
"Min ha.... apa kau bersedia menemani ku minum malam ini?" tanya Xiao Zhou.
"iblis kecil apa kau mau mati hah? lihat perbuatan mu, leher ku penuh bekas mu semalam, beberapa hari lagi pernikahan kita, aku tidak ingin melihat wajah mu saat ini, adik Li tolong berikan aku bedak penghilang noda," teriak Jung Min Ha tidak mempedulikan Xiao Zhou.
Xiao Zhou memutar langkah nya dan terlihat di sudut ruangan Ratu Alisa sedang bermain dengan Puteri Xiao Zhou.
"istriku apa kau mau menemani ku keluar malam ini?" tanya Xiao Zhou.
"suami manusia ku, apa kau belum puas menghancurkan tubuh ku beberapa malam belakang ini, aahhh.... aku hampir tidak bisa berjalan," ucap Ratu Alisa dan melangkah menuju ruangan nya dengan tertatih di ikuti oleh gadis kecil yang melambaikan tangan nya ke arah Xiao Zhou, yang di balas dengan lambaian tangan dan senyum lebar dari ayah nya.
"tidur yang nyenyak Puteri ku," ucap Xiao Zhou mengerakkan bibir nya saja tanpa keluar kata, gadis kecil itu pun hanya mengangguk.
"Hua'er... aku beruntung masih ada kau," ucap Xiao Zhou menatap Liu Fenghua dengan isyarat seperti memohon.
Liu Fenghua dan Xue mereka berdua terlihat saling tertawa dan melewati Xiao Zhou begitu saja.
"jangan ganggu aku!!! aku masih sibuk menyiapkan beberapa pakaian dengan kakak Xue dan adik Kim," ucap Liu Fenghua dan berlari ke arah ruang pakaian.
seorang pemuda dengan kristal biru melangkah meninggalkan istana nya yang penuh keributan para wanita yang terlihat begitu panik.
"aku yang di sebut memiliki banyak istri harus pergi sendirian malam ini, apa wanita lebih mementingkan pakaian daripada suami mereka? oohhh pakaian... aku membencimu," guman Xiao Zhou dan melangkah dengan ringan menuju kediaman pangeran ke empat.
Rumah tamu yang di sewa pangeran ke empat begitu besar dan termewah di antara semua rumah tamu di pulau keseimbangan, hanya ada sepuluh buah bentuk rumah mewah seperti itu di tempat itu.
Terlihat begitu banyak orang yang datang ke acara itu, kebanyakan dari mereka berasal dari kekaisaran Yunha yang kebetulan sedang berada di kota huangdong.
beberapa pemuda tampan saling berbincang dengan para wanita yang terlihat berkelas, semua nya tampak mengenakan pakaian bangsawan.
pangeran ke empat mengenakan pakaian yang terlihat begitu mahal, wajah nya yang kekanakan begitu serasi dengan pakaian berwarna biru tua itu.
Pangeran ke empat terlihat sedang berbincang dengan seorang wanita yang memiliki lekuk tubuh begitu menggairahkan, wajah sensual wanita itu begitu kental dengan dataran Yunha, wanita itu tidak banyak bicara dan terlihat murung, dan wanita itu tidak lain adalah Choe Eun Soo.

ilustrasi Choe Eun Soo.
"katakan pangeran apa yang ingin kau bicarakan, aku tidak ada waktu dengan pesta mu ini," ucap Choe Eun Soo seperti tidak bergairah.
"hahaha... nona Eun Soo.... apa begitu caramu berterima kasih pada orang yang sudah begitu banyak membantu mu menyingkirkan ayah mertua yang mencoba memperkosa mu itu, ingat kau adalah budak ku selama empat tahun," ucap pangeran ke empat.
Choe Eun Soo membuang wajah nya tidak bicara sama sekali.
"jika tahu seperti ini, aku akan menyingkirkan tua bangka itu tanpa bantuan mu," batin Choe Eun Soo.
"aku tahu nona Eun Soo, aku tahu," ucap pangeran ke empat.
"haha.... sekuat apapun pertahanan seorang wanita jika wanita itu terlalu lama bersama seorang pria yang sama, maka perlahan wanita itu pasti akan merasa nyaman, suatu saat kau sendiri yang akan meminta ku untuk menjamah tubuh indah mu ini, kau sudah masuk dalam perangkap ku nona Choe, bersiaplah!!" batin pangeran ke empat menatap tubuh Choe Eun Soo yang bisa di bilang berisi dan ideal serta menonjol di beberapa bagian.
