Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.15


sebuah tamparan di pipi kiri Xiao Zhou membuat nya sedikit terkejut, dan Park Min Ji pun melangkah meninggalkan Xiao Zhou sendirian.


malam itu Park Min Ji tidak bisa memejamkan matanya, pikiran nya kembali terbayang saat jemari panjang itu menyentuh pinggang nya, perasaan aneh tiba-tiba menjalar di bagian-bagian sensitif nya, dan nafas nya sedikit memburu, dan menggigit bibir bawahnya.


"aahhh.... kenapa aku merasa seperti ini?bocah itu akan mendapat balasan yang berkali-kali lipat, karena sudah begitu berani," ucap Park Min Ji dan menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangan nya seperti menahan perasaan begitu malu.


****


di pulau keseimbangan, Ratu Xhin Ye tertidur dengan nafas teratur, beberapa wanita cantik sedang mengelilingi ranjang mewah nya yang empuk.


Li Mei yin berkali-kali mengusap wajah Ratu Xhin Ye dengan kain, untuk mengusap keringat yang kadang muncul.


"adik Li bagaimana keadaan kakak Xhin?" tanya Yun Li Wei.


"tubuh kakak Xhin sehat, tapi tidak dengan pikirannya, aku tidak tahu apa ini? ingatan dari dirinya masuk ke dalam pikiran nya, aku juga tidak tahu ingatan tentang apa, yang jelas ini adalah ingatan milik kakak Xhin," ucap Li Mei yin, sambil menarik nafas dalam-dalam.


"kapan kakak Xhin akan sadar?" tanya Liu Fenghua.


"jika luka tubuh, atau organ dalam, aku pasti tahu kapan orang itu sadar kakak Liu, tapi ini bermasalah pada pikiran, jadi aku tidak tahu, mungkin besok atau setahun, atau entah kapan," ucap Li Mei yin.


Jung Min Ha memegang jemari Ratu Xhin Ye, sambil menatap Li Mei yin.


"apakah tidak berbahaya jika ingatan nya kembali?" tanya Jung Min Ha.


"aku tidak bisa menjawab nya kakak Jung, maafkan aku," ucap Li Mei yin, tampak penyesalan di wajah tak bercela nya.


****


di lembah kuno


seorang pria dengan jubah berlengan lebar berwarna putih di padu dengan biru gelap sedang duduk dalam ruang yang di terangi batu kristal kuning kemerahan, wajah nya tampak begitu berwibawa dengan mata tajam dan alis melengkung ke atas semakin membuat nya begitu sangar, kumis dan jambang yang serta janggut runcing membuat pemuda itu benar-benar terlihat tampan dan matang.



ilustrasi Dewa Wang Riu.


"jadi istana langit di zaman kita sudah berakhir?" guman pria itu yang tidak lain adalah Dewa Wang Riu.


"maafkan aku kakak," ucap Dewa Wang Riu.


"maaf? apa aku tidak salah mendengar?" ucap Dewi Xiao beng dengan kening berkerut begitu marah.


kepala wanita cantik itu menggeleng,


"aku tidak percaya kata sampah itu bisa keluar dari bibir mantan panglima Perang, kalian berdua begitu bodoh, kau dan Kaisar mu hanya memikirkan diri kalian sendiri," ucap Dewi Xiao beng.


"lihat ulah kalian berdua, hanya demi seorang wanita kehancuran kekaisaran langit tidak dapat terelakkan, kau demi kebahagiaan kesetiaan mu pada Kaisar, kau mencuri ingatan Dewi Xhin Ye dan mengubur dirimu dalam es abadi, apa itu yang kau sebut aksi pahlawan? cih.... menjijikkan," ucap Xiao beng yang sudah begitu marah.


"dan sedangkan Kaisar Langit karena begitu takut kehilangan Xhin Ye, tidak membiarkan siapapun membuka segel mu, bahkan saat bencana di depan mata, Kaisar masih menolak saran kami untuk mengeluarkan mu dari es abadi, dan meminta kami membuat senjata yang akhirnya gagal, jika saja kau dan pasukan mu yang tidak bisa mati itu ada, di bantu dengan dua belas Dewa terkuat, tidak menutup kemungkinan jika kita bisa mengalahkan para Zhangji itu," ucap Xiao beng dan duduk karena sudah kehabisan kata-kata penyesalan nya.


Dewa Wang Riu memejamkan matanya dalam-dalam untuk sesaat,


"apa yang akan kau lakukan?" tanya Dewi Xiao beng.


Dewa Wang Riu berdiri, dengan jubah panjang nya melangkah pelan.


"seperti cerita mu kakak, kini aku tidak memiliki majikan lagi, aku seseorang yang bebas, dan aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dulu," ucap Wang Riu dengan suara berat nya.


"apa maksud mu?" tanya Xiao beng dengan kening berkerut.


"dahulu harus nya aku tidak membiarkan Yang Mulia Kaisar menikahi wanita yang begitu aku cintai, seharusnya kami mempertahankan cinta kami seperti yang Xhin Ye ingin kan, tapi aku tidak melakukan, aku lebih memilih majikan ku Kaisar Langit, dan aku begitu menyesal, tapi kali ini tidak ada yang bisa menghentikan ku," ucap Wang Riu.


"apa? katakan kau tidak ingin bertarung demi seorang wanita bukan?" tanya Xiao beng.


"tentu kakak, aku bukan orang seperti itu, tapi jika Xhin Ye memilih ku, maka siapa pun tidak akan bisa menghentikan ku, aku sudah melakukan kesalahan dahulu, dan tidak untuk kali ini," ucap Wang Riu.


"tidak.... aku tidak akan membiarkan kau bertarung melawan Xiao Zhou," ucap Xiao beng Sambil berdiri menghadang langkah Dewa Wang Riu.


"kakak tidak perlu khawatir, kami tidak akan bertarung seperti bocah, percayalah!!! lagipula apa kakak lupa, jika kakak memiliki cincin langit, aku juga memiliki cermin langit, jadi pengendali waktu itu bukan masalah untuk ku," ucap Wang Riu begitu tenang.


*****