Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch 25


Hari berikutnya Park Min Ji berusaha menghindar dari Kim bong Goo, wanita itu begitu jijik melihat pria kekar itu, dan malam itu pangeran ke empat dan Park Min Ji sedang memulai makan malam mereka, wajah wanita itu terlihat kosong, dan terlihat begitu letih, serta kali ini batuk nya sesekali kembali terdengar, bibir yang biasa nya begitu merah kini mulai memucat, meski tidak sepucat dulu.


pangeran ke empat bicara namun tidak ada kata yang terdengar di kepala Park Min Ji, pandangan nya masih menerawang jauh.


"sebaiknya... aku harus cepat pergi dari rumah ini, dengan begitu Kim bong Goo tidak akan bisa mengancam ku lagi, dan nyawa pelayan itu akan selamat," batin Park Min Ji.


"Ji'a ada apa? kau tidak menjawab ucapan ku, apa penyakit mu kambuh?" tanya pangeran ke empat, yang sudah berkali-kali mengajukan pertanyaan yang sama.


Park Min Ji sedikit terperanjat, dan mulai menguasai kesadaran nya.


"aku baik pangeran, hanya saja aku sedikit merasa lelah," ucap Park Min Ji.


hidung wanita itu menangkap harum minyak wangi yang begitu di benci nya di udara.


"pangeran aku ingin istirahat lebih awal," ucap Park Min Ji yang sudah mengetahui jika Kim bong Goo ada di dekat ruangan mereka,


Park Min Ji pun berdiri seperti terburu-buru.


"nyonya Park sebaiknya kita makan malam bersama, ada sedikit yang ingin ku tanyakan padamu," ucap Kim bong Goo melangkahkan kaki nya melewati pintu yang sudah terbuka dengan model belah di tengah.


"apa yang ingin kau tanyakan pada kekasih ku kakak Kim? jika tidak terlalu penting biarkan Ji'a beristirahat," ucap pangeran ke empat dengan kening berkerut menatap ke arah Kim bong Goo.


"hemm... tidak Woon'a, ini tidak penting sama sekali," ucap Kim bong Goo.


"baiklah tuan Kim jika seperti kata mu tidak penting, aku mohon diri," ucap Park Min Ji dan bersiap pergi.


"aahh... aku hanya ingin bertanya, kemana nyonya Park kemarin malam, dan aku juga tidak melihat pelayan kecil itu di sekitar sini," ucap Kim bong Goo.


pangeran ke empat melebarkan matanya menatap tajam ke arah Kim bong Goo,


"jaga bicara mu Kim bong Goo, apa maksud mu? percaya lah padaku, karena satu kesalahan pahaman mampu memisahkan kepala mu itu," ucap pangeran ke empat mulai sedikit gugup dan tidak memanggil nya kakak Kim lagi tetapi nama lengkap nya, karena bagaimanapun dirinya mengenal siapa Xiao Zhou sebenarnya.


langkah Park Min Ji terhenti, tangan nya mengepal hebat, ingin sekali dirinya membunuh Kim bong Goo saat itu juga.


Park Min Ji memejamkan matanya dalam-dalam, mencoba menahan kesabaran nya.


dan beberapa saat sudah duduk kembali ke meja makannya.


Kim bong Goo sedikit terkejut melihat reaksi yang di nilai nya sedikit berlebihan dari pangeran ke empat,


"maafkan aku, tapi ada apa pangeran? kau terlihat begitu cemas? ooohhh... iya kau ingat sekarang, pelayan itu sedang minum dengan teman-teman memancing nya hingga pagi, sayang sekali bocah itu membuang nyawanya untuk guci nya itu," ucap Kim bong Goo, dan tampak wajah pangeran ke empat sedikit lega, dan ingin mempercayai ucapan Kim bong Goo itu.


"duduk lah kakak Kim, kita makan malam bersama," ucap pangeran ke empat mulai tenang.


mereka duduk saling berdekatan mengelilingi meja bundar, dan menikmati makan malam mereka Sambil berbincang, tapi Park Min Ji hanya menyuap beberapa kali saja, selebihnya hanya minum air putih saja.


tiba-tiba wajah Park Min Ji sedikit beku, dan hampir saja menjatuhkan cawan air nya, saat menyadari paha kanan nya di sentuh seseorang, dan yang di sebelah kanan nya adalah Kim bong Goo.


"bagaimana persiapan keberangkatan kita pangeran," ucap Kim bong Goo, tangan kanan nya meletakkan sumpit dan meneguk cawan di hadapan nya, sedangkan tangan kirinya di bawah meja mendekap paha Park Min Ji dari balik pakaian nya.


"kita akan berangkat tiga hari lagi, biro pengawalan sedang memanggil orang-orang terbaik mereka, karena daerah yang kita tuju, cukup berbahaya," ucap pangeran ke empat.


tangan kiri Kim bong Goo mulai mengelus paha Park Min Ji dan tangan kanan Park min Ji menahan tangan nakal Kim bong Goo, yang mencoba menyingkap gaun nya.


"hemm... itu bagus kita, sebaiknya nyonya tidak melawan, maksud ku serahkan pada kami agar semua selamat, semuanya..." ucap Kim bong Goo menatap licik ke arah Park Min Ji.


perlahan tangan Park Min Ji mulai melemah, dan membiarkan tangan Kim bong Goo semakin nakal, tangan itu mengusap paha dalam wanita itu, dan mulai menyibak kan dengan pelan gaun yang di kenakan wanita itu.


tangan Park Min Ji sedikit bergetar saat, matanya sesekali menatap khawatir ke arah kekasihnya dan kemudian menatap ke arah Kim bong Goo lagi.


sambil terus berbincang, jemari Kim bong Goo Sudan berhasil menyentuh kulit mulus dengan sedikit bulu-bulu halus di paha Park Min Ji, tangan kanan Park Min Ji ke bawah meja menahan karena jemari Kim bong Goo sudah hampir menyentuh milik nya yang di lapisi pakaian dalam tipis berwarna putih.


"nyonya Park sebaiknya kau membiarkan aku menjaga mu, aku takut jika orang-orang dari biro itu tidak cukup bagus," ucap Kim bong Goo.


tampak rahang wanita itu bergeretak, dengan mata terpejam, karena begitu benci dengan kejadian di bawah meja itu.


"tidak... kau tidak perlu repot-repot tuan Kim," ucap Park Min Ji dengan suara bergetar.


Kim bong Goo menarik tangan kiri nya, membuat Park Min Ji sedikit lega, tapi nafas nya masih sedikit tersengal, dan tiba-tiba Kim bong Goo menjatuhkan lencana milik nya,


"aahh... aku benar-benar ceroboh," guman Kim bong Goo seperti kesal karena harus mencari lencana nya di bawah meja.


dan seperti berpura-pura mencari lencana nya Kim bong Goo merangkak di bawah meja, dan membuat wajah Park Min Ji kembali kaku.


"aahhh..." tiba-tiba desah nafas Park Min Ji terdengar,


"Ji'a ada apa?" tanya pangeran ke empat.


"hemmm... pangeran... seperti nya aku menelan makanan yang pedas," ucap Park Min Ji berusaha menahan paha nya yang di coba di lebarkan oleh Kim bong Goo di bawah meja.