
Xiao Zhou berdiri di sebuah taman luas menatap kearah pulau tingkat kedua kedua tangan nya di belakang pinggang nya, jari-jari tangan kanan nya menggenggam pergelangan tangan kiri nya sampai seorang berpakaian seperti Shinobi setengah berlutut di belakang nya, dan melaporkan sesuatu.
"apa kau yakin pemuda itu berada di istana iblis?" tanya Xiao Zhou mata nya masih menatap ke gerbang menuju pulau tingkat kedua.
"hamba sangat yakin tuan" ucap orang yang berlutut itu, yang merupakan mata-mata suku bulbul.
Xiao Zhou mengangguk, terlihat wajah nya yang tanpa ekspresi.
"baiklah.... kau boleh pergi" ucap Xiao Zhou.
setelah berpamitan pada istri-istri nya siang itu Xiao Zhou keluar pulau keseimbangan,ada dua orang yang sedang menghadang nya, di bawah gerbang masuk pulau.
"tuan izinkan aku ikut anda," ucap Yang Tian datar.
Xiao Zhou menggeleng,
"tidak, kali ini aku ingin pergi sendiri, kau dan teman penyair mu itu tetaplah di sini, aku tidak akan lama" ucap Xiao Zhou dan meninggalkan pulau milik nya.
seperti biasa setiap di luar istana nya Xiao Zhou selalu menyembunyikan kekuatan nya, terlihat pemuda itu hanya di tingkat pendekar ahli, dan mulai melangkah ringan melewati kota huangdong, yang siang itu terlihat begitu padat dengan kesibukan masing-masing.
Xiao Zhou memasuki hutan Jasad, tempat yang terkenal menyeramkan, dan terlihat kepulan asap dari suatu lembah di hutan itu.
Xiao Zhou melompat ke pepohonan dan mencari sumber dari kepulan asap itu.
bau daging terbakar mulai tercium, dan amis darah di udara.
Xiao Zhou menemukan sumber asap itu, di sebuah pemukiman yang hampir mirip sebuah sekte, terlihat tempat itu bekas terjadi pertempuran, dan banyak mayat laki-laki dan perempuan bergelimpangan, tubuh mereka sebagian besar tidak utuh.
tampak beberapa orang berpakaian merah, dengan lambang golok api di punggung mereka masih sedang mengejar beberapa orang dan membunuh nya.
mata Xiao Zhou melebar saat melihat seorang pria berpakaian merah yang sama memegang anak kecil, dan menempelkan pedang di leher anak kecil tersebut.
"katakan dimana kalian menyimpan harta hasil kejahatan kalian, bicara atau anak ini aku bunuh" ucap salah satu dari penyerang sekte itu
beberapa wanita paruh baya sedang menangis sambil berlutut
"tolong kasihani kami tuan pendekar, kami tidak tahu tempat itu" ucap salah seorang seorang wanita paruh baya itu.
"hahaha... apa kau pikir kami ini bodoh, kalian adalah sekte hitam dan membunuh banyak orang demi uang, kalian pantas mati, cepat katakan dimana tempat penyimpanan harta kalian, jangan menguji kesabaran ku" ucap pria itu dan darah sudah keluar dari kulit bocah kecil yang di pegang nya karena tekanan dari pedang pemuda itu.
"sretttt...... kepala pemuda itu telah terputus, dan bocah kecil itu sudah menghilang dari pegangan nya, dan perlahan tubuh tanpa kepala itu roboh, dengan darah menyembur dari leher nya.
semua orang berpakaian merah itu tampak terkejut dengan serangan yang di lakukan oleh Xiao Zhou, mereka tidak akan menyangka akan ada orang yang begitu hebat di tempat itu.
"siapa itu?? keluar lah pengecut kami sudah membantai teman-teman mu semua, sekarang giliran mu" ucap salah satu orang berpakaian merah itu yang mengira Xiao Zhou adalah bagian dari sekte yang di hancurkan nya itu.
Xiao Zhou mendarat di depan para wanita paruh baya itu, dan masih memeluk bocah kecil itu.
matanya memerah, dan rambutnya mulai melambai-lambai, dan menatap tajam kearah ratusan pemuda berpakaian merah yang kini sudah berkumpul di hadapan nya.
"hemmm... kau masih sangat muda, tapi kau cukup cepat juga, kau pasti murid terbaik dari sekte hantu pembunuh ini, kami dari sekte golok api hari ini akan melenyapkan sekte sesat kalian" ucap salah satu pemuda berpakaian merah itu.
