Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
perjodohan


aku Kaisar Langit, dengan ini mengumumkan perjodohan Penguasa ke 15 Xiao Zhou dan Puteri ku Yun Qixuan hari ini di resmikan dan selanjutnya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu yang akan di tentukan kembali, dan menerima semua hadiah pernikahan yang sudah aku kirimkan, aku perintahkan semua pihak mematuhi nya" ucap Puteri Yun Qixuan,


Puteri Yun Qixuan menggigit jempol hingga berdarah dan menggoreskan nya ke gulungan itu, dan seketika tulisan di gulungan itu berubah menjadi berwarna merah darah, dan berubah sesuai kata-kata dari yang di ucapkan oleh puteri Yun Qixuan tadi.


Xiao Zhou memejamkan matanya dalam-dalam,


"aku Xiao Zhou menerima perintah Kaisar Langit" ucap Xiao Zhou, dan Puteri Yun Qixuan memberikan gulungan itu ke tangan Xiao Zhou.


"selamat atas perjodohan anda tuan muda" ucap seluruh pejabat yang ada di aula itu bersamaan.


Dewa Lou yi, membeku dan tidak bicara sama sekali.


"tuan Puteri bisakah kita bicara sebentar" ucap Xiao Zhou


"aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi calon suami ku" ucap Puteri Yun Qixuan dan meninggalkan aula itu.


Xiao Zhou mengejar Puteri Yun Qixuan dan menarik tangan nya secara kasar dan membawa nya ke tempat sepi.


"kau? lepaskan tanganku, kau menyakitiku" ucap Yun Qixuan dan menarik tangan nya.


"Puteri.... kau tahu apa yang telah kau lakukan barusan?" ucap Xiao Zhou


"aku sangat tahu apa yang aku lakukan, aku Puteri Kaisar Langit Yun Qixuan telah melanggar perintah langit, dan aku sudah tahu hukuman yang akan aku terima, dan aku tidak takut sama sekali" ucap Yun Qixuan dengan nada begitu mantap.


wajah Xiao Zhou begitu terkejut dengan apa yang di dengar nya.


"katakan kenapa kau melakukan perbuatan bodoh ini?" teriak Xiao Zhou.


"aku sangat membencimu, dan aku akan merusak ketenangan hidupmu selama nya, sebagai istri mu" ucap Yun Qixuan.


"kau??? kau membuat ku gila, kau membuang masa depan mu hanya untuk membalas dendam kepada ku?" teriak Xiao Zhou.


"cukup... jangan berteriak lagi, karena ini baru permulaan, kau akan aku buat lebih gila lagi, jadi simpan energi mu itu, kau yang memulai ini, jadi.... terimalah dengan lapang dada" ucap Puteri Yun Qixuan, dan meninggalkan Xiao Zhou yang hanya berdiam.


****


keesokan harinya Puteri Yun Qixuan memasuki aula keluarga dan beberapa istri Xiao Zhou menyapanya.


"kakak Ming apakah aku bisa bicara dengan Zhou'er?" tanya Puteri Yun Qixuan


"tentu saja, aku adalah calon istrinya jadi tidak perlu bertanya seperti itu lagi, pergilah adik Yun, calon suami mu itu sedang di ruang baca di temani kakak Xia" ucap Puteri Ming Mei, dan Puteri Yun Qixuan pergi menuju ruang baca.


Xue dan Liu fenghua sedikit terkejut dan mereka saling bertatapan,


"kau bilang adik Xia?" ucap kedua wanita itu bersamaan, membuat Puteri Ming Mei ikut terkejut.


"yah Dewa... Kaisar jalang itu?" ucap Puteri Ming Mei seakan baru menyadari kesalahannya nya, dan ketiga nya mengejar Puteri Yun Qixuan.


mata Puteri Yun Qixuan melebar, wajah begitu merah, melihat pemandangan di ruang baca itu.


"suami.... cepat lah!!! aku sudah tidak tahan lagi" ucap Xia xhialun yang kini duduk di atas meja belajar dan kedua kakinya di tekuk dengan paha yang dibuka lebar.


pakaian Xia xhialun masih utuh, walaupun sudah berantakan di bagian dada dan bagian bawah nya.


aahhhhkkkkkk..... pelan suami, ini masih saja sulit walaupun aku sudah sangat basah" guman Xia xhialun dengan suara terputus-putus, dan tak lama teriak kenikmatan keluar dari bibir sensual nya, dan tubuh nya mulai bergetar hebat.


ketiga wanita yang mengejar Puteri Yun Qixuan tidak menemukan orang yang di cari nya, dan melihat Xia xhialun sedang tertidur lelap di atas meja Xiao Zhou, dengan pakaian yang masih berantakan dan terlihat cairan di lantai begitu banyak.


tubuh Puteri Yun Qixuan bergetar hebat, kedua tangan nya mengepal keras, dan duduk di atas ranjang nya dengan kedua kakinya di tekuk.


"apa itu? ini pertama kalinya aku melihat orang bercinta secara langsung, aku pernah melihat gambar di pagoda kedewasaan, tapi tidak sebesar itu" batin Puteri Yun Qixuan dan mengingat kejadian yang pertama kalinya di lihat.


"ekspresi wajah kakak Xia seperti begitu menikmati perlakuan bocah mesum itu, apakah melakukan itu senikmat itu? aahhh apa ini?" batin Puteri Yun Qixuan dan merasakan basah di bagian bawahnya.


"aahhh... sebaiknya aku membersihkan tubuh ku saat ini, tubuh ku terasa panas terbakar" batin Puteri Yun Qixuan, dan masuk ke ruang mandi nya.


***


di balkon kamar Xiao Zhou,


"seperti nya rencana mu berantakan suami?" ucap Yun Li Wei.


