Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Hancur nya hati Sang Pangeran


Aku tahu nona Eun Soo, aku tahu, maafkan aku, tadi aku hanya ingin memanasi hati orang itu, kita sudah tidak bertemu begitu lama, aku sedikit merindukan mu," ucap Xiao Zhou pelan.


"Kau? cukup... kau sudah tahu aku tidak mempan dengan rayuan bodoh mu lagi," ucap Choe Eun Soo, menatap Xiao Zhou sedikit kesal, dan menuangkan isi guci Xiao Zhou ke dua cawan di depan nya, dan mulai meneguk nya.


Keduanya mulai minum, dan berbincang seperti teman yang lama tidak berjumpa, serta tidak mempedulikan Pangeran Ke Empat yang selalu mencuri pandang ke arah mereka, dan tampak Pangeran Ke Empat sudah sedikit mabuk mulai menciumi gunung dari para wanita nya.


Choe Eun Soo sedikit canggung saat melihat aktivitas pangeran ke empat dengan wanita itu, meneguk isi cawan nya, tangan nya meraba tengkuk nya, tidak tahu apa yang harus di lakukan nya, sesekali menatap ke arah wajah Xiao Zhou.


"Apa kau menginginkan nya?" tanya Xiao Zhou dan mengangkat dagu Choe Eun Soo.


"iya.... aku selalu menginginkan melakukan itu dengan mu, hanya dengan mu saja, asal kau tahu aku selalu memikirkan mu," batin Choe Eun Soo, tangan nya meremas pakaian nya.


Choe Eun Soo menatap bibir basah Xiao Zhou yang sudah begitu dekat dengan bibir nya, dada nya berdebar kencang, dan hanya diam tidak tahu bicara apa.


Xiao Zhou yang mengetahui keragu-raguan Choe Eun Soo hanya tersenyum tipis, dan menjauhkan wajahnya, tapi tangan Choe Eun Soo menarik tengkuk Xiao Zhou membuat bibir nya kembali mendekat dan menempel di bibir Choe Eun Soo, keduanya mulai berciuman dengan liar.


****


Di sela-sela ciuman di gunung wanita penghibur itu, Pangeran Ke Empat dapat melihat ciuman buas Choe Eun Soo ke bibir Xiao Zhou, jari-jari tangan pangeran ke empat tanpa sadar mencengkeram kencang pinggang wanita penghibur itu karena marah, membuat wanita itu terpekik kesakitan, tetapi bukan membuat Pangeran Ke Empat berhenti, pria itu semakin kasar dan mulai melucuti pakaian wanita penghibur itu.


Salah satu wanita penghibur lain nya, begitu takut akan perlakuan kasar pangeran ke empat, dan dengan pelan mundur serta memadamkan beberapa lentera di ruangan itu dan meninggalkan tempat itu.


pangeran ke empat mulai menggila, dan sudah tidak peduli dengan sekitar nya, dan mulai menindih wanita tanpa pakaian di bawah nya, tetapi mata nya menatap Choe Eun Soo yang begitu bernafsu saat ciuman Xiao Zhou menjalar turun ke leher panjang wanita itu.


hati pangeran ke empat seperti terbakar, begitu marah leher indah yang di idam-idamkan nya itu mulai terlihat memiliki bekas dari orang lain, bahkan Choe Eun Soo sama sekali tidak pernah menatap ke arah nya,


"Nona Eun Soo sama sekali tidak peduli padaku, awalnya aku ingin melihat wanita itu cemburu saat aku berciuman dengan wanita lain," batin Pangeran Ke Empat.


Mata Choe Eun Soo terlihat terbelalak seperti tersadar, kepala nya menggeleng dan tangan wanita itu memegang tangan Xiao Zhou yang ingin masuk ke paha dalam nya.


"hentikan," hanya itu yang bisa di dengar oleh pangeran ke empat.


"hemmm... aku jadi sedikit tenang, ternyata nona Eun Soo masih sadar, dan tidak ingin bermain terlalu jauh, bagian itu harus aku yang mendapatkan nya," batin Pangeran itu sedikit lega.


Pangeran Ke Empat samar-samar mendengar percakapan Choe Eun Soo dan Xiao Zhou,


"seperti nya mereka sudah tidak bermesraan lagi," batin pangeran ke empat.


Pangeran Ke Empat sudah begitu mabuk dan kelelahan, dan mulai terbaring dan wanita penghibur nya mulai mengambil alih tugas nya dari atas, mata Pangeran Ke Empat sesekali dapat melihat apa yang sedang di lakukan oleh Choe Eun Soo.


Nafas Pangeran ke empat seperti berhenti, tidak menyangka apa yang dilihatnya, dalam temaram sinar hanya beberapa lentera, dari samping samar dapat di lihat Choe Eun Soo yang masih menggunakan pakaian lengkap tetapi paha putih nya, mulai duduk di pangkuan pemuda teman minum nya, terdengar pekikan dari bibir sensual nya, dan matanya terlihat begitu sayu, tubuh nya tampak bergetar saat gerakan mencoba duduk semakin ke bawah.


"aahhh.... ini tidak cukup," bisik Choe Eun Soo yang juga terdengar oleh pangeran ke empat.


"tidak... kau tidak boleh melakukan ini padaku nona Eun Soo, aku begitu mencintaimu, aku tidak dapat menahan rasa sakit ini, kau benar-benar sedang melakukan itu dengan pemuda lain," batin Pangeran Ke Empat, tetapi tenaga nya begitu lemas karena minuman dan permainan yang masih berlangsung.


Paha putih dan besar dan ******* Choe Eun Soo yang begitu merangsang membuat Pangeran Ke Empat tidak dapat menahan puncak permainan nya tubuh nya mengejang dan terdengar lenguhan nya yang kencang, tampak wajah wanita penghibur itu sedikit lega karena tugas nya sudah selesai, namun wajah nya sedikit terpana, sambil menelan ludah nya, saat melihat ke arah kedua orang yang sedang mereguk kenikmatan tidak jauh dari nya.


Pangeran Ke Empat mulai mengatur nafas nya dan masih menatap ke arah Choe Eun Soo, tampak keringat wanita itu mulai muncul di kening nya, gerakan nya terlihat begitu pelan dan pendek, tetapi bibir nya terus terbuka seperti begitu menikmati gerakan pendek itu, kedua lengan nya memeluk leher Xiao Zhou dan semakin lama suara berkecipak mulai terdengar dan perlahan semakin jelas, dan gerakan Choe Eun Soo semakin turun, tangan nya meremas rambut pemuda itu, lidah nya terlihat keluar dan saling membelit dengan lidah Xiao Zhou, ludah mereka saling bertukar dan bahkan ada yang menetes, Choe Eun Soo seperti tidak mempedulikan nya lagi, wajah nya yang di penuhi keringat terlihat begitu serius menikmati pergumulan panas itu.


"kalian berdua tidak akan aku maafkan, nona Eun Soo kau begitu tega, dan kau bocah sialan, kau akan menerima pembalasan ku," batin Pangeran Ke Empat


Dan tidak berselang lama gerakan nya semakin liar dan semakin kebawah, dan di akhiri dengan pekikan kencang dengan tubuh mengejang melengkung ke belakang, tampak perut wanita itu berkedut-kedut dengan nafas tersengal.


*****