Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
menuju dataran utama


"bagaimana kita bisa kembali ke dataran utama?" ucap Xiao Zhou.


"kau tenang saja iblis kecil, setelah aku sehat aku akan membawa kalian kembali ke negeri kalian" ucap gadis kecil itu.


kabut mulai menyelimuti perjalanan mereka walaupun siang hari, terasa udara begitu dingin dan kering.


"kita sudah memasuki musim dingin," ucap Han Yui dan mengeluarkan beberapa selimut kecil dan mengenakan nya dan juga pada gadis kecil yang gendong Xiao Zhou.


sore hari mereka telah sampai di pemukiman penduduk, dan memasuki sebuah rumah makan sederhana.


seorang paman pemilik rumah makan itu mendekati mereka dan Xiao Zhou memesan makanan, dan beberapa saat mereka sudah menghabiskan hidangan di meja mereka.


Xiao Zhou mendekati paman pelayan itu dan menanyakan penginapan.


"aaiihhh... anak muda ini hanya desa kecil, tidak ada penginapan di tempat ini, jika kalian mau kalian bisa tinggal di tempat ku malam ini, besok kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju kota terdekat dari sini" ucap paman itu.


"aahhh... anak muda siapa wanita itu?" tanya paman itu.


"mereka ibuku dan adikku" ucap Xiao Zhou


"aahhh... jika begitu kalian tidak apa-apa jika tidur dalam satu ruangan, karena aku hanya memiliki ruangan yang kosong" ucap paman itu


"tidak apa-apa, lagi pula aku lebih suka tidur di luar" ucap Xiao Zhou.


Xiao Zhou hanya mengangguk, dan menerima tawaran dari paman pemilik rumah makan itu, dimana rumah nya terletak di belakang rumah makan itu.


tidak banyak pengunjung sore itu, selesai membayar Han Yui membawa gadis kecil itu masuk ke sebuah rumah di belakang tempat makan mereka.


malam itu Xiao Zhou duduk di sebuah bale kecil di halaman belakang rumah, yang hanya di Pagari pagar yang tinggi nya tidak lebih dari satu meter, di temani paman pemilik rumah makan itu, yang wajah nya sudah memerah karena ikut menikmati arak dari kekaisaran Langit.


Xiao Zhou mulai meneguk isi cawan nya sambil menatap guci nya, sampai Han Yui mendekati nya, dan membawakan nya makan malam.


pakaian Han Yui malam itu mengenakan pakaian tidur yang sangat lentur, dan luar nya memakai jubah panjang yang sesekali memperlihatkan paha panjang nya yang sedikit besar membuat pakaian tidur itu sedikit sesak di bagian pinggul.


dadanya sedikit bergetar, saat mendekati Xiao Zhou, dan saat ingin pergi pinggang nya di tarik oleh Xiao Zhou dan mengisyaratkan untuk duduk di samping nya.


"lepaskan aku" ucap Han Yui dengan berbisik, dan duduk di samping Xiao Zhou.


Xiao Zhou tidak menjawab tetapi tangannya mulai meraba-raba tubuh Han Yui dari luar pakaian nya.


"kau jangan kurang ajar, aku tidak menyukai ini" bisik Han Yui dengan bibir bergetar, dan mata nya melebar ke arah Xiao Zhou.


"benarkah?" ucap Xiao Zhou dan melepaskan tangannya dari pinggang Han Yui.


tetapi tangannya kiri Xiao Zhou mulai bermain di paha mulus Han Yui, membuat Han Yui ingin memberontak, tetapi elusan tangan Xiao Zhou begitu membuat tubuh nya terangsang, mata Han Yui memejam, dan berusaha tidak bersuara, karena paman pemilik rumah itu masih ada di sana.


aahhhhkkkkkk.... bibir Han Yui sedikit tercekat, mata nya terbuka, saat tangan Xiao Zhou mulai nakal di permukaan pakaian dalamnya.


"sudah cukup," guman Han Yui di telinga Xiao Zhou.


paman pemilik rumah makan itu sudah bicara sendiri, dengan begitu bersemangat mata nya sudah kehilangan fokus nya, dan beberapa saat terjatuh dalam mimpi nya.


wajah Xiao Zhou mendekati wajah Han Yui, mata mereka saling bertatapan.


"kau bilang apa? aku tidak mendengar nya" ucap Xiao Zhou dan mulai menjilati leher indah Han Yui.


"emmmmsss..... aaahhhh..... desahan Han Yui akhirnya terdengar.


"lepaskan aku iblis, aku tidak menginginkan nya" ucap Han Yui mencoba bangkit


"wanita jalang, ucapan mu sangat berbeda dengan reaksi tubuhmu, kau lihat ini" ucap Xiao Zhou sambil memperlihatkan tangan kiri nya yang sudah penuh dengan ****** *****.


