
seseorang lainnya yang sudah sedari tadi menyaksikan pertarungan di pinggir jurang itu mulai bereaksi, orang itu tidak lain adalah Han Yui yang dari awal sudah mengetahui keributan di gerbang hutan.
"siapa orang yang memakai topeng itu, perawakan nya begitu mirip dengan bocah pelayan itu, tapi orang ini sangat berbeda, walaupun aku hanya setingkat pendekar ahli, tapi aku bisa merasakan jika orang bertopeng ini sangat kuat" batin Han Yui
Han Yui mendekati gadis kecil itu dan membantu nya duduk,
"gadis kecil kau tidak apa-apa, kita sebaiknya pergi dari sini, ini bukan tempat untuk kita" ucap Han Yui naluri seorang ibu terkadang masih melekat pada dirinya, saat melihat gadis kecil berlari dan terjatuh mengingatkan Han Yui pada dirinya sewaktu kecil dulu.
kedua wanita itu menutup matanya karena silau dengan cahaya keluar dari tubuh Xiao Zhou.
blaaarrrrr...
segel yang menahan Xiao Zhou dari atas hilang tanpa bekas, rambut Xiao Zhou dan pakaian Xiao Zhou melambai-lambai dan bercahaya, bola matanya menjadi biru cerah, dengan wajah begitu tenang dan sorot mata penuh kemarahan,
untuk beberapa detik Huang Fu membeku, menatap Xiao Zhou,
"siapa pemuda ini sebenarnya, untuk pertama kali nya aku merasakan takut dalam hidupku, aku pilar langit Huang Fu bahkan tidak takut pada kematian, tapi bocah ini memberikan rasa ini pada ku" batin pilar langit Huang Fu tidak percaya
Zhou mendekati Lun Zhing Yue dan merangkul bahu nya.
"nona Lun kenapa kau melakukan ini?" ucap Xiao Zhou, bola dan tubuhnya kembali normal.
"binatang liar kita bertemu lagi, aku begitu senang" ucap Lun Zhing Yue bibirnya keluar darah.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"apa kau tahu nona Lun? aku sudah berjanji pada kakek mu akan selalu menjaga mu, tapi apa ini? aku tidak mampu melakukan nya, aku tidak akan pernah memaafkan diriku, dan tidak akan bisa memperlihatkan wajahku di depan nya lagi" ucap Xiao Zhou
Lun Zhing Yue menggelengkan kepalanya dan hanya tersenyum,
"di sisa hidup ku, biarkan aku melihat wajah mu binatang liar, dan biarkan aku menyelesaikan kata-kata ku" ucap Lun Zhing Yue
Xiao Zhou membuka topeng nya, dan mengelus wajah Lun Zhing Yue, yang tersenyum tipis.
"kau sangat tampan binatang liar, aku sudah menduga nya sejak kita pertama bertemu, dan jatuh cinta padamu dari saat itu." ucap Lun Zhing Yue, nafas nya mulai tidak beraturan, tangan kiri mencoba menyentuh wajah Xiao Zhou, tapi tenaga nya tidak cukup kuat mengangkat tangan nya tinggi.
Xiao Zhou memegang tangan kiri Lun Zhing Yue, dan menyentuhkan nya pada wajah nya.
"tidak... kau tidak boleh mati nona Lun, jika kau hidup aku berjanji akan menikah dengan mu, jika kau menyukai aku" ucap Xiao Zhou
wajah Lun Zhing Yue hanya tersenyum tipis,
"itu sangat manis, aku sangat bersedia menjadi istri mu" ucap lun zhing Yue.
Xiao Zhou mencium kening Lun Zhing Yue,
"beristirahatlah istriku, aku akan menghabisi orang yang melakukan ini padamu," bisik Xiao Zhou
"tidakkk... kau jangan pergi suami... ku mohon larilah dan hidup lah dengan baik, dan berjanji lah kau akan mencari ku saat aku bereinkarnasi, aku akan menunggu mu"... uhukkkkk" seteguk darah kembali keluar dari bibir Lun Zhing Yue
"iya.. aku akan berjanji istriku" ucap Xiao Zhou
"terimakasih suamiku, aku begitu bahagia di akhir hidup ku, peluk aku" ucap Lun Zhing Yue wajah nya terlihat begitu bahagia dengan senyum tipis di bibir indah nya, tangan kanan Lun Zhing Yue mengeluarkan guci milik Xiao Zhou.
Xiao Zhou memeluk tubuh Lun Zhing Yue, mereka berdua begitu menikmati saat-saat terakhir mereka, sampai mata lun zhing Yue perlahan tertutup.
"tidakkkkkk..... tidakkkkk......." teriak Xiao Zhou menggelegar saat melihat tubuh Lun Zhing Yue tidak bernafas lagi.
