
siang itu kembali Jung Min Ha di minta Li Mei yin untuk membuat ramuan untuk Xiao Zhou, Li Mei yin tidak mengetahui jika Jung Min Ha sudah melupakan perasaan nya dengan Xiao Zhou.
"kakak ipar kau tidak perlu melakukan ini, tinggalkan saja di atas meja ramuan itu," ucap Xiao Zhou dan meninggalkan Jung Min Ha berdiri mematung di halaman rumah kecil nya.
Xiao Zhou masuk kedalam hutan dan mulai berlatih, langit mulai gelap Xiao Zhou kembali ke rumah kecil nya.
terlihat sebuah mangkuk berisi ramuan sudah jadi, Xiao Zhou melihat sekeliling dan menemukan Jung Min Ha tertidur di ranjang nya.
Jung Min Ha membuka kecil mata nya, dan kembali memejamkan nya dan berpura-pura tidur, hanya garis kecil yang terbuka di mata indah nya, melihat gerak-gerik Xiao Zhou.
Xiao Zhou hanya tersenyum, dan menyelimuti tubuh Jung Min Ha, untuk beberapa saat Xiao Zhou menatap wajah Jung Min Ha, jemari panjang Xiao Zhou mendekati ke wajah Jung Min Ha ingin mengelus nya.
"apa yang ingin di lakukan bocah ini," batin Jung Min Ha dada nya berdebar, dan mencoba menahan debaran hebat itu dengan mengatur nafas nya dengan pelan, seolah-olah sedang tertidur.
jemari panjang Xiao Zhou terhenti, dan mengurung kan niat nya, meninggalkan Jung min Ha untuk membersihkan diri.
Jung Min Ha menghela nafas saat Xiao Zhou meninggalkan ruang tidur nya.
Jung Min Ha membuka selimut yang di berikan Xiao Zhou, sedikit senyum keluar dari bibir merah nya, dan keluar dari ruangan itu untuk memanaskan ramuan itu.
Jung Min Ha keluar dari dapur tangan memegang mangkuk dan meletakkan di hadapan Xiao Zhou.
"adik ipar minum lah," ucap Jung Min Ha dan duduk di samping Xiao Zhou.
Xiao Zhou menatap wajah Jung Min Ha sesaat, dan tersenyum kemudian meminum ramuan itu.
"hei adik ipar kenapa kau tersenyum?" tanya Jung Min Ha dengan mata penuh selidik.
"tidak apa-apa kakak ipar, hanya wajah mu penuh abu, dan noda arang," ucap Xiao Zhou
"hemm... aku tahu," ucap Jung Min Ha.
mata Jung Min Ha melotot dan sebuah pukulan mendarat di kepala Xiao Zhou.
plaaakkkk....
"bocah bodoh kenapa baru mengatakan nya," ucap Jung Min Ha dan meninggalkan Xiao Zhou dan menuju arah dermaga kayu itu.
hawa pembunuh keluar dari tubuh Jung Min Ha yang sudah membersihkan dirinya, terlihat wanita itu sedang menyisir rambut setengah basah nya, tanpa ekspresi menatap Xiao Zhou, membuat remaja itu seperti membeku.
"bagaimana hubungan mu dengan Dewa kekar itu, kakak ipar?" tanya Xiao Zhou mencairkan suasana, sambil memijat lengan nya berharap lengan nya sebesar Dewa Song Feng.
"hemmm... dia sudah berkali kali ingin melamar ku," ucap Jung Min Ha masih tidak berekspresi.
"benarkah? seperti nya kakak ipar akan segera menikah, aku ucapkan selamat," ucap Xiao Zhou
mata Jung Min Ha tiba-tiba berair, hatinya terasa begitu sakit mendengar ucapan Xiao Zhou, tangan nya mengusap air mata nya.
"hik... hik... apa yang terjadi padaku, kenapa hatiku sangat sakit," batin Jung Min Ha.
mata Xiao Zhou tidak berkedip menatap perubahan wajah Jung Min Ha,
"kakak ipar kau baik-baik saja?" tanya Xiao Zhou.