"aahhh... tidak, itu tidak benar" guman Han Yui wajah memerah karena sangat malu atas perlakuan Xiao Zhou, dan membuang wajah nya kesamping tidak berani menatap wajah Xiao Zhou


Xiao Zhou mengangkat tubuh Han Yui dan membaringkan nya di atas balai kecil itu dan mulai menarik pakaian tidur Han Yui ke atas, sehingga bagian bawah Han Yui yang hanya terbungkus pakaian dalam kini sudah terlihat jelas.


mata Xiao Zhou menatap milik Han Yui dengan begitu bergairah, dan menyentuh nya perlahan,


"aku sangat menyukai bentuk dari milik mu ini" ucap Xiao Zhou dan terus memainkan nya dengan sedikit kasar.


"tolong berhenti, kau jangan melihat nya seperti itu, ini sangat memalukan" ucap Han Yui, mata nya terpejam, dan tangan kiri nya menahan dada Xiao Zhou agar tidak menindih nya.


paha sedikit besar dan panjang milik Han Yui mulai terbuka lebar seolah-olah sedang menantang Xiao Zhou untuk segera melakukan itu.


Xiao Zhou memainkan gunung Han Yui dengan lidah dan bibir nya, membuat Han Yui semakin terbakar birahi, tangan nya meremas rambut Xiao Zhou, pinggul lebar nya sesekali terangkat ingin mencari kenikmatan nya, dari tangan Xiao Zhou, dan tangan kiri Han Yui mencoba mencari benda milik Xiao Zhou, tetapi tidak berhasil menemukan nya karena posisi nya yang agak jauh


Xiao Zhou, menyudahi kegiatan nya di gunung itu dan mulai mengeluarkan kebanggaan nya, yang sudah berdiri begitu gagah dengan urat yang menggerijal.


Xiao Zhou mulai mengarahkan nya di permukaan milik Han Yui yang masih menggunakan pakaian dalam tipis, dan menggesekan nya.


aakksss.... enggghhh... desahan Han Yui semakin menjadi- jadi,


"ini begitu nikmat, aku tidak tahan lagi" batin Han Yui, tangan kirinya menutup bibir agar desahan nya tidak begitu kencang, yang mungkin akan membangunkan paman pemilik rumah itu.


"wanita jalang apa kau menyukai ini" ucap Xiao Zhou dan menekuk paha besar Han Yui dan menempelkan pada tubuh Han Yui, sehingga benda milik Han Yui begitu terlihat menggelembung.


"tidakkk.... jangan di masukan, tidak di tempat seperti ini, aku tidak menginginkan mu," ucap Han Yui, tapi tangan nya sudah menyibakkan pakaian dalamnya, seperti mempersilahkan kebanggaan Xiao Zhou memasuki nya.


"hemmm.... jadi kau tidak menginginkan ku?" ucap Xiao Zhou, wajah nya sedikit kecewa.


"iya aku tidak menginginkan mu, jikapun aku ingin tapi tidak seperti ini" ucap Han Yui dan mulai mendapatkan kesadaran nya lagi.


keduanya kini hanya berdiam, mengatur nafas masing-masing.


"tuan apa yang anda pesan?" guman pemilik rumah itu mengigau dalam tidurnya, menyadarkan keduanya dari lamunan mereka.


Xiao Zhou mengenakan kembali pakaiannya, dan menyambar guci dan meneguk nya,


"masuklah, ini sudah malam" ucap Xiao Zhou dingin, dan berdiri.


Han Yui sedikit gugup, ada ketakutan di wajahnya, dan berusaha memegang lengan baju Xiao Zhou, tapi di tepiskan oleh Xiao Zhou,


"kau mau kemana?" tanya Han Yui


Xiao Zhou tidak menjawab melesat ke udara dan menghilang.


Han Yui menggigit bibir nya, tidak percaya apa yang telah di lakukan nya.


"apa yang terjadi padaku, sudah sekian lama aku menunggu kesempatan ini, tapi begitu mendapat nya aku bahkan mencampakkan nya, aku hanya ingin perlakuan lebih romantis, ini bukan hanya birahi, tapi aku mulai mencintai pemuda itu" batin Han Yui


"oohhh tidak aku sudah berubah sekarang, aku tidak hanya menginginkan kepuasan pada tubuh ku, tapi sekarang aku juga ingin kepuasan hatiku, sekarang aku sudah menjadi wanita bodoh dan naif" batin Han Yui lagi.


"ini sangat memalukan, aku wanita bersuami tapi menginginkan cinta dari lelaki muda, yahhh dewa tolong sadarkan aku" guman Han Yui dan masuk ke dalam rumah, meninggalkan pemilik rumah makan itu yang mulai mengigau lagi dalam mabuk nya.