
Xiao Zhou meremas jemari lentik, dan panjang milik Jung Min Ha, dan kedua saling menatap, wajah Jung Min Ha masih terlihat tegang, dan tampak kelelahan yang sangat di sorot matanya.
"adik ipar aku begitu lelah menghadapi situasi ini, aku hampir menyerah," ucap Jung Min Ha
ilustrasi Jung Min Ha
"tenanglah kakak ipar," ucap Xiao Zhou, kembali menenangkan Jung Min Ha.
Jung Min Ha ikut meremas jemari Xiao Zhou sambil memejamkan matanya, dan perlahan remasan jarinya mulai melemah, dan terlepas.
terlihat wajah Jung Min Ha mulai tenang dan berdiri dari tempat duduknya, mata nya menatap Dewa Song Feng yang berdiri di luar gerbang latihan Xiao Zhou, di bawah guyuran hujan lebat.
malam itu Jung Min Ha menggunakan pakaian tidur dengan potongan leher lebar sehingga memperlihatkan bahu dan tulang menonjol di bawah leher nya, pakaian nya sedikit melorot ke samping membuat tali pakaian dalam yang berwarna hitam pun terlihat di bahu itu, tetapi Jung Min Ha seperti sedang tidak mempedulikan penampilan nya malam itu.
Jung Min Ha mendekati Xiao Zhou dan duduk di samping nya, dan merapat kan tubuh nya, kepala nya bersandar di dada Xiao Zhou sambil menatap Dewa Song tanpa ekspresi.
detak jantung Xiao Zhou dan Jung Min Ha begitu seirama, jiwa iblis tua Zhen lu seperti membelai jiwa iblis dari Jung Min Ha, kedua nya sama lahir dari hawa semesta, membuat keberanian Jung Min Ha tiba-tiba saja keluar, dengan senyum nakal di bibir Jung Min Ha di tunjukkan kepada kekasih nya seakan sedang menantang nya.
"apa ini? aku seperti merasa begitu terlindungi di dada pemuda ini, tidak ada rasa takut di hatiku lagi." batin Jung Min Ha dan mengeratkan pelukannya.
"kakak ipar apa yang kau lakukan?" tanya Xiao Zhou.
"diamlah adik ipar, sekali lagi kau bicara aku akan membunuhmu." ucap Jung Min Ha.
hujan semakin deras menyapu pulau keseimbangan, terlihat Dewa Song sudah meninggalkan gerbang beratap selebar tiga meter itu, dua orang penjaga dari suku bul-bul tetap berdiri di bawah atap gerbang itu tanpa perduli apa yang sedang terjadi di rumah kecil milik penguasa nya.
"sekarang gendong dan bawa aku ke tempat tidur, aku begitu lelah, ingat jangan ada keluar sepatah kata pun, ingat aku ini kakak ipar mu, aku tahu kau pria yang baik, tidak akan berbuat yang tidak-tidak," ucap Jung Min Ha, terlalu lama wanita itu terbelenggu dalam tubuh anak-anak, sehingga pikiran nya masih begitu bimbang untuk melewati batas-batas yang terlarang.
Xiao Zhou mengendong Jung Min Ha, membawa nya masuk ke ruang tidur, dan membaringkan nya di ranjang empuk.
ranjang itu memiliki atap dari kayu berbentuk persegi, dengan tiang yang dihiasi ornamen bunga yang juga terbuat dari kayu , dengan tirai transparan berwarna putih menutupi ke empat sisi ranjang itu dan sebuah tempat masuk berbentuk lingkaran.
"beristirahat lah kakak ipar," ucap Xiao Zhou
Jung Min Ha menarik lengan Xiao Zhou saat ingin meninggalkan nya di ranjang itu, keduanya saling menatap lagi, kepala Jung Min Ha menggeleng mengisyaratkan agar Xiao Zhou menemani nya malam itu.
Xiao Zhou yang mengerti, berbaring di samping Jung Min Ha dan menyelimuti wanita itu serta memeluk nya, terlihat wajah tenang dari wanita itu, kepala Jung Min Ha berada di atas lengan panjang Xiao Zhou.
ruangan itu diterangi batu kristal berwarna biru, sehingga wajah putih keduanya terlihat sedikit pucat,
suara hujan di atas atap membuat kedua insan berlainan jenis itu begitu nyaman di bawah selimut yang hangat.
