
aahhhhssss....." lenguhan Park Geun Soo begitu menggairahkan, saat ujung benda itu menekan bibir celah nya yang mulai sedikit terbuka karena benda itu begitu keras.
pangeran ke empat mulai mendengar dengan samar lenguhan kedua insan yang sekarang lebih fokus menikmati gesekan milik mereka daripada ciuman mereka, namun mata nya sama sekali tidak mampu untuk di buka, dan hanya mampu mendengar sesekali desa*Han dari bibir kekasih baru nya.
Park Geun Soo melihat gerakan kecil dari pangeran ke empat, membuat nya menahan gerakan tubuh pria di atas nya, mata nya melebar dan memberi isyarat agar berhenti bergerak.
"tenanglah.... kesadaran nya belum pulih, butuh dua jam untuk pangeran benar-benar sadar," bisik Kim bong Goo dan kembali men*ciumi leher indah yang sudah di penuhi keringat,
Park Geun Soo kembali terbuai dengan kenikmatan di milik nya yang sudah begitu banjir, lenguhan tertahan nya kembali terdengar meski begitu pelan,
"ouuhhh.... lebih kencang," guman Park Geun Soo yang sudah tidak dapat menahan gejolak tubuh nya, Kim bong Goo melipat satu paha Park Geun Soo ke perut wanita itu, membuat milik nya semakin tampak membusung meski masih terbungkus kain basah.
"apakah nikmat?" tanya Kim bong Goo menatap wajah Park Geun Soo, dan terus menekan ujung milik nya yang tampak sudah semakin tertelan meski di lapisi kain.
"aahhh.... jangan berkata seperti itu," ucap Park Geun Soo begitu pelan, wajahnya terlihat sedikit malu dan matanya sesekali terbuka menatap ke arah pangeran ke empat.
"hehe... katakan saja nyonya tidak perlu malu, begini saja sudah terasa begitu nikmat, apalagi jika sampai itu," ucap Kim bong Goo memancing agar Park Geun Soo mengizinkan nya memasukkan benda nya.
"sampai itu apa? aahhh.... maksud mu, kau tidak berencana memasukkan milik mu itu bukan, aahh..." ucap Park Geun Soo dengan suara bergetar tangan nya meremas apapun yang di sentuh nya.
Park Geun Soo semakin kencang menggerakkan pinggulnya dari bawah, tangannya mulai mencengkeram pinggul Kim bong Goo serta menarik nya,
"seperti aku akan keluar, lebih kencang lagi," guman Park Geun Soo gerakan tubuh nya mulai tidak teratur dan sedikit kasar.
Kim bong Goo yang menyadari puncak kenikmatan Park Geun Soo sudah di puncak, memasukkan tangannya kebawah dan dengan begitu pelan dan menyingkap pakaian dalam Park Geun Soo dan dengan pelan menempelkan ujung benda nya, dan menekan nya secara perlahan.
sebenarnya Park Geun Soo merasakan jika tangan Kim bong Goo berusaha menyingkirkan lapisan terakhir nya, namun rasa nikmat sudah mengalahkan kesetiaan nya pada kekasih baru nya, dan membiarkan saja teman dari kekasihnya itu melakukan nya, bahkan wanita itu seperti berharap jika pemuda itu semakin berani, dan menuntaskan seluruh permainan nikmat mereka malam itu.
"aaahhhhhsss....." pekikan Park Geun Soo sedikit kencang, saat ujung besar itu benar-benar membelah bibir celah berlendir miliknya.
"ouuhhh.... ini benar-benar terasa, dan nikmat," guman Park Geun Soo yang sudah menyadari jika pakaian dalam nya sudah tersingkap dan benda panas itu sudah memasuki nya.
seperti tidak memberikan waktu untuk berpikir kepada Park Geun Soo, Kim bong Goo menekan dengan ayunan perlahan namun bertenaga, membuat Park Geun Soo hampir mencapai puncak kenikmatan tidak mampu menolak.
