
danau biru adalah danau terluas di dataran utama, pinggiran danau biru di penuhi rumah penduduk, bahkan terlihat danau biru terletak di tengah kota, karena hampir seluruh pinggiran nya di penuhi rumah penduduk...
ini dikarenakan letak nya dekat dengan perbatasan ke empat kekaisaran di dataran utama, sehingga seperti jalur perdagangan di empat kekaisaran..
danau biru sangat terkenal akan keindahan nya, dan juga banyak orang yang percaya bahwa air danau biru ini dapat menyembuhkan penyakit gatal-gatal...
.....
di dalam ruangan yang sangat sempit,
mata Yun Li Wei melebar, tidak yakin tubuhnya akan menerima benda itu, tapi Yun Li Wei yang berada di ujung gairah, sudah tidak tahan dan perlahan mulai melakukan nya....
ahhhhssss...
mata sendu nya terlihat begitu indah, dan menghayati, desahan terdengar dari bibir merah yang terbuka, dan dengan cepat Yun Li Wei mengigit bibir bawahnya, agar desahan tidak begitu terdengar, tapi sayang nya usahanya tidak membuahkan hasil...
desahan Yun Li Wei begitu hebat, dan bersemangat, tangan nya menarik kepala xiao zhou,dan membenamkan di lehernya..
tak terhitung sudah beberapa kali tubuh nya bergetar dan mengejang, dan sampai akhirnya kedua nya selesai...
nafas Yun Li Wei mulai teratur, kedua tangan nya masih di leher xiao Zhou, dan tertidur untuk beberapa saat.
Xiao Zhou juga sedang mengatur nafas nya, dan mulai berkonsentrasi, dan bicara di dalam pikiran nya
"apa kau masih bisa bertahan tungku batu?" tanya xiao zhou
selama ini tungku batu lah yang menyangga peti mati dewa, sehingga peti itu tidak dapat mengecil..
" bocah kau terlalu meremehkan aku, aku dan pedang panjang itu, adalah bagian terkuat dari dewa kuno, aku tidak tunduk pada pusaka atau pun kutukan dewa zaman sekarang, jadi jika kau ingin keluar, dengan mudah aku menghancurkan kotak rapuh ini" ucap tungku batu dalam kepala xiao zhou
"baiklah aku belum ingin keluar sekarang" ucap xiao zhou
beberapa saat kemudian Yun Li Wei terbangun dari alam mimpi nya, dan merasakan ngilu di sekujur tubuh nya dan sedikit nyeri di bagian bawah nya...
" aahhh untung nya ini bukan mimpi" guman Yun Li Wei tersenyum lebar
"kau sudah bangun rupanya" ucap xiao zhou tersenyum kearah Yun Li Wei
Yun Li Wei mengangguk, dan jari nya mengelus wajah xiao Zhou
" terimakasih bocah, kau sudah membuatku merasakan indah nya hidup, walaupun ini hal yang terakhir aku lakukan di ujung hidup ku" ucap Yun Li Wei tersenyum getir
tangan nya masih mengelus wajah xiao Zhou dan mencium ringan bibir xiao zhou
" aku wanita yang sangat beruntung bisa menemani mu sampai akhir, aku tidak pernah menyesal mengikuti ke tempat ini, bahkan kalau waktu bisa terulang, aku akan melakukannya lagi" ucap Yun Li Wei senyum di bibirnya begitu indah, dan penuh kepuasan.
"nyonya kita tidak akan mati disini, aku bisa mengeluarkan mu dari sini saat ini juga" ucap xiao zhou
Yun Li Wei menggelengkan kepalanya
" benarkah? tapi biarlah kita di dalam sini dulu, aku masih ingin memeluk mu" ucap Yun Li Wei
" kau penuh dengan kejutan bocah, aku masih sangat penasaran, katakan bagaimana kau bisa memiliki mata hitam pekat itu, apa kau seorang iblis???" tanya Yun Li Wei
"kau ingat? iblis penjaga tahta tidak pernah takut terhadap dewa, bahkan iblis itu tidak takut pada kematian nya, tapi dia begitu takut padamu" ucap Yun Li Wei lagi
Xiao Zhou menyipitkan mata nya, dan mengingat kejadian di istana mesum raja iblis dan menggelengkan kepalanya..
