Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
janji Xiao Zhou


Xiao Zhou berdiri dan berjalan melewati Lun Zhing Yue dengan langkah ringan nya sampai seorang wanita memeluk tubuh Xiao Zhou, mata wanita cantik itu memerah dan berkaca-kaca, dan mengelus wajah Xiao Zhou, dengan bibir bergetar.


"kau sudah kembali" ucap wanita cantik itu.


mata Lun Zhing Yue terbelalak melihat wanita yang memeluk tubuh Xiao Zhou, adalah wanita yang sangat di kenali nya.


"kakak Liu" teriak Lun Zhing Yue, dan menghampiri Liu fenghua.


"aahhh, adik Lun kau juga ada di sini" ucap Liu fenghua, wajah cantiknya, dan tubuh dewasanya begitu menggoda para pengunjung rumah makan itu, mata mereka seperti tidak berkedip saat Liu fenghua melangkah, karena gerakan tubuh nya yang begitu anggun dan bokong menonjol wanita dewasa itu menjadi tercetak lebih jelas di pakaian nya, saat berjalan.


para pengunjung yang sangat kesal karena wanita cantik itu memeluk Xiao Zhou, dan beberapa terdengar mengumpat dan tatapan penuh iri ke arah Xiao Zhou.


"kakak Liu kebetulan kita bertemu di sini, bagaimana jika kita sarapan bersama?" tawar Lun Zhing Yue tersenyum.


Liu fenghua menatap kearah Xiao Zhou yang hanya mengangguk.


"hemm... baiklah" ucap Liu fenghua tersenyum sambil mengelus rambut Jung Min Ha.


mereka duduk berlima, dan saling bertatapan.


"perkenalkan ini adalah suami ku, Xiao Zhou" ucap Liu fenghua, bibir Lun Zhing Yue sedikit terbuka, yang tidak berkedip beberapa saat saat menatap Xiao Zhou.


"adik Lun kau tidak apa-apa bukan?" tanya Huang Lang sambil memeluk pundak Lun Zhing Yue, seperti menunjukan kepada semua orang jika wanita cantik itu adalah miliknya


"aahhh... aku tidak apa-apa, tuan Xiao Zhou senang bertemu dengan anda, aku hanya pernah mendengar nama anda dari kakak Liu " ucap Lun Zhing Yue, dan menatap tangan suami nya pundak nya dengan tatapan risih.


Xiao Zhou hanya mengangguk, dengan wajah tenang.


"ini suamiku Huang Lang, mungkin kakak Liu sudah mengetahui, di acara pernikahan kami dulu, mungkin anda belum mengenal nya tuan Xiao Zhou" ucap Lun Zhing Yue


wajah Xiao Zhou terlihat kesal, dan tiba-tiba tangan Liu fenghua memegang jemari Xiao Zhou yang di bawah meja, dan meremas nya yang sudah tahu dengan perasaan suaminya.


Xiao Zhou menatap Liu fenghua, mata Xiao Zhou seketika berubah menjadi begitu lembut,


"maafkan aku" ucap Xiao Zhou dan jemari tangan Xiao Zhou mengelus wajah Liu fenghua dan jempol tangan nya mengusap sedikit air mata Liu fenghua.


Lun Zhing Yue menggigit bibir bawahnya, melihat jemari panjang Xiao Zhou yang begitu terlihat indah dan halus.


"maafkan kami, tapi kami harus pergi ke suatu tempat, adik Lun sesekali datang lah kekediaman kami di pulau keseimbangan" ucap Liu fenghua dan menarik tangan Xiao Zhou dan juga Jung Min Ha meninggalkan rumah makan itu, di iringi umpatan para pengunjung saat tangan Xiao Zhou yang nakal, meremas sedikit bokong indah Liu fenghua, yang di barengi dengan pekikan kecil Liu fenghua.


*****


semua begitu gembira saat mendengar kabar bahwa pertempuran melawan bangsa iblis di pesisir barat kota shinjong sudah selesai.


"aahhh... beban ku terasa lenyap seketika, aku merasa begitu ringan, selama ini aku hampir putus asa, dan merasa menjadi Kaisar yang tidak layak, suami terimakasih" ucap Zhang Rui dan memeluk Xiao Zhou dan berkali-kali mencium bibir nya.


