
tingkat kultivasi setelah ranah dewa, biasanya seorang manusia itu akan naik menjadi dewa.
Dan para Dewa memiliki energi qi murni yang tinggi, tidak hanya untuk bertarung, mereka menggunakan energi qi murni itu untuk keahlian masing-masing, dan tingkatan para Dewa itu,
kemampuan langit tingkat dasar (dewa rendahan), memiliki 6000 energi qi murni, tingkat ini biasanya masih bertugas di bumi, seperti dewa penjaga pagoda, iblis Lou Rong.
kemampuan langit tingkat bawah, memiliki 7000 sampai 9.000 energi qi murni, seperti dewa Yang Dong, Dewi pemburu, Fei yu, Li Mei yin (pengobatan), Yun Li Wei.
kemampuan langit tingkat menengah, memiliki 10.000 sampai 20. 000 energi qi murni, Dewa perang, iblis Sun Long, Dewa Pengetahuan (ilmu pengetahuan), Dewa kebijaksanaan (filsafat kebijaksanaan), Yun Fengyin. delapan Dewa penjaga, wang er-lang.
kemampuan langit tingkat tinggi, memiliki 25.000 sampai 60.000 energi qi murni seperti pilar langit Huang Fu, Zhou sillin, dewa suci Qing Tao, Dewi xhuwuan (Phoenix abadi), Kaisar Langit ( kepemimpinan), para penjaga pulau.
kemampuan Langit tingkat akhir, Dewa iblis kuno Zhen lu, Dewa kuno Mou lu yang Agung, dan saat ini belum ada dewa di level ini, sang pembunuh dewa mungkin orang yang pertama.
khusus penjaga pulau kemampuan hanya di dalam pulau dan kemampuan nya akan perlahan menurun, jika bertarung di luar pulau.
Xiao Zhou masih di kultivasi manusia di ranah dewa, tetapi berkat memiliki keistimewaan gelembung energi yang saat ini mampu menyentuh kemampuan langit tingkat menengah.
Xiao Zhou meskipun memiliki akar jiwa dari dewa iblis Zhen lu, kemampuan nya tidak serta Merta ke tahap kemampuan langit tingkat akhir, dia hanya memiliki pengalaman hidup, tehnik bertarung dari Dewa iblis kuno Zhen lu, bukan energi qi yang dimiliki Dewa iblis itu.
*****
sudah beberapa hari Xiao Zhou di pulau tingkat ke dua, dan mempelajari jurus milik Xiang Sun, dan terlihat dari kejauhan Yu jin tua berlari ke arah nya,
"ahhh, Zhou'er aku datang membawa dua kabar yang baik dan buruk," ucap Yu jin tua sambil mengatur nafas nya.
Xiao Zhou keluar dari sungai, tubuh nya masih tetap hitam seperti waktu pertama kali terkena abu dari Xiang Sun.
Xiang Sun juga keluar dari kediaman nya dan ikut dalam pembicaraan di pinggiran sungai jernih itu.
"paman Yu... katakan apa yang terjadi?" tanya Xiao Zhou.
"setelah penguasa kembali, sudah saatnya pergantian pejabat dan kau akan menggantikan posisi ku di istana, kau bisa saja ketahuan akan penyamaran mu, itu adalah kabar buruk nya," ucap Yu jin tua, wajah keriput nya semakin tampak siang itu.
Xiao Zhou mengangguk, dan memikirkan situasi nya bakal semakin sulit.
"paman Yu jin apa yang harus aku lakukan?" tanya Xiao Zhou.
"aku juga tidak tahu, jika kau masih ingin tinggal di tempat ini kau harus menjadi pejabat menggantikan aku, atau kau bisa keluar dari tempat ini secepat mungkin." ucap Yu jin.
Xiang Sun hanya mengangguk, saat Xiao Zhou menatap nya.
"apakah menjadi pejabat seperti paman sangat sulit?" ucap Xiao Zhou.
"menjadi pejabat rendah seperti ku sama sekali tidak sulit, kau cukup duduk dan belajar laporan-laporan terdahulu, untuk menjawab jika penguasa bertanya, tapi kau dari dunia luar, kau bisa menjawab pertanyaan penguasa tentang dunia luar sekehendak mu, tidak akan ada yang tahu," ucap Yu Jin tua.
"seperti nya mudah, tapi Paman apakah penguasa sering meminta mu untuk menjawab pertanyaan nya," tanya Xiao Zhou.
"melihat dari semua laporan pendahulu ku, penguasa hanya pernah memanggil pejabat hubungan luar sebanyak tiga kali." ucap Yu Jin tua sambil menunjukan tiga jari nya.
"aahhh aku kurang beruntung, usiaku sudah 87 ribu tahun, sama sekali tidak pernah berbicara dengan penguasa, sebentar lagi aku akan mati," ucap Yu Jin tua sambil menggelengkan kepalanya.
"ini tidak terlalu buruk paman Yu, dan apa kabar baik nya?" tanya Xiao Zhou.
"kabar baiknya adalah sebelum menjadi pejabat kau akan mengikuti seleksi, jika kau beruntung kau bisa masuk ke klan petarung, dan bisa mempelajari kitab-kitab itu, tapi Zhou'er... sebaiknya lupakan saja hanya kurang dari satu persen kemungkinan nya, seseorang berpindah klan," ucap Yu Jin tua.
