
Xia Xhialun mengambil semua benda berharga nya,dan mengambil cincin dari mayat Wang Qibo dan mayat suami nya Song Quon, serta melihat isi nya dan memindahkan semua isinya ke dalam cincin milik nya kecuali beberapa kitab yang di lempar kelantai.
"kitab apa itu nyonya.??" tanya xiao zhou....
" jangan kau sentuh kitab itu, kitab itu peninggalan kakek sepuh yang terkenal, dan kau zhou'er cepat keluarkan api hitam mu tadi dan bakar semua dan juga bangunan ini," perintah Xia xhialun dan mengambil tanda pengenal milik Wang Qibo dan Song Quon.
...... .... .....
Mereka melewati perbatasan menggunakan kereta kuda sewaan dan menuju ibukota kekaisaran ming, didalam kereta kuda dua orang sedang berbincang.
"apa rencana mu Zhou'er," tanya Xia Xhialun menatap Xiao Zhou.
"aku akan menemui Puteri Ming Mei dan meminta izin untuk pulang ke danau untuk beberapa hari," ucap Xiao Zhou
"Apa kau merindukan ke dua calon istrimu?" tanya Xia Xhialun,dada nya terasa sakit.
"Kenapa aku merasa sedih, apa aku mencintai bocah ini? ohhh tidak... keponakan ku sangat mencintai pemuda ini aku tidak akan merebut nya," batin Xia Xhialun
"iya... aku merindukan mereka nyonya." ucap Xiao Zhou polos.
"apa kalian melewatkan malam yang panjang? hihihi..." goda Xia Xhialun
"aahhh pertanyaan macam apa itu? kenapa aku menjadi wanita mesum seperti ini sekarang?" batin Xia Xhialun dengan wajah memerah.
"Apa nyonya cemburu?" tanya Xiao Zhou balik menggoda.
"Cihhh... bocah nakal... katakan kenapa aku harus cemburu?" ucap Xia Xhialun berusaha menutupi perasaan nya kepada pemuda itu, menyungging bibir atas nya, menatap kesal ke arah Xiao Zhou.
"Apa kau sering melakukan seperti yang kau lakukan saat mengobati ku terakhir?" tanya Xia Xhialun lagi, wajah wanita itu sekarang benar-benar sudah memerah segar.
"heemmm... aku belum pernah melakukan yang seperti itu, aku baru melakukan nya cuma dengan nyonya saja," ucap Xiao Zhou.
"Apa itu enak? nyonya menyukainya?" tanya Xiao Zhou lagi, sedikit menahan senyum.
"Aku akan bunuh diri jika kau bertanya itu lagi" ucap Xia Xhialun,sambil tersipu dan menggigit bibir bawah nya mengingat kejadian itu, dan mulai merasakan basah di bagian bawahnya.
"itu hal ternikmat yang pernah aku rasakan dalam hidup ku selama ini," batin Xia Xhialun
****
Seorang pria mengambil cincin giok dari tumpukan abu,
"siapa melakukan ini? sungguh berani orang itu," ucap seorang pria dengan mahkota di atas kepala nya, dia adalah kaisar song.
" ini adalah cincin giok kekaisaran, cincin ini tidak bisa hancur dengan mudah dan cincin ini milik adikku, panggilkan aku Penasehat Han sekarang,' teriak Kaisar Song.
Beberapa saat kemudian,di aula istana kekaisaran song seorang pria sepuh menghadap Kaisar Song.
"Hormatku Yang Mulia" ucap pria sepuh tersebut, sambil membungkukan tubuh nya.
"aku tidak akan basa-basi lagi Penasehat Han," ucap Kaisar Song.
Orang yang di panggil Penasehat Han itu pun mengangguk,
"baiklah Yang Mulia.... Yang Mulia bisa mulai," ucap Penasehat Han dengan tenang.
"Berikan aku pembunuh terbaik mu," ucap Kaisar Song.
Penasehat Han mengerutkan keningnya sesaat, dan kemudian menganggukan kepala nya.