"dengan anting ini, Dewa neraka tidak akan berani macam-macam padamu istriku, pakailah selalu anting ini, dengan begitu aku akan mudah menemukan mu di kehidupan selanjutnya" guman Xiao Zhou
pilar langit Huang Fu sangat terkejut dengan kekuatan Xiao Zhou yang mampu menghancurkan segel vertikal nya, dan perubahan tubuh Xiao Zhou walaupun hanya beberapa saat saja.
"ini tidak bisa di percaya, bocah ini penuh kejutan aku harus berhati-hati, dan aku harus mengeluarkan semua kemampuan ku untuk menghabisi nya, kali ini bocah ini harus mati sebelum dia menjadi penghalang terbesar ku kelak" batin pilar langit Huang Fu
"hahaha.... sungguh adegan yang sangat romantis dari kalian berdua, aku sangat terharu" teriak pilar langit Huang Fu, dan mulai memejamkan matanya dan hawa pembunuh yang lebih besar lagi keluar dengan cepat hawa itu membuat semua rumput ilalang di dataran itu layu dan mati.
bumi sedikit bergetar, perlahan Xiao Zhou membaringkan tubuh tidak bernafas lun zhing Yue di tanah.
tessssst.....
hawa di pinggiran tebing curam itu seketika berubah begitu dingin, hawa iblis memenuhi udara di tempat itu.
tanda tambah berukir ornamen indah di tubuh Xiao Zhou bercahaya merah kehitaman, rambut Xiao Zhou mulai memanjang, hingga menyetuh punggung nya.
pilar langit Huang Fu melebarkan matanya menatap perubahan pada rambut Xiao Zhou,
"apa? apa kau juga memiliki kekuatan iblis seperti ku?" tanya pilar langit Huang Fu
Xiao Zhou berdiri wajahnya masih merunduk menatap wajah Lun Zhing Yue yang tersenyum dalam kematian nya.
"bukankah kau tadi yang begitu sombong dengan kekuatan iblis mu itu, sekarang akan aku tunjukkan kekuatan iblis yang sebenarnya" ucap Xiao Zhou, dan menatap tajam kearah pilar langit Huang Fu.
bola mata Xiao Zhou kini begitu gelap, dengan sorot begitu dingin, rambut panjang nya terurai menutup sebagian wajah tampan nya.
di tangan nya muncul pedang kematian nya, dan mengangkat nya di atas bahunya.
"bersiaplah untuk mati, tua bangka" ucap Xiao Zhou sambil tersenyum.
"haha... dengan sisa tenaga mu sekarang, aku rasa kau tidak akan mampu melakukan nya bocah, setangguh apapun dirimu aku tetaplah bukan lawan mu" ucap pilar langit Huang Fu, mencoba mengembalikan kepercayaan diri nya yang sudah hilang entah kemana.
"itu bagus, semakin sulit akan semakin menarik" ucap Xiao Zhou dan melangkah mendekati pilar langit Huang Fu.
Xiao Zhou mengerakkan pedang nya di depan wajah nya, menatap pedang itu dengan seksama seperti baru pertama kali memegang pedang, jari-jari tangan kirinya memainkan bilah pedang panjang itu.
"aku rasa pilar langit seperti mu tidak takut akan kematian, dan sekarang sudah saat nya kau akan bertemu dengan nya" ucap Xiao Zhou dan mulai merapatkan kedua jari tangan kiri nya, dan menempelkan nya di bilah pedang itu dan menggerakkan nya jari nya dari pangkal bilah sampai ke ujung pedang itu.
"sekarang akan aku tunjukkan jurus nyanyian pedang dewa kematian pada mu, bersiap lah" guman Xiao Zhou dengan seringai jahat.
pilar langit Huang Fu, semakin memucat
"nyanyian Dewa kematian" guman Xiao Zhou tenang dan langkah nya mulai bergerak kearah pilar langit Huang Fu.
"ini tidak mungkin, energi qi milik bocah itu hanya tinggal 20 persen, aku dengan mudah akan membunuhnya, tapi wajahnya mampu mengintimidasi ku" batin pilar langit Huang Fu yang merasakan hawa kematian sedang mendekati nya.
"hehe... baiklah bocah kita akan mulai" ucap pilar langit Huang Fu mencoba menutupi kegugupannya dan pedang di tangan kiri kini bersinar hijau seperti tadi.
"seperti nya penguasa ke 15, kini sudah kembali menjadi Xiao Zhou seperti di kehidupan pertama nya, Xiao Zhou sang dewa kematian, ini akan sedikit menarik" guman seseorang di atas awan yang sedari tadi mengawasi pertarungan itu, dan melesat turun.
***
thanks a lot untuk like dan komen nya semua, itu sangat berarti buat gw, dan gw salut buat cewe yang berani komen di novel gw, tanpa peduli ocehan kecoa, itu membuat gw jadi terinspirasi dan tetap menulis, walaupun sangat banyak yang menghina, dan mencela, sekarang kewajiban gw menyelesaikan novel ini, walaupun sedikit lambat karena banyak kesibukan hehehe... satu imajinasi.. izyyl