"iya aku baik, aku akan pergi besok aku akan datang lagi," ucap Jung Min Ha keluar dari rumah kecil Xiao Zhou.
Jung Min Ha melewati gerbang latihan Xiao Zhou yang di jaga oleh dua penjaga dari suku bul-bul, tubuh nya bergetar hebat kaki nya begitu lemas dan tiba-tiba saja terjatuh,
Jung Min Ha memukul-mukul dada nya, yang terasa begitu berat.
"ada apa dengan dada ku ini, aku hampir tidak bisa bernafas," batin Jung Min Ha air matanya terus mengalir tidak dapat di hentikan nya, sampai seseorang berlutut membelakangi nya.
"naiklah ini sudah malam biar aku mengantar mu pulang," ucap pemuda itu.
Jung Min Ha mengenal betul punggung panjang itu,
"punggung itu begitu menggoda ku," batin Jung Min Ha.
"kenapa kau melakukan ini? kenapa kau bersikap baik lagi? bukan kah kau yang meminta untuk melupakan perasaan ku?" ucap Jung Min Ha,
Xiao Zhou mengangguk,
"kau benar kakak ipar, ini akan membuat mu bingung, baiklah aku akan menyuruh pengawal mengantarkan mu," ucap Xiao Zhou, dan mulai berdiri, tapi tiba-tiba Jung Min Ha sudah di atas punggung nya, membuat Xiao Zhou sedikit terkejut, dan hampir terjatuh.
"aku tidak mengerti kenapa aku tidak bisa menolak punggung ini," batin Jung Min Ha.
"adik ipar seperti nya kaki ku terlalu lelah, baiklah untuk kali ini aku bersedia kau antar pulang, ini terakhir kali nya kau melakukan hal ini," ucap Jung Min Ha dan melingkarkan tangannya di leher Xiao Zhou.
"kau sudah membuatkan ramuan untuk ku, sudah seharusnya aku membayar nya kakak ipar," ucap Xiao Zhou.
"aku merasa begitu nyaman, aku bisa tertidur dalam sekejap di punggung ini, tapi aku ingin merasakan lebih lama, untuk pertama kalinya aku merasa begitu bahagia, setelah kita berpisah," batin Jung Min Ha.
"adik ipar apa aku berat?" tanya Jung Min Ha senyum bahagia nya selalu terlihat di bibir merah itu.
"iya, seperti kau harus berpindah kedepan ku dengan posisi seperti ini," ucap Xiao Zhou.
"plaaakkkk," sebuah pukulan mendarat di kepala Xiao Zhou.
"maksud mu aku berada di depan mu dan menghadap ke arah mu, dengan tangan melingkar di leher dan kedua kaki di pinggang mu, seperti nya itu ide yang bagus," ucap Jung Min Ha, meladeni candaan nakal Xiao Zhou.
"benarkah ide ku bagus?" tanya Xiao Zhou tidak percaya jika Jung Min Ha mau melakukan hal gila itu.
"hihi... bocah mesum, aku akan membunuh mu jika kau benar-benar melakukan itu," ucap Jung Min Ha.
tidak terasa mereka sudah hampir mendekati rumah kepala desa, Xiao Zhou melihat Dewa Song sedang berbincang dengan Lou Fang.
"kakak ipar akan lebih baik jika aku menurunkan mu di sini," ucap Xiao Zhou menghentikan langkahnya.
"apakah sudah sampai?" tanya Jung Min Ha yang tidak rela jika turun dari punggung itu.
matanya menangkap dua orang yang tidak asing sedang berbincang dari kejauhan.
"kau benar, seperti nya sudah berakhir, maksud ku sampai," guman Jung Min Ha dan melangkah meninggalkan Xiao Zhou, sesekali wajah nya berbalik melihat Xiao Zhou namun remaja itu sudah tidak ada di tempat nya tadi.
wajah kecewa Jung Min Ha tampak terlihat saat pemuda itu sudah pergi.