"baiklah Yang Mulia aku punya, bahkan dirinya yang terbaik di dua Kekaisaran," jawab Penasehat Han.
"Dia di juluki Sang Pembunuh Naga, tingkat kultivasi di ranah surgawi tingkat 8, orang ini benar-benar terlahir sebagai pembunuh, dia tidak segan untuk membunuh wanita dan anak-anak, dan banyak yang belum diketahui dari dirinya Yang Mulia," ucap Penasehat Han dengan senyum menghiasi bibirnya.
"Itu bagus... terdengar meyakinkan, aku harap dia bagus, seperti yang kau katakan, hahahah..." tawa Kaisar Song.
"Siapa target nya Yang Mulia?" tanya Penasehat Han.
"yang aku tahu dia seorang dari Kekaisaran Ming" jawab Kaisar Song.
****
Pagi itu salju turun lebih dari biasa nya perjalanan jadi sedikit lebih pelan, dalam kereta kuda dua orang duduk berbincang.
"kira-kira berapa lama lagi kita sampai?" tanya Xiao Zhou yang jarang berpergian dengan kereta kuda,
"sekitar 7 sampai 8 hari " jawab Xia Xhialun.
"Apa nyonya sudah punya rencana di ibukota," tanya Xiao Zhou.
"Belum ku putuskan, tapi yang jelas tidak berhubungan dengan banyak orang, terutama pria," ucap Xia Xhialun.
"Apa nyonya tidak berencana menikah lagi?" tanya Xiao Zhou.
"hihihi bocah... apa tidak ada pertanyaan lain? mata Xia Xhialun menatap mata Xiao Zhou, keduanya saling menatap, ada sedikit kerinduan di sorot dari kedua,
" pertanyaan mu mulai kearah itu? katakan padaku apa aku masih menarik?" tanya Xia Xhialun menyipitkan matanya menatap wajah Xiao Zhou, seperti tidak puas menatap wajah remaja itu.
"hemm..." hanya itu yang terdengar dari bibir Xiao Zhou sambil menganggukan kepalanya.
xia xhialun memegang wajah Xiao Zhou dan menatap nya dalam, sehingga wajah mereka kini sangat dekat.
"dengar... aku sudah menutup hatiku untuk semua pria, jikapun mungkin nanti ada pria, pria itu hanya dirimu, katakan padaku zhou'er, pada saat kita minum arak kenapa kau tidak melakukan nya padaku, padahal waktu itu aku tidak akan menolak mu?" bisik Xia Xhialun di telinga Xiao Zhou.
tangan kiri Xiao Zhou kini menarik pinggang Xia Xhialun dan tangan kanan remaja itu sudah menyentuh paha dari Xia Xhialun,
"tangan bocah ini sejak kapan sudah masuk ke gaun ku?" batin Xia Xhialun.
tangan Xiao Zhou mulai mengelus lembut dan bergerak ke arah milik Xia Xhialun.
"eh... emss... " hanya itu yang terdengar dari bibir Xia Xhialun yang terbuka.
"aku tahu anda tidak akan menolak ku nyonya, tapi anda melakukan nya hanya untuk berterima kasih padaku, dan anda tidak benar-benar menginginkan aku, bisik Xiao Zhou,byang kini bibir nya sudah hampir menempel di leher Xia Xhialun.
nafas berat Xia Xhialun mulai terdengar, dan bergetar,
"aku menginginkan mu Zhou'er, sekarang," bisik Xia Xhialun suara serak nya hampir tidak terdengar.
"usahakan untuk tidak berteriak nyonya," bisik Xiao Zhou, Xia Xhialun hanya mengangguk,
Xia Xhialun menggigit bibir bawahnya saat kepala bocah itu mulai turun,dan menciumi leher jenjang, dan ke gunung milik nya.
Xia Xhialun, menyenderkan badan ke dinding samping kereta itu tubuh nya setengah berbaring, dan kedua kakinya sudah terangkat.