"kau benar... sekarang semua nya sudah terlambat, tidak ada jalan buat kami kembali" ucap Xiao Zhou


"iya.... Puteri Kaisar Langit sudah membuang dirinya, dan mau tidak mau kau harus menerima nya" ucap Yun Li Wei.


Xiao Zhou hanya mengangguk,


"rencana? hehe.... suami tetaplah tenang, sekarang kau adalah suami nya, baik atau buruk cobalah bersikap seperti seorang suami" ucap Yun Li Wei.


malam itu Xiao Zhou masuk kedalam sebuah kedai mi di kota kecil nya, dan memesan makanan.


Xiao Zhou mengeluarkan guci nya dan menuangkan ke dalam cawan sambil menunggu pesanan nya datang.


pemilik kedai itu membawa satu mangkuk mi dengan potongan daging empuk, dan beberapa sayuran di atas nya, warna kuah nya yang kemerahan membuat tampak panas dan pedas.


"hemmm... ini seperti enak paman" ucap Xiao Zhou menatap semangkuk mi hangat.


"hehe... bocah kecil... silakan makan," ucap paman pemilik kedai kecil itu.


Xiao Zhou mengambil sumpit dan mulai mengaduk mi di mangkuk nya, dan perlahan mulai menikmati nya.


"apakah itu enak?" tanya seorang wanita yang tidak lain adalah puteri Yun Qixuan


Xiao Zhou hanya memejamkan matanya saat mendengar suara dari Yun Qixuan, karena dirinya begitu mengenal suara nya, dan mengangkat wajahnya menatap wajah Yun Qixuan.


Yun Qixuan duduk di samping Xiao Zhou dan meraih mangkuk mi Xiao Zhou dan juga sumpit dari tangan nya,


"berikan padaku" ucap Yun Qixuan dan mulai menikmati sisa mi di mangkuk Xiao Zhou, membuat pemuda itu hanya membeku dengan bibir masih penuh makanan.


"ini sangat enak" ucap Yun Qixuan, dan mengelap bibir nya, dan juga Xiao Zhou dengan sapu tangan nya.


Yun Qixuan mengambil paksa guci di tangan Xiao Zhou dan menuangkan di cawan nya.


keduanya minum dengan wajah sama dingin, dan sorot mata kedua nya sama-sama bermusuhan.


"paman berikan kami makanan kecil" ucap Yun Qixuan.


dan tidak lama, pemilik kedai itu datang dengan daging panas di mangkuknya.


"silahkan nona, aahhh... seperti nya kalian pasangan yang sangat serasi," ucap paman itu.


"hihi... paman benar kami pengantin baru" ucap Yun Qixuan dan menatap Xiao Zhou dengan senyum indah, membuat wajah cantik nya menjadi sempurna.


"hahaha... kalian seperti nya bukan orang biasa, wajah kalian begitu berkelas, dan kulit kalian berdua begitu bersih apa kalian putera dan Puteri seorang bangsawan tinggi?" tanya paman itu.


"aahhh..." bibir Yun Qixuan sedikit terbuka saat tangan Xiao Zhou memegang paha nya dan mulai bermain di sisi dalam nya.


"benar paman... dan kami memang pasangan yang sedang jatuh cinta, benarkan istriku?" ucap Xiao Zhou dan menatap mata Yun Qixuan


"su-ami... aku" hanya itu yang keluar dari bibir Yun Qixuan


"tangan bocah ini begitu lembut, dan sangat halus" batin Puteri Yun Qixuan.


tangan Puteri Yun Qixuan meremas keras lengan Xiao Zhou, isyarat agar tangan itu segera berpindah, tapi Xiao Zhou semakin menjadi dan memasukkan tangannya semakin ke atas.


"aahhkkkkk.... paman apa aku bisa memesan makanan lain lagi" ucap Yun Qixuan dengan suara bergetar mengalihkan desahan nya.


"tentu saja nyonya muda, hehe... tentu saja" ucap paman pemilik kedai itu dan berlari kecil ke belakang.


"hentikan... apa yang sedang kau lakukan?" ucap Puteri Yun Qixuan, menatap marah ke wajah Xiao Zhou.


"hemmm.... bukankah kau yang mengatakan jika aku ini suami mu, kau yang memulai ini, jadi terimalah dengan lapang dada" ucap Xiao Zhou menirukan ucapan Yun Qixuan, dan mulai bermain di tempat sedikit membukit itu.


"hentikan..." ucap Puteri Yun Qixuan dan mata nya mulai terpejam menikmati sentuhan tangan Xiao Zhou, dan perlahan kedua kakinya mulai melebar.


mata Xiao Zhou sekilas melihat mata merah menatap ke arah nya dan beberapa saat kemudian menghilang dalam kegelapan.


Xiao Zhou menghentikan kegiatan nya dan merapikan pakaian Yun Qixuan.


mata Yun Qixuan mulai terbuka, seperti tidak rela jika tangan itu pergi dari tubuh nya.


"seperti kau begitu menikmati nya istriku" ucap Xiao Zhou.


"itu tidak benar, jangan pernah melakukan itu lagi padaku" ucap Puteri Yun Qixuan


"baiklah... terserah kau saja, aku akan pergi ada yang harus aku urus" ucap Xiao Zhou memasukkan guci kesayangan nya, dan meletakkan beberapa koin perak di atas meja, meninggalkan Yun Qixuan.


"tunggu!!! kau tidak bisa meninggalkan ku begitu saja" teriak Yun Qixuan, tetapi Xiao Zhou sudah menghilang dari balik pintu kedai mi itu.


"bocah mesum, kau akan aku balas," ucap Yun Qixuan.