
di alam Qin Sui tiga tahun yang lalu, di gerbang ke tiga, Xiao Zhou dan Jung Min Ha melangkah dan melewati sebuah pintu gerbang yang sudah terbuka.
terlihat seorang pemuda dengan rambut putih sedang duduk di halaman luas dengan posisi membelakangi mereka.
"selamat datang di gerbang ke tiga" ucap pemuda itu dan berdiri berputar menatap kearah kedua tamu nya.
pemuda itu terlihat masih seperti anak-anak dengan senyum begitu riang, dan matanya masih terpejam.
dan tiba-tiba senyum riang nya itu berhenti dan berganti dengan wajah dingin dan mata nya terbuka dengan bola mata hitam pekat yang mengeluarkan hawa yang begitu mematikan.
"awasss...." teriak Xiao Zhou dan mencoba menutup mata Jung Min Ha, namun terlambat mata Jung Min Ha melihat wajah pemuda itu, dan tubuh Xiao Zhou mulai terlihat terpotong-potong, dan juga tubuh Jung Min Ha pun mulai terpisah satu dengan yang lain nya.
Xiao Zhou mulai menotok dada Jung Min Ha, membuat nya mulai mengatur nafasnya lagi
"katakan apa yang terjadi iblis kecil?" tanya Jung Min Ha.
"itu adalah ilusi kematian, setiap orang yang melihat mata itu akan melihat tubuhnya hancur, dan ilusi seperti itu membuat jantung kita hancur." ucap Xiao Zhou.
"benarkah? ada tehnik sehebat itu?" tanya Jung Min Ha lagi.
"aku hanya pernah mendengar, dan membaca nya, belum ada yang di level mematikan seperti itu saat ini" ucap Xiao Zhou dan menggendong Jung Min Ha membawa nya ke tempat yang aman.
"diamlah di sini, orang itu seperti nya bukan lawan yang mudah untuk ku" ucap Xiao Zhou dan menyelipkan pedang panjang nya di pinggangnya.
"hihi.... kau pintar juga tuan, namaku Zhing aku penjaga gerbang ke tiga, dan kakak ku Zhang penjaga gerbang ke empat, katakan namamu tuan? ucap pemuda itu, dengan senyum riang nya lagi.
"ada apa dengan orang ini? usianya terlihat lebih muda dari ku, tapi kekejaman nya begitu terasa" batin Xiao Zhou
"hemmm.... bocah kecil, seperti kau salah tempat kau harus nya saat ini sedang bersama orang tua mu bukan? ucap Xiao Zhou mencoba memprovokasi pemuda itu.
wajah pemuda itu kembali menjadi dingin, dengan tatapan begitu marah.
"siapa kau? bagaimana kau tahu orang tua ku?" tanya pemuda yang mengaku bernama Zhing itu.
"aku hanya sekedar bicara, mulai lah bocah es, aku sudah terlalu bosan" ucap Xiao Zhou dengan senyum mengerikan nya.
"seperti keinginan mu tuan" ucap pemuda itu dan kembali tersenyum riang.
"bocah ini gila, dapat merubah senyum riang menjadi wajah mematikan dalam sekejap" batin Xiao Zhou dan mulai menatap tingkah pemuda bernama Zhing itu.
pemuda itu mencabut kedua pedang nya, dan kedua tangan nya yang memegang pedang itu di lipat di balik punggung nya.
"tarian pedang kematian" guman Xiao Zhou dan mulai melesat kearah tubuh Zhing, dan melakukan tebasan dengan sangat cepat.
traannnngggg......
traannnngggg......
tubuh Zhing yang kecil, dengan gesit menghindari serangannya Xiao Zhou, dan keduanya saling melepaskan serangan.
"hemmm.... kakak ke enam bagaimana menurut mu" ucap seorang pria yang berpakaian seperti seorang Shinobi.
"hihihi.... adik ke tujuh, penjaga gerbang ke tiga adalah salah satu yang terkuat dalam hal bertahan dan sangat sabar, aku rasa pejantan ku dalam kesulitan kali ini" ucap orang yang di panggil kakak ke enam itu.
"dasar wanita mesum" guman pemuda yang berpakaian Shinobi itu.
plaaakkkk, sebuah pukulan keras mendarat di kepala orang yang berpakaian Shinobi itu.
