
Lun Zhing Yue melangkahkan kakinya dengan cepat, dan menelusuri jalanan kota kecil buatan kepada desa Lou fang.
sore itu begitu ramai para pelancong memenuhi jalanan di pulau keseimbangan itu.
"kemana pemuda itu pergi?" batin Lun Zhing Yue sambil mengamati ke segala arah.
dan sebuah tangan menarik nya, Lun Zhing Yue begitu terkejut, dan melihat orang yang menarik nya itu.
"kau?" hanya itu yang keluar dari bibir Lun Zhing Yue
"ikut aku nyonya, di sini terlalu ramai, biar aku tunjukkan tempat yang cocok untuk mu" ucap Xiao Zhou dan melangkah sedikit cepat.
Lun Zhing Yue seperti dalam dilema, dan akhirnya menyerah, dan membiarkan tangan pemuda itu menggenggam tangan nya dan mengikuti langkah Xiao Zhou, mereka berdua terlihat seperti berlari, dan masuk ke sebuah perumahan yang di peruntukan untuk tamu yang ingin menyewa.
mereka duduk di sebuah beranda yang menghadap ke kota huangdong, angin berhembus begitu lembut membuat kedua nya menarik nafas dan menghirup kesegaran nya.
"ini sangat indah tuan Xiao Zhou" ucap Lun Zhing Yue.
"bisakah kau memanggilku dengan zhou'er saja, aku tidak suka bahasa resmi seperti ini" ucap Xiao Zhou
"baiklah Zhou'er, aku rasa aku lebih tua dari mu, berapa usia mu 17?" tanya Lun Zhing Yue.
degggg.... jantung Lun Zhing Yue bergetar, dan kening nya sedikit berkerut.
" i-ni? aku merasa pernah bicara seperti ini, tapi kapan?" batin Lun Zhing Yue mata nya sedikit menyipit.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"nyonya ada yang ingin ku tanyakan padamu," untuk beberapa saat Xiao Zhou terdiam
"apa kau tidak mengingat ku?" tanya Xiao Zhou lagi
"apa maksud mu Zhou'er?" tanya Lun Zhing Yue.
Xiao Zhou memegang jemari lentik Lun Zhing Yue, dan Lun Zhing Yue mencoba menarik tangan nya, tetapi Xiao Zhou terus memegang nya.
"apa yang kau lakukan? lepaskan tanganmu, aku tidak suka ini" ucap Lun Zhing Yue, wajah nya kembali memerah, dan merasakan jemari halus Xiao Zhou meremas jemari nya.
"tatap aku baik-baik nyonya, dan apa kau ingat sesuatu tentang aku?" tanya Xiao Zhou lagi, yang masih memegang jari Lun Zhing Yue.
wajah mereka semakin mendekat, mata Lun Zhing Yue melirik bibir Xiao Zhou beberapa saat, dan kedua kembali saling menatap.
"aku sama sekali tidak mengerti maksud pertanyaan mu, lepaskan" ucap Lun Zhing Yue dengan wajah yang mulai terlihat dingin.
"seperti kau tidak akan bisa mengingat ku," batin Xiao Zhou, dan mulai melepaskan jemari tangan Lun Zhing Yue, ada perasaan putus asa di hati nya.
"baiklah... maafkan aku nyonya, aku tidak akan mengulangi nya, silahkan melihat-lihat, jika perlu sesuatu, kau bisa mencari ku" ucap Xiao Zhou, dan beberapa saat sudah pergi dari tempat Lun Zhing Yue.
"ini akan sulit, andai dia mengingatkan ku, akan lebih mudah untuk ku meminta nya mengangkat janji ku pada nya, aku yakin Lun Zhing Yue pasti mengerti karena keadaan yang sudah sangat berbeda saat ini, dan melepaskan aku dari janji itu, aku harus mencoba membuat nona Lun ingat" batin Xiao Zhou dan melangkah memasuki istana nya.
***
di pulau gunung terbalik, dua orang yang memiliki kemampuan begitu tinggi sedang berbincang.