"dan suami bagaimana kau bisa begitu pintar sekarang dalam melakukan itu, apa ada orang yang mengajarkan suatu tehnik pada mu? kau benar-benar membuat ku gila saat di atas ranjang" ucap Zhang Rui lagi, dan semua wanita di tempat itu ikut mengangguk.


Xiao Zhou hanya tersenyum tipis,


"itu aku dapat dari siluman di alam Qin Sui" ucap Xiao Zhou.


Xiao Zhou menceritakan tentang pengalaman di alam Qin Sui kepada para istri nya, dan juga tentang Lou Rong.


Xiao Zhou tidak pernah menyembunyikan sesuatu yang penting dari istri nya, sehingga istri nya begitu mempercayai Xiao Zhou.


semua menarik nafas dalam-dalam, setelah Xiao Zhou selesai bercerita, Xia xhialun terlihat beberapa kali memperbaiki posisi duduk nya, seperti gelisah.


"sekarang apa yang kau lakukan kepada nona Lun Zhing Yue suami? tanya Ratu Alisa yang mengetahui masih ada yang terganjal di hati suami nya.


"nona Lun sekarang sudah bersuami, dan aku Xiao Zhou berhutang darah pada nona Lun, aku juga sudah berjanji pada nya untuk menikahi nya, hanya ada satu cara untuk itu, dan akan aku lakukan" ucap Xiao Zhou dengan mantap.


"jangan katakan kau akan membunuh suami nona Lun" ucap Xia xhialun


"nyonya Kaisar, kenapa kau selalu ingin membunuh semua laki-laki? kau hampir terlihat seperti tuan Yang Tian" ucap Yumiko dan semua wanita di tempat itu tertawa.


"aku akan meminta nya untuk melepaskan ku dari janji yang telah ku buat, dan aku akan membayar dengan darah ku" ucap Xiao Zhou


****


malam itu di ranjang besar beratap, di ruang tidur utama istana ke 15.


"suami setelah kepergian mu, banyak yang terjadi selama tiga tahun itu." ucap Puteri Ming Mei, di atas ranjang Xiao Zhou yang sudah tidak ada benang yang menutupi tubuh indah nya, keringat memenuhi tubuhnya, dan mulai memeluk tubuh suaminya dengan lembut, tanpa membersihkan dirinya karena kelelahan.


"ayahku Kaisar Ming sudah meninggal karena racun, dan kini putra mahkota lah yang menjadi Kaisar," ucap Puteri Ming Mei lagi.


"aku ikut sedih mendengar nya Mei'er, tapi dari ucapan mu sepertinya kau ada masalah dengan putera mahkota" ucap Xiao Zhou


"kau benar suami, semakin hari putera mahkota semakin mendekatkan aku dengan pangeran Jing Hao, dia adalah pangeran ke dua dari kerajaan terbesar di kekaisaran Ming, mereka berdua adalah teman lama saat di sekte, dan pangeran Jing Hao selalu mempengaruhi putera mahkota, aku sudah beberapa hari ini tidak ke istana kekaisaran Ming, tapi sudahlah suami... tidak usah di pikirkan setelah ayahku meninggal aku sudah tidak ingin berurusan dengan istana itu lagi, dan orang-orang di dalam nya yang penuh dengan siasat keji dan keserakahan akan kekuasaan" ucap Ming Mei, dan kini sudah terlelap karena sudah berkali-kali mereguk kenikmatan bersama Xiao Zhou sebelum nya.


"itu benar, tidak akan menjadi masalah jika, kau tidak kembali ke tempat itu Mei'er" ucap Xiao Zhou dan menyelimuti tubuh istri nya. Xiao Zhou keluar dari kamarnya hanya dengan pakaian tidur, dan sudah di tunggu oleh gadis kembar bertelinga runcing, dengan senyuman nakal mereka, pakaian mereka begitu tipis dan tubuh mereka hampir bisa dilihat dari luar pakaian itu.


"ini buatan adik Kim, dia perancang pakaian yang sangat berbakat, suami apa kau menyukai nya? kedua nya tersenyum dengan wajah memerah.


