Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 12


"aku sangat yakin bibi, kakak ipar... aku mohon diri," ucap Tang Bao dan seperti terburu-buru.


kepergian Tang Bao membuat para penyusup itu mengurungkan niat nya ke rumah kecil Xiao Zhou dan kembali ke rumah megah itu, mengikuti Tang Bao.


..."siluman laba-laba berhenti lah bermain-main dengan nya, jangan membuat nya seperti ku, lagipula kau dan semua penghuni alam Qing Sui sudah aku izinkan keluar, dan kau bebas untuk mencari sasaran mu," ucap Xiao Zhou....


"hah... kau benar-benar menyebalkan penguasa, kau sudah sangat tahu, jika aku hanya menginginkan mu," ucap siluman laba-laba dengan wajah cemberut.


"dan bisakah kau mengenakan pakaian yang lebih sopan saat ada tamu untuk ku," ucap Xiao Zhou.


dan tiba-tiba saja wanita itu menduduki pinggang Xiao Zhou dan menarik tengkuk nya.


"hihi... aku ini siluman laba-laba, apa yang kau harapkan dari siluman seperti ku penguasa?" ucap siluman itu begitu pelan dengan bibir terbuka.


"tapi apa kau yakin dengan ucapan mu tadi tentang aku bebas mencari mangsa? apa kau tidak cemburu?" tanya siluman laba-laba mengangkat kedua alis nya dan menatap dalam-dalam wajah teduh Xiao Zhou, seperti sedang mempermainkan anak kecil.


"aku tidak tahu," ucap Xiao Zhou bola mata menatap ke arah jendela.


siluman laba-laba tersenyum senang, mengusap lembut wajah Xiao Zhou dan keduanya saling menatap, bibir nya yang merekah dan berwarna ungu itu terbuka, dan mendekati telinga pemuda itu, sambil berbisik,


"tenanglah penguasa....! tidak ada yang bisa menggantikan mu dalam hatiku, terlepas kau penguasa atau tidak aku hanya milik mu saja, kau sudah mengakhiri petualangan ku untuk mencari pria, kau adalah pria terakhir ku," bisik siluman cantik itu.


dan permukaan bibir bawah nya yang basah menyentuh telinga Xiao Zhou dan terus bergerak, ke arah bibir pemuda itu, wanita itu menyentuhkan bibir nya sesaat, dan menarik nya beberapa Senti, matanya terlihat begitu sayu dan mulai mengeluarkan lidah nya dan memasukkan nya ke bibir Xiao Zhou dan kini keduanya saling *******.


"ciuman mu selalu membuat ku tidak pernah puas, dan itu membuat ku selalu menginginkan bibir basah mu ini," bisik wanita itu lagi saat kedua bibir mereka terlepas, namun ludah nya masih terhubung dari bibir masing-masing.


mereka kembali saling mengadu lidah, dan siluman laba-laba menarik tengkuk Xiao Zhou agar bermain di leher panjang nya,


"aahhh.... aku sudah benar-benar ingin," bisik wanita itu, dan dengan pasti mulai mengeluarkan milik Xiao Zhou dan sedikit mengangkat bokong nya dan memposisikan ujung benda itu di permukaan milik nya.


bokong wanita itu mulai bergerak naik-turun sedikit menggesek kan kedua milik mereka, dan terdengar lenguhan dari bibir berwarna ungu itu, dan mulai jemari nya bergerak sedikit kebawah agar ujung benda itu berhenti menggesek dan sedikit kebawah menemukan celah yang sudah sedikit berkedut, dan begitu licin karena cairan.


wanita dengan rambut di gulung ke atas itu mulai menekan pinggulnya dan tampak ujung benda berurat itu mulai membelah celah nya.


"aahh... celah ku sudah begitu basah, dan penuh, hanya kau yang boleh memasuki nya, aaahhhh.... Zhou'er....." pekikan siluman laba-laba keluar begitu saja dari bibir tebal berwarna ungu itu.


"seperti nya benda ini selalu membesar, sekarang tidak muat lagi," ucap siluman laba-laba dan mengangkat pinggulnya nya lagi hingga milik mereka terlepas, dan kembali hanya menggesekkan celah berlendir milik nya di ujung benda berurat itu.


