
terdengar suara pertarungan dahsyat, bukan... bukan pertarungan tapi lebih mirip pembantaian di atas kolam itu, dan terlihat sesosok tubuh pria, terlempar dan tenggelam ke dasar kolam itu.
"cih... anak anjing?? pujian macam apa itu? tidak tahukah bocah bodoh itu berapa lama aku berdandan untuk nya, dan butuh keberanian untuk memakai pakaian bodoh ini... hah..." guman Ratu Xhin Ye
Ratu Xhin Ye, mengambil jubah nya dan meninggalkan tempat itu di ikuti beberapa dayang yang terlihat ketakutan setengah mati.
balai kecil beratap itu, kini hanya menyisakan lantai kayu nya saja, dan selebihnya sudah menjadi serpihan kayu kecil bertebaran ke udara, dan Xiao Zhou tenggelam di dasar kolam itu dan tidak berani keluar lagi, hingga Ratu Xhin Ye benar-benar pergi dari taman itu.
Ratu Xhin Ye menghentikan langkahnya nya sebelum meninggal taman itu, mendekat kan cincin itu ke bibir nya.
"kalian keluarkan bocah itu dari air, katakan padanya aku menunggu nya di aula keluarga," teriak Ratu Xhin Ye dan para dayang itupun berlari mendekati kolam kecil itu.
****
malam itu keduanya mengendap-endap keluar istana, dan menuju penginapan yang baru selesai di bangun, mereka tidak menyadari beberapa orang mengawasi mereka sejak keluar istana.
keduanya menelusuri penginapan yang belum menerima tamu itu, bahkan belum ada penjaga nya, penerangan di tempat itu sangat bagus meski tidak terlalu terang. keduanya naik ke lantai tiga tempat kamar tidur mereka, kamar mereka begitu mewah, lengkap dengan perabotan elegan.
keduanya duduk di balkon kamar mereka dan duduk di bangku bulat, yang mengelilingi sebuah meja.
Ratu Xhin Ye mengeluarkan cawan putih nya, dan Xiao Zhou mengeluarkan guci nya, keduanya mulai minum di balkon itu sambil sesekali terdengar tertawa manja dari Ratu Xhin Ye.
***
di tempat lain salah seorang pria sedang melaporkan kejadian itu kepada Sang Pengganti.
"hemm... mungkin kau salah bicara, apa maksud mu wajah pemuda itu hitam?" tanya Sang Pengganti, yang belum mengetahui wajah Xiao Zhou sudah kembali bersih.
"aku sangat yakin pemuda itu wajah nya putih bersih tuan," ucap mata-mata Sang Pengganti.
Sang Pengganti mengerutkan keningnya,
"siapa lagi kali ini? penguasa permainan apa yang sedang kau mainkan? jika kau kesepian harus kau menggunakan aku," batin Sang Pengganti dan melesat ke arah penginapan itu.
Sang Pengganti memasang pelindung tubuh nya, agar hawa nya tidak dapat di ketahui orang, dan menyelinap masuk ke penginapan itu, dan perlahan mendekati tempat kedua orang sedang minum itu, dan melihat nya dari jauh.
glekkkk.... suara ludah tertelan terdengar dari bibir nya, saat menatap pakaian Ratu Xhin Ye yang begitu tipis dan memperlihatkan punggung nya yang kurus, dan paha panjang nya, karena belahan pakaian itu begitu tinggi.
Ratu Xhin Ye sudah melepaskan jubah nya, dan sesekali mengacak-acak rambut Xiao Zhou.
terdengar sesekali tawa cekikikan dari wanita yang begitu di cintai nya itu, dan tidak ada suara terdengar lagi, dan berganti dengan bisikan-bisikan dari kedua nya dan sesekali terdengar cekikikan dari wanita cantik itu.
Sang Pengganti semakin penasaran dengan siapa pemuda itu, dan mencari tempat mengintip nya dari jarak yang lebih dekat dan cukup aman, dan memfokuskan pendengaran nya.
Sang Pengganti melihat dari samping pasangan itu matanya sedikit melebar saat menatap, Ratu Xhin Ye sedang menggigit bibir bawahnya, dan agresif mulai mengangkangi pangkuan pemuda yang sedang duduk itu, tangan nya berusaha melakukan sesuatu di bawahnya dan perlahan menurunkan sedikit demi sedikit tubuh nya.
lenguhan panjang Ratu Xhin Ye mulai terdengar, dan mulai bergerak pelan, membuat darah Sang Pengganti mendidih dan hanya diam membeku, tidak menyangka jika penguasa nya yang selama ini begitu sopan dan tertutup, berubah menjadi begitu liar dan bahkan melakukan itu di tempat terbuka seperti itu.
"penguasa.... kali ini kau melakukan kesalahan, aku akan memanfaatkan ini untuk menaklukkan mu, dan bersiap lah menjadi budak ku," batin Sang Pengganti, tangan nya mengepal kencang.
Sang Pengganti menyaksikan semua kejadian itu, dan melihat betapa panasnya permainan kedua nya, beberapa kali tubuh indah wanita itu mengejang, dan mengeluarkan cairan membasahi pakaian Xiao Zhou, dan keduanya mengakhiri nya saat Ratu Xhin Ye duduk di atas meja dengan tubuh setengah tidur hanya bertumpu pada dua siku nya, dan kaki yang di tekuk.
malam itu berakhir dengan Xiao Zhou menggendong tubuh Ratu Xhin Ye, membawa nya masuk ke kamar mereka di penginapan yang masih kosong itu.
