
pagi itu mereka melanjutkan perjalanan, menuju kota terdekat, dan mereka mencapai nya saat hari mulai siang.
mereka memasuki gerbang menuju kota itu, dan masuk ke sebuah penginapan, tapi penginapan di kota itu semuanya penuh, Xiao Zhou yang sudah tidak sabaran mendekati pemilik penginapan itu, dan memberikan nya sekantong uang.
"paman Carikan aku rumah yang di jual di kota ini" ucap Xiao Zhou dengan wajah kesal nya, karena dari pagi harus menggendong gadis kecil itu.
paman pemilik penginapan itu melihat isi kantong itu, dan dengan bibir bergetar.
"aahhh... pangeran duduk lah dulu, hamba akan kembali sebentar lagi" ucap paman pemilik penginapan itu dan tidak sampai satu jam, sudah kembali dengan senyum cerah nya.
"pangeran sebaiknya anda ikut hamba," ucap paman itu dan mereka semua meninggalkan penginapan itu dan memasuki sebuah rumah berlantai dua yang begitu asri dengan beberapa pepohonan besar dan halaman yang luas, dan terlihat sebagai rumah terindah di kota itu.
"pangeran bagaimana rumah ini menurut pangeran, jika tidak berkenan hamba akan mencari kan yang lain" ucap paman itu yang terus membungkuk.
"tidak usah, ini sudah cukup" ucap Xiao Zhou dan mulai duduk di beranda rumah itu dan seorang pelayan wanita menghampiri nya dan menyuguhkan minuman di hadapan nya.
"silakan pangeran, jika perlu sesuatu panggil saja kami," ucap pelayan wanita itu tersenyum.
keesokan harinya gadis kecil itu sudah terlihat sedikit segar, Xiao Zhou duduk di depan nya dengan tatapan seperti sedang menunggu penjelasan.
"baiklah iblis kecil apa kau ingin bertanya kenapa aku membawa mu ke tempat ini? aku akan menceritakan semuanya" ucap gadis kecil itu dan mulai bercerita.
"aku adalah iblis dari langit yang jatuh ke bumi, dan di besar kan oleh keluarga di sebuah desa, dan hutan di mana kita keluar dari teleportasi itu, dulu nya adalah sebuah desa kecil ku, aku di besarkan oleh salah satu keluarga di di tempat itu, hari-hari yang sangat indah telah ku lalui di desa itu.
dan kekacauan pun terjadi, keluarga ku semua meniggal, dan aku bertemu ayah dari Huang Fu, yang waktu itu merupakan pejabat kekaisaran Ming, yang sedang melakukan misi di kekaisaran Yunha ini.
aku di pungut oleh beliau, dan membawa ku kekaisaran Ming serta di jadikan anak angkat, dan setelah itu barulah Huang Fu lahir.
aku dan Huang Fu kecil sangat dekat, aku memanggilnya adik fufu, kami selalu bermain bersama, aku sangat menyayangi nya, dan selalu menyanyikan lagu sebelum tidur nya.
ayah angkat ku tidak mengizinkan aku berlatih jurus bertarung, dan hanya mengajarkan tehnik pelindung tubuh, teleportasi, dan pengobatan saja.
setelah Huang Fu berusia 40 tahun, sebuah pertarungan yang membuat nya terluka dan hampir kehilangan nyawa.
aku yang tetap bertubuh 10 tahun, walaupun usia ku lebih tua dari nya, mencoba menolong nya, dan memberikan setengah kemampuan iblis ku, dan setelah itu Huang Fu berubah menjadi begitu hebat dan ambisius.
seiring waktu sifat ambisius Huang Fu semakin menjadi, dan dia mengincar jiwa ku.
aku yang sudah mengetahui rencana nya, menyegel jiwaku dalam tubuhku yang berusia 10 tahun ini, jiwaku tidak akan bisa di ambil walaupun aku telah mati, kecuali aku mengizinkan nya.
bajingan itu memenjarakan ku, dan menyisakan ku, dan setelah beberapa generasi, akhirnya aku di bawa ke kota huangdong dan di masukan ke sumur itu.
Huang Fu yang begitu hebat dalam tehnik teleportasi dan segel, menemukan cara yang dapat mengeluarkan jiwa dari tubuhku, dengan segel bulan biru nya, setiap bulan biru datang jiwa ku akan tersayat-sayat, dan itu sangat menyakitkan, tetapi tidak membuat ku mati, ini sangat kejam.
luka itu akan sembuh sampai bulan biru datang kembali, dan luka yang baru sembuh itu, akan kembali terluka saat bulan itu muncul.aku sudah terlalu lelah untuk bertahan dan mulai putus asa, aku sangat berharap kematian segera menjemput ku, aku sudah tidak berpikir jika seseorang datang dan mengeluarkan ku dari tempat itu, sampai sesosok iblis kecil melompat ke sumur itu"
gadis kecil itu mengakhiri ceritanya, terlihat wajah nya begitu murung dan sedih, sesekali air matanya keluar.
