
"Sayang nya dia berasal dari kalangan biasa dan tidak ada relasi yang mumpuni tidak ada teman nya yang bisa di bilang hebat," ucap salah satu dari tamu yang mirip seorang bangsawan.
"hahaha... kau benar bangsawan Wang,dan seperti nya menantu ku tidak ada kenalan yang cukup memuaskan mu," ucap Kaisar Ming, sedikit kesal.
jederrrrrrtttt......
belum selesai Kaisar Ming bicara petir menyambar, dan langit menjadi mendung,
tiba-tiba sudah muncul seorang kakek sepuh di depan mereka.
"siapa anda?" tanya Kaisar Ming.
"ohhh anda Kaisar Ming, ayah mertua Zhou'er, maaf membuat anda kaget, aku Dewa Pengetahuan ingin memberi selamat kepada bocah kecil itu, oh ya... Kaisar Ming aku juga membawa hadiah untuk ayah mertua nya Zhou'er, mohon diterima, ini adalah sebuah kitab tehnik pernapasan jika anda menguasai nya usia anda akan bisa mencapai ribuan tahun," ucap Dewa Pengetahuan.
Mata Kaisar Ming, dan semua tamu di tempat itu terbelalak, tidak menyangka akan bertemu dewa sungguhan di tempat itu.
"oh tentu saja... aku begitu terima kasih dewa," ucap Kaisar Ming dengan bibir agak bergetar.
semua yang duduk di meja kaisar membeku untuk pertama kali mereka bertemu dewa sebenar nya,
"bangsawan Wang setidak nya menantuku punya teman seorang dewa, bukan kah itu relasi yang baik? ucap Kaisar Ming dengan nada menyindir.
bangsawan wang yang menyadari rahang nya sakit karena menganga dari tadi cuma mengelus dada.
"maafkan perkataan hamba mengenai menantu anda yang mulia kaisar, hamba benar-benar buta," ucap bangsawan Wang, terlihat begitu menyesal telah merendahkan Xiao Zhou.
jederrrrt.... jederrrrt....
bangsawan wang hampir muntah darah melihat beberapa dewa dan juga dewi muncul tidak jauh dari tempat mereka duduk, dan tetiba lingkaran hitam muncul di lantai tepat di depan meja makan mereka, dan muncul dari lantai sosok dengan tubuh besar serta kumis dan jengot yang tebal, wajah nya sangat beribawa dan menatap mereka semua.
"aahhh kebetulan" guman pria yang muncul dari lingkaran itu.. semua orang di meja makan itu membeku karena ketakutan, melihat wajah begitu tegas dan sekaligus berwibawa itu.
"aku raja neraka apa boleh aku bergabung dengan kalian?" tanya raja neraka.
"oh tentu saja tuan,silakan duduk," jawab Kaisar Ming.
Wajah bangsawan wang tomat rebus hampir menangis, mengingat ucapan nya tadi dan mereka pun berbaur serta duduk bersama.
"oh bocah aku ingin memberi mu ini," ucap dewa pengetahuan dan mata nya menatap sekitar dan yakin kalau tidak ada yang memperhatikan, dewa pengetahuan memberikan sebuah kitab,
"ini kitab untuk menyenangkan istri" ucap Dewa Pengetahuan berbisik.
"terima kasih Dewa Pengetahuan," ucap Xiao Zhou,
Dewi masakan pun menghadiahi hidangan langit, semua masakan di meja berganti dan berubah menjadi hidangan yang sangat lezat.
dan dewa arak memberikan guci arak yang cantik kepada Xiao Zhou.
"terimalah ini bocah, aku tahu kau menyukai minuman, isi guci ini tidak akan bisa habis kecuali sekali teguk, tapi dalam beberapa detik akan penuh lagi, kau akan menikmati arak khayangan meski bukan arak terbaik di istana langit," ucap dewa arak.
Malam telah larut semua tamu sudah meninggalkan tempat pernikahan, karena kelelahan tersenyum sepanjang hari, para pengantin pun tertidur dalam satu ranjang yang sangat besar.
***
pagi hari itu kabut masih menyelimuti danau dan bangunan di kediaman itu, tampak beberapa pelayan sedang menyapu dan membersihkan halaman.
mereka bertujuh sarapan sambil bercerita mengenai pesta kemarin.
