
malam itu Han Yui begitu puas, senyum nya terlihat begitu bahagia, tubuh nya terbaring di ranjang nya, terlihat begitu lemah, bahkan untuk mengangkat tangan nya saja terasa begitu berat.
"aku tidak tahu jika di dunia ini ada kenikmatan seperti itu, aku sudah tidak bisa menghitung beberapa kali sudah keluar, ini luar biasa, benda itu bisa memuaskan aku tanpa masuk, maksud ku benar-benar masuk semuanya," batin Han Yui sambil membayangkan dirinya barusan di hajar oleh Xiao Zhou.
wajahnya memerah karena malu, saat tubuh nya di baringkan di atas meja dapur itu, dan kedua pahanya di buka begitu lebar, mereka berciuman dengan begitu buas, dan ************ mereka kembali bergulat walaupun tidak benar-benar saling merasakan sepenuhnya.
"bagaimana pelayan kecil itu begitu pintar, dan liar, tangan, ciuman dan lidah nya begitu nikmat di tubuh ku, demi dewa... setelah semua kenikmatan yang kudapat dari pemuda itu, akan sulit mencari kenikmatan pada pria lain, tapi ini sudah cukup, bagaimanapun pemuda itu adalah pelayan, aku dulu sudah bersumpah tidak akan tidur dengan pelayan, aku tidak ingin tubuhku di jamah pelayan lagi, aku harus mengakhiri nya" batin nya lagi dan mulai terlelap dalam mimpi indah nya.
*****
sore itu Xiao Zhou kembali bertugas membawa kotak catur dari Huang Lang,
" tuan muda Huang, kenapa aku harus membawa kotak catur ini, padahal ini bisa dengan mudah masuk ke cincin penyimpanan tuan" ucap Xiao Zhou sambil terbungkuk- bungkuk.
"hahaha... kau benar pelayan, aku bisa saja membawa tanpa bantuan mu, tapi aku adalah bangsawan, akan terlihat lebih gagah jika aku kemana-mana membawa pelayan, walaupun hanya sekedar bermain catur, sudahlah kau tidak akan mengerti tentang harga diri seorang bangsawan" ucap Huang Lang.
kedua nya memasuki kediaman Lun Xiang Tien, dan di sambut langsung oleh nya.
"aahhh... kalian berdua datang lagi, apa kau sudah memiliki strategi yang baru untuk mengalahkan aku Lang'er?" tanya Lun Xiang Tien.
"hahaha... tetua Lun aku masih muda, aku masih perlu banyak belajar dari tetua Lun" ucap Huang Lang seperti penjilat.
mata Huang Lang seperti melompat melihat seorang pemuda sudah di tempat itu, pemuda itu tidak lain adalah Wang Zhu, yang sedang berbincang dengan Lun Zhing yue, sesekali terlihat senyum mengembang dari kedua nya.
"apa yang di lakukan bajingan itu di tempat ini," ucap Huang Lang menatap kesal ke arah Wang Zhu.
"bajingan?" guman Lun Xiang Tien sambil mengikuti arah tatapan Huang Lang ke arah Wang Zhu.
"aahhhh... pemuda itu, dia adalah teman cucuku mereka berteman sejak remaja, sebaiknya kita masuk dan bermain catur" ucap Lun Xiang Tien.
mereka semua mulai bergabung, dan berbincang, terlihat Lun Zhing yue begitu bersemangat kali ini, mata nya tidak pernah menatap ke arah Xiao Zhou, yang duduk jauh dari mereka.
"pelayan kecil kemarilah, bisakah kau membuatkan aku teh seperti waktu ini, aku sangat menyukai aroma nya" ucap Lun Xiang Tien saat Xiao Zhou sudah dekat.
"baik tuan besar" ucap Xiao Zhou dan pergi ke dapur dan mulai sibuk dengan pekerjaan nya.
"hemmm... kau sangat pintar berpura-pura, aku sangat kagum, tapi aku juga sangat muak melihat mu" ucap seorang wanita yang membuat Xiao Zhou sedikit kaget.
"nona muda apa maksud mu?" ucap Xiao Zhou yang masih sibuk dengan peralatan nya.
"kau adalah binatang liar itu bukan, kau berpura-pura tidak mengenali ku, mulai saat ini kau jangan pernah mendekati, atau bicara padaku, aku sangat membenci mu" ucap Lun Zhing yue kesal.