Xiao Zhou semakin kebawah dan mulai menyiapkan kan pakaian bawah Xia Xhialun mulai melakukan tugas yang sangat di sukai Xia Xhialun, lenguhan nya mulai keluar, dan meremas rambut Xiao Zhou.
***
dingin nya salju membuat dua kusir kereta kuda itu menggigil,
"jalanan nya begitu rusak, pelan saja suadaraku," ucap salah satu kusir itu kepada teman nya.
"iya mudah-mudahan pelanggan kita di belakang tidak tergganggu," ucap kusir yang satu nya.
Xia Xhialun terus melenguh, tangan nya berusaha menggapai apa saja dan meremas nya.
"aku benar-benar sudah tidak tahan lagi, sekarang diam lah bocah, biar aku yang mengendalikan," ucap Xia Xhialun pelan, dan berusaha duduk di pangkuan pemuda itu.
"demi Dewa.. apa ini? begitu banyak pria yang pernah memperkosaku, aku tidak pernah bertemu yang sebesar ini, ini aku tidak bisa menggenggam nya," bisik Xia Xhialun.
"apakah sakit?" batin Xia Xhialun tapi rasa gatal nya sudah membuat nya melupakan perasaan itu, dan seperti mengikuti naluri alami nya, dan menurunkan pelan-pelan tubuh nya,
"Haakkkk.... "
Xia Xhialun terpekik, saat pertama kalinya, jemari lentik nya berusaha menutup bibirnya yang sedikit tebal, dan hanya melakukan gerakan pendek.
Xia Xhialun mulai berusaha keras untuk membiasakan nya, setelah melakukan nya cukup lama, perlahan tubuh nya semakin turun, kereta yang berguncang-guncang membuat mereka berdua begitu terbuai dalam kenikmatan, dan menyamar kegiatan di dalam kereta itu, sekaligus meredam ******* dari seorang wanita yang dilanda puncak kenikmatan.
dan kereta kuda pun mulai berjalan agak cepat, memasuki jalan yang agak mulus, di iringi ******* pelan Xia Xhialun karena jari-jari tangan nya menutup bibirnya, dan tubuh nya mengejang dan berkedut-kedut di atas pangkuan Xiao Zhou, dengan sedikit berteriak,
****
"Tuan masakan sudah siap, tuan dan nyonya bisa makan malam sebelum istirahat, kedua kusir itu sudah mendirikan dua tenda untuk Xiao Zhou dan juga untuk mereka, dan menyalakan beberapa lentera.
suasana sedikit gelap, sesekali salju turun tidak terlalu lebat, mereka beristirahat di lereng sebuah bukit di tepi hutan Cemara yang kering tanpa dedaunan.
mereka berdua keluar kereta kuda,
"nyonya anda terlihat sangat segar," ucap salah seorang kusir.
Xia Xhialun hanya tersenyum tapi tidak menjawab, dan merapikan kain yang di pakai menutupi kepala dan melindungi leher nya, yang penuh bekas dari gigitan remaja itu.
Wanita dewasa itu duduk berdampingan, mulai memakan masakan di meja yang di ikuti Xiao Zhou, tangan kirinya selalu mengandeng lengan Xiao Zhou seperti tidak ingin terpisah.
"bisakah kita melakukan itu lagi," ucap Xia Xhialun, membuat Xiao Zhou tersedak dan menghamburkan makanan dari bibir nya.
"bisakah nyonya lebih pelan sedikit," ucap Xiao Zhou pelan sambil melihat dua kusir yang sibuk di tenda mereka yang tidak begitu jauh.
"maafkan aku zhou'er, aku seperti anak kecil mendapat mainan baru, dan aku benar-benar baru mengetahui jika melakukan itu lebih nikmat dari mimpi yang pernah ku alami, dan juga lebih nikmat dari saat kau hanya menggunakan lidah mu saja, aku begitu menyukai ini," guman Xia Xhialun merebahkan kepala nya di lengan Xiao Zhou, dan tangan Xia Xhialun sudah masuk kedalam pakaian Xiao Zhou.
"aahhh... aku mulai basah lagi," bisik wanita itu menatap liar ke arah Xiao Zhou.