"cih... kalian semua akan mati, kalian dari aliran putih tapi kelakuan kalian sangat memuakkan, mengatasnamakan kebaikan untuk merampok sekte-sekte aliran hitam, kalianlah yang pantas mati" ucap Xiao Zhou dan menyerahkan anak kecil itu kepada salah satu wanita paruh baya itu.
"terimakasih anak muda" ucap salah satu wanita yang berlari memeluk anak kecil itu.
anggota sekte golok api itupun mulai membentuk formasi melingkar, dan bersiap menyerang Xiao Zhou.
Xiao Zhou memejamkan matanya sebentar, dan membuka nya, bola mata itu semakin memerah, bibir nya mulai tersenyum tipis, dan seringai jahat mulai tampak di wajah nya.
"jurus pedang pembuka surga, level 5, surga keindahan, SELENDANG PEDANG" teriak Xiao Zhou.
Lima seledang pedang keluar dari punggung Xiao Zhou, dan mulai menyerang formasi pendekar dari sekte golok api.
traaangggg....
traaangggg...
crassshhhhhh....
formasi dari sekte golok api, tidak mampu menahan serangan selendang pedang milik Xiao Zhou, karena kecepatan Xiao Zhou begitu tinggi, selendang pedang milik Xiao Zhou menyerang dari arah luar lingkaran formasi sedangkan Xiao Zhou sendiri sudah di dalam lingkaran orang-orang berpakaian merah tersebut.
seperti tanpa perlawanan puluhan anggota sekte golok api, mulai menghembuskan nafas terakhirnya.
selendang pedang milik Xiao Zhou begitu ganas menghancurkan apa saja yang menghalanginya, dan berputar melilit formasi itu dari luar, beberapa tubuh orang berpakaian merah itu hancur terkena terjangan selendang pedang yang mencoba kabur keluar dari formasi nya sendiri.
sedangkan Xiao Zhou menghancurkan formasi nya dari dalam, tampak wajah-wajah pucat ketakutan dari kelompok golok api, saat menyadari formasi sekte mereka hanya seperti mainan bagi Xiao Zhou.
"ini tidak mungkin, kemampuan orang ini sangat mengerikan" ucap salah seorang dari kelompok sekte golok api, keringat dingin keluar dari tubuh mereka.
"kalian akan merasakan ketakutan sama seperti apa yang wanita berlutut tadi rasakan? sekarang kalian akan tahu, apa itu kesabaran menuggu kematian secara perlahan" ucap Xiao Zhou dan membunuh satu persatu, dan memberikan mimpi buruk pada semua orang yang berada didalam lingkaran seledang pedang nya.
teriakan-teriakan kematian terdengar silih berganti dari lingkaran seledang pedang itu, dan suara tubuh tertebas pedang, dan perlahan semua suara menghilang, hanya menyisakan tumpukan mayat, genangan darah dimana-mana.
tiga puluh menit kemudian, tidak ada nyawa yang tersisa dari kelompok sekte golok merah.
darah mengalir begitu banyak seperti kolam, Xiao Zhou memasukkan pedang kematian nya ke dalam sarung pedang nya, dan melangkah keluar dari bekas formasi milik kelompok sekte golok api.
beberapa orang mendekati Xiao Zhou dan mengucapkan terimakasih, dan mereka mulai mengubur, saudara mereka yang tewas, dan membakar jasad kelompok dari golok api.
Xiao Zhou melangkah ke tempat yang sepi, meninggalkan pemukiman itu.
"apa yang kau inginkan? jika ingin bertarung turun lah" ucap Xiao Zhou menatap seorang pria sepuh yang dari tadi mengawasi pertarungan nya, dari atas pohon yang sangat tinggi.
"hahaha... aku sangat menikmati pertarungan indah mu itu anak muda, kau sebenarnya bisa membunuh mereka dengan cepat, tapi kau tidak melakukan nya, kau benar-benar menikmati pembantaian perlahan mu, aku sangat terhibur" ucap pria sepuh berpakaian putih yang tidak lain adalah penguasa timur Lun xiang Tien, dan melayang turun dari atas pohon, mendarat di hadapan Xiao Zhou.
wajah tua nya tampak sangat berwibawa, dan masih memperlihatkan bekas-bekas ketampanan nya masa muda nya.