Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 6


Kepala mata-mata itu sudah menggelinding di lantai itu dan darah mulai berceceran di tempat itu.


Tang Bao yang sudah pernah melihat pembantaian lebih sadis dari itu terlihat tenang, dan langkah nya kembali bergerak.


"tuan muda tunggu.... maafkan atas ketidaknyamanan ini, tuan muda tentu tahu begitu banyak penipu dan mata-mata yang belakangan ini masuk ke wilayah kami, jadi kami harus selalu berhati-hati," ucap Zhou Chan.


Xiao Zhou hanya mengangguk ke arah Tang Bao, dan mereka mulai memasuki sebuah ruangan lain dan sebuah meja bundar besar dengan hidangan mewah sudah menunggu.


Zhou Chan menatap cincin yang di berikan Xiao Zhou kemarin pada pria gemuk itu,


"bisa anda jelaskan tentang koin emas ini," ucap Zhou Chan.


"itu uang muka nya saja tuan Zhou," ucap Tang Bao.


mata Zhou Chan melebar,


"uang muka? jadi anda ingin 4000 butir pil tuan muda? apa anda ingin menghancurkan kekaisaran anda? hahaha... maafkan aku itu bukan urusan ku," ucap Zhou Chan.


"tidak... aku hanya ingin menjadi orang yang paling di butuhkan di kekaisaran ku, aku rasa pengambilan ku berikut akan dua atau tiga kali lipat dari saat ini, dan aku harap kau tidak menjual pil anda kepada pihak manapun di wilayah ku," ucap Tang Bao.


"hahaha.... aku sangat mengerti persaingan usaha, tentu saja tuan muda Liu, kami hanya berurusan dengan anda saja jika itu Kekaisaran Wang, dan mulai hari ini tidak akan ada pil yang sama beredar di kekaisaran anda," ucap Zhou Chan.


"hahaha... itu bagus sekali tuan Zhou, aku berterimakasih jika anda mengerti," ucap Tang Bao.


"bagus semua nya sangat bagus, tapi hanya ada satu masalah lagi, hemmm.... menyiapkan pil sebanyak itu dengan mendadak, seperti nya kami tidak sanggup, berikan kami waktu empat bulan tuan muda," ucap Zhou Chan, dengan wajah terlihat begitu menyesal.


"empat bulan?" Tang Bao mengerutkan keningnya sesaat,


" baiklah tuan Zhou aku juga tidak terlalu terburu, gunakan waktu selama yang kau mau, aku mohon diri," ucap Tang Bao dan berdiri bersiap pergi,


Zhou Chan dengan cepat ikut berdiri dan membungkuk hormat,


"silahkan tuan muda, jaga diri anda baik-baik," ucap Zhou Chan begitu ramah, dan mereka pun berpisah.


di luar kediaman megah itu, pria gemuk itu mengejar Xiao Zhou,


"tuan muda tunggu... anda sebaiknya tinggal di rumah tamu kami, kau tidak harus membuang uang mu di penginapan, meski tidak seberapa bagi anda, tapi izinkan aku berbuat baik," ucap pria gemuk itu dan menarik lengan Xiao Zhou, sedikit menjauh dari Tang Bao


"pelayan... bantu aku meyakinkan tuan muda mu, setidak nya empat bulan tuan muda mu bisa membayar 100 koin emas padaku, dan kau akan dapat makanan terbaik setiap hari nya," guman pria gemuk itu, dan terdengar oleh Tang Bao.


"cih... kau bedebah gemuk yang menghargai ku hanya 10 koin emas, lupakan!!! aku tidak Sudi membantu mu," ucap Xiao Zhou membuang wajah nya.


tiba-tiba seorang wanita muda turun dari sebuah kereta kuda mewah, dan melewati mereka dan mengangguk pada pria gemuk itu, tanpa menatap Xiao Zhou dan Tang Bao.


"selamat malam paman," ucap wanita itu.


"aahh... keponakan ku... dari mana saja, cepat lah masuk sudah malam," ucap pria gemuk itu dengan kesal mengangguk dengan mata terpejam karena wajah yang terlalu gemuk.


Wanita itu menatap ke arah Tang Bao dan Xiao Zhou dengan mata seperti kesal, dan meninggalkan tempat itu.


Mata Tang Bao seperti tidak berkedip menatap wanita muda itu, dan menatap pria gemuk itu.


"Apa tawaran mu tadi masih berlaku, seperti nya seratus koin emas tidak mahal," ucap Tang Bao tersenyum.


"hemmm.... aku rasa 110 koin emas, untuk membantu keponakan ku menyiapkan makanan setiap hari kepada Anda tuan Liu, anda tentu mengerti harga bahan makanan terbaik sedikit mahal," ucap pria gemuk itu yang mengenal Tang Bao bernama Liu Zu.


