
Xiao Zhou agak kesulitan meredam energi qi milik nya, karena dari awal menggunakan seluruh kemampuan untuk mengeluarkan energi qi milik nya itu, Xiao Zhou duduk bersila dan memejamkan matanya, keringat nya mengucur membasahi tubuh nya.
Ratu Xhin Ye tersenyum, dan mendekati ketiga orang tua itu.
mereka berbincang sebentar, dan ketiga nya sudah menghilang dari puncak menara itu.
Xiao Zhou membuka matanya, dan seorang wanita cantik sedang setengah berlutut di hadapan nya, terlihat senyum indah di wajah wanita itu, menatap ke arah Xiao Zhou dengan ceria.
Dada Xiao Zhou sedikit bergetar menatap senyum indah itu,
"apa yang terjadi?" tanya Xiao Zhou, bola matanya sedikit menatap gundukan indah dari wanita itu.
"sudah berakhir, seperti biasa aku yang menang, dan mereka ka-lah... ehem sebaiknya kita kembali" ucap Ratu Xhin Ye dan kini berdiri dan memperbaiki sedikit pakaian atas nya, wajah nya mulai terlihat kesal karena mengetahui mata Xiao Zhou yang beberapa saat menatap gunung milik nya.
"bagaimana kau bisa menang?" tanya Xiao Zhou, mengalihkan pembicaraan agar Ratu Xhin Ye melupakan kekesalan barusan.
"dengarkan aku baik-baik bocah, kemampuan mereka bisa dengan mudah membunuh mu, tapi kemampuan mereka tidak dapat menghancurkan batu kecil di pulau ini, tapi kemampuan mu tadi bahkan bisa menggetarkan pulau ku ini, itu perbedaan kalian, dan tidak ada yang bisa melakukan itu di tempat ini," ucap Ratu Xhin Ye tenang.
"sekarang kau sudah terlihat berbeda dari mereka anak muda, berhati-hatilah mereka semua begitu licik, dan satu lagi mereka semua, termasuk aku ingin membuka segel pulau ini, tapi kami semua tidak mampu melakukan nya, melihat kemampuan mu ini semua orang akan berpikir bahwa kau akan mampu melakukan suatu saat, jadi berhati-hatilah jika ada orang yang meminta mu membuka segel pulau ini, pikirkan lah lagi... aku takut kau akan melakukan hal yang sama, mengeluarkan mahkluk mengerikan dari penjara mereka, apa kau mengerti?" ucap Ratu Xhin Ye menatap Xiao Zhou
Xiao Zhou mengangguk,
tapi, bagaimana kau bisa tahu aku memiliki kemampuan seperti itu? tanya Xiao Zhou.
"aku melihat naga air mu, naga itu menghancurkan bebatuan di tebing itu, jika kau tidak menarik nya naga itu mungkin akan menelan tebing besar itu, naga itu seperti bukan naga air biasa, naga air tidak lah sekeras itu, aku bahkan tidak memiliki ide tentang ini," ucap Ratu Xhin Ye, dan keduanya turun dari menara itu, dan seorang pemuda berusia 40 tahun sudah menunggu mereka di aula keluarga.
"penguasa apa kau baik-baik saja," ucap pemuda tampan itu yang tidak lain adalah sang pengganti Zhou Lan.
Xiao Zhou membungkuk dan memberi hormat kepada sang pengganti, dan di balas dengan dingin pemuda itu.
"terimakasih sang pengganti, aku baik-baik saja, ini sudah larut sebaiknya kau pergi," ucap Ratu Xhin Ye, menatap sang pengganti.
"baik penguasa," ucap sang pengganti dan meninggalkan aula keluarga itu.
"kenapa kau menolong ku? kau bisa saja membiarkan mereka membunuh ku saat ujian?" tanya Xiao Zhou, saat keduanya tinggal berdua.
"hahaha... bocah kau tidak sedang berpikir jika aku menyukai mu bukan? kau jangan berpikir terlalu jauh, sebenarnya aku tidak peduli jika kau mati setelah perkenalan tadi, aku hanya menyelamatkan kehormatan ku, jika kau mati dalam ujian itu, orang akan menilai bahwa aku menikah dengan orang yang tidak layak.
"Dan setelah kekalahan ketiga ketua klan itu, sekarang kau adalah orang yang cukup layak mendampingi ku, sekarang kau mengerti? kau sudah menikah dengan wanita seperti apa? hahaha" ucap Ratu Xhin Ye, sambil tersenyum
"dayang akan menunjukkan kamar untuk mu, mulai hari ini tidur lah di sini, dan jangan pernah meninggalkan istana ini tanpa izin dari ku," ucap wanita itu dan meninggalkan Xiao Zhou seorang diri di ruangan mewah itu.
Ratu Xhin Ye menghentikan langkahnya, dan menatap Xiao Zhou dengan dalam.
"tunggu aku peringatkan di awal, kau jangan sampai tertarik ataupun menyukai ku, karena setelah kematian suamiku, aku hanya menyukai seorang pria saja, sebaiknya kau menjaga hati mu agar tidak jatuh cinta padaku, karena aku wanita tanpa perasaan," aku rasa itu cukup jelas bagi mu," ucap Ratu Xhin Ye, dan kali ini sudah lenyap dari pandangan Xiao Zhou.
