Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
topeng suci


wanita itu merapal sebuah mantra, dan tiba-tiba saja kaki Xiao Zhou seperti di tarik sesuatu, dan kini Xiao Zhou secara utuh tergantung dengan posisi terbalik.


wanita itu duduk di sebuah batu di pinggiran telaga itu, matanya menatap dingin ke arah Xiao Zhou dengan hawa pembunuh yang pekat.


"katakan siapa kau? dan bagaimana bisa berada di tempat ini? jawab aku!!! dan aku akan memberikan kematian yang cepat padamu," ucap wanita itu, penuh kemarahan.


"aku tidak boleh mati sekarang dan di tempat ini," batin Xiao Zhou.


"wanita siluman lepaskan aku, apa kau tidak mengenal ku," ucap Xiao Zhou.


wanita itu sedikit terkejut, dan menyipitkan mata nya yang sedikit melengkung ke atas, menatap orang yang pertama berani memanggil nya dengan sebutan wanita siluman.


"wanita siluman? siapa kau? tapi tunggu dulu melihat pakaian mu kau adalah pejabat baru, dari klan penyihir," ucap wanita itu.


"kau benar, sekarang lepaskan aku atau aku akan melakukan sihir pada mu," ucap Xiao Zhou berbohong.


wanita itu menatap ke sekeliling nya, dan kembali menatap Xiao Zhou dalam-dalam.


"kau ingin melakukan sihir? dari logat bicara mu kau seperti bukan penghuni pulau ini," ucap wanita itu.


"kau benar, aku Yu Jin muda, aku memang berada di luar pulau ini dari kecil, aku calon pejabat hubungan luar, sebaiknya kau melepaskan aku," ucap Xiao Zhou dan penekanan suaranya pada kata pejabat, untuk mengintimidasi wanita itu.


wanita itu hanya tersenyum penuh kebencian,


"baiklah, kau memiliki kulit hitam yang keras, sekarang aku akan menghukum mu, aku akan mengurung mu dengan penjara sihir ku selama nya," ucap wanita itu.


"apa?" batin Xiao Zhou, dan mulai menatap kakinya yang seperti terikat, Xiao Zhou memejamkan matanya, dan terlihat sebuah rantai emas yang di penuhi tulisan dewa, Xiao Zhou dengan cepat menulis huruf suci di udara, namun gerakan nya terhenti saat kedua tangan nya sudah terikat rantai yang sama.


"cukup mengesankan kau hampir bisa melepaskan diri dari jurus ku, tapi sayang sudah terlambat," ucap wanita itu, sebuah kurungan sudah menanti nya di bawah nya.


Xiao Zhou masuk kedalam penjara sihir itu, dengan tangan dan kaki terikat,


"kau tidak akan bisa menahan ku wanita siluman," teriak Xiao Zhou dan ingin mengeluarkan pedang semesta nya.


dalam sekian detik pikiran nya berubah, dan membiarkan dirinya terpenjara untuk sementara.


"jika aku mengeluarkan pedang itu, maka semua akan sia-sia, penyamaran ku akan terbongkar, dan kitab itu tidak akan bisa aku pelajari, baiklah aku akan coba memikirkan nya sebentar," batin Xiao Zhou dan hanya diam untuk sesaat.


"tunggu nona!!!! nona siluman, aku minta maaf bisakah kita membuat kesepakatan?" tanya Xiao Zhou.


"kesepakatan? kau sudah menghancurkan topeng suci ku, hanya dua hal yang bisa kau lakukan, pertama kau harus bertanggung jawab menikahi ku, tapi sayang nya aku sudah tidak ingin menikah lagi, tinggal pilihan yang kedua kematian." ucap wanita itu.


"apa? aku tidak percaya ini? apa topeng itu begitu berharga?," guman Xiao Zhou, memikirkan cara untuk lepas dari wanita itu.


wanita itu mendengar gumanan Xiao Zhou,


"topeng itu sangat berharga bagiku, itu adalah topeng suci, itu adalah tanda kesetiaan ku pada mendiang suamiku, sekarang kau sudah melihat tubuh ku, kesucian yang selama ini aku jaga kau hancurkan begitu saja, apa kau mengerti apa hukumnya untuk itu?" teriak wanita itu.