"paman Yu ada yang ingin ku tanyakan, bukan kah paman seorang pertapa, bagaimana bisa memiliki istri dan mempunyai anak?" tanya Xiao Zhou.
"hehe... zhou'er klan pertapa boleh menikah dan melakukan apa saja, tapi jika kau terpilih menjadi ketua klan maka kau harus meninggalkan semua keluarga mu, dan menjadi pertapa suci," ucap Yu Jin tua.
Xiao Zhou mengangguk, dan menatap istana yang berada di atas areal yang lebih tinggi dari sekitar nya, sama seperti istana milik nya di pulau keseimbangan.
"baiklah paman Yu kapan mulai seleksi nya?" tanya Xiao Zhou, sedikit bersemangat.
****
di depan gerbang istana, begitu banyak orang sudah berkumpul, mereka adalah orang yang akan ikut seleksi dalam acara pengangkatan pejabat baru, mereka di temani oleh orang tua mereka, dan mengucapkan salam perpisahan, dan mendapatkan pelatihan selama empat bulan, pagi itu Xiao di antar oleh Yu Jin tua, dan beberapa orang di kenali oleh Yu Jin tua.
Yu Jin tua mengenalkan Xiao Zhou sebagai putera nya, terlihat orang-orang itu berpakaian dan warna berbeda, menunjukkan klan kebanggaan mereka.
Xiao Zhou yang dari klan pertapa, memakai pakaian abu-abu khas klan Yu Jin tua, pria tua itu memeluk Xiao Zhou.
"Zhou'er putera ku, pergilah aku hanya bisa mengantar mu sampai gerbang ini, semoga kau berhasil," ucap Yu Jin tua.
385 orang berkumpul di halaman istana, puluhan orang yang sudah sepuh sedang duduk di atas panggung, mereka adalah para senior yang akan mengajar mereka dalam pelatihan selama empat bulan, dan di hadapan mereka terdapat sebuah meja batu, dengan sebuah mutiara besar berwarna bening di atas nya.
para calon pejabat itu terlihat begitu tegang, karena mereka hidup hanya untuk menjadi pejabat itu, dan dalam pelatihan, mereka akan bersaing mendapat nilai tertinggi, semakin tinggi maka akan semakin terhormat kedudukan mereka dalam klan.
mereka berbaris dan naik ke atas panggung, mereka akan meletakkan tangan mereka di mutiara besar, dan sebuah warna akan terlihat di mutiara itu, dan menunjukkan klan mereka.
Xiao Zhou sedikit gugup, karena merupakan bukan salah satu dari klan di pulau ini, dan bisa saja penyamaran nya terbongkar, beberapa pemuda sedang tertawa ke arah nya, karena wajah dan rambut Xiao Zhou.
"bagaimana jika mutiara itu tidak menunjukkan warna apapun," tanya Xiao Zhou bertanya pada seseorang di depan nya.
"hahaha.... dari logat bicara mu kau pasti putera Yu Jin, kau pasti begitu tegang, jika tidak keluar warna apapun, itu artinya kau sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam meneruskan klan." ucap pemuda itu.
"ohh begitu rupanya, namaku Yu Jin," ucap Xiao Zhou
"hahaha.. tenang lah Yu Jin, untuk masalah mu aku rasa tidak perlu mengkhawatirkan nya, karena tidak seorang pun menginginkan posisi ayah mu di istana ini, bahkan jika tidak terlihat apapun di bola itu kau akan tetap menempati posisi itu," ucap pemuda itu yang tidak mau menyebutkan nama nya sambil tertawa merendahkan.
"hemmm... ini sedikit melegakan," batin Xiao Zhou.
terlihat semua nya berjalan lancar seperti, tidak ada yang aneh, bola itu berwarna seperti warna pakaian dari pemegang nya, dan yang terakhir adalah giliran Xiao Zhou.
Xiao Zhou yang sudah siap jika bola itu tidak berwarna apapun penyamaran nya tidak akan terbongkar, bahkan jika dirinya di keluarkan dari istana itupun semakin baik, tapi di hati Xiao Zhou berharap jika dirinya menjadi seorang petarung, agar dapat mempelajari kitab jurus pedang tingkat Dewa.
jemari panjang Xiao Zhou menyentuh mutiara besar itu, dan sesaat kemudian telapak tangan nya menekan mutiara bening itu.
Xiao Zhou memejamkan mata, banyak suara terdengar di kepala nya.
"manusia muda, kenapa kau bisa ada di sini? hemmm... ini tidak mungkin, kemampuan mu sangat mengerikan anak muda, kau tidak bisa masuk klan pertapa, tapi kau dengan mudah masuk dalam klan petarung." ucap suara di kepala Xiao Zhou seperti seorang pria tua dengan tawa yang terkekeh.
"ayolah mutiara besar, masukkan aku dalam klan petarung, jika tidak aku akan menjual mu di pasar murah," ucap Xiao Zhou dalam pikirannya.
"apa klan petarung? aah ternyata kau menginginkan nya, aku sulit memutuskan ini, bagaimana jika klan penyihir, aku belum pernah bertemu orang memiliki kemampuan otak seperti mu, kau bisa menjadi penyihir terpintar, kau akan disegani di tempat ini, dan kehormatan sudah tentu menjadi milik mu," ucap mutiara besar itu di kepala Xiao Zhou.
semua orang sedang menatap Xiao Zhou yang memegang bola mutiara itu, warna dari bola itu terus berubah warna, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya, mutiara besar itu berubah dalam tiga warna berbeda.