
di pulau tingkat kedua.
Zhou Lan adalah sang pengganti, seorang jenius, dengan loyalitas tinggi, dan kepribadian begitu sopan, tetapi yang lebih menjadi sorotan adalah wajah rupawan dan tubuh atletis nya, dengan kulit bersih serta selalu rapi, membuat para gadis begitu mendewakan nya, tapi Zhou Lan adalah seorang pemuda yang hanya mencintai seseorang wanita saja.
sejak usia remaja, sering menggantikan pekerjaan ayah nya yang juga merupakan seorang sang pengganti, ayah Zhou Lan begitu di hormati, bahkan ucapan nya selalu di dengar oleh para ketua klan, dan saat dirinya sakit, ayah Zhou Lan meminta putera nya, Zhou Lan muda mengganti tugas nya, tidak ada penolakan dari semua pihak, dan dari sinilah kisah cinta itu di mulai.
Zhou Lan muda, sudah terbiasa mendampingi Ratu Xhin Ye, dan semakin lama keduanya terlihat begitu akrab, bahkan beberapa gosip tentang jalinan cinta mereka pun mulai menjadi perbincangan hangat.
dan setelah menghilang nya setengah jiwa Ratu Xhin Ye di gerbang pulau ketiga, dan ayah Zhou Lan meninggal, Zhou Lan begitu menjadi pendiam, dan belajar begitu giat dan tertutup, tetapi setelah kembali nya Ratu Xhin Ye, Zhou Lan seperti mendapatkan hidup nya kembali, wajah nya kembali bersinar, dan semua orang sering membicarakan jika Zhou Lan dan Ratu Xhin Ye, sudah di takdir kan menjadi pasangan suami-istri, membuat Zhou Lan begitu berbunga-bunga setiap orang menanyakan hubungan mereka.
tetapi sangat berbeda dengan Ratu Xhin Ye, wanita cantik dengan berkemauan keras, menjunjung tinggi nilai kesetiaan seorang istri, baginya kehormatan di atas segala-galanya, dan wanita beralis kecil ini merupakan wanita yang begitu dingin, pintar, tanpa perasaan, dan juga sangat licik, semua pria yang jatuh cinta padanya akan berakhir menyedihkan, karena wanita begitu sulit di takluk hatinya, hanya Zhou Lan lah yang selalu masih bertahan mencoba mencairkan hati yang beku itu.
tapi sayang nya kisah cinta Zhou Lan sedang di uji kali ini, setelah pengumuman pernikahan Ratu Xhin Ye semua orang berpikir bahwa pria beruntung itu adalah Zhou Lan, tetapi tebakan semua orang salah, saat Ratu Xhin Ye mendekati seorang remaja lain, dan memanggil nya dengan sebutan suami.
****
masih di aula luas tempat perjamuan, semua orang masih berbincang sambil menikmati sajian di meja mereka, dan tidak ada yang menyadari bahwa ada sebuah meja yang begitu hening, tanpa ada suara maupun gerakan, dan meja itu adalah tempat duduk Xiao Zhou dengan beberapa orang teman nya.
semua orang yang berdiri di meja itu terdiam, semua mata menatap ke arah Xiao Zhou tanpa berkedip, pemuda itu masih duduk dengan mulut penuh makanan, yang tidak dapat ditelan nya.
Yu Jin tua dengan tangan bergetar menatap Ratu Xhin Ye yang tersenyum lembut kearah nya, tidak ada kata yang mampu keluar dari bibir pria tua itu.
"me- menantu??" ucap Yu Jin tua, seperti belum begitu jelas maksud dari ucapan Ratu Xhin Ye.
Penyihir Agung tersenyum tipis memperlihatkan gigi kecil nya di balik kumis panjang nya.
"ehemmm... penguasa, mungkin telinga tua ku tidak mampu mendengar anda dengan baik, tolong jelaskan apa maksud ucapan penguasa," ucap Penyihir Agung mencoba menenangkan pikirannya.
"Penyihir Agung kau sudah mendengar ku dengan jelas tadi," ucap Ratu Xhin Ye dingin.
Dan tersenyum ramah lagi ke arah Yu Jin tua dan sedikit membungkuk karena tubuh Yu Jin tua lebih pendek dari Ratu Xhin Ye.