*****
beberapa hari setelah malam di pemakaman desa Fuzhu.
komandan prajurit penjaga desa itu melaporkan bahwa sudah tidak ada pergerakan dari mahluk mengerikan itu setiap malam nya, dan yang lebih mengejutkan lagi, para petani suku Fiji yang bertugas merawat desa Fuzhu melaporkan bahwa sudah di temukan beberapa ginseng pengetahuan yang mulai tumbuh di desa itu. hal ini membawa kebahagiaan dari seluruh penduduk pulau.
adalah Penyihir Agung yang menjadi sosok penyebab di balik kabar baik ini, Ratu Xhin Ye memanggil Penyihir Agung dan memberikan sebuah penghargaan tertinggi, dan bergelar serigala bulan salju.
semua ketua klan begitu menghargai usaha yang di lakukan oleh Penyihir Agung, mereka juga sangat menginginkan ginseng pengetahuan itu untuk kepentingan klan mereka.
"aku ucapkan selamat saudara Penyihir ku, kali ini kau melakukan perbuatan yang sangat bermanfaat tidak hanya untuk kita, tetapi generasi mendatang akan semakin baik, semua karena apa yang kau lakukan malam itu." ucap Pertapa Suci yang tampak begitu senang dalam menghadiri pemberian gelar terhormat pada Penyihir Agung di istana.
"aku sedikit iri dan kesal padamu Penyihir Agung, seharusnya kau mengajakku ke makam itu, aku juga ingin mendapatkan gelar seperti mu, hahahah.... tapi kali ini kau sudah melakukan hal yang benar... selamat dengan segala hormat ku serigala bulan salju," ucap Petarung Besar membungkuk memberi hormat.
"hahaha... kalian semua tidak perlu seperti ini, terutama kau Petarung Besar, aku lebih menyukai dirimu yang selalu kesal dengan ku, hahaha.... sudah... sudah... mari kita rayakan keberhasilan kecil ini bersama," ucap Penyihir Agung, yang terlihat sedikit lebih bijak dari biasanya yang begitu acuh dan dingin.
"seharusnya mereka berterima kasih pada bocah itu, tapi tidak dapat melakukan nya karena bocah itu menyembunyikan identitas sesungguhnya, baiklah.... aku akan selalu mengawasi bocah itu, bocah itu sangat menarik bagiku," batin Penyihir Agung sambil menatap sekeliling tapi tidak menemukan bocah itu.
Ratu Xhin Ye sengaja tidak mengajak Xiao Zhou ke acara itu karena sedikit canggung pendamping nya seorang remaja, tapi hatinya begitu merasa bersalah, tidak ada senyum bahagia di wajah wanita itu, jiwa nya terasa kosong, karena ingin berbagi dengan seseorang, penguasa wanita itu lebih sering menunduk dan menatap cincin di telunjuk nya.
"penguasa kau seperti banyak pikiran," ucap sang pengganti terlihat begitu sopan.
"aku tidak apa-apa sang pengganti," ucap Ratu Xhin Ye.
"pasangan yang jaraknya nya terlalu jauh akan sulit mengerti pasangan mereka satu sama lain, dan suami anda terlihat begitu muda, biasanya jiwa muda nya masih selalu ingin menang sendiri, ini akan melelahkan wanita pasangan nya, yang seharusnya mendapat kenyamanan setelah pekerjaan yang menguras pikiran nya," ucap sang pengganti.
Ratu Xhin Ye seperti sedikit terkejut karena sang pengganti mengetahui apa yang sedang dipikirkan, dan hanya tersenyum tipis.
sang pengganti menjulurkan tangannya.
"biarkan aku mengantar anda kembali ke aula keluarga," ucap Sang Pengganti.
"tidak... dan terimakasih atas saran mu," ucap Ratu Xhin Ye, dan berdiri ingin meninggalkan aula kekaisaran nya.
malam itu dirinya terasa begitu kesepian, saat melangkah akan menuruni anak tangga dari singasana nya, semua orang menatap nya karena tidak ada yang mendampingi nya.
Ratu Xhin Ye menghentikan langkahnya dan menatap keseluruhan ruangan aula agung, tampak semua orang sedang menatap nya, sambil berbisik.
"tunggu penguasa... sebaiknya kau tidak menolak mu, karena aku sudah mengetahui aib mu dengan seorang pemuda yang bukan suamimu," ucap Sang Pengganti pelan, seperti berbisik, orang-orang tidak ada yang memperhatikan mereka, dan berbincang dengan teman mereka.
mata Ratu Xhin Ye sedikit menyipit dan perlahan berbalik menatap ke arah Sang Pengganti.
"apa maksud mu Sang Pengganti?" ucap Ratu Xhin Ye pelan.
"tidak perlu berpura-pura tidak mengerti penguasa... aku dengan mata ku sendiri melihat kau melakukan itu dengan seorang pemuda tanggung, di penginapan itu, tenang lah penguasa aku akan merahasiakan semua nya, asal kan kau mengakhiri perbuatan mu dengan pemuda itu, dan kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan, kau sudah dewasa.. kau tentu mengerti maksud ku," ucap Sang Pengganti pelan seperti berbisik.
bibir Ratu Xhin Ye sedikit terbuka, matanya terpejam dalam-dalam, dan tiba-tiba saja aula agung yang awalnya ramai dengan suara orang berbincang dan tawa, tiba-tiba saja mendadak hening,mata semua orang menatap kepada seseorang pemuda gagah yang melangkah tenang memasuki aula agung dan berdiri di tengah-tengah ruangan itu, menatap kearah singasana yang berada beberapa undak lebih tinggi dari tempat nya berdiri.