"haaahhh... dasar wanita menyebalkan, semua orang juga mengetahui jika kau menyukai sang pengganti, paman itu cukup tampan juga," guman Xiao Zhou.
****
ketiga ketua klan sudah duduk di kediaman Pertapa Suci.
"Pertapa suci apa yang kau lakukan? kenapa kau mengakui kekalahan kepada seorang bocah?" tanya Petarung Besar menatap Pertapa Suci dengan wajah tidak percaya,
"kau salah saudara ku, bukan hanya menara, aku bisa merasakan seluruh pulau ini mulai bergetar, walaupun hanya aku dan penguasa yang bisa merasakan nya," ucap Pertapa Suci membuat kedua ketua klan itu saling menatap.
"apa yang harus kita lakukan?" tanya Petarung Besar, membuat senyum dari Penyihir Agung terlihat.
"kau hanya bisa membesar otot, cobalah sesekali membesarkan otak mu," ucap Penyihir Agung dengan nada mengejek.
"apa kau ingin aku bunuh Penyihir Agung," teriak Petarung Besar mulai murka.
"sudah... sudah... kalian berdua selalu tidak pernah akur dari muda, apa usia kalian benar-benar sesuai dengan wajah kalian itu?" ucap Pertapa Suci sambil menggelengkan kepalanya.
"baiklah teman-teman ku, serahkan masalah ini padaku, dan kalian hanya tinggal menerima hasil nya, aku yakin para penduduk akan tenang saat mengetahui jika aku yang menangani masalah ini, aku yakin mereka tidak ada yang berani bertanya lagi," ucap Penyihir Agung.
"hahaha... tentu saja mereka akan takut karena kau sangat kejam, kau cukup membanggakan untuk hal keji, baiklah Penyihir Agung masalah pernikahan ini kau boleh menangani nya, tapi ingat aku akan selalu mengawasi semua gerak-gerik mu, semua..." teriak Petarung Besar lantang.
"lakukan apa yang kau suka," ucap Penyihir Agung dingin dan sebuah gerbang teleportasi terbuka di belakang nya dan pria itu masuk ke dalam gerbang itu.
****
pagi itu Xiao Zhou sudah bangun dan sudah menggunakan pakaian pejabat milik nya, melewati aula keluarga.
terdengar dua orang sedang bicara seperti sedikit berbisik, Xiao Zhou mengenal pemilik suara itu adalah Ratu Xhin Ye, dan memperlambat langkahnya.
"dia adalah putera Yu Jin tua, dan hanya itu yang aku tahu, aku rasa itu tidak menjadi masalah untuk mu bukan?" ucap Ratu Xhin Ye
"tidak penguasa, aku hanya mengkhawatirkan mu, hari masih begitu pagi apa anda ingin berangkat sekarang atau sarapan?" ucap sang pengganti.
"hihi... tidak hari ini aku sedikit sibuk, aku tidak ada waktu untuk itu, pejabat perbintangan mengirim surat, dan ingin bertemu dengan ku hari ini," ucap Ratu Xhin Ye lembut.
"wanita itu tidak pernah bicara selembut itu padaku," batin Xiao Zhou.
Xiao Zhou melangkah dan membungkuk saat sudah di dekat dua orang yang seperti terlihat sedikit kaku.
Xiao Zhou melangkah keluar ruangan itu,
"apa mereka sepasang kekasih? sudahlah... bukan urusan ku, aku hanya suami palsu, dan juga beberapa hari lagi aku akan pergi, aku sudah hampir selesai mempelajari kitab milik paman Xiang Sun." ucap Xiao Zhou, dengan senyum semangat nya.
*****
Ratu Xhin Ye duduk di atas singgasana megah nya, dan terlihat begitu banyak pejabat tinggi sedang berbaris di di bagian kanan, dan kiri nya.
dan seorang pejabat maju dan membungkuk di hadapan nya.
"penguasa, ini seperti keberuntungan langit, anda memiliki suami di waktu yang sangat tepat," ucap seorang pejabat muda.
"katakan dengan jelas maksud ucapan mu pejabat, bukan kah kau pejabat perbintangan?" tanya Ratu Xhin Ye.
"benar... hamba pejabat perbintangan dari klan pertapa, dalam tiga bulan ini adalah bulan terbaik bagi penguasa untuk melakukan ritual penyambung keturunan, karena bintang besar Bing Ju, sedang muncul dalam tiga bulan ini, dan jika itu berhasil maka putera anda akan lahir di musim semi di tahun naga emas, penguasa, dan itu adalah hari lahir nya para Kaisar Langit di zaman kita," ucap pejabat perbintangan itu.
Ratu Xhin Ye menelan ludah nya, begitu terkejut dengan mata melebar, mendengar tentang ritual penyambung keturunan.
ini pertama kalinya Ratu Xhin Ye terlihat berekspresi ketakutan di depan umum.