
beberapa hari setelah terbunuhnya pangeran Jing Hao.
Raijuta datang dengan membawa surat, dan masuk ke istana ke 15, dan menghadap Puteri Ming Mei, dan menyerahkan sebuah gulungan yang berstempel resmi kekaisaran Ming.
Puteri Ming Mei membaca surat itu dan Xiao Zhou sedang bermain dengan anak-anak nya.
"suami kemarilah.... Kaisar sudah turun tahta, dan sekarang menjadi seorang biksu untuk menebus semua kesalahannya, penjaga tahta saat ini di serahkan padaku, karena hanya akulah satu-satunya orang yang bisa menggunakan pusaka seratus pendekar suci untuk saat ini" ucap Puteri Ming Mei.
Xiao Zhou mengangguk, wajah nya begitu tenang dan juga tanpa ekspresi.
"sebaiknya kau bersiap memasuki istana, seperti kau akan lama memegang jabatan ini, karena putera mahkota yang baru, masih ada di dalam perut wanita yang di sembunyikan di kediaman Ibu Suri" ucap Xiao Zhou.
Puteri Ming Mei hanya menghela nafasnya.
"hemmmm.... ini pekerjaan yang sangat melelahkan, apa yang harus aku lakukan?" guman Puteri Ming Mei.
Xiao Zhou menatap wajah istri nya, dan memegang kedua pundak kurus nya.
"tenanglah, kami semua akan membantu mu," ucap Xiao Zhou
Raijuta mendekati Xiao Zhou dan menyerahkan sebuah surat lainnya.
tapi Puteri Ming Mei sudah merampas nya, dan mulai membaca nya.
"ini surat yang di kirim oleh hadiah mu" ucap Puteri Ming Mei.
Xiao Zhou hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, matanya menatap ke arah lain.
"apa yang di sampaikan surat itu?" tanya Xiao Zhou dengan sedikit gugup.
mata Puteri Ming Mei melebar dan menatap Xiao Zhou dengan kesal.
"hadiah mu sangat merindukan mu, dia akan menunggu mu di kediaman selir, dan sangat berharap kau untuk menemui nya segera" ucap Puteri Ming Mei dan meremas surat itu.
"suami.... kau jangan pernah bermimpi, ikut ke istana itu dengan ku, kau akan tetap di sini, apa kau mengerti?" ucap Puteri Ming Mei.
****
Puteri Ming Mei sudah menggunakan pakaian kebesaran nya, sebagai seorang penjaga tahta kekaisaran Ming,
Puteri Ming Mei duduk dengan wajah tegak di sebuah singasana yang tepat berada satu tingkat di bawah singasana Kaisar yang saat ini kosong.
wajah cantik nya membius seisi aula agung itu, semua pejabat berlutut dan memberi hormat pada penjaga tahta.
"hari ini, aku Puteri Ming Mei menjadi penjaga tahta kekaisaran ini, dengan kekuasaan yang aku miliki mengangkat nona Xiao Huaran, menjadi ratu kekaisaran ini, dan acara penobatan nya akan di lakukan segera" ucap Puteri Ming Mei
"nona Xiao Huaran adalah wanita yang di sembunyikan di kediaman Ibu Suri, dan kini sedang mengandung putera dari Kaisar yang turun tahta, dan keselamatan Ratu Xiao Huaran adalah prioritas utama ku, sebagai penjaga tahta" ucap Puteri Ming Mei.
"semoga Yang Mulia Puteri Ming Mei, panjang umur," ucap semua pejabat di aula agung itu.
dalam beberapa hari Puteri Ming Mei sudah membersihkan orang-orang yang bersekutu dengan pangeran Jing Hao, pejabat-pejabat yang bersekutu itu mulai di hukum mati, termasuk Ratu sebelum nya.
ketegasan penjaga tahta Puteri Ming Mei, mulai tersebar dimana-mana, dan membuat Puteri Ming Mei begitu di takuti di kekaisaran Ming, dan di benak sebagian orang Puteri Ming Mei adalah sosok yang kejam
Puteri Ming Mei mulai terkenal dengan kekejaman dan kecantikan nya, di awal pemerintahan nya di kekaisaran Ming.
"aku hanya menghukum orang yang bersalah, tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan saat aku memerintah di kekaisaran Ming ini" ucap Puteri Ming Mei saat menutup pertemuan pertama nya di aula agung itu.
****
di pulau keseimbangan
hari-hari berlalu, semua berjalan dengan lancar, kecuali hubungan Xiao Zhou dan Puteri Yun Qixuan, keduanya seperti begitu bermusuhan.
Liu fenghua dan Kim Yun sedang mencoba masakan di tempat itu.
beberapa orang sedang berbincang dengan wajah terlihat begitu ketakutan, dan keringat dingin membasahi wajah nya
"apa kau melihat seorang wanita sedang menghajar pasangan nya, demi dewa judi..... wanita cantik seperti Dewi itu begitu berbahaya" ucap seorang pria yang terlihat begitu kasar, sedang bicara dengan temannya.