"apa yang harus aku lakukan? aku tidak ada waktu di kurung dalam penjara bodoh ini." batin Xiao Zhou, memutar otak nya.


"tunggu nona, tapi jika mengurung ku di penjara itu, apa yang akan kau katakan jika ada yang bertanya tentang topeng mu itu, bagaimana kau menjelaskan jika kau kehilangan kesucian tanpa seorang suami," ucap Xiao Zhou asal bicara, mencoba mencari jalan untuk meloloskan diri dari kurungan sihir.


wajah wanita itu sedikit pucat,


"itu bukan urusan mu, bersiaplah membusuk di penjara mu," ucap wanita itu.


"bocah ini benar, pandangan mereka akan berubah terhadap ku, wibawa ku sebagai seorang penguasa akan runtuh, jika itu terjadi maka kehancuran pulau ini sudah bisa di pastikan," batin wanita itu dan wajah nya terlihat putus asa.


"bocah kurang ajar, bagaimana ini bisa terjadi? ini sangat memalukan," teriak wanita itu seperti tidak berdaya, dan menatap wajah Xiao Zhou penuh kebencian.


hampir satu jam wanita cantik itu berdiri menatap kosong telaga di hadapan nya, Xiao Zhou hanya terdiam tanpa bisa bergerak di kurungan nya.


"tidak ada gunanya membunuh bocah ini, tapi akan terjadi kegemparan jika aku menikahi seorang bocah, tapi akan lebih baik daripada nama baik sebagai penguasa pulau ini di pandang sebagai wanita murahan yang kehilangan kesucian tanpa ikatan suami istri, dan juga untuk kelangsungan pulau ini, aku harus melakukan nya." batin wanita itu, tampak wajah nya terlihat begitu lemas.


"hemmmm.... semua sudah terjadi, kita akan menikah," ucap wanita itu pelan tanpa ekspresi, dan melepaskan Xiao Zhou dari kurungan nya


Xiao Zhou hanya terdiam, pikiran nya penuh pernyataan, matanya menatap wanita itu tanpa berhenti


"kenapa kau menatap ku seperti itu? katakan apa yang kau pikirkan?" tanya wanita itu.


"emm... aku hanya berpikir kau menikahi ku tanpa mengenal siapa diriku, dan juga kau begitu cantik, bagaimana mungkin kau menikah dengan pria seperti ku," ucap Xiao Zhou, mencoba agar wanita itu mengurungkan niatnya untuk menikahi nya.


"ehemmm... tentu saja kita akan menikah nona, tentu." ucap Xiao Zhou terburu-buru sebelum wanita itu memenjarakan nya lagi, dan seperti sudah seperti tidak ada jalan lain lagi baginya.


"baiklah siapa kau dan bagaimana rupa mu tidak masalah tidak masalah bagiku, aku tidak perduli lagi, kelangsungan pulau ini adalah yang terpenting, lagipula pernikahan ini hanya sebagai bentuk tanggung jawab mu atas hancur nya kesucian ku, dan kau bisa pergi setelah pernikahan itu." ucap wanita itu, tanpa menatap sedikit pun ke arah Xiao Zhou.


"hemm... kelangsungan pulau? aku tidak mengerti, seperti yang wanita ini sudah gila, tapi ini akan menyelesaikan masalah ini tanpa harus menjadi besar," batin Xiao Zhou.


"baiklah nona kapan kau ingin menikahi aku, aku melihat kau terkurung dalam tempat tersegel ini," ucap Xiao Zhou, menatap segel yang mengelilingi mereka.


"sekarang," ucap wanita itu.


"sekarang? tanya Xiao Zhou menatap wajah wanita itu dan melihat sekeliling nya lagi.


