
aaahhh.... aku benar-benar ingin merasakan nya benda itu di milikku," guman Lun Zhing Yue lagi, yang sudah seperti tidak peduli lagi dengan dua orang yang bisa saja mendengar ucapan nya, dan mengangkat sedikit milik nya agar ujung benda itu mulai perlahan membelah milik nya.
"aaauuuhhhh.... sssss...." ******* keluar dari bibir merah itu.
Xiao Zhou memejamkan mata nya, beberapa saat, dan membuka nya, dan sebuah pusaka berbentuk bulat separuh melesat melewati jendela itu dan berputar di sekitar gubuk itu semakin lama jumlah nya semakin banyak bahkan mencapai ribuan, memotong-motong bunga ilalang itu menjadi kan tempat di sekitar gubuk itu seperti tornado, bercampur dengan salju dan bunga ilalang yang sudah hancur.
kedua ahli pedang itu melompat menjauhi gubuk itu, dan hanya terdiam tidak bisa melihat apa yang terjadi lagi di ranjang itu, dan hanya bisa mendengar pekikan seperti terkaget dari wanita, dan selanjutnya di ikuti oleh lenguhan nikmat saja yang masih bisa terdengar walau samar.
"Seperti nya nona Lun memiliki pusaka begitu hebat, sebaiknya kita pergi saja," ucap salah satu ahli pedang itu yang mengira jika cincin langit dan topan tornado itu perbuatan dari Lun Zhing Yue.
"kau benar, aku tidak menyangka penguasa Timur menyerahkan cucunya yang begitu cantik ke tangan seseorang yang bukan kultivator, bocah muda itu benar-benar beruntung mendapatkan wanita yang memiliki kemampuan begitu tinggi," ucap ahli pedang yang satu nya lagi.
"ini begitu memalukan untuk kita, penguasa timur begitu meremehkan kita, tapi apa yang kita bisa perbuat, menghadapi cucu nya saja kita harus bersatu, apalagi menghadapi orang tua gila itu, ini sangat menyebalkan," ucap ahli pedang itu lagi.
****
pagi itu Xiao Zhou dan Lun Zhing Yue sudah kembali ke pulau keseimbangan, dan di sambut oleh Liu Fenghua, wanita cantik itu memeluk Lun Zhing Yue dan mengelus kepala nya, terlihat Lun Zhing Yue berusaha membuat jalan nya terlihat normal, namun usaha nya tidak berhasil.
"adik Lun kau kemana saja? kami merindukan mu," ucap Liu Fenghua yang mengetahui jika Lun Zhing Yue kesulitan berjalan.
"kakak Liu senang bisa bertemu lagi," ucap Lun Zhing Yue menggigit bibir bawahnya menahan nyeri di ************ nya.
Liu Fenghua menggelengkan kepalanya, menatap tubuh bagian bawah Lun Zhing Yue
"ini pasti perbuatan bocah mesum ini," guman Liu Fenghua dan mengalihkan tatapannya ke mata suami nya
"aku tidak apa-apa kakak Liu," ucap Lun Zhing Yue dengan wajah begitu memerah.
"aku jangan selalu membela nya adik Lun, kemarilah... biar aku membantu mu, dan kau suami dari semalam dua dewa setengah gila sedang mencari mu," ucap Liu Fenghua sudut matanya mengarah kepada kedua Dewa sepuh yang berlari terpogoh-pogoh.
"ayo adik Lun, apa bocah itu memaksa mu bermain semalaman?" ucap Liu Fenghua dan memapah Lun Zhing Yue.
"tidak kakak Liu," ucap Lun Zhing Yue dan kedua wanita cantik itu masuk sambil tertawa-tawa, dan membahas sedikit tentang permainan mereka semalam.
Xiao Zhou menatap Dewa Pengetahuan dan Dewa Formasi Lou Yi yang tersenyum lebar ke arah nya, keduanya terlihat seperti menemukan harta Karun, Xiao Zhou menaikkan bola matanya dan menarik nafas panjang nya.
