Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
taruhan


Yumiko dan Xia Xhialun kembali ke perjamuan, dengan pakaian baru nya, acara bebas di mulai,


Xiao Zhou mencari makanan di beberapa meja lainnya dan mencoba beberapa masakan yang baru menurut lidah nya.


Xiao Zhou melihat Puteri Ming Mei dan Wei Jilli duduk bersama para kerabat bangsawan dari keluarga Wei.


Xiao Zhou yang sudah biasa melihat pemandangan Puteri Ming Mei dan Wei Jilli mesra, tidak begitu mempedulikan itu.


dirinya mencari Xia Xhialun yang sudah kembali dengan pakaian baru, dan duduk di pojokan yang tidak begitu jauh dari puteri Ming Mei.


Xiao zhou dan Xia Xhialun duduk berdampingan, dan sesekali tertawa menikmati hidangan.


"Terimakasih Zhou'er, kau sudah membuat ku kuat," ucap Xia Xhialun.


"lupakan saja, aku tidak ingin membahas perempuan menyebalkan itu lagi," ucap Xiao Zhou dengan pandangan seperti orang kebosanan lagi.


"apa nyonya melihat bibi Yumiko" tanya Xiao Zhou


"dia disana" ucap Xia Xhialun sambil menatap ke arah Yumiko berbincang dengan beberapa pria muda dan tampan, terlihat dari pakaian mereka, para pemuda itu dari keluarga bangsawan tinggi.


Para bangsawan muda itu menatap tubuh Yumiko begitu liar, seperti ingin menelan Yumiko bulat-bulat, Yumiko yang melihat dirinya ditatap Xiao Zhou, hanya tersenyum manis, menjadi sedikit ingin memancing kecemburuan Xiao Zhou dengan gaya sedikit nakal kepada para bangsawan muda itu.


"Kenapa?? apa kau cemburu??" tanya Xia Xhialun menatap xiao zhou penuh selidik


"Tidak nyonya... aku hanya kagum dengan bibi Yumiko,, dia begitu giat membangun rumah makan merak putih hingga seperti sekarang yang lebih mirip sebuah gudang sumber daya," ucap Xiao Zhou.


"Apa kalian berdua pernah itu?" tanya wanita itu lagi.


Xiao Zhou menatap Xia Xhialun dan tersenyum kecil,


"Aku juga wanita Zhou'er, aku bisa melihat dari mata Yumiko." ucap Xia Xhialun


Xiao Zhou hanya mengangguk,


"Demi dewa... aku tidak percaya ini, kau bocah yang sangat nakal ternyata hihi," tawa Xia Xhialun agak kencang, dan dengan cepat menutup bibir nya jari -jari lentik nya.


"Kami pernah melakukan nya di meja rumah makan saat ada pelanggan sedang minum," ucap Xiao Zhou tersenyum mengingat kegilaan nya dengan Yumiko.


"hah? apa kalian sudah gila," bisik Xia Xhialun dengan wajah memerah membayangkan kejadian yang di ceritakan Xiao Zhou.


"Tapi apa kau tahu? mendengar cerita mu itu, aku juga ingin melakukan nya," bisik Xia Xhialun mulai panas,


"bagiamana jika kita melakukan nya sekarang?" bisik Xiao Zhou, dan tangan kanan pemuda itu sudah menyentuh sesuatu yang hangat di bawah meja.


bibir Xia Xhialun terbuka dan sedikit membeku,


"ahssss..." hanya itu yang keluar dari bibir indah Xia Xhialun.


"kau jangan gi-gila Zhou'er, aku belum siap saat ini," bisik Xia Xhialun, berpikir jika Xiao Zhou akan melakukan nya di meja itu.


perkataan Xia xhialun menolak, tapi dia sudah merenggangkan kedua paha nya, mempermudah tangan nakal Xiao Zhou mencari sasaran nya, dan tangan kiri Xia xhialun sekarang ikut kebawah meja dan mencari sesuatu dengan tidak sabar.


mata sayu Xia Xhialun berusaha tetap sadar, sambil mengawasi sekeliling sambil menahan ******* nya, dengan menggigit bibir bawahnya.


