Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 36


sudah beberapa hari Park Min Ji masih saja uring-uringan, matanya selalu melebar saat mereka bertatapan, dan tidak pernah lagi tidur di ranjang Xiao Zhou,


"aahhh.... kenapa aku seperti ini? aku begitu kesal saat mengetahui jika pemuda itu sudah beristri, apa aku cemburu? tidakkk.... aku tidak boleh menyukai nya, dia itu masih begitu muda aku sangat tidak pantas untuk nya, pantas nya aku menjadi ibu nya, aku harus membuang perasaan ku ini, tapi.... yaahh Dewa... ini sangat tidak adil, ini pertama kali aku menyukai pria, tapi pria itu seseorang remaja dan juga usia ku saat ini yang sudah tua, aku benar-benar tidak beruntung," guman Park Min Ji sambil duduk menatap jendela dari kamar nya.


Park Min Ji menghela nafas panjang nya dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


"hemmm... aku harus melupakan mimpi di siang bolong ini," guman Park Min Ji lagi


Park Min Ji terbangun dari lamunannya saat mendengar seseorang memasuki rumah nya,


"nyonya aku membawakan ini untuk mu," ucap Xiao Zhou menyerahkan sebuah bungkusan kain saat pulang dari bekerja lebih awal.


Park Min Ji berdiri di hadapan Xiao Zhou kedua tangan nya di lipat di bawah gunung indah nya dan menatap sinis ke arah remaja itu tanpa bicara apapun.


"hemmm.... kenapa aku mengikuti saran nyonya Wen, harus nya aku bekerja selama dua bulan dan pulang saat itu," batin Xiao Zhou dan perlahan membuka kain dan meletakkan nya di atas meja.


tampak sepotong kue yang sudah sedikit kering di hadapan Park Min Ji.


"jika nyonya tidak menginginkan nya aku akan membawa nya lagi, baiklah aku akan bekerja lagi, aku belum selesai bekerja," ucap Xiao Zhou berbohong, sebenarnya dirinya sudah mendapat izin dari nyonya Wen untuk pulang.


Park Min Ji sedikit membuka bibir nya, dan menatap tajam ke arah Xiao Zhou.


"kau pulang lebih awal hanya untuk membawakan aku kue ini?" tanya Park Min Ji


Xiao Zhou hanya mengangguk, membuat Park Min Ji menghela nafas nya.


"kau tahu kue apa ini?" tanya Park Min Ji.


Xiao Zhou sedikit memiringkan kepalanya dan mengerutkan keningnya seperti tidak yakin.


"aku mendengar orang-orang mengatakan jika kue ini begitu mahal dan hanya ada di kota-kota besar," ucap Xiao Zhou mengikuti ucapan nyonya Wen.


"cih... dasar bodoh, kenapa kau berbuat baik padaku? sebaiknya kau pergi dan berbuat baik pada istri-istri mu itu, dan aku tidak menyukai kue murah seperti ini," ucap Park Min Ji dengan suara bergetar dan seperti meluapkan semua kekesalan nya selama ini.


Xiao Zhou sedikit melebarkan matanya yang awalnya terlihat begitu acuh, dan berubah menjadi begitu bersemangat.


"benar kah nyonya menyuruh ku pergi menemui istriku? baiklah nyonya aku akan pergi sekarang, jaga diri nyonya baik-baik," ucap Xiao Zhou sedikit senyum dengan cepat mencari pedang nya di sudut ruangan itu.


Park Min Ji tersadar akan ucapan nya,


"tunggu maksud ku kau pergilah ke rumah kepala desa dan bekerja, kau belum menerima upah mu hari ini, dan aku tidak membebaskan mu sebelum dua bulan, kau jangan berharap dengan hadiah ini aku akan membebaskan mu, kau cukup pintar juga, tapi sayang nya itu tidak berhasil," ucap Park Min Ji


Xiao Zhou menghela nafas nya, dan melemparkan pedang kematian di tempat semula dan mendekati meja itu untuk mengambil kue yang di bawa nya tadi.


"tapi nyonya, kau...." ucapan Xiao Zhou terputus saat Park Min Ji sudah memotong nya.