Liu fenghua dan Kim Yun menatap ke luar rumah makan itu dan melihat Xiao Zhou dan Puteri Yun Qixuan sedang bergumul saling mengumpat.
"kakak Liu seperti Puteri itu lebih galak dari mu" ucap Kim Yun.
"iya.... Puteri Langit dari luar terlihat seperti gelas kaca yang tipis, bahkan kita harus sangat berhati-hati agar tidak pecah, tetapi di dalam gadis itu begitu buas, bahkan dia lebih tahan banting dari Kaisar jalang kita." ucap Liu fenghua.
"sebaiknya kita pergi dari tempat ini, aku tidak percaya pemuda itu adalah suami ku" ucap Liu fenghua lagi, dan meninggalkan tempat itu sambil melindungi wajah merah karena malu dengan tangan nya.
"bagaimana mereka bisa memiliki anak, jika mereka selalu bertengkar? kakak Liu apa tidak apa-apa membiarkan mereka saling cakar seperti itu?" tanya Kim Yun yang mengejar Liu fenghua masuk ke gerbang istana mereka.
****
hari sudah mulai gelap, Puteri Yun sedang berbincang dengan teman wanita baru nya itu.
"kakak Wang, aku dengar dari para pelancong malam ini akan di gelar tarian dari kekaisaran Yunha," ucap Puteri Yun Qixuan.
"itu benar Puteri, aku rasa calon suami mu pasti akan menonton nya, dan juga aku dengar penari itu begitu cantik dan berbakat, bagaimana jika kita melihat kota huangdong, dan melihat penari itu," ucap wanita itu.
"kakak Wang.... aku tidak bisa, bocah itu tidak mengizinkan ku keluar dari pulau ini, dan juga kau tahu sendiri, batu besar itu selalu mengikuti aku" ucap Puteri Yun Qixuan.
"hihihi.... sejak kapan kau patuh pada ucapan bocah itu, apa kau sangat menyukai nya?" ucap wanita itu mencoba memanasi hati Puteri Yun Qixuan.
"a-aku tidak menyukai nya, bocah kurang ajar itu bahkan menghancurkan masakan yang sudah aku buat" ucap Puteri Yun Qixuan kesal, dan mengingat kejadian malam itu.
"baiklah, sekarang telan mutiara ini, dalam waktu setengah jam kau akan bisa merubah wujud mu tanpa di ketahui orang lain, bahkan dewa sekalipun," ucap wanita yang di panggil kakak Wang itu.
"hemm... bocah itu pasti akan menonton, aku akan mempermalukan nya di tempat itu" batin Puteri Yun Qixuan.
dan tanpa berpikir lama, kedua sudah meninggalkan pulau keseimbangan dengan berubah menjadi dua pria sepuh. tidak ada penjaga yang mengenali mereka, termasuk para penjaga dari kekaisaran Langit yang selalu berjaga di gerbang pulau keseimbangan itu.
****
"kakak Zhou... maafkan aku, calon kakak ipar tidak ada di pulau ini" ucap Dewa Yang Dong terlihat wajah nya begitu bersalah.
"tenangkan dirimu adik Gou dong, katakan yang jelas, siapa maksud mu dengan calon kakak i-par," suara Xiao Zhou terputus, dan baru menyadari jika yang di maksud Dewa Yang Dong adalah Puteri Kaisar Langit, dengan cepat berdiri dan melesat ke udara menuju kota huangdong, dan di ikuti oleh Dewa Yang Dong.
"maafkan aku kakak Zhou, aku sangat bodoh," ucap Dewa Yang Dong mengejar Xiao Zhou.
Xiao Zhou berbalik menatap Dewa Yang Dong.
"berhentilah menyalahkan diri mu, Puteri Yun Qixuan memang keras kepala, kau bukan tandingan nya untuk urusan bermain seperti ini, sekarang yang harus kita lakukan adalah menemukan nya secepatnya, kita berpencar" ucap Xiao Zhou.
Xiao Zhou melompat ke atas atap dan melihat sekeliling kota yang begitu ramai, dan duduk mengamati orang-orang yang sedang berlalu-lalang.
"malam ini begitu terang dan juga sangat ramai," guman Xiao Zhou sampai seseorang sudah duduk di sebelah nya.
sinar bulan penuh menerangi langit kota huangdong malam itu, angin berhembus di atas atap rumah itu menyapu wajah dan rambut Xiao Zhou yang tidak terlalu pendek.
wussshhhhsssss-
suara angin tersapu tubuh seseorang, membuat mata Xiao Zhou tidak bergerak, dan mengetahui jika seseorang sedang menghampiri nya dari belakang nya, tidak ada tindakan Xiao Zhou, karena jelas bagi nya tidak ada hawa pembunuh dari orang itu.
"apa kau mencari seseorang?" ucap suara wanita yang begitu di kenali nya.