*****
beberapa hari ini Jung Min Ha selalu menunggu Li Mei yin untuk berharap jika dirinya di minta membawakan ramuan untuk Xiao Zhou tetapi Li Mei yin tidak pernah muncul lagi,
Jung Min Ha selalu melewati hari bersama Dewa Song Feng, seperti mereka sudah di jodohkan oleh langit.
"kenapa aku harus selalu bersama Dewa ini," batin Jung Min Ha, yang kali ini sudah berada di pesta ulang tahun teman Lou Fang di kota huangdong.
mereka bertiga menginap di kediaman Lun Xiang Tien selama tiga hari, dalam kesempatan itu Dewa Song memperkenalkan jika mereka adalah pasangan kekasih.
Lou Fang terlihat begitu bahagia melihat Puteri angkat nya sudah memiliki kekasih baru,
"Puteri ku, saat ini kau sudah memiliki kekasih, kau sebaiknya menjauh dari pria lain, kau tidak ingin membuat ayah mu ini malu bukan," ucap Lou Fang di sela-sela pesta itu.
"baik ayah angkat, aku akan melakukan nya," ucap Jung Min Ha,
"deggg" tiba-tiba bayangan wajah Xiao Zhou terlintas dalam pikirannya, dadanya kembali terasa sesak.
"kenapa aku memikirkan nya lagi, beberapa hari ini aku sudah bisa melupakan nya," batin Jung Min Ha menguatkan tekad nya.
*****
di sebuah rumah mewah di pinggiran danau biru, di ruangan bawah tanah tempat Huang Lang biasa melatih kultivasi nya.
"beberapa hari lagi kita akan menghancurkan pulau keseimbangan, jangan sisakan apapun, semua harus di hancurkan, sasaran pertama adalah pejabat militer mereka, karena hanya pejabat itu yang bisa mengeluarkan pasukan suku bul-bul itu, dan setelah itu target utama penguasa ke 15 dan keluarga nya, bunuh setiap orang yang kita temui dan bakar setiap bangunan yang ada." ucap Huang Lang.
"tapi sebelum itu kalian telan lah mutiara ini, benda ini akan mampu meningkatkan kemampuan kalian," ucap Huang Lang dan menyerahkan mutiara berwarna merah itu kepada kesepuluh bawahan nya
Huang Lang melihat bawahan nya menelan kesepuluh mutiara Dewa berwarna merah itu, dan perlahan ke sepuluh orang itu mulai berteriak dan berguling-guling di lantai batu.
aahhkkkkk... darah segar menyembur dari bibir kesepuluh orang itu, tidak beberapa lama seluruh tubuh orang itu sudah keluar darah dari seluruh pori-pori mereka. teriakan kesakitan, dan darah mulai membanjiri ruang bawah tanah itu.
Huang Lang menatap ngeri, apa yang terjadi kepada bawahan nya itu, dan semua tubuh orang-orang itu diam tak bergerak, ruangan itu mulai hening.
"apa yang terjadi? apa mereka mati?" batin Huang Lang.
tubuh orang-orang itu mulai bergetar dan kulit mereka seperti berganti, pakaian yang di kenakan mulai sobek karena perubahan bentuk dari otot-otot mereka.
aaahhhkkkkk.... teriakan kembali terdengar, dan malam sudah larut, saat kesepuluh orang itu sudah berganti wujud, wajah-wajah mereka begitu mengerikan, terlihat beberapa cula tumbuh di tubuh mereka.
semua saling menatap dan mulai tertawa.
"baiklah, kini giliran ku," ucap Huang Lang dan menelan mutiara berwarna hijau kekuningan.
"aahhkkk... aahhkkkk... tubuh Huang Lang mulai bergerak dan melangkah gontai, tidak terarah,"
"aaahhhhkkkkkkkk.......," teriakan kencang Huang Lang memenuhi ruangan itu, bola matanya kini sudah berubah menjadi hijau kekuningan.
*****