Xiao Zhou berbalik dan menatap kearah wanita itu, dan mendekati nya.
"dari awal aku tidak berusaha mendekati mu nona Lun, waktu malam itu aku hanya sekedar ingin menyapa, dan menawarkan minuman, tidak lebih nona, tapi jika nona menganggap aku sudah menggoda nona aku minta maaf, dan untuk permintaan nona hari ini aku tidak akan berbicara lagi pada mu nona Lun, sekarang aku ada pekerjaan aku mohon diri" ucap Xiao Zhou dan kembali melakukan kegiatan nya
"kau???" hanya itu yang keluar dari bibir Lun Zhing yue, matanya berkaca-kaca, hatinya begitu hancur mendengar ucapan dingin dari Xiao Zhou,
"Xiao Zhou benar, dia tidak mendekati aku, aku sendiri lah yang berpikir dan berharap ada hubungan lebih di antara dengan nya, cinta bisa membuat ku menjadi begitu kekanakan seperti itu, sekarang cinta yang kumiliki sudah hancur, sudah saatnya aku mencari pria untuk suami ku, aku tidak perlu cinta lagi" batin Lun Zhing yue, dan menghapus air matanya, dan mulai berdandan cantik.
di ruangan lain Lun Xiang Tien, Huang Lang dan Wang Zhu, sedang berbincang sambil menikmati teh dari Xiao Zhou, sampai seorang wanita berpakaian indah, dengan dandanan sensual turun dari lantai atas.

"kakek kami akan pergi keluar malam ini, aku ingin mencari udara segar" ucap Lun Zhing yue.
mata kedua pria muda di depan Lun Zhing yue tidak berkedip, dan menelan ludah bersamaan.
"hemmm... baiklah kau boleh pergi malam ini, kalian berdua jagalah cucuku, terutama kau Huang Lang kau memiliki kemampuan tinggi, jadi jangan jauh-jauh dari cucuku" ucap Lun Xiang Tien.
malam itu ketiga orang itu memasuki sebuah rumah hiburan, Xiao Zhou tidak mengikuti mereka dan duduk di luar rumah hiburan itu.
"aku harap malam ini bocah itu mabuk dan aku bisa mengambil mutiara formasi nya, dan segera pergi dari kota ini" guman Xiao Zhou, mulai tidak sabaran.
malam mulai larut, jalanan sudah mulai sepi, tapi di dalam rumah hiburan itu tampak begitu ramai, para pemusik begitu kencang memainkan alat musik nya, dan para penari terus memainkan tarian mereka.
"aahhh sial guci kesayangan ku" batin Xiao Zhou kesal.
matanya menatap sekelebat bayangan dua orang pergi kearah jalan kecil di samping rumah hiburan, Xiao Zhou mengenali pakaian wanita itu, dan mengikuti nya.
terdengar suara desahan dari belakang rumah hiburan itu, suara ciuman terdengar lagi.
"sudah cukup kakak Zhu, hentikan ini" ucap wanita itu yang tidak lain adalah Lun Zhing yue.
"adik Yueyu, kau begitu cantik malam ini, aku sudah begitu lama menanti kesempatan seperti ini" ucap pemuda di samping nya yang tidak lain adalah Wang Zhu.
pemuda itu seperti sudah tidak sabar dan mulai membuka pakaian atas Lun Zhing yue memperlihatkan kedua gunung nya dari balik pakaian ketat Lun Zhing yue.
"ini begitu indah adik Yueyu," dan mulai menjilati gunung indah itu.
desahan Lun Zhing yue begitu terdengar, tangan Wang Zhu mulai meraba paha wanita itu dan semakin keatas mendekati sasaran nya.
tangannya di tahan oleh Lun Zhing yue,
"ini sudah terlalu jauh kakak Zhu, aku tidak bisa" ucap Lun Zhing yue seperti tersadar.
"aku akan menikahi mu adik Yueyu, hanya kau yang akan menjadi istri ku, aku selalu menunggu mu" ucap Wang Zhu lagi.
dan keduanya kembali berciuman penuh nafsu.
langkah Xiao Zhou mulai mundur membiarkan kedua pasangan itu menikmati malam indah mereka.