Jung Min Ha membuka mata nya, menatap pria di samping nya, dan meraba bibir nya sendiri, dan pikiran nya kembali mengingat pergumulan panas mereka di dalam bak kayu itu, tubuh nya terasa panas dan ingin mengulangi kejadian itu, dan mata nya terpejam, sambil menggigit bibir bawahnya, dan merasakan panas di bawah nya,
"aahh... memikirkan peristiwa barusan membuat ku basah lagi," batin Jung Min Ha
Jung Min Ha membuka matanya, dan perlahan melepaskan pakaian kecil di bawahnya saja tanpa di ketahui Xiao Zhou, dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Xiao Zhou, dan bibir nya mulai mencium lembut bibir Xiao Zhou.
terdengar suara lidah dan bibir yang saling menghisap, dan bermain semakin liar, tubuh Jung Min Ha sudah bermandikan keringat karena panas nya di tubuh nya.
mata Jung Min Ha terpejam, dan menggigit bibir bawahnya mencoba agar tidak keluar ******* sedikit pun juga, pikiran nya masih mencoba mempertahankan kewarasan nya sebagai kakak ipar, tetapi di satu sisi dirinya ingin menuntaskan semua dengan pria yang begitu di sayangi nya.
emmhhh, hanya itu yang terdengar dari ******* yang tertahan, dan nafas bergetar kencang dari kedua nya.
"aahhh... aku sudah tidak dapat menahan nya," batin Jung Min Ha, dan mengangkat tubuhnya, tangan nya bergerak di antara perut mereka dan memposisikan semua nya.
"aahkkkkk" suara pekikan dari bibir Jung Min Ha, yang terbuka lebar, dan menarik nafas panjang nya, matanya terbuka menatap wajah Xiao Zhou.
mata Jung Min Ha terpejam, dan menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sedikit perih, dan nikmat di saat bersamaan, keringat mengucur di keningnya.
terlihat Xiao Zhou seperti masih terkejut dan tidak menyangka akan sampai sejauh ini.
"kakak ip..
"plakkkkk.... "
sebuah tamparan di wajah Xiao Zhou dan Jung Min Ha melebarkan matanya sebagai isyarat agar Xiao Zhou tidak bicara.
telapak tangan Jung Min Ha berusaha menutupi mata Xiao Zhou, sambil tubuh nya mulai bergerak pelan.
"jangan..." ucap Jung Min Ha
"adik ipar jangan menatap ini," ucap Jung Min Ha lagi, dengan suara bergetar, tangan nya terus saja berusaha menutup pandangan Xiao Zhou
bibirnya terbuka, suara ******* pelan yang tertahan terdengar, Jung Min Ha sekuat tenaga menahan agar tidak bersuara, tetapi sesekali ******* itu terdengar juga walaupun begitu pendek.
"adik ipar kita tidak melakukan apa-apa, aku hanya menghangatkan tubuh kita agar tidak membeku,.... ah..." ucap Jung Min Ha yang masih malu mengakui jika mereka sudah melewati batasan yang mereka buat berdua.
mata Xiao Zhou kembali terbuka, tapi dengan cepat Jung Min Ha menutupi dengan telapak tangan nya, wajah nya tampak begitu kesal, karena Xiao Zhou memperhatikan perbuatan mereka.
plakkkkk..
plakkkkk..
suara telapak tangan Jung Min Ha mengenai wajah Xiao Zhou, jari-jari kurus nya mencoba meremas mata Xiao Zhou karena kesal, tapi rasa itu mulai melanda nya, sehingga gerakan tangan nya hanya sesekali saja, wajah nya terlihat lebih terfokus pada gerakan nya, bibir nya tetap terbuka tanpa di sadari nya dan ******* pendek kembali terdengar.
Xiao Zhou yang mulai ikut terbawa suasana malam itu, kedua tangan nya ingin menyentuh bagian atas tubuh Jung Min Ha, tetapi lagi-lagi mata Jung Min Ha melebar dan menepis tangan Xiao Zhou, membuat Xiao Zhou bingung dan memejamkan matanya, serta hanya mengelus pinggang Jung Min Ha, dan kali ini Jung Min Ha membiarkan aksi Xiao Zhou.
kedua tangan Jung Min Ha mulai mencakar dada Xiao Zhou, dan tubuh nya seperti mengunci tubuh Xiao Zhou dan erangan nya terdengar begitu kencang, dan kedua insan itu mengejang dan bergetar hebat, nafas mereka terdengar tersengal-sengal.
Xiao Zhou mencengkeram pinggang Jung Min Ha, dan wanita itu menarik kepala Xiao Zhou dan memeluk nya erat-erat.
untuk beberapa menit mereka terdiam, hanya terdengar suara nafas yang mulai teratur.
"aaahhhhh...... iblis kecilku, aku benar-benar bahagia, karena kau lah yang mengambil nya." ucap Jung Min Ha dan keduanya terbaring, dan terlelap dalam tidur indah mereka.