"mmmsssss...., kenapa kau memasukkan nya?" guman Park Geun Soo berpura-pura tidak suka, suara nya terputus-putus dan bergetar, mata nya menatap ke arah pangeran ke empat,
tidak berselang lama, ruangan itu di penuhi aroma bi*rahi, dan suara khas orang bercinta, erangan keduanya semakin sering terdengar, dan ranjang mereka pun mulai mengeluarkan suara yang bercampur dengan suara perpaduan benda becek.
"eenghhhhhh.... terus, lebih kencang, ini begitu nikmat, aku sedikit lagi," ucap Park Geun Soo dengan suara bergetar, dan sekarang dengan begitu antusias menyambut benda itu dari bawah agar benda itu benar-benar masuk seluruhnya.
"aahhhhh.... aku keluar," teriak Park Geun Soo yang seperti sudah tidak peduli lagi jika kekasih nya sedang setengah sadar tidak jauh dari nya.
tubuh Park Geun Soo mulai bergetar, dan berkedut-kedut sesekali dan di barengi Geraman dari Kim Bong Goo dengan tubuh yang juga bergetar hebat.
keduanya saling berpelukan untuk sesaat dan mengatur nafas masing-masing, dan tidak lama tampak pangeran ke empat mulai mencoba berdiri,
Park Geun Soo dengan cepat memperbaiki pakaian nya, dan memberi isyarat agar Kim bong Goo keluar dari arah kaki ranjang, Park Geun Soo dengan cepat bangun dari ranjang nya dan menghampiri dan mengalihkan penglihatan pangeran ke empat yang masih terhuyung-huyung, dan Kim bong Goo secara mengendap-endap perlahan keluar dari ruangan itu.
***
di dalam rumah sederhana seorang wanita yang sudah selesai membersihkan tubuh nya sedang menyisir rambut sepinggangnya dengan begitu pelan seperti sedang berada di tempat lain, wajahnya tampak sedikit tegang dengan tatapan mata menerawang, dan mulai berdiri mendekati sebuah pakaian yang tergeletak di atas ranjang nya
jemari kurus nya mengangkat gaun pendek berwarna hitam itu dengan pinggiran berenda menatap nya dan memeluk pakaian itu erat-erat.
"yah dewa... apa yang sedang ku lakukan? ini sangat memalukan aku membeli pakaian nakal ini, dan juga sudah mencukur rambut di bagian intim ku, apa yang sedang aku harapkan? Park Min Ji ini benar-benar gila," guman Park Min Ji.
"apa aku harus memakai gaun ini? aahh tidak, aku tidak akan mengenakan nya di usia ku saat ini, ini akan membuat bocah itu tidak bisa menutup bibirnya itu, hihihi.... " batin Park Min Ji begitu bimbang dan dada nya sedikit tegang membayangkan malam ini dirinya berduaan dengan pemuda itu.
dan tidak berselang lama, wanita dewasa itu melangkah dengan meliak-liukan badan masuk ke kamar Xiao Zhou, gaun hitam dengan pinggiran beredar itu dengan kelenturan membungkus pinggang ramping nya, membuat pinggul nya terlihat semakin lebar membuat gaun itu menjadi sesak, bahkan garis-garis pakaian dalam dari Park Min Ji begitu tercetak.
wanita berkulit putih halus itu duduk di ranjang Xiao Zhou dengan nafas tersengal karena begitu gugup apa yang akan terjadi di ranjang itu saat mereka melewatkan malam bersama.
"aahhh... kenapa aku begitu gugup? aku bahkan tidak terbayang apa yang terjadi malam ini," batin Park Min Ji dan membaringkan badannya di ranjang Xiao Zhou sambil menunggu kedatangan remaja itu.
***
tidak jauh dari rumah, di tanah lapang yang hanya di tumbuhi rerumputan hijau, seorang remaja dengan rambut sedikit panjang yang diikat model ekor kuda, dan rambut depan nya menutupi sebagian wajah tampan nya sedang melangkah begitu tenang, meski di kelilingi puluhan bayangan hitam yang mengeluarkan suara parau.
"kalian berhasil melewati labirin di goa Kirin itu rupanya," ucap Xiao Zhou dan mengangkat tangan kiri nya yang memegang pedang kematian yang masih tersarung di depan wajahnya.