Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pangeran ke 15


Matahari pagi mulai menyinari bumi, dari sela-sela awan yang mulai datang,


dikamar Liu Fenghua berbaring seorang pria tampan diapit wanita yang sangat cantik, mereka bertiga tidur saling berpelukan, hanya menggunakan pakaian begitu minim.


"kakak xue kenapa kau berada di kamarku?" ucap Liu Fenghua kaget melihat Xue tidur di sebelah Xiao Zhou sambil memeluk lembut dada yang tidak terlalu berotot itu


"semalam aku terbangun dan kehilangan suami kecil ku, tapi aku mendengar kegaduhan kalian, adik Liu kau bahkan tidak sadar jika aku masuk saat kau seperti orang gila yang bergetar, dan kami juga melakukan nya lagi di ranjang mu, saat kau terlelap," ucap Xue sambil tersenyum.


"kakak rubah kau benar-benar gila," ucap Liu Fenghua yang masih merasa lemas, dan mereka bertiga akhir nya tidur lagi, tampak senyum kepuasan dari wajah lelah mereka.


Kehidupan mereka bertiga sangat sempurna tetapi hanya untuk saat ini, mereka tidak sadar apa yang menanti di depan mereka nanti nya.


*****


Xiao Zhou mulai giat berlatih menjadi seorang alchemis, dengan bantuan tungku batu yang sudah menjalin perjanjian darah, mereka sekarang sudah seperti menyatu satu sama lain.


semua pengetahuan dari tungku batu sudah ada dalam kepala Xiao Zhou, hanya tinggal melatih saja agar menjadi tahap sempurna.


"aku harus mencari tanaman herbal untuk latihan" batin Xiao Zhou, dan melesat terbang kearah puncak abadi,


segel misterius puncak abadi sudah hilang, Liu Fenghua bercerita sekitar lima bulan setelah Xiao Zhou jatuh kedalam sumur misterius, tiba-tiba segel misterius mulai melemah dan hilang.


di puncak abadi terlihat kediaman Liu Fenghua seperti tidak terurus, ranjang giok nya sudah tidak ada di tempat itu, Xiao Zhou mengamati sekitar dan menemukan beberapa tumbuhan herbal berbagai usia, dan mulai mengambil nya.


"hemmmm... sementara ini cukup buat latihanku," guman nya senang.


tiba- tiba saja Xiao Zhou melihat seorang pria sepuh sedang duduk melayang diatas sumur misterius dengan mata tertutup.


Xiao Zhou sangat mengenal pria sepuh tersebut.


"hem.... dunia ini ternyata sangat kecil," batin Xiao Zhou.


karena Xiao Zhou tidak ada urusan dengan pria sepuh tersebut, remaja itu melangkah perlahan agar tidak membuat suara dan ingin kembali ke villa kabut rindu.


"sebaik nya aku pergi saja," batin Xiao Zhou


"sudah mau pergi anak muda?" tegur pria sepuh itu.


Xiao Zhou sedikit terkejut, karena ketahuan hanya menganggukkan kepalanya.


"seperti nya iya" jawab Xiao Zhou acuh, dan memejamkan matanya kesal karena harus bersapa dengan dewa tua itu,


"aku tidak tahu urusan kakek dewa disini, dan juga tidak ingin tahu" ucap Xiao Zhou lagi.


wusshhhsss...


hanya satu tarikan nafas pria sepuh itu sudah di hadapan xiao zhou sambil menatap mata Xiao Zhou dalam-dalam.


"hemmmm... seperti nya kau sudah tidak memiliki keinginan untuk menguasai dunia lagi" ucap pria sepuh itu.


"apa itu mengganggu mu? dari pada kau sibuk menyelidiki ku sebaik nya kau simpan tenaga mu untuk menyegel tubuh emas lama ku lagi, aku dengar pemilik tubuh emas lamaku sangat haus kekuasaan," ucap Xiao Zhou dengan nada menyidir.


"aku tidak boleh mencampuri urusan dunia ini, itu melanggar hukum langit," ucap pria sepuh itu.


"tapi kenapa dulu kau dewa formasi mencampuri urusan dunia ini?" tanya Xiao Zhou mulai geram, teringat akan peristiwa di lembah kuburan.


"hahaha... seperti nya kau masih marah padaku, tapi waktu itu berbeda anak ku," ucap Dewa Formasi sambil menepuk bahu Xiao Zhou.


"tenanglah.... akan aku jelaskan, semuanya," ucap Dewa formasi sambil memejamkan matanya, bersungguh-sungguh.


"waktu itu kau sendirian saja dapat merusak keseimbangan dunia, dan tidak ada di dunia ini yang akan bisa menahan mu, jika kau di biarkan seluruh aliran putih dan kekaisaran akan kau habisi, dan tidak ada hukum yang mengatur manusia lagi, ini akan membawa kesengsaraan pada manusia dalam waktu yang sangat lama, sampai ada orang yang dapat mengalahkan mu, maka kaisar langit mengutus ku," ucap Dewa formasi menghentikan cerita nya sesaat.