Malam itu Xiao Zhou mengenakan pakaian putih dengan ornamen huruf emas di sepanjang pinggiran jubah panjang nya, tubuh nya yang tinggi terlihat menawan dan bersih saat pria itu memasuki gerbang rumah tamu yang di sewa pangeran ke empat.
Hanya penjaga dari suku bul-bul yang memberi hormat pada nya, sedangkan tamu yang lain tidak ada yang tahu siapa sebenarnya pria bermata biru itu, para pemuda itu sedikit kesal karena Xiao Zhou terlihat begitu menonjol meski di antara pria tampan.
Pangeran Ke Empat menyambut Xiao Zhou dengan begitu berlebihan, dan kedua nya duduk di sebuah ruangan dengan sinar yang temaram, beberapa wanita penghibur menemani Xiao Zhou dan pangeran ke empat hanya di temani oleh Choe Eun Soo yang terlihat risih saat berdekatan dengan pangeran itu.
Meja rendah dan lebar terhampar memisahkan kedua pemuda yang sama-sama memiliki banyak istri itu, hidangan panas di atas meja itu begitu menggoda selera makan, Xiao Zhou mengeluarkan guci arak nya dan wanita penghibur meraih guci itu dan menuangkan nya ke sebuah cawan kecil.
"Pangeran sebaiknya apa yang ingin kau katakan padaku adalah hal yang penting," ucap Xiao Zhou.
"hahaha.... adik Xiao Zhou, tenang lah kita nikmati minuman dan para wanita ini, aku ingin menawarkan pertemanan dengan mu, katakan adik Xiao apa ada yang lebih penting dari sebuah pertemanan?" ucap Pangeran Ke Empat, dan meraih pinggang Choe Eun Soo agar lebih mendekat ke arah nya.
"aahhh..." Choe Eun Soo sedikit terkejut dan membiarkan saja tubuh nya menempel dengan Pangeran Ke Empat, namun kepala nya menjauh dari pemuda itu dan membuang wajah nya ke tempat lain.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis, dan meneguk cawan kecil nya,
"aahhhh.... sayang nya aku tidak tertarik dengan pertemanan mu Pangeran, aku tidak berteman dengan pengecut yang membunuh orang dari belakang," ucap Xiao Zhou.
"haha... licik dan tidak licik, mereka sama saja, mereka tetap lah seorang pembunuh adik Xiao, kau jangan terlalu mengambil hati hal yang tidak penting, dan sebagai tanda pertemanan aku akan menukar teman minum kita" ucap Pangeran Ke Empat, dan melepaskan tangannya di pinggang Choe Eun Soo.
Para wanita di samping Xiao Zhou berdiri dan kini duduk di dekat Pangeran Ke Empat, dan Choe Eun Soo dengan kepala tertunduk duduk sedikit jauh dari Xiao Zhou.
Xiao Zhou mengangguk,
"hahaha.... seperti nya kau begitu memaksa, apa kau yakin? hemmm, baiklah... aku akan mengikuti permainan mu ini, kita lihat sejauh mana kau bisa melakukan nya," ucap Xiao Zhou dan menarik pinggang Choe Eun Soo membuat wanita itu terpekik karena sedikit terkejut.
Wajah Pangeran Ke Empat berubah menjadi serius, tangan nya terkepal kencang hati nya begitu marah melihat salah satu wanita yang di kejar-kejar nya di peluk di depan mata nya, dan berusaha mengendalikan perasaannya.
"aku begitu yakin, dan aku harap kau tidak menyesal adik Xiao," ucap Pangeran Ke Empat.
Xiao Zhou menatap Choe Eun Soo kedua wajah mereka begitu dekat.
"seharusnya aku yang bicara seperti itu Pangeran," ucap Xiao Zhou dan menempelkan bibirnya ke bibir Choe Eun Soo, dalam beberapa detik kedua nya terlena dalam ciuman itu, mata Choe Eun Soo yang awalnya terbelalak tiba-tiba saja terpejam, dan saat tersadar dengan cepat Choe Eun Soo mendorong tubuh Xiao Zhou.
Mata Pangeran Ke Empat terbelalak, bahkan selama ini dirinya tidak pernah mencium Choe Eun Soo, dan yang menyakitkan tampak Choe Eun Soo seperti begitu menikmati ciuman sekejap itu, dengan cepat Pangeran Ke Empat meneguk isi cawan nya, dan dengan kasar mencium wanita penghibur di samping nya.
"Apa yang kau lakukan? berani sekali kau, aku bukan wanita penghibur," ucap Choe Eun Soo terlihat begitu kesal.