"diamlah... dan pergi saja ke rumah kepala desa, sebelum mereka mengetahui kau pulang lebih awal dan tidak membayar mu hari ini," ucap Park Min Ji dan duduk dan menatap kue yang di bawa Xiao Zhou.


setelah kepergian Xiao Zhou, air mata Park Min Ji keluar dari sudut matanya, dan jemari kurus nya yang bergetar memegang kain yang alas dari kue itu dan membungkus kue itu kembali dengan begitu berhati-hati,


Park Min Ji memejamkan matanya dalam-dalam dan memeluk kue itu serta memasukkan nya ke balik jubah nya.


"kenapa harus seperti ini? saat aku sudah berusaha membuang perasaan ku, tapi dia datang dan menyentuh hatiku begitu dalam, membuatku mengeluarkan air mata, wanita yang tidak pernah aku menangis sebelumnya, bahkan saat ayahku meninggal," guman Park Min Ji dan menghapus air matanya.


"apa yang harus aku lakukan? sebelum semuanya tidak terkendali aku harus menjauhi nya, aku akan memberitahu keberadaan ku pada pangeran ke empat dan akan membebaskan nya secepatnya," guman Park Min Ji lagi, dan mulai mengumpulkan energi qi nya.


udara di sekitar rumah itu terasa begitu dingin, dan di langit di atas rumah sederhana itu mulai muncul awan salju berbentuk teratai dan perlahan mulai menjatuhkan butiran-butiran salju.


Xiao Zhou yang tidak jauh dari tempat itu menyentuh butiran salju di jemari nya, yang turun dari awan itu.


"ini salju di musim semi, jadi begini cara wanita itu memberitahu kekasih nya," guman Xiao Zhou dan melangkah menuju pusat desa dan membeli beberapa keperluan memasak.


***


tiga hari sebelum pernikahan anak kepala desa, semua warga di undang untuk membantu, Park Min Ji dan Xiao Zhou juga melakukan nya, namun kali ini Park Min Ji selalu menghindar dari Xiao Zhou dan tampak wajah cantik nya begitu murung,


semua mata lelaki di pernikahan itu selalu menatap keindahan kulit dari Park Min Ji yang terlihat begitu cantik meski dengan balutan pakaian sederhana pemberian dari nyonya Wen dan jubah hitam Xiao Zhou.


Xiao Zhou begitu sibuk di dapur menyiapkan daging, beberapa pria membantu nya, tampak semua orang menyukai Xiao Zhou karena begitu terampil dalam bekerja,


"aaahhh.... adik Xiao kau jangan terlalu berharap wanita itu adalah keponakan kepala desa, dia wanita tercantik di desa ini," ucap salah seorang pria yang membawa pasangan nya sambil menepuk-nepuk bahu Xiao Zhou saat seorang gadis lewat di sela-sela makan siang mereka.


"hihihi... adik Xiao aku bisa mengenal mu pada seorang gadis meski tidak secantik keponakan kepala desa itu," ucap seorang wanita yang juga membawa pasangan mereka masing-masing.


Xiao Zhou hanya menggeleng dan masih sibuk memasukkan makanan ke bibir nya,


"hey kalian semua... apa kalian melihat wanita berkulit halus itu, semua orang membicarakan nya, dia seperti Dewi, aku pertama kali melihat wanita secantik itu, aku dengar dia kerabat kekaisaran Yunha, aahhh... aku akan menjual semua milik ku jika wanita itu bersedia menjadi istri ku," ucap salah seorang pria yang duduk di dekat Xiao Zhou.


dan tiba-tiba beberapa gadis muda memberikan Xiao Zhou makanan, tampak wajah mereka begitu malu-malu, dan sedikit merona.


"kakak Xiao aku membawakan mu soup ayam, bagaimana jika kita makan bersama," ucap salah seorang gadis dan ikut duduk di meja Xiao Zhou, wanita itu adalah keponakan kepala desa yang di bicarakan oleh pria-pria di dekat Xiao Zhou sebelum nya.


semua mata melebar menatap ke arah Xiao Zhou, dan remaja itu hanya mengangguk karena bibir nya masih penuh makanan, dan tiba-tiba seorang wanita duduk begitu lengket dengan Xiao Zhou.


"suami... kau makan nya pelan-pelan nanti tersedak," ucap Park Min Ji dan mengusap sudut bibir Xiao Zhou merah kekuningan alami itu dengan sapu tangan nya.