"kau sangat tahu jika aku selalu menyukai ini, kenapa kau begitu jarang memanggil ku?" ucap wanita itu nafas nya mulai tersengal, dan perlahan celah nya mulai menelan setengah benda itu, membuat benda itu terlihat seperti terjepit karena benda itu tampak lebih besar dari celah yang menjepit nya.


ruangan itu tiba-tiba menjadi penuh erangan dan sedikit pekikan setiap kali wanita itu menurunkan pinggulnya, bibir nya terbuka dan sesekali menggigit bibir bawahnya, seperti begitu nikmat nya kegiatan nya.


"aahhh... milik mu selalu membuat celah ku menjadi sempit, apa kau suka?" tanya siluman laba-laba, dan dari pertemuan milik mereka.


"clek... clekk.... clekkk.... aahh..."


mulai terdengar suara becek, dan selalu di iringi dengan lenguhan seksi dari bibir indah siluman laba-laba, keringat sudah membasahi pakaian keduanya, dan tampak buih keputihan mulai merembes di sepanjang benda berurat itu.


wanita itu membuka sedikit kasar pakaian atas nya dan menarik kedua tangan Xiao Zhou untuk meremas gunung halus nan putih itu.


bibir Xiao Zhou sedikit terbuka, dan kedua tangan nya bermain di gunung besar itu dan perlahan meraba pinggang ramping siluman laba-laba dan semakin kebawah serta menarik pinggul wanita dewasa itu, membuat milik siluman laba-laba menelan secara penuh benda berurat nya.


"hakkkk..... emmmsssss.... aku sudah tidak tahan lagi, eenghhhhhh.... sedikit lagi," guman siluman laba-laba bergetar, nafasnya mulai memburu dan tersengal, serta mulai meremas pakaian Xiao Zhou begitu kencang yang berada di bawah nya,


gerakan wanita yang berpakaian acak-acakan itu semakin tidak teratur dan begitu liar, dan tiba-tiba tubuh nya melengking kebelakang dengan sedikit berkedut di bagian perut nya, dan rebah di atas dada remaja itu, dan ruangan itu pun menjadi hening dari lenguhan manja seorang wanita, hanya terdengar suara nafas yang sedang di atur.


****


tidak jauh dari kota binjong, di sebuah lembah berkabut tampak dermaga di pinggir rawa-rawa yang berbau menyengat, terlihat seorang menyerupai kera dengan kedua tangan terkait di belakang punggung nya, menatap ke sebuah kolam lumpur yang begitu luas, para prajurit semua menutup hidung mereka dengan kain hitam yang tebal.


beberapa gerobak di dorong oleh para prajurit itu hingga di pinggir kolam lumpur penuh buih itu, tampak cairan merah bercampur hitam merembes dari gerobak-gerobak itu.


Para prajurit itu membongkar penutup gerobak yang isi nya penuh dengan jasad lemas karena tulang mereka sudah di hancurkan terlebih dahulu.


"berikan," ucap pria dengan wajah menyerupai kera itu.


para prajurit itu mulai melempar tubuh-tubuh yang remuk itu ke dalam telaga lumpur itu, dan dari sisi lain telaga itu mulai keluar gelembung-gelembung udara di permukaan lumpur itu, dan seperti beriak menuju tempat prajurit yang sedang melempar jasad itu.


dan tiba-tiba makhluk menyerupai ular raksasa keluar dari dalam lumpur dan menatap ke arah pria menyerupai kera itu, mata reptil nya menatap tanpa berkedip, dan lidah bercabang nya mulai menjulur.


beberapa prajurit tampak begitu ketakutan,


"jangan bergerak, jika kalian ingin selamat tetap lah di tempat, mahluk ini lebih menyukai jasad yang sudah remuk, tapi akan menyerang jika melihat ketakutan kalian, hihihi" ucap pria menyerupai kera itu yang tidak lain adalah Adipati Zhou.


"makan lah anakku... makan lah," ucap Adipati Zhou Yun.


dan mahluk itu pun membuka mulutnya lebar-lebar, dan dengan buas menerkam jasad- jasad yang mulai tenggelam itu.