Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
bukit Junan


mata Han Yui tebelalak menatap sosok yang kini sudah berambut panjang, dan bibirnya terbuka tidak percaya dengan apa yang di lihat nya, walaupun hanya di terangi cahaya bulan tapi matanya dengan jelas melihat sebagian wajah Xiao Zhou, yang tidak ditutupi rambut nya.


"seperti nya aku berhalusinasi, aku terlalu memikirkan bocah pelayan itu, tidak mungkin ada orang yang begitu mirip" batinnya Han Yui sambil mengedipkan matanya beberapa kali.


"ini hanya kebetulan, orang ini bukan pelayan kecil ku, orang ini sangat berbeda dia begitu menakutkan" guman Han Yui yang masih memeluk tubuh gadis kecil itu.


Xiao Zhou menjauh dari kedua gadis itu dan mendekati pilar langit Huang Fu yang berdiri di pinggir tebing curam, keduanya sudah siap dengan pertarungan mereka. dan tiba-tiba seseorang berdiri melayang di samping gadis kecil itu, dan menyetuh bahunya.


"nona kau ingin bocah itu selamat bukan? walaupun dia sangat kuat tetapi kekuatan nya saat ini belum mampu menghadapi Huang Fu," ucap orang itu


gadis kecil itu hanya mengangguk,


"baiklah aku sudah memberi mu sedikit energi qi, dan itu cukup untuk mu berteleportasi sekali, saat pemuda itu di dekat mu berteportasi lah sejauh mungkin, biar aku yang mengurus Huang Fu" ucap orang itu dan tiba-tiba orang itu sudah di depan Xiao Zhou


Xiao Zhou begitu kesal ada orang yang mengganggu pertarungan nya, dan dengan tenang orang itu membuat garis di depan nya dengan energi qi nya, sehingga garis itu memisahkan dirinya dengan pilar langit Huang Fu.


"siapa kau? sebaiknya kau jangan....


boommmmmm......


belum selesai ucapan Xiao Zhou, sebuah batu setinggi 100 meter menghantam tubuh pilar langit Huang Fu dengan keras, membuat tanah yang di injak pilar Langit Huang Fu tergerus kebawah, dan membuat pinggiran tebing itu longsor.


pilar langit Huang Fu yang tidak sempat menghindar pun seutuhnya sekarang terkubur batu besar itu di dasar jurang.


sekarang garis yang di buat oleh orang itu pun menjadi bibir tebing terluar.


"penguasa ke 15 tenang lah, aku disini tidak ingin bertarung dengan mu, dan seperti nya gadis kecil itu muntah darah" ucap orang itu berbohong dan mengalihkan pandangannya ke gadis kecil yang di gendong Han Yui.


mata Xiao Zhou mengikuti pandangan orang itu dan menatap gadis kecil itu.


blammmm..... sebuah tapak tepat mengenai punggung Xiao Zhou membuat nya terlempar ke arah gadis kecil itu, dan sebuah lorong dimensi sudah menanti nya.


syiiiiebbbbbbb......


mereka sudah terhisap lorong dimensi ruang, dan hilang dari pinggiran tebing curam itu, dan tidak ada yang tahu apa yang selanjutnya terjadi di tempat itu.


****


suatu tempat di kekaisaran Ming.


seorang wanita berkerudung, dengan pedang panjang di punggung nya, melangkah ringan mendekati sebuah perbukitan, yang tidak begitu jauh dari sebuah kota kecil.


matanya begitu dingin langkah nya tidak berhenti walaupun di depan nya sudah tidak ada jalan lagi, hanya perbukitan yang terjal.


gerrrrrr.........


prakkkkk.....


praakkkkkk.....


suara bebatuan pecah


tiba-tiba bukit terjal itu mulai bergetar dan terbelah, anak tangga mulai terbentuk satu demi satu, dan membawa gadis berkerudung itu ke puncak bukit tinggi itu.


hanya dalam hitungan jam, puncak bukit yang awalnya hanya ada bebatuan dan tumbuhan, kini berubah menjadi sebuah panggung luas dan di kelilingi oleh tempat duduk dari batu berundak layaknya stadion megah yang sering digunakan untuk mengadakan turnamen bela diri, atau pun pertunjukan hiburan.


kota kecil yang tidak jauh dari tempat itu pun mulai ramai oleh kejadian langka itu, mereka semua membahas mengenai panggung luas itu, dan berita itu mulai menyebar keseluruhan dataran utama.