Han Yui memeluk gadis kecil itu.
"jadi kau seumuran kakek leluhur ku? bagaimana aku harus memanggil mu?" tanya Han Yui wajah nya terlihat sedikit kaku memeluk gadis itu.
"kau tidak usah terlalu memikirkan usiaku, karena tubuh ku masih 10 tahun, kau panggil saja aku Min Ha." ucap gadis kecil itu.
"aku tidak tertarik dengan cerita mu itu, katakan kapan kita bisa kembali ke tempat kita seharusnya?" tanya Xiao Zhou.
"dasar iblis" guman Han Yui tidak kalah kesal dengan sikap Xiao Zhou yang sama sekali tidak terpengaruh cerita menyakitkan dari Jung Min Ha.
"aku tidak tahu, aku memerlukan hawa yin lebih banyak lagi" ucap Jung Min Ha.
"aku akan memberikan mu hawa yin milik ku, tapi setelah itu kau bisa membawa kami ketempat semula?" tanya Xiao Zhou lagi.
"tidak, kau tidak bisa memberikan hawa yin padaku, jika kau melakukan nya kau akan terluka, bahkan mungkin jiwa mu bisa terhisap oleh ku, kau tahu sendiri dewa yang memberi ku energi malam itu? dia terluka cukup serius saat melakukan nya." ucap Jung Min Ha.
"diam lah gadis busuk, aku sudah tidak tahan lagi" ucap Xiao Zhou dan memutar tubuh Jung Min Ha sehingga sekarang Jung Min Ha membelakangi Xiao Zhou.
kreeeekkkkkkk....
pakaian Jung Min Ha di hancurkan Xiao Zhou di bagian punggung nya.
"apa yang kau lakukan iblis tidak tahu malu" teriak Han Yui marah, dengan bibir bergetar.
"kau diam saja wanita cerewet" ucap Xiao Zhou dan menotok tubuh Han Yui, membuat nya tidak dapat bergerak.
Xiao Zhou menempel kan telapak tangan nya di punggung gadis kecil itu dan mulai mengalir kan hawa yin nya.
"iblis kecil kau? tolong jangan lakukan ini, kau akan terbunuh" ucap gadis kecil itu dan mulai memejamkan matanya, dan tidak dapat menolak hawa yin yang masuk di tubuh nya.
wajah Xiao Zhou masih tetap tenang, tubuh nya mengeluarkan asap kehitaman, dan beberapa jam sudah berlalu, gadis kecil itu terlihat segar, dan perlahan membuka matanya.
Han Yui yang sudah terbebas dari totokan nya tidak berani mengganggu keduanya, dan masuk dapur menyiapkan makan malam mereka.
Jung Min Ha, berdiri dan berbalik menatap Xiao Zhou yang masih duduk dengan mata terpejam.
"apa yang kau lakukan iblis kecil, kau sudah tahu jika jiwaku begitu hancur dan tidak bisa di selamat lagi, tapi kau telah mengembalikannya lagi, apa yang kau inginkan dariku? tanya Jung Min Ha, dan mengelus wajah Xiao Zhou, dan mendekat kan wajah nya.
tidak ada jawaban dari Xiao Zhou mata nya masih tetap terpejam.
pintu kamar tiba-tiba terbuka, membuat Jung Min Ha terkejut dan melepaskan tangannya dari wajah Xiao Zhou.
"ada apa Min Ha?" ucap Han Yui dan mata nya melebar, melihat rambut panjang Xiao Zhou yang awalnya hitam kecoklatan, kini di beberapa bagian menjadi putih.
"luka ku tidak bisa menghisap jiwa nya, tapi menghisap usia nya, untung nya iblis kecil ini memiliki usia yang tidak terbatas, sekarang aku sudah sembuh, tapi...." ucapan Jung Min Ha terputus.
"tapi apa Min Ha, tolong katakan" ucap Han Yui terlihat kekhawatiran di wajahnya.
"tidak apa-apa, iblis kecil ini akan terluka" ucap Jung Min Ha.
"aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil" ucap Xiao Zhou berdiri.
"benarkah?" tanya Han Yui menatap Jung Min Ha mencoba mencari kebenaran di mata Jung Min Ha.
"pruuuuussstttt....." darah hitam menyembur dari bibir Xiao Zhou, membuat nya berlutut.
kedua wanita itu berlari dan membantu Xiao Zhou.