"hihihi... tidak apa-apa kalaupun kau seorang iblis, atau apapun aku akan selalu mencintaimu, dan aku berharap selalu bisa bersama dengan mu" ucap Yun Li Wei
" aku tidak yakin nyonya, jiwa apa yang terdapat dalam tubuh ku, iblis atau apa?? maafkan aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu" ucap xiao zhou pelan
sssstttt... jari telunjuk Yun Li Wei menutup bibir xiao zhou, mengisyaratkan untuk diam..
" lupakan pertanyaan ku bodohku, biarkan aku bersandar di dadamu untuk beberapa saat" ucap Yun Li Wei dan kepala nya kini di dada xiao Zhou
.......
Lou fang mendarat di pulau terbawah itu, dengan tombak berujung golok di tangan nya, dan melangkah mantap mendekat kearah harimau yang terdapat tanduk seperti duri di beberapa bagian tubuh nya.
baru beberapa langkah Lou fang melangkahkan kaki nya, tiba-tiba sekelebat bayangan hitam mendekati nya, dan tiba-tiba sudah berdiri di dekatnya.
"aku tidak akan melakukan itu, jika menjadi dirimu" ucap bayangan hitam itu yang kini sudah menjadi sosok manusia berambut putih
" siapa kau? dan kenapa aku tidak boleh menaklukkan harimau berduri itu??" tanya Lou fang
"namaku Zhen lu, dan mahluk itu dan pulau ini tidak bisa kau kalahkan" ucap Zhen lu dingin
wajah Lou fang terlihat menjadi ragu, dan keinginan nya melawan harimau itu pun lenyap saat itu, dan menatap mata Zhen lu dalam-dalam
" kau, tidak mengeluarkan hawa pembunuh, apa yang kau inginkan dariku??" tanya Zhen lu
Zhen lu tersenyum dan menunjuk peti mati dewa di belakang punggung Lou fang
" aku ingin bocah yang ada di dalam peti mati itu" ucap Zhen lu dan kini mulai terasa hawa pembunuh dari tubuh Zhen lu
Lou fang menganggukan kepala dan mengelus jenggot panjang yang melewati perut nya.
" aaahhh bocah itu, ternyata di usia semuda itu dia memiliki banyak musuh juga, seperti kau tidak bisa membunuhnya karena dia sekarang berada dalam pusakaku, dan sebentar lagi tubuh nya akan hancur" ucap Lou fang.
Zhen lu tertawa lebar
" hahahaha, kau membuat aku tertawa dengan lelucon konyol mu itu, apa kau tahu peti yang kau bilang pusaka itu tidak lebih dari kotak usang bagi bocah itu" ucap Zhen lu
mata Lou fang terbelalak dan tersadar bahwa pusaka nya benar-benar tidak berkerja, masih tetap seukuran semula, dan mulai mempercayai kata-kata Zhen lu
saat mereka berbincang harimau itu mendekati mereka...
" kalian berdua tidak bisa berada disini, dewa manusia dan iblis tidak bisa tinggal di pulau ini" ucap harimau itu
Lou fang sangat terkejut karena ini pertama kali nya harimau itu bicara.
Zhen lu hanya tersenyum dingin, dan mengeluarkan pedang bintang nya
" sebaiknya kalian lupakan saja ingin membunuh ku, karena aku bukan mahluk yang bisa kalian bunuh, dan kau walaupun kau seorang dewa iblis dan sangat kuat, tapi dengan kondisi mu saat ini, aku rasa kau tidak akan bertahan lama" ucap harimau itu
Zhen lu mengangguk, dan setuju dengan ucapan harimau itu
dalam peti mati dewa...
"nyonya sebaiknya kau pakai topeng mu lagi kita akan keluar sekarang" ucap xiao zhou
mata Yun Li Wei terbelalak, dan ingin menghajar xiao Zhou, mengingat pakaian nya yang hampir tidak berbentuk, tetapi segera mengendalikan diri nya, mengingat bocah di depan nya adalah calon suami nya
"penampilan seorang wanita adalah segala nya, kalian para pria tidak akan mengerti" batin Yun Li Wei
" mulai saat ini aku akan mengikuti semua apa yang kau katakan bocah kecil, tapi tunggu sebentar pakaian kita saat ini sangat tidak bagus kalau dilihat orang lain, dan juga berhentilah memanggilku dengan sebutan nyonya" ucap Yun Li Wei memakai topeng nya dan mulai merapikan pakaian nya dan juga pakaian xiao Zhou dengan kesulitan tempat yang begitu sempit