"kakak Chu apa kau tahu? akhirnya tahun ini di atas bukit Junan, akan muncul pedang milik dewa yang mencari tuan nya" ucap seorang pemuda di sebuah rumah makan.


"adik Ma kau tahu dari mana? aku hanya pernah mendengar jika di atas bukit Junan ada sebuah bangunan megah" ucap pria yang di panggil kakak Chu itu.


pria yang di panggil kakak Chu itupun mencekik leher pemuda itu dengan marah.


"hei bodoh... aku ini perampok yang sangat sibuk, jadi aku tidak ada waktu untuk membaca, dan juga apa kau tidak ingat jika aku ini tidak bisa membaca hah? dan jika itu benar kita akan merebut pusaka dewa itu" ucap pria yang dipanggil kakak Chu itu kesal.


"i-ya kakak Chu, maafkan a-ku lupa jika kau sangat sibuk, sebaiknya sekarang kita memberitahu kepada ketua kita" ucap pria yang di panggil adik Ma itu begitu ketakutan.


berita tentang pedang yang sedang menunggu tuan nya pun menyebar sampai ke tiga alam.


****


di kekaisaran Yunha.


delapan orang sedang berdiri di atas pohon bambu, pohon itu bahkan tidak bergoyang oleh berat tubuh mereka, menandakan mereka memiliki tehnik meringankan tubuh yang menakjubkan.


pakaian yang membalut tubuh mereka begitu elastis, dan di dominasi warna gelap, dengan ikat pinggang yang lebar, yang di gunakan untuk menyimpan berbagai macam senjata kecil, menunjukkan jika pakaian itu sengaja dirancang untuk kebutuhan mereka.


mereka sedang mengamati puluhan tenda, yang di jaga ketat prajurit istana,


"kakak pertama apa kita bergerak sekarang?" tanya seorang pemuda dengan penutup kepala seperti caping tetapi lebih kecil dari yang biasa di gunakan di dataran utama.


"Hem... mereka pengawal putra mahkota, kemampuan kultivasi mereka tidak bisa di remehkan, dan jumlah mereka tidak kurang dari lima ratus orang, sebaiknya kalian berhati-hatilah, sasaran kita adalah putra mahkota, pergilah!!!! dan bunuh semua orang yang berpakaian bangsawan dan jangan sisakan satu pun termasuk wanita dan anak-anak" ucap pria yang di panggil kakak pertama itu.


"baik kakak pertama" ucap semua orang dan melesat seperti bayangan dalam kegelapan malam.


orang yang di panggil kakak pertama itu hanya berdiri di atas pohon bambu, dan menyaksikan ketujuh adik nya mulai menyebar ke segala arah dan menyerang perkemahan itu.


senjata rahasia berupa pisau runcing beracun melesat kesegala arah dan mengenai sasaran nya dengan tepat, membuat para penjaga itu tewas, dalam hitungan menit.


dan pertempuran pun di mulai pangawal putra mahkota mulai membentuk formasi melindungi sebuah tenda yang paling besar dan indah.


trangggg....


traannnngggg......


para pengawal bertarung dengan tujuh orang berpakaian gelap, dan orang yang di panggil kakak pertama itu terbang di atas tenda besar itu dan masuk dari atap tenda itu


sreettttsssss.....


atap tenda terbelah, dan orang itu mendarat di tengah tenda itu.


matanya menatap sekeliling, beberapa pengawal sedang melindungi seorang pria yang berpakaian tidur, dan beberapa wanita cantik yang hanya memakai pakaian seadanya saja.


aahhhkkk.....


suara teriak dan suara daging terpotong memenuhi tenda itu, hanya beberapa menit saja pria yang di panggil kakak pertama itu keluar dari tenda besar itu dengan tubuh bermandikan darah.


tampak perkemahan itu sudah menjadi ladang mayat, dengan darah menggenang di permukaan tanah.


"misi kita sudah selesai, tidak ada yang tersisa, sekarang kita kembali ke markas" ucap kakak pertama sampai suara teriakan terdengar oleh mereka.


"kakak pertama apa kau mendengar nya?" ucap salah satu dari tujuh pemuda di depan nya.


"iya... aku mendengar dengan sangat jelas, teriakan orang itu seperti raungan iblis" ucap orang yang dipanggil kakak pertama itu, wajah nya terlihat sedikit pucat.


"kalian ikuti aku" ucap kakak pertama itu dan di ikuti oleh ketujuh lain nya melompat di atas pepohonan.


****