"oh... tidak, jangan mereka lagi," guman pemuda itu, dan wajah kebosanan nya kembali terlihat, dan melangkah berbalik membelakangi mereka, berpura-pura tidak melihat kedua dewa itu.
kedua Dewa sepuh itu saling berebutan menarik lengan Xiao Zhou, keduanya terlihat hampir bertengkar, dan menjambak rambut Xiao Zhou agar mengikuti salah satu dari mereka, ketiganya terlihat bergulat dan sesekali mereka berguling di tanah, sampai Yun Li Wei berhasil menghentikan kelakuan mereka.
Kedua Dewa itu begitu antusias karena mereka begitu penasaran dengan kekuatan waktu yang di miliki Xiao Zhou, keduanya begitu haus dengan pengetahuan.
Menjelang sore akhirnya Xiao Zhou berhasil lepas dari kedua Dewa sepuh itu, di menara istana keseimbangan kedua Dewa itu terlihat sedang sibuk mencatat dan mengerutkan kening mereka, sesekali kepala keduanya menggeleng, mencoba mengerti sesuatu yang Xiao Zhou berikan.
Xiao Zhou duduk di sebuah lereng tinggi di tumbuhi rerumputan di dekat istana nya, dan menatap para petani dari suku bul-bul dan suku Fiji yang mulai pulang setelah berkativitas di bidang mereka.
langit sore, dan aroma rumput Ling Lang membuat nya begitu merasa tenang, dan meneguk guci kesayangan nya, dengan sorot mata yang terlihat acuh, menatap cakrawala yang tampak berwarna merah keemasan.
"apa kau penguasa ke 15?" tanya seorang pemuda dan duduk tanpa di persilahkan di samping Xiao Zhou.
Xiao Zhou menganggukan kepala, sambil tersenyum tipis tanpa menatap pemuda di samping nya, matanya masih menatap para petani yang berada jauh di tempat yang lebih rendah dari tempat nya duduk.
Xiao Zhou menghela nafasnya, dan merenggang sedikit tubuh atas nya, seperti orang menghilangkan pegal.
"aahhhh... Pangeran Lee Jung Won, Putera ke empat mendiang Kaisar Lee Wang dengan Ratu Soo Kwan, kau mewarisi kecantikan ibumu dan juga pemuda paling terpopuler di kekaisaran Yunha, dan matahari itu mungkin sebentar lagi akan tenggelam, selamat datang di kediaman ku," ucap Xiao Zhou sopan, sambil menatap matahari yang setengah tenggelam.
"hahaha.... pengetahuan mu cukup lumayan untuk orang berusia seperti mu, kau juga begitu beruntung menjadi penguasa ke 15 di usia sedini ini, bahkan untuk orang yang sudah tidak bisa berkultivasi lagi, pulau dan dunia ini benar-benar adil," ucap Pangeran ke empat, yang hanya mendengar jika Xiao Zhou sudah menjadi orang biasa setelah kehilangan dantian nya.
"iya... aku hanya orang yang beruntung," ucap Xiao Zhou pendek dengan sedikit seringai iblis nya.
"andai saja aku seberuntung dirimu, sayang nya aku gagal dalam beberapa hal," ucap pangeran ke empat.
"hehe... benarkah? tidak bisa ku percaya, aku pernah mendengar jika kau tidak pernah gagal dalam urusan wanita, bahkan aku dengar kau menjalin hubungan dengan selir mendiang ayah mu, selir park min ji, wanita tercantik di daratan Yunha, dengan tubuh giok nya, akan sulit baginya untuk mendapatkan kerutan di kulitnya meski hanya segaris benang," ucap Xiao Zhou, yang juga memiliki tubuh giok sewaktu kecil, dan berubah saat menyerap jiwa Dewa kuno Mou Lu.
"mengagumkan... kau begitu banyak tahu tentang ku, aahhh.... selir park memang wanita yang begitu istimewa, aku bahkan rela menukar sepuluh istri ku dengan nya." ucap pangeran ke empat seperti bicara pada dirinya sendiri.
Selir Park Min Ji adalah wanita berusia 38 tahun yang begitu di gila-gilai oleh pangeran ke empat, dan setelah kematian ayahnya maka Selir Park menjadi rebutan banyak pangeran, namun hanya pangeran ke empat yang paling dekat dengan nya, banyak orang yang gosip beredar jika keduanya sudah menjalin hubungan bahkan sedari suami nya Kaisar Lee Wang masih hidup.
ilustrasi Selir Park Min Ji