"paman Huang Fu, bagaimana ini bisa terjadi?" ucap Yun fengyin dan seekor ular hijau kecil keluar dari balik jubah nya,
Yun fengyin mengambil ular itu, dan meletakkan kepala ular itu di atas cawan yang berisi minuman, ular hijau itu mengeluarkan bisa dari taring nya dan jatuh di atas minum itu.
ular itu pun kembali masuk ke balik jubah Yun fengyin.
pilar langit Huang Fu menatap kejadian itu dengan tenang, rambut nya yang sudah kembali rapi, dan di ikat seperti seorang pendeta, membuat nya terlihat begitu berwibawa.
"hemmm... aku juga tidak yakin apa yang terjadi? pilar Langit zhou shilin yang awalnya memihak kita kini telah berubah, setelah kejadian di tebing itu sekarang saudara Zhou hanya diam, mata nya seperti tidak memiliki ambisi lagi" ucap pilar langit Huang Fu.
"paman Zhou shilin?" ucapan Yun fengyin berhenti, dan meneguk cawan berisi minuman yang sudah bercampur dengan bisa ular itu.
"sebaiknya kita menyingkirkan nya sebelum jadi penghambat" Yun fengyin melanjutkan ucapannya.
"tidak perlu, aku tahu betul sifat nya dia tidak akan mencampuri urusan kita," ucap pilar langit Huang Fu.
Yun fengyin hanya mengangguk,
sudah hampir tiga tahun, target serangan nya selalu di ketahui oleh prajurit langit.
"akan aku selidiki, Dewa formasi sedang menyembunyikan sesuatu dari ku, bagaimana dia bisa sehebat ini? segel nya selalu berubah" ucap pilar langit Huang Fu sambil menyipitkan matanya.
pilar langit Huang Fu keluar dari pulau gunung terbalik, dengan wajah kesal.
"segel yang selalu berubah, tidak mungkin dia bisa membuat mutiara for-masi" suara nya terputus,
"tidak mungkin? mutiara formasi ku" ucap pilar langit Huang Fu, mata nya terbelalak, dan hanya sekejap sudah menghilang dengan teleportasi nya.
****
di rumah indah pinggiran danau biru.
malam itu Lun Zhing Yue, sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, pikiran nya di penuhi bayangan Xiao Zhou dan ucapan pemuda itu, Lun Zhing Yue membuka jendela dan merasakan kesegaran angin malam itu, dan membiarkan jendela itu terbuka begitu saja.
"bocah itu benar-benar kurang ajar, dia sudah menyentuh tangan ku, tapi kenapa aku sama sekali tidak bisa membenci nya" batin Lun Zhing Yue kedua tangan nya saling meremas, dan mulai terlelap dalam tidur di samping suaminya.
mata Lun Zhing Yue sedikit terbuka, dan samar-samar terlihat Xiao Zhou sedang berdiri di samping nya, dan menatap dengan lembut, perlahan Xiao Zhou mendekati Lun Zhing Yue dan mengelus wajah nya.
"aku pasti sedang bermimpi, tidak mungkin pemuda ini adak di kamar ku, " batin Lun Zhing Yue dan menutup matanya, dan menikmati buaian lembut jemari Xiao Zhou, dan mengatur nafas dengan halus dan tanpa di sadari nya akhirnya tertidur dengan lelap.
pagi hari nya Lun Zhing Yue terbangun dan melihat sesuatu tergeletak di ranjang nya, wajah nya sedikit pucat, tangan bergetar dan mengambil benda itu, kening nya berkerut mulai mengingat semua kejadian semalam sambil melihat sekeliling.
" yang semalam itu bukan mimpi, bocah itu benar-benar datang ke kamar tidur ku, apa yang di pikirkan pemuda itu?" batin Lun Zhing Yue, sambil mengelus wajah nya dengan punggung jari nya.