Posisi kaki nya yang sudah merenggang, terlihat sedikit liur di bibir merah Xia Xhialun, hampir menetes, dan tangan kiri Xia Xhialun mulai memainkan sesuatu, suasana menegangkan membuat tubuh nya mulai bergetar, dan mencapai puncak.


"eh..aku hampir" ucap Xia Xhialun mata sayu nya menatap Xiao Zhou.


dan


"aaaaahhhh..." Xia Xhialun berteriak.


Xia Xhialun mencengkram lengan Xiao Zhou, begitu kencang, untung nya tidak ada yang memperhatikan perbuatan gila mereka.


"Jamuan ini membosankan bagaimana kalau kita pulang Zhou'er? ucap Xia Xhialun, yang ingin melanjutkan permainan yang sesungguhnya.


"baiklah nyonya" ucap Xiao Zhou sambil mencari Yumiko, tapi mata Xiao Zhou tidak menemukan Yumiko dan pria yang terlihat mesra tadi.


Perasaan Xiao Zhou tidak enak dan mencari keberadaan Yumiko ke taman belakang bersama Xia Xhialun.


"seperti nya tuan muda seperti anda selalu mendapat yang anda inginkan dari wanita?" ucap Yumiko.


"tentu saja nona Yumiko aku akan memberi apapun yang kau inginkan asalkan mau menikah dengan ku?" ucap pria itu terlihat sangat menginginkan Yumiko.


Yumiko tersenyum menggoda.


"dan untuk urusan ranjang ku? tuan pasti tertarik mendengar nya" ucap Yumiko pelan.


"gleekkkk..." pria itu menelan ludah mendengar perkataan Yumiko yang mengenai ranjang sambil menganggukkan kepala.


"Pria muda itu adalah tuan dari ranjang ku" bisik Yumiko di telinga pria itu, sambil mengangguk kepada sedikit ke arah Xiao Zhou, dan pergi mendekat Xiao Zhou dan memeluk lengan xiao zhou dan tersenyum.


"sayang sebaik nya kita pulang" ucap Yumiko.


Xiao Zhou hanya mengangguk sopan ke arah para bangsawan muda yang hanya bisa tertegun, tidak percaya pasangan dari wanita panas seperti Yumiko adalah pemuda lebih kecil dari mereka.


Xiao Zhou kini diapit dua wanita cantik dan akan meninggalkan perjamuan itu, Puteri Ming Mei melihat Xiao Zhou dengan dua wanita cantik, hanya bisa memandang dari jauh dengan mata sedikit berair.


"waahhh pria muda itu sungguh beruntung... dia mendapat dua wanita cantik di pelukan nya, hemmm.... andai saja aku seberuntung itu" ucap pria muda yang duduk di dekat Wei Jilli, membuat Wei Jilli mencari pria yang di maksud teman nya itu.


Wei Jilli melihat Xiao Zhou memeluk pinggang dua wanita cantik menjadi sangat kesal dan iri, tidak rela tubuh wanita indah itu di peluk Xiao Zhou.


"Hai bocah sialan" teriak Wei Jilli yang sudah lepas kendali karena iri di hati nya.


"Lepaskan tangan kotor mu dari tubuh bibi Xia," ucap Wei Jilli lagi.


teriakan Wei Jilli membuat semua orang memandang nya.


Xiao Zhou menatap Wei Jilli dan melepaskan pelukannya di pinggang kedua wanita dewasa itu, mendekat dengan tenang dan senyum tipis yang masih terlihat di sudut bibir indah nya.


semua orang melihat ketenangan Xiao Zhou menjadi kagum.


"mental bocah ini sangat kuat, bahkan di hadapan begitu banyak undangan orang hebat, bocah itu masih begitu sangat tenang dan tidak terintimidasi sama sekali, seharus nya Wei Jilli tidak mencari masalah dengan bocah itu," guman seorang pria setengah baya terlihat sangat tertarik dengan peristiwa ini, pria itu adalah Kaisar Ming.


"Apa tuan muda ada masalah dengan kedua kekasih ku ini?" tanya Xiao Zhou...


