Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Kakak ipar sebaiknya kau pergi sekarang


sore itu Xiao Zhou kembali ke rumah latihan nya, setelah bertemu dengan keluarga nya, rambut nya terlihat kaku karena kotor dan noda darah, wajah nya begitu terlihat lelah, ada sedikit sesal di sorot mata remaja itu.


Xiao Zhou membuka pakaian nya yang penuh noda darah, menyisakan celana panjang tipis berwarna putih, dan masuk kedalam sebuah bak mandi yang terbuat dari kayu, dan air hangat mulai terserap ke dalam pori-pori kulit halus nya, sesekali menenggelamkan kepalanya dan menggosok kepalanya.


Xiao Zhou mendengar seseorang datang dan meletakkan sesuatu di meja makan nya seperti keranjang makanan, dan sesaat langkah itu terdengar masuk ke dalam ruang mandi nya.


"kakak ipar?" ucap Xiao Zhou sedikit terkejut karena Jung Min Ha masuk begitu saja ke ruang mandi nya.


"diam lah," ucap wanita itu wajah nya terlihat begitu lelah, dan serius membuat Xiao Zhou hanya diam dan mengikuti kata-kata wanita itu.


"aku hampir saja di nodai Dewa itu, tubuhku terasa begitu kotor, jika itu terjadi aku tidak akan mampu menemui lagi selama nya," batin Jung Min Ha, tangan sedikit gemetar mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.


Jung Min Ha menghampiri Xiao Zhou dan duduk dipinggiran bak kayu itu, wanita cantik tanpa ekspresi itu mengambil handuk kecil yang sudah basah dan mulai mengelap wajah Xiao Zhou.


"wajah mu penuh noda darah," ucap Jung Min Ha matanya terlihat masih sembab.


"kakak ipar kau habis menangis?" tanya Xiao Zhou.


Jung Min Ha tidak menjawab hatinya begitu hancur, dan masih tanpa ekspresi mengikat rambut nya dan menggelungkan nya ke atas, serta melepas pakaian nya dan menyisakan pakaian dalam nya saja.


Jung Min Ha masuk ke dalam bak mandi Xiao Zhou dan keduanya saling menatap.


"apa yang terjadi?" tanya Xiao Zhou.


"aku tahu ini tidak seharusnya dilakukan oleh seorang kakak ipar, tapi adik ipar bisakah kau diam, dan biarkan semua terjadi tanpa bicara," ucap Jung Min Ha, wajah nya terlihat begitu memohon tanpa menatap ke arah Xiao Zhou.


Xiao Zhou hanya mengangguk, melihat wanita yang di sayangi nya terlihat begitu rapuh dan hancur.


Jung Min Ha duduk dan mendekatkan wajahnya.


Jung Min Ha mengelus wajah Xiao Zhou yang basah, sesekali mata nya mengeluarkan air.


Xiao Zhou menggenggam jemari tangan Jung Min Ha dan tangan nya yang lain mengelus wajah Jung Min Ha, jempol Xiao Zhou menghapus air mata wanita itu, dan menelusuri bibir merah darah milik Jung Min Ha.


"telah terjadi sesuatu yang memukul jiwa kakak ipar begitu dalam," batin Xiao Zhou


"aku akan menjaga mu kakak ipar, tenanglah," ucap Xiao Zhou keduanya menatap dalam-dalam


mata Jung Min Ha terpejam hatinya begitu hangat mendengar ucapan dari Xiao Zhou semua beban nya terasa lenyap,


"aku merasa begitu ringan, tekanan jiwa ini terasa hilang, aku yang selalu merasa sendiri setelah berpisah dari nya, kini aku memiliki seseorang yang memeluk ku dan menghadapi semua bersama, aku begitu bahagia pemuda ini selalu bisa menenangkan ku," batin Jung Min Ha.


dan membiarkan jempol remaja itu bermain di bibirnya, nafas Jung Min Ha mulai terdengar, karena gairah nya di tubuh nya mulai terbakar, tangan Jung Min Ha menarik kepala belakang Xiao Zhou agar bibir mereka bisa bertemu.


bibir mereka berdua mulai bersentuhan dengan ringan, dan saling bergesekan lembut, merasakan kerinduan di hati mereka masing-masing, kedua nya bisa merasakan apa yang di rasakan pasangan mereka hanya lewat bibir mereka yang bersatu.