"aahhhkkk.." terdengar pekikan dari Lun Zhing Yue, bibirnya sedikit terbuka,
emmss, aku masih bisa merasakan sentuhan lembut nya, dan tatapan bocah itu begitu menenangkan jiwaku, tidak ada nafsu di matanya, a-aku menyukai sentuhan pemuda itu" batin Lun Zhing Yue dan mengambil setangkai bunga ilalang, di samping tempat nya berbaring tadi, dan menatap nya dengan perasaan campur aduk.
malam selanjutnya, Lun Zhing Yue sedang berdandan di depan cermin nya, dengan bunga ilalang putih yang sudah di tempat kan pada sebuah pas cantik, di meja rias nya.
"adik Lun, kau tampak sangat sempurna bagai dewi dengan pakaian itu" ucap Huang Lang.
Lun Zhing Yue hanya mengangguk, dan berbaring di samping suami nya.
"aku lelah kakak Huang, bisakah kita melakukan lain kali" ucap Lun Zhing Yue menolak saat suami nya menginginkan tubuh nya malam itu.
malam sudah sangat larut, Lun Zhing Yue masih menunggu dengan gelisah, dan nafasnya terasa berhenti, saat sebuah bayangan masuk ke kamar Lun Zhing Yue dari jendela yang sengaja di buka nya.
mata Xiao Zhou sedikit melebar, saat melihat penampilan Lun Zhing Yue malam itu.
malam itu Lun Zhing Yue menggunakan pakaian tidur yang begitu tipis, dan pendek sampai memperlihatkan paha indah nya, dan dengan gerakan yang di buat seperti alami sedikit berpindah agak ke tengah ranjang, dan menyisakan tempat kosong di samping nya.
Xiao Zhou kembali menyentuh wajah Lun Zhing Yue dengan lembut, dan berbaring di samping nya dan menatap wajah cantik Lun Zhing Yue.
"kau cantik" bisik Xiao Zhou di telinga Lun Zhing Yue.
"aah, kenapa bisa seperti ini?? suami ku memuji ku sedemikian tinggi, tidak bisa membuat ku senang, tetapi pemuda ini hanya mengeluarkan dua kata, tapi ucapan nya mampu memenuhi dadaku, dan terasa begitu tulus, ini membuat ku sangat bahagia, tidak sia-sia aku berdandan begitu lama," batin Lun Zhing Yue
Lun Zhing Yue melakukan gerakan seperti tadi sambil berpura-pura tidur dan menenggelamkan wajah nya di dada Xiao Zhou dan memeluk tubuh Xiao Zhou, dan kini pemandangan sangat ganjil terlihat, mereka tertidur bertiga, dan sang istri memeluk pria lain di samping suami nya.
"yah dewa... tubuhku sangat nyaman di pelukan pemuda ini, aroma tubuhnya membuat ku begitu bergairah, aahh... aku menginginkan nya saat ini bahkan jika suami ku melihat nya aku tidak peduli" batin Lun Zhing Yue sambil menggigit bibir bawahnya, dan menempelkan tubuhnya ke tubuh Xiao Zhou sampai dirinya kehilangan kesadaran nya, dan terlelap.
"apakah tidurmu nyenyak?" tanya Huang Lang saat mereka sarapan bersama.
"tidur ku sangat indah kak Huang, maksud ku lelap" ucap Lun Zhing Yue, dengan senyum bahagia.
beberapa hari sudah berlalu
bunga ilalang sudah semakin banyak di pot cantik di meja rias Lun Zhing Yue.
dan malam pun tiba Lun Zhing Yue tidur hanya menggunakan pakaian dalam saja, dirinya sudah sangat bergairah, dan merasakan bagian bawahnya sudah begitu basah, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya,
"datang lah malam ini, aku akan memberikan nya pada mu" batin Lun Zhing Yue, birahi nya sudah membutakan akal nya.
tetapi kadang apa yang di rencanakan tidak seindah kenyataan, sampai matahari terbit Xiao Zhou tidak muncul di kamar nya.
"apakah yang terjadi sesuatu? sudah dua hari Xiao Zhou tidak datang? aku sudah sepenuhnya gila saat ini" batin Lun Zhing Yue dan melepaskan pakaian nya dan berganti dengan pakaian terbaik nya dan naik ke sebuah kereta kuda milik nya, dan tak lama sang kusir sudah melajukan kereta itu menuju pulau keseimbangan.