"benar Ayah mertua, aku Xhin Ye menantu anda, terima hormat ku," ucap Ratu Xhin Ye dengan suara begitu lembut, dan kedua tangan nya memegang tangan Yu Jin tua.
"Ayah mertua... kau tidak keberatan bukan aku meminjam suami ku sebentar?" ucap Ratu Xhin Ye menatap Yu Jin tua.
nafas Yu Jin tua tersengal-sengal, dada nya terasa sesak karena seumur hidup baru kali ini bicara penguasa pulau nya, dan bahkan tangan keriput nya di genggam oleh wanita anggun, yang terkenal akan sifat arogan dan sangat dingin.
hati Huan Zhi bagai tersambar petir, mengetahui jika pemuda yang menarik perhatian nya itu adalah suami dari penguasa pulau tempat tinggal nya, kedua tangan nya saling meremas, pikiran nya begitu kalut, dan sangat tampak jutaan penyesalan di wajah lesu nya.
"Hanya dengan pria ini aku bisa merasakan gairah lain di tubuh ku, aku bahkan tidak merasakan hal itu bersama kekasih ku, tapi sekarang pemuda ini sudah tidak terjangkau oleh tangan ku ini, tubuh nya sekarang terlalu besar untuk tangan kecil ini," batin Huan Zhi penuh penyesalan sambil menatap kedua tangan nya yang masih gemetar.
"pengawal tolong bawa ayah mertuaku ke tempat peristirahatan tamu," ucap wanita anggun itu, yang masih menggenggam tangan keriput Yu Jin tua.
para pengawal membungkuk dan mengangkat tubuh pingsan Yu Jin tua dan membawa nya ke luar dari aula utama itu.
kedua insan itu melangkah menuju panggung luas itu, semua orang menatap Xiao Zhou dengan penasaran, pertanyaan siapa pemuda itu sangat terlihat di semua wajah yang menyaksikan kejadian itu.
di atas panggung sang pengganti Zhou Lan, menyipitkan matanya menatap Ratu Xhin Ye membawa seorang pemuda ke atas panggung.
mereka berdua beriringan dan terlihat wajah Ratu Xhin Ye tetap tegak, dan penuh percaya diri.
Di sisi lain wajah Penyihir Agung seperti ingin menguliti pengajar wanita setengah baya itu, jemari tangan nya membentuk cakar dan di arahkan ke leher wanita pengajar itu.
hanya sedetik wanita pengajar itu sudah tertarik, dan kini leher wanita pengajar itu sudah dalam cengkraman Penyihir Agung, dan wajah wanita itu begitu dekat dengan wajah Penyihir Agung.
"Katakan, siapa saja yang tahu tentang penglihatan mutiara bakat?" tanya Penyihir Agung pelan.
"A-ku hanya membuka mulutku kepada anda ketua klan," ucap wanita pengajar itu jujur.
Mata Penyihir Agung menatap dalam-dalam mata pengajar wanita itu dan mengetahui jika apa yang di katakan nya adalah kebenaran.
"Baiklah... kau berkata jujur, tapi bagaimana bisa sampai penguasa bisa memilih pemuda itu sebagai suami nya?" guman Penyihir Agung, dan melepaskan leher pengajar wanita itu.
"hemmm.... angin segar sedang berhembus ke klan kita, aku sangat jarang memuji seseorang, tapi pemuda ini melebihi apa yang aku bayangkan." batin Penyihir Agung.
"Persiapan perayaan besar di kediaman ku, dan pastikan pemuda itu datang, dan juga cari tahu apa yang di sukai dari pemuda itu," ucap penyihir Agung menatap pengajar wanita itu.
Di atas panggung Ratu Xhin Ye mulai bicara,
"Kalian semua dengarkan baik-baik ucapan ku, hari ini aku umum kan kepada kalian semua, bahwa saat ini aku sudah memiliki pendamping, dan pemuda ini adalah suami ku, kami sudah resmi menikah beberapa bulan yang lalu, aku meminta maaf jika aku baru memberi tahu kalian tentang berita bahagia ini ucap Ratu Xhin Ye," menatap ke semua orang yang ada di aula utama itu.