Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ucapkan kata-kata terakhir mu!!


di suatu tempat di istana langit.


"bagaimana, apa kau sudah bicarakan dengan penguasa ke 15 itu?" tanya kaisar langit


"iya Yang Mulia.. tidak ada yang mampu mengalahkan dewa pemburu Yang Dong dalam hal kekerasan tubuh, tapi bawahan dari penguasa ke 15 itu dapat melumpuhkan dewa Yang Dong hanya dengan sekali pukulan Yang Mulia, nama penguasa ke 15 ini adalah Xiao Zhou" ucap Dewa Pengetahuan


"sekali pukulan?" ucap kaisar langit dengan nada tidak percaya


" iya sekali pukulan, bahkan hamba rasa empat pilar langit pun akan sulit melakukan itu" ucap Dewa Pengetahuan.


Kaisar Langit mengelus jenggot panjang nya,


"hemmm... penguasa baru ini sangat menarik, bagaimana dia bisa memiliki orang yang begitu kuat menjadi bawahan nya?" guman Kaisar Langit.


"hamba rasa pernikahan putri anda ini adalah langkah terbaik kita, penjahat fen- fengyin terus bertambah kuat, walaupun Xiao Zhou itu begitu pemalas, tapi bawahan nya yang bernama Zhifu akan mampu menghadapi penjahat ini Yang Mulia." ucap Dewa Pengetahuan, sedikit gugup menyebut nama fengyin di depan kaisar Langit


"aku tidak mau ayah!!! ayah sudah mendengar sendiri kan, jika penguasa itu seorang pemalas" ucap seorang wanita cantik yang mendengar percakapan ayahnya dengan Dewa Pengetahuan


"Puteriku.... cobalah, ini untuk kebaikan semua, dengan menjadikan nya keluarga, penguasa itu tidak akan mengganggu Langit, dan juga bisa membantu menghadapi penjahat fengyin." ucap Kaisar Langit.


"apa yang ayah ucapkan? kekaisaran langit membutuhkan bantuan manusia? apa kekaisaran Langit begitu lemah, sampai harus takut di ganggu oleh seorang pemalas?" jangan membuat aku tertawa ayah" ucap puteri kaisar langit itu dengan senyum kesal.


"hemmm... untuk saat ini yang kau ucapkan benar Puteriku, tidak akan ada yang mampu melawan kekaisaran Langit untuk saat ini, tapi di depan kita banyak hal yang tidak ketahui, dan mungkin saja akan di luar kendali kita, karena sesuai dengan ramalan suci itu, kekacauan akan terjadi di tiga alam, ayah hanya ingin mempunyai banyak pilihan dalam mengatasi nya, jika itu benar terjadi.


kau sudah dewasa ayah harap kau mempertimbangkan nya" ucap kaisar langit sambil menghembuskan nafas nya panjang.


"baiklah ayah... aku akan memikirkan nya, berikan aku waktu," balas wanita itu yang memiliki nama Yun Qixuan.


"hemmm... itu bagus Puteriku, ada harapan besar dari ayah, kau bisa menerima ini" ucap kaisar langit.


"Xiao Zhou.... aku akan buat kau menyesali semua ini" guman Yun Qixuan geram, begitu ayahnya meninggalkan kediaman nya.


.......


.......


Li Mei yin dan Lou fang meloncat ke atas danau, menyaksikan dua orang yang sedang bertarung sengit.


bibir Li Mei yin sedikit bergetar, dadanya terasa sakit melihat orang yang akan menikah dengan nya, tubuh nya beberapa kali harus menghantam permukaan danau dengan sangat keras, darah pun terus keluar dari hidung dan bibirnya.


keduanya mengikuti pergerakan orang yang bertarung itu, sampai ke pinggiran danau itu.


"kakek Lou apa kita akan membiarkan suamiku mati?," guman Li Mei yin yang sudah tidak tahan melihat luka dalam Xiao Zhou.