"adik mei nanti malam adalah milik mu jadi bersiaplah" ucap Xue, membuat wajah Puteri Ming Mei memerah, dadanya berdebar kencang.
"Suami apakan aku bisa memiliki anak darimu? ucap Xia Xhialun.
"Umurku tidak muda lagi tapi aku ingin mempunyai seorang anak," ucap nya lagi.
"Aku sudah memeriksa tubuh mu lun'er kau bisa mempunyai anak dariku," ucap Xiao Zhou sambil tersenyum.
"Aku juga mau" ucap hampir semua wanita mengatakan hal yang sama.
Xiao Zhou mengangguk kepalanya dan meletakkan sumpit dari tangan nya.
"baiklah... tapi kalian harus menerima inti dari darah ku dulu," ucap Xiao Zhou menatap wanita itu bergantian.
"apa? jelasakan pada kami," ucap Liu Fenghua.
"aku akan memberikan inti darahku, ini akan menyakitkan, apa kalian sanggup?" tanya Xiao Zhou.
para wanita menganggukan kepala.
"dan setelah itu kalian akan menjadi manusia terkutuk sepertiku," ucap Xiao Zhou.
"manusia terkutuk?" ucap hampir semua wanita dan menatap ke arah Xiao Zhou, dengan mata sedikit melebar.
"kalian tidak akan bisa merubah, maksud ku tidak bisa menua, sama sepertiku, tetapi anak-anak kita tidak bisa seperti kita, mereka akan menua dan mati, apa kalian masih menginginkan nya?" tanya Xiao Zhou.
semua wanita saling menatap,
"kami sudah mengikutimu sampai sejauh ini, jadi kami akan ikut sampai akhir bersama mu," jawab Xue, dan semua wanita mengangguk.
****
Pagi itu Xiao Zhou membaca kitab yang di berikan Dewa Pengetahuan di ruang baca, dan tidak lama terlihat senyum di sudut bibir remaja itu.
'aahh dewa mesum itu" guman Xiao Zhou sambil menutup kitab baru nya itu.
"ini pengetahuan memuaskan istri,hemm... " Xiao Zhou menganggukan kepala nya.
****
"aku takut" guman Puteri Ming Mei yang sekarang duduk di ranjang.
Xiao Zhou yang mengerti ucapan Puteri Ming Mei mendekat dan memeluk nya.
"tenanglah Mei'er, kau terlalu memikirkan nya, sebaik nya kita sedikit minum agar tubuh mu bisa lebih tenang, dan kita tidak harus melakukan nya malam ini," ucap Xiao Zhou.
"benarkah? apa kau tidak keberatan kita tidak melakukan nya malam ini," tanya Puteri Ming Mei.
"tidak... kita melakukan nya saat kau menginginkan nya," ucap Xiao Zhou, membuat wajah Puteri Ming Mei terlihat begitu lega, tidak ada ketegangan di wajahnya.
dan mereka pun mulai minum dari guci dewa arak, Puteri Ming Mei duduk menyamping di pangkuan Xiao Zhou, dan bergelut manja di leher suaminya.
Wajah puteri sudah terlihat memerah, karena terpengaruh minuman,
"aku tidak percaya kau sekarang sudah menjadi suamiku saat ini," ucap Puteri Ming Mei.
"Apa kau bahagia?" tanya Xiao Zhou.
"hihi... tentu saja, aku sangat bahagia, kau tahu? aku sudah menyukai mu saat pertama kali melihat mu di turnamen di altar bulan itu," ucap Puteri Ming Mei.
"aku begitu putus asa, saat aku sudah bertunangan dengan Wei Jilli dan juga mendengar kau sudah memiliki calon istri, aku merasa begitu hancur, hatiku begitu sakit saat itu," ucap Puteri Ming Mei mulai terisak, air matanya mengalir deras di pipinya.
Xiao Zhou mengusap air matanya wanita cantik itu, kedua nya saling menatap.
"aku sangat merindukan mu Puteri," ucap Xiao Zhou.
"aku juga suami," ucap Puteri Ming Mei hampir tidak terdengar, bibi keduanya saling mendekat dan menempel begitu pelan,
Xiao Zhou dapat merasakan rasa asin bekas air mata di bibir merah Puteri Ming Mei, dan pemuda itu melepaskan ciumannya, dan menatap ke arah wanita itu.