"aku mendengar nya, adik ke tujuh" ucap orang yang di panggil kakak ke enam itu, yang tidak lain adalah siluman laba-laba.
Xiao Zhou dan Zhing terus bertarung, kedua begitu rapi dalam bertahan, mereka seperti dua orang yang sedang berlatih, hanya sesekali tubuh Xiao Zhou terkena tebasan ringan.
"bocah kecil pertarungan mu sangat membosankan, bagaimana jika kita panaskan sedikit" ucap Xiao Zhou mencoba memprovokasi pemuda itu lagi.
"hihihi... tuan kau seperti nya sudah putus asa, kau bahkan tidak dapat menyentuh jubahku" ucap Zhing dengan senyum riang nya.
"hemmm.... seperti kau benar, kau sangat hebat dalam bertahan" ucap Xiao Zhou yang terkena beberapa tebasan lagi.
"hihi... tuan kau salah, aku ini bukan hebat, tapi aku jenius dalam tehnik bertahan" ucap Zhing dengan wajah berubah menjadi begitu serius.
"bocah ini benar, tarian pedang ku sedikit kesulitan membaca arah serangan dari tehnik pedang di belakang punggung nya itu, dan aku harus mulai bersabar" batin Xiao Zhou
ribuan jurus sudah beradu, dan semakin lama kedua semakin sempurna dalam bertahan, bahkan kini Xiao Zhou sama sekali tidak terkena serangan dari Zhing.
"kakak ke enam, bagaimana ini? apa mereka akan bertarung seumur hidup mereka di tempat ini?" tanya pemuda berpakaian Shinobi itu.
"kau benar-benar bodoh, apa kau tidak bisa melihat mereka sudah hampir bertarung tiga bulan, tapi semakin lama pejantan ku semakin sempurna dalam bertahan, dan mulai menguasai tempo pertarungan." ucap siluman laba-laba mata nya tidak pernah lepas dari wajah Xiao Zhou.
sreettttsssss......
darah menetes, dari kulit leher Zhing yang tergores tipis.
siluman laba-laba menutup bibir nya yang terbuka,
"ini tidak mungkin?" ucap siluman laba-laba itu.
"apa maksud mu kakak ke enam? itu hanya luka kecil" ucap pemuda berpakaian Shinobi itu.
"hemmm.... tuan untuk ukuran iblis anda sangat sabar rupanya, kau mampu melepaskan satu sayatan ringan, tapi ini bukan apa-apa" ucap Zhing terlihat sekilas kemarahan di mata nya.
"kau mulai banyak bicara bocah, seperti kau mulai putus asa" ucap Xiao Zhou menirukan ucapan Zhing tadi.
keduanya memasang kuda-kuda untuk menyerang, Zhing mulai memejamkan matanya, tubuh nya mulai melayang dan berputar dengan tangan masih di belakang punggung nya.
"penjaga gerbang ke tiga selalu begitu tampan, jika mengeluarkan jurus andalan nya" ucap siluman laba-laba sambil menutup bibirnya.
"cih, dasar siluman mesum" guman pemuda yang berpakaian Shinobi itu.
"adik ke tujuh barusan kau bilang apa?" ucap siluman laba-laba dan tangan nya kini sudah menyerang tubuh pemuda berpakaian Shinobi itu.
"aahhhhkkkkkkk......" teriak pemuda berpakaian Shinobi itu, saat tangan siluman laba-laba sudah meremas pusaka nya.
"hemmm.... punya mu sangat kecil adik ke tujuh, sini biar kakak lihat" ucap siluman laba-laba dan mengejar pemuda berpakaian Shinobi itu.
"wanita gila, menjauh dariku" teriak pemuda itu dan berlari dengan kecepatan terhebat nya, tapi sayang benang emas sudah melilit kaki nya dan menarik tubuh pemuda berpakaian Shinobi itu dengan posisi tertelungkup.
Xiao Zhou merasakan hawa yang begitu dingin, dan mampu membekukan apapun di tempat itu, dari tubuh Zhing yang berputar, keluar naga berwarna putih yang tidak terlalu besar, dalam jumlah yang cukup banyak.
naga es itu melesat ke arah Xiao Zhou dan membekukan apapun yang di lewati nya.