"maafkan aku Ratu Li, tapi aku rasa tuan muda tidak akan senang jika aku mengganggu pertarungan nya, ketika sesama alhi pedang bertarung, mereka akan menunjukkan kemampuan berpedang mereka, dan menunjukkan siapa yang terbaik? para ahli pedang tidak seperti alhi senjata yang lain, mereka memiliki kehormatan yang begitu di hargai nya melebihi nyawanya sendiri" ucap Lou fang


"kenapa suamiku harus menjadi seorang ahli pedang, akan lebih baik dia menjadi ahli pengobatan atau ahli bangunan saja" guman Li Mei yin kesal.


senyum lebar Xiao Zhou terlihat di wajahnya, tampak bola mata merah yang begitu mendominasi dan seperti gila pertarungan.


tangan Xiao Zhou keatas, dengan cara memegang pedang yang terbalik, ujung pedangnya sudah tepat di atas kepala Yang Tian.


"sudah cukup bersenang-senang dengan tubuhku bedebah" teriak Xiao Zhou


zrerbbbbbb.....


pedang kematian terus bergerak menusuk perut Xiao Zhou sendiri, sehingga terlihat Xiao Zhou sedang bunuh diri.


"Tidaaaaakkkkkkkkkkk...."


teriak Li Mei yin, air matanya berhamburan, dan mencoba terbang mendekati tubuh kekasihnya dengan pedang panjang menebus perutnya, tetapi dengan cepat Lou fang memenggang nya


"tunggu Ratu Li, ini belum berakhir, walaupun luka itu sangat serius tetapi masih bisa di obati" ucap Lou fang menenangkan Li Mei yin yang masih meronta-ronta.


"aahhhhhkk....." tiba-tiba suara itu keluar dari bibir Yang Tian darah menyembur dari balik topeng nya, dan perlahan tubuh nya menghilang dari hadapan Xiao Zhou, dan perlahan tepat berada di belakang Xiao Zhou, dan juga perut nya tertembus pedang.


Xiao Zhou mencabut pedang kematian dari perut nya dan secepat kilat berbalik.


"terjangan naga iblis" teriak nya dan menebas tubuh Yang Tian.


Yang Tian masih sempat menahan tebasan itu dengan pedang bayangan nya.


"jurus pagoda bayangan" tubuh Yang Tian di lapisi pagoda berwarna hitam


blaaarrrrr....


jurus terjangan naga di tahan oleh pagoda bayangan milik Yang Tian, tapi tubuhnya harus terlempar sampai ke daratan pinggir danau.


uhukkkkk... lagi-lagi darah menyembur dari balik topeng nya.


Yang Tian duduk berlutut, nafasnya tidak beraturan


uhukkkkk.... Yang Tian terbatuk darah setiap mencoba mengatur nafas nya, dan akhirnya dapat mengatur nafas nya kembali.


Xiao Zhou melayang dan berdiri tepat di hadapan Yang Tian berlutut, seperti biasa kedua tangan Xiao tangan kanan memegang gagang pedang nya dan tangan kiri memegang bilah pedang nya, kini sudah di atas bahu nya.


"bagaimana... kau bisa tidak terluka sama seperti ku?" ucap Yang Tian dengan suara sedikit tersendat-sendat


bola mata Xiao Zhou masih memerah, senyum lebarnya masih terlihat,


"dengarkan aku bedebah, sebelum kau ku bunuh akan ku beri tahu, yang kau lihat tadi adalah Phoenix abadi, darahku juga adalah darah Phoenix abadi jadi saat menggunakan tehnik surga keabadian aku adalah sang abadi, luka-luka yang terjadi saat itu tidak ada artinya padaku, bahkan jika luka itu memutuskan leherku, luka itu akan seketika sembuh dan tidak berbekas" ucap Xiao Zhou.


Yang Tian hanya mengangguk,


"tidak aku duga, ada manusia abadi di alam ini, walaupun untuk beberapa detik saja" ucap Yang Tian dengan nada seperti tidak percaya


"baiklah sebelum mati aku memberikan mu ini, kau selalu melihat nya sejak pertemuan pertama kita, matamu sangat pintar mengenali barang bagus" ucap Yang Tian dan melepas topengnya dan melemparnya ke arah Xiao Zhou


Xiao Zhou menangkap topeng milik Yang Tian,


"baiklah... aku memang menginginkan benda ini, tadinya aku akan mengambil nya saat kau tidak bernyawa" ucap Xiao Zhou


"ucapkan kata-kata terakhir mu!!!" ucap Xiao Zhou lagi