Wajah Puteri Ming Mei merona, karena ini adalah ciuman pertama mereka, dan Puteri Ming Mei memejamkan matanya dan kembali mendekatkan bibirnya, Xiao Zhou mulai membuka bibirnya dan mengeluarkan lidah nya, perlahan Puteri Ming Mei mulai panas dan mengikuti permainan itu, nafas nya mulai berat, dan saat Xiao Zhou mulai bermain di leher panjang nya, tubuh wanita itu mulai bergetar hebat.
"aahhhhsss... suami..."
tangan nakal Xiao Zhou masuk kedalam pakaian Puteri Ming Mei, wanita itu semakin panas, dan seperti membantu melepaskan beberapa pakaian nya.
"kau begitu cantik mei'er" bisik xiao zhou di telinga Puteri Ming Mei, pakaian nya sudah berantakan, tubuh indah nya mulai terlihat di beberapa tempat begitu di jaga wanita itu.
Puteri Ming Mei mendesah pelan..
"suami kau sangat nakal," bisik puteri lagi, nafas nya mulai berat dan terlihat liur nya membasahi bibir indah nya, jempol xiao zhou mengusap lembut bibir puteri, sorot matanya begitu sayu, dan menggigit bibir bawahnya saat kepala Xiao Zhou bermain semakin kebawah di sela-sela pakaian nya.
Xiao Zhou mempraktekkan ilmu baru nya, dan melakukan selembut mungkin.
kini setengah tubuh Puteri Ming Mei sudah terbaring di atas meja, Xiao Zhou menatap tubuh bawah Puteri Ming Mei tanpa berkedip.
"kau jangan menatap punyaku aku jadi malu," ucap puteri di sela-sela ******* nya,
"ahhhsss ... aku sudah tidak tahan," ucap Puteri Ming Mei.
"cepat lakukan suamiku" guman Puteri Ming Mei yang sudah melupakan rasa malu nya.
"Aahhhkkk... suami pelan," suara Puteri Ming Mei saat Xiao Zhou mulai melakukan nya,
dan tidak berselang lama, ******* semakin kencang terdengar dan kini suara Puteri Ming Mei semakin liar,
"ahhh su-ami ini sangat nikmat, kenapa kau tidak melakukan nya dari dulu?" suara serak puteri terdengar,
dan tubuh Puteri mengejang nafas nya seperti berhenti, bibirnya terbuka lebar melepaskan semua dari tubuh nya.
****
Pagi hari nya mereka semua menertawakan puteri, dan jadi bahan olok-olokan semua wanita di tempat itu.
"Adik Mei kau keluar berapa kali," ucap Xia Xhialun yang kini memanggil ponakan nya dengan sebutan adik.
"hemmmm 8 kali, dan aku ngompol 2 kali, guman Puteri Ming Mei hampir tidak terdengar dan menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
semua orang di sana membeku bibir mereka semua sedikit terbuka.
"kau bocah, apa yang di katakan adik Mei itu benar?" ucap Liu Fenghua dengan mata melebar.
"Mei'er memiliki tenaga yang kuat," jawab Xiao Zhou.
Liu Fenghua menarik tangan Xiao Zhou dan mereka masuk ke kamar Liu Fenghua.
" lakukan yang sama padaku" bisik Liu Fenghua.
dan siang itu liu fenghua keluar kamar dengan jalan tertatih-tatih, rambut nya berantakan dan wajah nya terlihat begitu lemas, dan terlihat begitu puas
"bocah itu... bagaimana bisa sepintar itu?" guman Liu Fenghua, menatap para wanita yang menunggu nya di depan kamar nya.
para wanita mendekati Liu Fenghua,
"kakak Liu kau tidak apa-apa" ucap Yumiko.
"aku 12 kali keluar dan 3 kali ngompol.
semua wanita yang mendengar kembali membeku, dan kali ini giliran Xue sudah lebih dulu melesat ke kamar yang di gunakan oleh Liu Fenghua tadi, dan seharian itu semua mendapat giliran nya masing-masing, dan semua nya terlihat tidak percaya dengan apa yang dialami nya, suami mereka begitu pintar dalam melakukan itu.