"aahhh.... adik ipar aku tidak tahan lagi, saat ini aku bisa menelan mu," bisik Jung Min Ha dan mengangkat sedikit tubuh nya sehingga wajah Jung min Ha sekarang berada lebih tinggi dari Xiao Zhou.


tangan Xiao Zhou memegang pinggang panjang milik Jung Min Ha, dan membelai nya dengan lembut dan penuh perasaan.


membuat tubuh Jung Min Ha sedikit bergetar.


aahhhhsss.... eenggggghhhh.... suara ******* dari bibir nya,


Jung Min Ha yang sudah terbakar, liur nya menetes dari atas, dan lidah mereka saling melilit.


"adik ipar ini hebat," ucap Jung Min Ha yang sudah tidak peduli dengan rasa malu atau hal apapun lagi, yang ada hanya mengejar rasa yang semakin memuncak.


tangan Jung Min Ha meremas rambut belakang Xiao Zhou dan menarik ke arah leher nya, matanya memejam dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya.


aahhkkk... eenggghhh.... eenghh.." tubuh Jung Min Ha mengejang beberapa saat, bibir terbuka lebar, dan matanya terpejam erat untuk beberapa saat.


Xiao Zhou memeluk tubuh Jung Min Ha erat membiarkan tubuh wanita itu merasakan badai yang kini sudah reda,


hosss.... hemsss... hemsss... suara nafas Jung Min Ha mulai pelan dan teratur, tubuh nya begitu lemas setelah untuk pertama kalinya merasakan puncak keindahan dunia.


Xiao Zhou memeluk tubuh Jung Min Ha, dan tidak lama mengangkat nya dari bak kayu itu, mereka menyudahi acara mandi mereka.


jederrrrt.... petir menyambar di udara,


tessstt....


tessstt....


dreeesssseeesss.... sesshhhh....


hujan begitu deras membasahi bumi malam itu, seperti membersihkan noda darah pertempuran di pulau itu, kedua insan berlainan jenis itu sudah berganti pakaian, Xiao Zhou membantu Jung Min Ha menyisir rambut nya, dan setelah itu kedua nya menikmati makanan di bawah atap ruang balkon yang hangat, diterangi beberapa lentera cantik yang menempel di tiang penyangga balkon itu.


keduanya tidak bicara sama sekali, jemari Jung Min Ha meremas jemari Xiao Zhou begitu dalam sedari mereka mulai makan, Xiao Zhou mendiamkan saja dan merasakan kesedihan hati Jung Min Ha yang teramat sangat dan tidak ingin membuat nya bertambah sedih.


sesekali Xiao Zhou memberikan lauk di mangkuk Jung Min Ha dan di makan dengan lahap oleh Jung Min Ha begitu juga sebaliknya nya, senyum Jung Min Ha kembali terlihat saat melihat Xiao Zhou begitu lahap makan masakan nya.


di luar gerbang latihan Xiao Zhou seseorang Dewa muda menatap ke arah balkon itu, dan menyaksikan semua yang telah terjadi, hatinya begitu marah.


Jung Min Ha melihat itu dan seketika tangan nya melepaskan jemari Xiao Zhou, terlihat kekhawatiran di wajahnya.


Xiao Zhou mengangguk,


"kakak ipar sebaiknya kau pergi sekarang," ucap Xiao Zhou.


****


sorry banget geng, review ketat, udah putus asa gw up, tetep di tolak seperti nya ga bisa bikin ss lagi 😩😫, dan untuk cerita nya ternyata susah bikin tamat sebuah novel, awal nya gw pikir mudah wkwkw.. maklum masih amatir, tapi tenang aja novel ini bukan sengaja gw bikin panjang atau di panjang-panjangin, gw cuma ga mau terlalu di paksain end nya, btw ini sudah menuju babak akhir, perang di langit, terimakasih atas dukungan nya semua, salam satu imajinasi.. izzyl.