Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
bulan biru


Lun Zhing yue dan kedua teman prianya menyaksikan keributan yang terjadi tidak jauh dari tempat nya makan.


"ini menyenangkan, sebentar lagi pemuda penuh lumpur itu akan menemui ajalnya" ucap Wang Zhu, sambil mengibaskan kipas nya.


"seperti nya pemuda itu, memiliki sifat mesum seperti mu, apa kau tidak membantu orang yang memiliki sifat yang sama dengan mu?" tanya Huang Lang


"tidak, aku benci jika ada orang yang memiliki sifat yang sama dengan ku, dua singa tidak bisa hidup dalam satu gunung" guman Wang Zhu.


"singa? aku rasa kau dan pemuda itu hanya kecoa" ucap Huang Lang sambil tertawa


Lun Zhing yue hanya tersenyum mendengar ucapan Huang Lang, dan matanya sedikit menyipit menatap pemuda yang wajahnya penuh lumpur itu.


" nona lun apa kau mengenal pemuda mesum yang menggoda kakak mereka?" tanya Huang Lang


"cih... tidak... aku tidak mengenal nya, ini sangat menggangu" ucap Lun Zhing yue, dan kembali meminum teh nya, sesekali bola mata nya menatap tajam wajah remaja itu.


tampak bocah itu di hajar terus, hingga tidak bisa berdiri lagi


jari-jari lentik Lun Zhing yue bergerak memberi isyarat agar pengawal nya mendekat,


"kalian bantu remaja itu, aku rasa kedua orang itu sangat kuat, kalian mungkin bukan lawan nya, tapi berusaha agar remaja itu tidak terbunuh, aku tidak bisa melihat darah saat makan" ucap Lun Zhing yue, mencari alasan.


sementara dalam keributan itu Xiao Zhou hanya berlutut pasrah,


"apa tidak ada rencana yang lebih baik, Dewa Lou yi? atau kalian memang sengaja ingin menghajar ku?" tanya Xiao Zhou pelan, bola matanya melirik kearah pemuda yang sedang makan di lantai atas.


beberapa orang berpakaian pengawal menuju tempat Xiao Zhou, membuat Lou yi semakin menjadi jadi.


"matilah kau bocah" teriak nya dan mengarahkan pedang nya kearah kepalanya.


Lun Zhing yue berdiri, tangan nya mengepal, ingin melangkah, tetapi pemuda di sebelah sudah melayang di udara dan mencabut pedang dari punggung nya.


traaangggg.....


pedang Lou yi tertahan pedang Huang Lang saat-saat detik terakhir, membuat nya tampak sangat dramatis, sehingga semua orang bersorak, dan mengagumi Huang Lang, karena baru saja menyelamatkan nyawa seorang remaja.


dan pertarungan tidak dapat di hindari, dewa Lou yi dan Dewa kebijaksanaan beberapa kali harus berpura-pura terkena pukulan dari Huang Lang sebelum mereka melarikan diri.


"larilah kalian" teriak Huang Lang menarik perhatian, dan di sambut pujian dari beberapa orang di tempat itu.


"tuan muda terimakasih, dan sebagai ucapan terimakasih ku, terimalah anakku sebagai pelayan anda" ucap dewa pengetahuan sambil membungkuk.


"itu tidak perlu, kalian berdua bisa pergi" ucap Huang Lang.


"bagaimana jika remaja itu jadi pelayan ku saja" ucap Lun Zhing yue dari lantai dua.


"aaahhh nyonya, maafkan aku, tapi suami anda lah menyelamatkan nyawa nya, jadi jika suami nyonya tidak menginginkan nya, aku dengan senang hati memberikan nya pada nyonya" ucap dewa pengetahuan dengan suara serak sambil memberi hormat.


"sua-mi?" ucap Lun Zhing yue bingung, dan membuka bibir nya ingin bicara lagi, tapi sudah di dahului oleh Huang Lang.


