang di tubuh nya.


"aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk kalian bertemu dengan dewa suci Qing Tao" ucap wanita dengan tiga pedang itu.


tapi sebelum Xiao Zhou menjawab wanita itu, seorang pendeta sepuh sudah keluar dari perpustakaan tua itu


"aahhh... kalian berdua sudah datang, kalian pasti sudah bertemu dewa Lou yi sebelumnya, masuklah kalian berdua, aku sudah menunggu terutama kau bocah kecil" ucap dewa suci Qing Tao.