
plaakkkkkk..." sebuah tamparan di wajah Xiao Zhou.
"kau selalu memanggil ku dengan sebutan itu, apa di hatimu, kau tidak pernah menyayangi ku sedikit saja? bagaimanapun juga kita pernah melakukan perjalanan yang panjang, dan penuh kenangan" tanya Han Yui.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis,
"bibi Yui seperti aku pantas menerima tamparan mu itu, awal nya aku pikir kau hanya ingin melepaskan nafsumu saja padaku, tetapi aku salah, aku bisa merasakan ketulusan dari mu bibi Yui, dan aku sangat merindukan mu" ucap Xiao Zhou terlihat kejujuran di mata pemuda itu, membuat hati Han Yui sedikit luluh.
"emmmmsss...." untuk sesaat Han Yui merasakan kehangatan pelukan Xiao Zhou, dan sangat menenangkan perasaan nya, tetapi pikiran nya kembali mengingat saat melewati hari-hari begitu kesepian setelah mereka berpisah.
"bocah nakal... aku sebenarnya sudah tidak tahan saat ini dan sangat ingin memakan mu, bahkan aku sudah basah sedari tadi, tapi aku ingin sedikit bermain-main dulu dengan mu, tidak semudah itu mendapat aku" batin Han Yui, dan berpura-pura marah,
"lepaskan aku... kau bocah kurang ajar, lepaskan!!!!" guman Han Yui mencoba berontak.
Xiao Zhou tidak menghiraukan ucapan Han Yui memeluk nya dan mendudukkan Han Yui, punggung wanita itu bersandar di sandaran samping bangku panjang yang empuk, dan Xiao Zhou menindih tubuh nya.
Xiao Zhou mulai menciumi leher panjang Han Yui membuat nya sedikit terpekik.
"aahhhhsss.... apa yang kau lakukan bocah bodoh? aku tidak mau," ucap Han Yui, bibir nya sedikit terbuka, dan sedikit mulai menikmati permainan Xiao Zhou
Xiao Zhou menarik turun pakaian atas Han Yui, sehingga gunung nya terbebas, dan pakaian itu menekan gunung itu dari bawah membuat nya tampak begitu mengancung dan menantang.
"aahhhssss...." desahan keluar dari bibir Han Yui, saat lidah Xiao Zhou bermain di ujung gunung nya, pakaian ketat yang seperti mencekik gunung itu dari bawah, membuat aliran darah di gunung itu seperti tertahan, menjadikan seperti membesar dan begitu sensitif.
"emmmmsss.... ini sangat nikmat, sentuhan bocah ini semakin hari semakin pintar," batin Han Yui, yang berusaha mendorong kepala Xiao Zhou agar menghentikan kegiatan seperti tidak benar-benar serius.
"darimana kau mendapatkan lidah kasar seperti ini?" guman Han Yui yang masih sedikit kesal, suara nya sedikit terputus-putus dan nafasnya mulai tidak teratur.
permukaan lidah Xiao Zhou yang terasa kasar menyapu kulit sensitif di ujung gunung nya, membuat tubuh Han Yui bergetar hebat.
dan dorongan kepala itu berubah, kedua tangan Han Yui kini menarik rambut Xiao Zhou dan mendekatkan wajah Xiao Zhou ke wajah nya.
"kenapa kau begitu lama tidak mencari ku? tidakkah kau tahu betapa sakit nya merindukan orang yang sama sekali tidak pernah menghiraukan mu, hik...hik.." ucap Han Yui dan bibir mereka sudah menyatu dengan lidah saling melilit dan liur yang saling bertukar, tetapi air mata Han Yui terus mengalir, hatinya penuh kerinduan.
Han Yui seperti api tersiram minyak panas, birahi nya begitu membara, dan kepala sedikit mendongak sambil menggigit bibir bawahnya, saat jari-jari lembut Xiao Zhou menyelinap, memasuki milik nya dan bermain di tempat itu.
"aahhh.... bocah kenapa kau begitu egois? aku membenci mu, sangat..." ucap Han Yui, berusaha duduk, tangan nya mencari benda yang begitu di impikannya selama ini, tetapi tidak berhasil.
Xiao Zhou berlutut di lantai, dan mengangkat kaki Han Yui dan melebar nya, Han Yui mengangkat sedikit bokong nya agar pakaian bawah nya bisa terdorong ke atas, dan tidak menghalanginya kegiatan Xiao Zhou.
"hentikan... aku masih sangat marah padamu," guman Han Yui seperti tidak sungguh-sungguh menolak kegiatan Xiao Zhou
Xiao Zhou menciumi lembut kaki panjang dan paha sedikit besar milik Han Yui, dan menyapu semua permukaan kulit bersih Han Yui.
"emmmmsss.... aku sangat menyukai semua perlakuan ini," batin Han Yui, kakinya mulai bergetar hebat, tangan Han Yui menarik rambut Xiao Zhou agar menyudahi permainan nya, dan mulai melupakan permainan nya.
Xiao Zhou mensejajarkan milik nya dengan milik Han Yui, tubuh wanita itu bersandar di sandaran belakang bangku itu, dan kaki yang sudah terangkat dan kedua telapak kakinya berada di pinggiran bangku itu, bokong nya juga berada di pinggiran bangku itu, dan sekarang milik Han Yui terpampang jelas begitu membukit, dan tercetak jelas di balik pakaian dalamnya yang tipis dan basah, di hadapan Xiao Zhou,
"ini sangat indah bibi Yui," ucap Xiao Zhou.
"kau jangan melihat nya seperti itu, aku sangat malu," ucap Han Yui dan memejamkan matanya, tidak berani menatap Xiao Zhou.
Xiao Zhou menyingkapkan pakaian dalam Han Yui, dan mulai menempelkan pusaka nya di permukaan kulit milik Han Yui yang sudah sangat basah itu.
mata Han Yui yang awalnya terpejam kini terbuka melebar, saat merasakan benda menyentuh milik nya, Han Yui seperti tidak percaya melihat Xiao Zhou yang benar-benar ingin melakukan nya saat ini. terlihat milik Xiao Zhou sedikit mengerikan, tetapi juga sangat menggairahkan bagi nya.
"bocah... tunggu!!! apa yang kau ingin lakukan? apa kau tidak melihat didepan kita ada begitu banyak orang yang sedang menari, cepat lepaskan aku!!!" ucap Han Yui pelan, seperti khawatir jika suaranya terdengar ke luar ruangan itu.
"aku tidak akan melepaskan mu kali ini bibi Yui," ucap Xiao Zhou,
para penari itu tetap melakukan pekerjaan nya, mereka tidak bisa melihat ke ruangan karena ruangan itu di batasi oleh tirai transparan, dan juga ruangan Xiao Zhou lebih gelap sedangkan di tempat mereka menari lebih terang.
wajah Han Yui sedikit panik tidak menyangka Xiao Zhou begitu agresif malam itu.
"hen-hentikan boca-ahh bodoh, jangan di masukan...!!!! tidak di tempat ini," bisik Han Yui agar suara terputus-putus nya dan tidak begitu terdengar.