"hahaha... bagus.... aku akan menjadikan anakmu sebagai pelayan ku" teriak Huang Lang memotong ucapan dari Lun Zhing yue.


****


di sebuah kamar mewah di sekte pilar keadilan,


seorang wanita berusia sekitar 43 tahun, yang masih terlihat begitu muda, sedang duduk di atas tubuh pria muda, tampak wajah nya sedang begitu berusaha menikmati sebuah permainan.


terlihat tubuh dewasa nya, begitu indah bergerak naik turun dengan kencang seakan ingin menghancurkan tubuh pria muda yang ada di bawahnya.


"aaahhhh... nyonya aku sudah tidak tahan lagi, aku sudah keluar dua kali, kali ini aku akan keluar lagi" ucap pemuda yang ada di bawah wanita setengah baya itu, dan tidak beberapa saat pemuda itu berteriak, dan diikuti desahan dari wanita diatasnya.


"terima ini, dan jangan pernah menunjukkan wajah mu lagi di depan ku" ucap wanita itu sambil melemparkan sekantung kecil yang berisi puluhan koin emas.


pemuda itu terlihat sedikit kesal, karena tidak mampu memuaskan wanita cantik itu.


"lain kali aku bisa lebih baik lagi, hari ini aku hanya lelah" ucap pemuda itu dan mengambil kantung uang itu.


"hahahaha... anak muda kau hanya memiliki nafsu yang besar, tapi tidak dengan kemampuan mu, tidak ada lain kali, sekarang enyah dari pandangan ku" ucap wanita dewasa itu, dan mengenakan pakaian tidur nya, dan keluar ke arah balkon nya, duduk menikmati minuman di meja di balkon itu.


"hemmm... pecundang," guman wanita cantik itu.


****


setelah bersih-bersih, Xiao Zhou duduk di kamar pelayan di kediaman Huang Lang, dan mulai mencari tahu tentang mutiara formasi, di kitab pengetahuan milik nya.


Xiao Zhou menemukan halaman yang menuliskan tentang mutiara formasi, dan juga tentang pilar langit Huang Fu, namun sayang halaman itu hanya memuat sebagian kecil saja, karena halaman lain nya telah di robek seseorang, dan hanya meninggalkan bekas robekan yang tidak rapi, dan terlihat tergesa-gesa.


"pilar langit Huang Fu, kau sedikit mencurigakan" guman Xiao Zhou dan keluar kamar nya meminta izin kepada Huang Lang untuk pulang mengambil beberapa barang milik nya, beralasan.


*****


di istana keseimbangan.


di aula keluarga Dewa Pengetahuan di temani beberapa istri Xiao Zhou sedang menunggu kedatangan nya.


Xiao Zhou melangkah dan duduk berhadapan dengan Dewa pengetahuan.


"aku sudah tahu kau akan pulang, katakan Zhou'er apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Dewa Pengetahuan.


"aku ingin tahu semua mengenai pilar langit Huang Fu" ucap Xiao Zhou mantap.


Dewa pengetahuan mengangguk, sambil mengelus jenggotnya.


"kitab pengetahuan itu dulunya milik Dewa suci Qing Tao, dan memberikan nya padaku saat mulai menjabat sebagai Dewa Pengetahuan, dan halaman mengenai pilar langit Huang Fu sudah di robek oleh seseorang.


dan orang yang melakukan pasti mempunyai kemampuan yang tinggi, karena kitab itu sangat sulit di hancurkan.


baiklah aku akan menceritakan sedikit tentang pilar langit Huang Fu sepanjang yang aku tahu saja" ucap Dewa Pengetahuan dan mulai bercerita.


Huang Fu kecil tidak dilahirkan dengan bakat jenius, tetapi yang aku dengar setelah dewasa dirinya menghisap hawa semesta, dan membuat nya menjadi monster tidak terkalahkan waktu itu, sehingga Kaisar Langit memberikan jabatan tinggi di istana Langit untuk menenangkan nya.