"tetapi sekarang berbeda, orang yang menguasai tubuh emas mu walaupun dia sekarang di tingkat pendekar dewa. tetapi dia tidak dapat mengeluarkan seluruh kemampuan tubuh emas mu seperti dirimu dulu, jadi banyak manusia lain yang mampu menghentikan nya, mungkin saja kau salah satu nya," ucap Dewa formasi.


"maaf kakek dewa, aku sama sekali tidak tertarik berurusan dengan orang itu," balas xiao zhou sambil melangkah ingin meninggalkan Dewa Formasi.


"tunggu anak muda, aku akan mewariskan mu kitab ini, tetapi berjanjilah, jika suatu hari kau akan menghentikan manusia itu," ucap Dewa Formasi.


"lagi pula saat ini bukan manusia itu yang kami para dewa takutkan, ada ancaman jauh lebih berbahaya daripada manusia itu," ucap dewa formasi


Xiao Zhou hanya diam,


"hemmm..." hanya itu yang terdengar sambil memasukan kitab yang di beri Dewa Formasi


"jika boleh tahu, ancaman apa kakek Dewa?" tanya Xiao Zhou yang tidak bisa menahan rasa penasaran dari ucapan dewa formasi


dewa formasi pun tersenyum, karena Xiao Zhou memakan umpan yang dilemparkan nya.


"dulu di alam langit ada ramalan, akan ada iblis dari jaman lampau ingin menghancurkan alam manusia dan juga alam dewa, hanya orang atau dewa yang berhubungan dengan angka 15 yang bisa menghentikan nya," cerita Dewa Formasi sambil mengelus jenggot panjang nya.


"angka 15?" guman Xiao Zhou


Dewa Formasi mengangguk,


"iblis itu di segel dengan segel misterius mirip yang ada di sumur ini dulu nya, sehingga aku datang ke tempat ini ingin mempelajari segel tersebut, tapi sayang nya segel itu di luar kemampuan ku, hanya segel seperti itu yang dapat menahan nya, tetapi sekarang segel yang menahan iblis itu semakin melemah, mungkin 3 tahun lagi segel tersebut akan hilang.


4 dewa penjaga sudah mencoba melapisi gerbang tersebut, tapi seperti nya sia-sia, hemm... mungkin ini adalah takdir."guman Dewa Formasi.


"bagaimana dengan angka 15 itu dewa?" tanya Xiao Zhou


Dewa Formasi memegang pergelangan tangan nya di belakang punggung nya, terlihat wajah nya seperti kelelahan.


"hemmm... saat ini pangeran ke 15 ( Yun Yuwen) menjabat sebagai panglima perang, dia adalah Dewa Perang terganas sepanjang sejarah, mudah-mudahan dia adalah orang yang dalam ramalan itu," ucap Dewa Formasi.



ilustrasi pangeran ke 15 ( Yun Yuwen)


***


Xiao Zhou mulai berlatih membuat pil dari ingatan tungku batu yang telah menyatu dengan ingatan nya, tungku itu mengecil sesuai dengan ukuran yang di perlukan, karena kurang nya latihan, kadang ramuan nya hancur, atau menjadi bubur hijaui dengan bau menyengat dan kadang juga meledak, tetapi itu tidak membuat xiao zhou putus asa.


"suami kecil... apa kau yang memotong bunga arseri ku," ucap Xue lembut ke arah Xiao Zhou.


Remaja polos itu hanya menganggukan kepalanya, seperti tidak peduli, dan masih sibuk dengan tungku nya dengan muka sebagian hitam terkena uap yang keluar dari tungku berwarna hitam.


buukkk.....


booommmm...


Xue menghajar Xiao Zhou dan melempar tungku batu ke arah danau.


"kau? rubah sialan," ucap Xiao Zhou keceplosan sambil mengusap-usap kepala nya.


"barusan kau bilang apa suami?" ucap Xue


bommmm...


Xiao Zhou terlempar ke ke arah pohon pinus di belakang kediaman nya, dan tertimbun salju.


"sudah kubilang jangan sentuh bunga arceri ku, aku sudah menanam nya ratusan tahun," teriak Xue marah meninggalkan Xiao Zhou yang berpura-pura pingsan.


Liu Fenghua yang mendengar suara keributan, mendekati tubuh Xiao Zhou.


"aku tidak apa apakan suami?" tanya Liu Fenghua membantu Xiao Zhou berdiri, dan melihat pakaian Xiao Zhou yang terbakar karena membuat ramuan pil,


"kau membakar baju mu lagi hah?? teriak Liu Fenghua dengan mata melebar.


"sudah ku bilang jika latihan pakai baju yang sudah usang saja," teriak Liu Fenghua.


bommm...


pukulan telak mengenai kepala Xiao Zhou, membuat remaja itu kembali harus berpura-pura pingsan,


"aku sudah tak tahan lagi, kenapa para wanita selalu melakukan kekerasan pada suami mereka hah?" tanya Xiao Zhou marah sambil berteriak.


"kau bilang apa suami???"


terdengar suara yang tak kalah marah dari dalam rumah, secara bersamaan.


"seperti nya aku harus pergi,"


wussshhhhss....


xiao zhou pun kabur, meninggalkan villa kabut rindu.