****


di lantai dua sebuah rumah indah di pinggiran danau biru,


"aahhkk.... ini sakit, dan perih" batin Lun Zhing Yue saat tubuh nya di gunakan oleh suami nya Huang Lang, keningnya berkerut sesekali.


"adik Lun apakah sakit? aku akan lebih lembut lagi" ucap Huang Lang.


"tidak apa kakak Huang, lanjutkan saja" ucap Lun Zhing Yue, dan merapatkan giginya.


"semoga kakak Huang cepat selesai, tubuh ku seperti menolak nya" batin Lun Zhing Yue dan beberapa saat pikiran nya teringat dengan wajah Xiao Zhou yang di lihat nya beberapa hari yang lalu di rumah makan itu.


"bibir pria kecil itu begitu menggoda ku, tubuh ku sangat ingin di sentuh jari-jari panjang nya," batin Lun Zhing Yue


"aahhh...." desahan Lun Zhing Yue terdengar, wajah nya menjadi terlihat begitu terangsang dan matanya menjadi sayu dan begitu sendu, menatap suaminya Huang Lang.


"emmmmsss... aahhh ini nikmat tuan Xiao Zhou" guman Lun Zhing Yue pelan, sambil menggigit jari telunjuk nya yang di tekuk, dan matanya terbelalak karena begitu terkejut menyebutkan nama itu saat sedang bersama suami nya,


terlihat Huang Lang seperti menggila, dan tidak mendengar ucapan Lun Zhing Yue, dan terus melakukan kegiatan nya, karena baru kali ini istrinya memberikan perlawanan hebat, dan setelah Lun Zhing Yue tersadar, perasaan nikmat itu sudah lenyap, terganti dengan perasaan sakit, dan rasa bersalah pada suaminya.


"adik Lun aku sekarang..." teriak Huang Lang dan tubuh nya roboh di samping Lun Zhing Yue.


"apa kau menyukai nya adik Lun" tanya Huang Lang sambil tersenyum penuh kepuasan, karena akhirnya mampu membuat istrinya bahagia.


"iya kakak Huang" ucap Lun Zhing Yue berbohong dan keluar kamar nya membersihkan tubuhnya.


Lun Zhing Yue duduk di beranda lantai dua rumah itu, yang menghadap ke danau biru. tubuh indah nya hanya terbalut pakaian tidur tipis, dengan rambut panjang terurai sepunggung. matanya yang sipit mengarah ke danau biru tetapi dengan tatapan kosong.


"maafkan aku kakak Huang, aku tidak tahu, ada apa dengan ku? setelah bertemu dengan suami kakak Liu, aku selalu teringat dengan pemuda itu" batin Lun Zhing Yue sambil duduk dan meminum sesuatu dari cawan nya.


"aku tidak pernah merasakan nikmatnya bercinta, apa ini karena pesan kakek ku? kakek berpesan agar aku tidak boleh mencapai puncak dalam bercinta, sebelum menguasai jurus pengendalian darah secara sempurna" batin Lun Zhing Yue pikiran nya begitu kacau.


"hemm... jangan kan puncak, menikmati pun aku belum pernah, sampai beberapa saat yang lalu saat aku berhalusinasi melakukan nya dengan tuan Xiao Zhou, aahhh apa yang harus kulakukan, aku benar-benar istri yang buruk" batin Lun Zhing Yue marah pada dirinya.


pagi itu di rumah indah pinggiran danau biru.


"adik Lun hari ini aku akan ke sekte, mungkin akan pulang malam," ucap Huang Lang, dan meninggalkan rumah baru nya, yang di jawab anggukan oleh Lun Zhing Yue.


Huang Lang dan Lun Zhing Yue memutuskan untuk membuat rumah di pinggiran danau biru itu, setelah mereka menikah.


"Hem... kakak Liu, mengundang ku ke kediaman nya, aku sebaiknya menerima undangan nya" guman Lun Zhing Yue, seperti mencari pembenar jika sebenarnya dirinya hanya ingin melihat wajah Xiao Zhou saja.


"yah dewa... apa yang aku lakukan?" batin Lun Zhing Yue saat mencoba beberapa pakaian di depan cermin,


"aku berdandan untuk pria yang bukan suamiku.... aahhhh ini benar-benar membuat ku putus asa" batin Lun Zhing Yue dan melemparkan pakaian ke ranjang pengantin nya.