Huang Fu begitu senang dan sangat patuh kepada Kaisar Langit hingga saat ini," ucap Dewa Pengetahuan.


"hawa semesta?" tanya Xiao Zhou.


Dewa pengetahuan mengangguk lagi.


"benar, hawa semesta, dan ini adalah hal yang sangat ganjil, karena hawa ini akan memecahkan apa saja yang menghisap nya, dan tidak ada manusia atau dewa yang mampu menghisap hawa semesta, kecuali ada orang yang memberikan padanya. kau mengerti Zhou'er?? tanya Dewa Pengetahuan.


Xiao Zhou menggelengkan kepalanya.


"saat kau memberikan sari Pati darah mu pada istrimu, kau pasti akan membantu menahan gejolak darah baru di tubuh istrimu, agar tubuh istrimu tidak hancur.


begitu juga saat kau menerima darah dari Dewi Phoenix, dia menjaga mu agar tidak hancur.


dan sama seperti itu, aku rasa pilar Langit ada yang menjaga nya waktu memberikan hawa semesta pada nya, dan kami tidak tahu siapa orang yang memberikan hawa semesta ini pada nya" ucap Dewa Pengetahuan.


saat ini sebaiknya kau fokus dengan mendapatkan mutiara formasi ini Zhou'er, masalah kekacauan ini memang sudah harus terjadi, dan tidak bisa di hindari, juga masalah iblis di benteng tua kota shinjong, biksu suci Guan Tong, dan pedang khayangan sudah di sana untuk membantu jika iblis itu muncul, dan untuk penjahat fengyin delapan dewa penjaga dan dua pilar Langit sudah bersiaga penuh, jadi tidak akan terjadi sesuatu yang serius" ucap Dewa Pengetahuan lagi, yang mengerti kegundahan hati Xiao Zhou.


Xiao Zhou mengangguk, wajahnya terlihat mulai tenang.


****


Xiao Zhou menatap bulan yang membulat penuh dari balkon kamar nya, pikiran sedang mencerna setiap kata dari dewa pengetahuan.


"ahhhh... ini membuat ku gila" guman Xiao Zhou dan mengacak-acak rambutnya, dan tiba-tiba matanya menangkap seorang wanita hamil, yang begitu terlihat sedih saat menatap bulan penuh itu.


"Wei'er apa yang terjadi?" apa kau tidak bahagia setelah kita menikah? tanya Xiao Zhou mendekati Yun Li Wei.


Yun Li Wei tergesa-gesa mengusap air matanya, sambil menggeleng dan memeluk erat tubuh suaminya.


"maafkan aku suami, itu tidak benar, jika ada kebahagiaan dalam diriku sekarang, itu hanya karena menjadi istri mu, dan buah hati kita yang ada di perut ku ini, tapi aku punya satu rahasia yang tidak di ketahui semua orang," ucap Yun Li Wei


"tenangkan dirimu Wei'er, kau sedang mengandung kau tidak boleh terlalu berpikir yang bukan-bukan" ucap Xiao Zhou sambil mengelus-elus perut Yun Li Wei


Yun Li Wei mengangguk, dan mereka duduk berdua. dibalkon kediaman Yun Li Wei


" suami ku , aku tidak mengerti setiap bulan biru datang hatiku begitu sedih, seperti tersayat-sayat, bahkan aku akan menangis untuk beberapa hari, bulan itu akan datang dua bulan lagi, tapi hatiku sudah mulai sedih setiap menatap bulan penuh, inilah rahasia ku yang tidak pernah ku ceritakan pada siapapun" ucap Yun Li Wei.


"bulan biru" guman Xiao Zhou


"deggggg" jantung Xiao Zhou mulai berdebar, tubuh nya mulai merinding, dan teringat akan mimpi nya beberapa hari yang lalu.