"aku mengerti Paman, apa dua ratus koin emas cukup? pelayan ku akan memberikan nya padamu," ucap Tang Bao dan meninggalkan tempat itu.


"oh tidak, adik ipar kau jangan meniru ku," batin Xiao Zhou mulai menjambak rambutnya dari balik penutup kepalanya, dan menghela nafas nya dan mulai bertransaksi dengan pria gemuk yang terlihat seperti ingin menangis mendapat dua ratus koin emas dengan begitu mudah.


***


sudah beberapa hari Tang Bao dan Xiao Zhou tinggal di rumah tamu yang di miliki oleh pria gemuk itu, setiap pagi wanita cantik itu selalu datang, dan bersama beberapa pelayan yang memang di sediakan di tempat itu menyiapkan masakan untuk mereka.


Rumah tamu itu begitu besar terletak di kaki perbukitan dan sebuah danau kecil yang tenang, rumah itu terdiri dari beberapa bangunan, dan memiliki banyak kamar tidur dengan pekarangan luas, hanya dua orang pelayan wanita tua, dan sesekali tiga pelayan pria datang untuk membersihkan taman yang begitu luas, tempat itu memang sebagai rumah peristirahatan karena tempat nya sedikit jauh dari pusat kota, dengan lereng gunung di belakang nya.


Pagi itu Tang Bao sengaja berlatih beberapa jurus pedang di halaman depan gerakan nya tidak fokus, seperti sedang menunggu seseorang, Xiao Zhou masih duduk di temani guci arak nya, dan jemari panjang nya memainkan kecapi di sebuah balai kecil beratap.


Xiao Zhou mulai bermain, dan tanpa di sadari Tang Bao mulai terbawa suara kecapi itu, gerakan nya menjadi serius dan begitu lincah, sampai tiba-tiba keponakan pria gemuk itu memasuki gerbang, dan sebuah energi qi melesat pelan kearah kaki wanita itu membuat nya kehilangan keseimbangan dan Tang Bao seperti seorang dewa menangkap wanita itu.


"nona apa anda tidak apa-apa?" ucap Tang Bao keduanya saling menatap sesaat.


"aku tidak apa-apa terimakasih tuan Liu," ucap wanita itu dengan wajah memerah dan buru-buru meninggalkan tempat nya.


wajah Tang Bao terlihat begitu bahagia, dada nya berdebar kencang, tangan nya bergetar memeluk tubuh indah wanita itu, dan mendekati Xiao Zhou yang bermain kecapi.


"kakak ipar... apa kau menggunakan tehnik ini untuk meluluhkan hati kakak ku?" tanya Tang Bao.


"kakak mu? tidak adik ipar saat itu aku buta, bahkan aku tidak melihat wajah kakak mu saat itu, aku hanya membantu nya lepas dari orang yang memenangkan turnamen," ucap Xiao Zhou.


"oohh... kakak ipar kau begitu lugu rupanya, seperti kau harus belajar padaku dalam hal menggoda wanita, baiklah... aku akan membersihkan diri," ucap Tang Bao dan masuk ke dalam ruang mandi nya.


Xiao Zhou kembali bermain sampai seorang menarik penutup kepalanya, membuat rambut sedikit panjang nya terlihat, membuat mata wanita itu sedikit melebar dengan bibir terbuka.



ilustrasi Xiao Zhou


"katakan apa maksud mu?" ucap wanita keponakan pria gemuk itu.


Xiao Zhou yang sedang menyembunyikan kemampuan nya sedikit terkejut, dan melebarkan matanya.


"nona apa maksud mu?" tanya Xiao Zhou berbalik.


"dengarkan aku bocah... kau bisa membodohi semua orang tapi tidak dengan ku, kau yang membuat ku terjatuh tadi, dan melihat kristal di kening mu kau bukan lah seorang pelayan, aku yakin kau sedang menyembunyikan identitas mu," ucap wanita itu.


"kau terlihat pintar nona tapi sayang nya tidak, dengarkan aku... aku tidak tahu asal usul ku, aku hanya di asuh secara kejam oleh keluarga angkat ku yang miskin, sudah sejak saat kecil berteman dengan majikan ku, dan sekarang aku adalah pelayan nya, meski aku pelayan nya tapi kami masih seperti teman, dan untuk menjatuhkan mu aku sama sekali tidak mengerti, aku bahkan tidak memiliki dantian bagaimana mungkin aku menggunakan energi qi," ucap Xiao Zhou berbohong.


wanita itu mengerutkan keningnya, mencerna kata-kata Xiao Zhou.


"kita lihat saja sejauh mana kau berbohong padaku," ucap wanita itu pergi.


hari menjelang sore Xiao Zhou mendekat ke arah Tang Bao.