"lingkaran pedang kematian" guman Xiao Zhou dan membuat lingkaran di depan nya dengan ujung pedang nya.
"selendang pedang" teriak Xiao Zhou dan selendang terbuat dari ribuan pedang keluar dari punggung Xiao Zhou dan menghacurkan naga-naga es yang menyerangnya tanpa berhenti, mereka berdua bertarung dengan begitu indah, dan tubuh Xiao Zhou mulai mengeluarkan asap putih.
siluman laba-laba yang awalnya duduk di atas punggung pemuda berpakaian Shinobi itu melesat ke arah Jung Min Ha dan menggendong gadis kecil itu menjauh.
"siluman licik apa yang kau lakukan, apa kau ingin menculik ku?" tanya Jung Min Ha.
"tenanglah nona iblis, hawa dari teman ku itu bisa membekukan mu dalam sedetik" ucap siluman laba-laba dan menjauhi pertarungan Xiao Zhou.
"cih jangan berharap bisa melelehkan es abadiku, dengan api mu" teriak Zhing dan melesat kearah Xiao Zhou dengan pedang kembar di balik punggung nya.
Xiao Zhou membuka matanya dan kini sudah menjadi gelap dan wajah nya terlihat mengerikan.
"matilah kau bedebah" ucap Xiao Zhou yang melesat ke arah Zhing.
praaakkkkk.....
prankkkkkk.....
selendang pedang Xiao Zhou menghacurkan naga-naga kecil terbuat dari es itu, yang tidak bergerak mendekati Xiao Zhou.
"apa yang terjadi dengan naga es ku? kenapa tidak menyerang orang itu" guman Zhing
"naga es mu itu sudah membeku bedebah" ucap Xiao Zhou, dan melesakkan tebasan terakhir nya
blarrrrrrrr.....
sebuah selendang pedang menghantam lambung Zhing dan membuat terlempar, dan mengarah ke diding istana nya, namun sebelum menyentuh dinding sebuah pedang panjang sudah berada di lehernya dengan posisi terbalik, sehingga tidak melukai leher zhing dan menghentikan tubuh Zhing sebelum menyentuh dinding bangunan.
hoss.... hoss.... Zhing mengatur nafas dan memejamkan matanya.
"kau menang tuan, dan kau boleh melewati tempat ku ini" ucap Zhing dengan air mata menetes.
Xiao Zhou memasukkan pedang panjang nya ke dalam sarung pedang, yang ada di pinggang nya.
Xiao Zhou duduk di halaman istana milik Zhing, dan beberapa orang mendekatinya.
"tuan adalah orang ke dua yang mengalahkan ku, aku akan memberikan pil untuk teman kecil mu itu agar bisa melewati laut menuju gerbang ke empat" ucap Zhing.
"orang ke dua? siapa orang yang pertama? tanya Xiao Zhou,
pertanyaan Xiao Zhou membuat semua orang di tempat itu terlihat pucat,
"dia adalah orang yang seharusnya tidak pernah di lahirkan ke dunia ini, orang itu benar-benar bencana" ucap siluman laba-laba.
para penjaga gerbang mengangguk setuju dengan ucapan siluman laba-laba itu.
baiklah kalian berdua bisa pergi sekarang ucap Zhing, dan memberikan sebuah pil berwarna putih kepada Jung Min Ha.
"nona kau sangat manis, setelah dewasa apa kau mau menjadi istri ku?" tanya Zhing dengan senyum riang nya.
plakkkk.... plukkkk...
sebuah pukulan keras dari pemuda berpakaian Shinobi, dan siluman laba-laba, mengenai kepala dan lambung Zhing, membuat tubuh Zhing terlempar dan menghantam tanah.
"bocah bodoh apa kau sudah gila, gadis ini masih sangat kecil" ucap pemuda berpakaian Shinobi itu marah.
"hihi... iblis air kau sangat lucu, tapi aku sudah memiliki kekasih yang jauh lebih tampan dari mu" ucap Jung Min Ha dan naik ke atas panggung Xiao Zhou, dan keduanya melangkah melewati gerbang ke tiga dan menuju gerbang ke empat.
"dasar bodoh, kau saja yang tidak bisa melihat apa yang kau gendong itu" guman Zhing, sambil menggeleng.