Xia Xhialun dan Yumiko, hanya tersenyum mendengar ucapan Xiao Zhou, berbeda dengan Puteri Ming Mei yang tampak muram, dan menundukkan wajahnya.


"hahaha... apa? kekasih? apa kau tidak pernah bercermin, hanya seorang pengawal, berani sekali kau menyukai seseorang bangsawan, bahkan bibi Xia adalah kerabat Kaisar," teriak Wei Jilli hampir hilang kendali, kesal karena Xiao Zhou berani membantah nya, sangat berbeda dengan Xiao Zhou yang dia kenal biasa nya takut dan tunduk padanya seperti biasa nya saat di sekte.


"Tuan muda benar sekali, aku hanya seorang pengawal, tapi tidak ada aturan di kekaisaran ini melarang hubungan seperti itu, aku Xiao Zhou mencintai kedua wanita ini dengan hatiku, setidak nya kedua wanita ini juga tulus mencintaiku sepenuh nya bukan mencintai nama besar keluarga ku," ucap Xiao Zhou dengan tenang dan tatapan dingin.


"hahaha kau benar-benar sombong, bagaimana jika aku menantang mu bertarung, jika kau kalah maka tinggalkan kedua wanita itu," ucap Wei Jilli sudah tidak rela kalau kedua wanita itu akan di nikmati bocah itu malam ini.


Xiao Zhou menatap kearah kedua kekasih nya itu, dan kedua wanita itu hanya diam saja.


"Tenanglah tuan muda, tidak perlu sampai sejauh ini tuan muda," ucap Xiao Zhou.


"hahahha rupanya kau penakut bocah," teriak Wei Jilli melompat ke atas panggung.


Pergi lah dan tinggalkan ke dua wanita itu." ucap Wei Jilli sombong merasa sudah di atas angin.


"Tapi bagaimana jika anda yang kalah tuan muda?" tanya Xiao Zhou, dengan senyum di wajah nya seperti menantang.


"apa???aku kalah darimu? cih... itu tidak mungkin, kau hanya semut di hadapan ku, aku bahkan berani memberikan Puteri Ming Mei untuk mu, jika aku kalah," ucap Wei Jilli, memancing Xiao Zhou agar mau bertarung, dan dirinya bisa mempermalukan remaja itu di depan umum.


semua orang terkejut, mata mereka terbelalak, terlebih wajah orang tua Wei Jilli begitu pucat pasi dan marah melihat tingkah putera nya yang sudah menggila, saat Wei Jilli berani menggunakan seorang Puteri Kaisar sebagai taruhan.


"maafkan aku tuan muda, Puteri Ming Mei adalah kekasih anda, dan Puteri Ming Mei bukanlah barang yang bisa anda serahkan pada orang lain," ucap Xiao Zhou bijak.


"aku setuju,," ucap Puteri Ming Mei lantang, membuat semua orang semakin terkaget bahwa dirinya mau dijadikan sebagai bahan taruhan pertarungan.


Xiao Zhou maju beberapa langkah,


"ini tidak sesederhana itu," ucap Xiao Zhou, menatap ke arah Puteri Ming Mei, dan beralih kesemua orang di tempat itu.


bagaimana dengan anda berdua" ucap xiao zhou menatap ke seorang pria yang mengenakan pakaian khas seorang Kaisar dan Wei Hongli orang tua Wei Jilli.


mata Xiao Zhou terbelalak saat melihat wajah Kaisar Ming, adalah orang yang minum bersama nya beberapa waktu lalu.


glekkkk.... wajah Xiao Zhou berubah menjadi pucat.


"aku menyetujui nya, ini begitu menarik aku belum pernah bersemangat seperti ini," ucap Kaisar sambil tersenyum mengelus jenggot panjang nya, begitu antusias.


Wei Hongli terlihat marah pada anak nya Wei Jilli, tangan nya mengepal kencang, dengan gigi bergeretak.


"Jika Yang mulia sudah berkehendak, aku tidak akan membantah, aku Wei Hongli menyetujuinya juga," ucap Wei Hongli, menatap Wei Jilli seakan ingin membunuh nya, saat itu juga.