"di tempat ini?" tanya Xiao Zhou lagi.


wanita itu tidak menjawab, bibir merah nya yang tidak terlalu tipis merapal sebuah mantra, dengan sekali lambaian tangan, sebuah meja altar dan dua cawan putih sudah tersedia di depan mereka, dan lengkap dengan persyaratan pernikahan.


wanita itu menggigit telunjuk nya, hingga berdarah dan meneteskan nya di dua cawan putih itu.


"giliran mu," ucap wanita itu tampak acuh.


Xiao Zhou mengeluarkan pedang kematian nya dan melakukan hal yang sama dan tanpa bicara sama sekali.


wajah wanita itu tampak begitu sedih, hidung nya tampak memerah, seperti ingin menangis.


"sekarang darah kita sudah bercampur, minum lah," ucap wanita itu dengan bibir bergetar, dan mengambil salah satu cara putih itu, tangan nya juga bergetar hebat.


"mendiang suamiku maafkan aku, aku tidak berhasil menjaga kesucian ku, akan lebih baik jika aku mati bersama mu dulu, ini hanya untuk kepentingan pulau mu ini, aku harap kau mengerti," batin Xhin Ye, setetes air mata keluar dari mata indah itu dan membasahi pipinya, dan meneguk isi cawan itu.


Xiao Zhou yang melihat itu hanya menelan ludah nya,


"apa tidak ada cara lain?" tanya Xiao Zhou yang tidak tega melihat kesedihan yang sangat di wajah wanita itu.


"cepat lah minum, dan ini sudah terjadi," ucap Xhin Ye sedikit menggelengkan kepalanya seperti pasrah.


Xiao Zhou memejamkan matanya,


"maafkan aku nona," ucap Xiao Zhou dan meneguk cawan kecil itu dan meletakkan nya kembali di meja altar itu.


"namaku Xhin Ye, aku adalah istri mu," ucap wanita itu dengan suara masih bergetar.


"namaku Xiao Zhou, dan aku adalah suami mu," ucap Xiao Zhou dan keduanya saling memberi hormat.


"sekarang kita berdua telah resmi menjadi suami istri," ucap Xhin Ye dengan suara parau dan terputus-putus.


dan tiba-tiba saja kening wanita itu berkerut, dan memegang dadanya.


"uhukkkkk...." seteguk darah segar keluar dari bibir Xhin Ye.


Xiao Zhou menotok beberapa aliran darah wanita itu dan menyalurkan energi qi murni nya melalui punggung Xhin Ye.


keduanya duduk bersila, Xhin Ye memejamkan mata cantik nya, menerima energi qi dari Xiao Zhou, uap biru menyelimuti tubuh keduanya, dan beberapa jam kemudian kedua nya sudah terlihat kembali segar.


"darah pria ini begitu panas seperti api, tubuh Yin ku tidak bisa dengan mudah menerima nya, dia bukan penduduk dari pulau ini," batin Xhin Ye, mengeluarkan sebuah pedang dan menempelkan nya di leher Xiao Zhou.


"katakan sejujurnya siapa dirimu? dan katakan tujuan mu datang ke pulau ini? darah mu bukan dari penduduk pulau ini," ucap Xhin Ye.


Xiao Zhou tidak bergerak, matanya tetap tenang, dan wajah tampak serius, bersiap bertarung.


"namaku Xiao Zhou, dan aku datang ke pulau ini untuk mencuri," ucap Xiao Zhou yang sudah tidak ingin berbohong, dan siap menghadapi Xhin Ye walaupun kemampuan mereka sangat berbeda.


mata Xhin Ye terbelalak mendengar ucapan Xiao Zhou,


"baiklah suami, aku memanggil mu dengan sebutan itu untuk pertama dan terakhir kali untuk mu... ini akan ku ingat, dimana aku membunuh suami ku di hari pernikahan ku," ucap Xhin Ye.


***


susah review adegan itu nya seperti terpotong-potong hehe... oke geng sehat selalu, sampai jumpa Senin depan, satu imajinasi.. izzyl.