
di alam Qing Sui tiga tahun yang lalu.
Xiao Zhou mendorong sebuah gerbang besar yang terbuat dari batu, pintu gerbang itu pun terbelah menjadi dua dan mulai terbuka.
grrrrrraaaaagggggghhhhhh......
debu-debu mulai terhempas dari celah gerbang itu, menunjukkan gerbang itu sangat jarang terbuka.
tampak ribuan anak tangga membentang begitu panjang dan menuju sebuah altar berbentuk lingkaran.
Xiao Zhou mulai melangkah menapaki anak tangga itu satu demi satu, dan akhirnya sampai pada puncak anak tangga itu, dan melangkah memasuki altar berbentuk lingkaran itu.
altar tinggi itu di jaga seorang pria tampan, berusia sekitar 25 tahun, di kening terdapat kristal berwarna hijau, dan penutup kepala tinggi, berwarna putih kekuningan yang terbuat dari kain yang kaku seperti kertas.
penutup kepala itu hampir berbentuk kerucut, tetapi ujung nya tidak sampai runcing, hanya setengah saja, dengan manik-manik memanjang di sekitar telinga membuat nya terlihat begitu indah.
keduanya saling menatap, tidak ada hawa pembunuh dari pemuda itu, wajah damai nya berbanding terbalik dengan wajah Xiao Zhou yang penuh aura kematian, rambut nya yang masih panjang dan seringai mengerikan, serta pakaian hitam yang sudah kusut, dan compang-camping bekas pertarungan membuat nya seperti iblis yang haus darah.
"namaku Wang er-lang, aku adalah penjaga gerbang ke tujuh, dan kau di sini karena undangan ku," ucap pemuda dengan penutup kepala setengah kerucut itu dengan sopan, dan senyum ramah.
Xiao Zhou menurunkan Jung Min Ha dari punggung nya, dan mendekati pemuda itu.
"hehe.... tidak usah terlalu banyak berbasa-basi seperti ini, suatu kesalahan mengundang orang yang tidak tepat ke pestamu ini," ucap Xiao Zhou yang kini sudah melepas ilusi nya dan berada di belakang punggung dari Wang er-lang.
pemuda itu masih begitu tenang, walaupun mengetahui jika Xiao Zhou ada di belakang nya.
"pemuda ini masih bisa tersenyum, padahal dia sudah tahu aku di belakang nya, aku tidak menyangka ada orang sehebat ini," batin Xiao Zhou, dan menebaskan pedang panjang nya.
"tapppp" tebasan pedang kematian Xiao Zhou di jepit oleh jari tangan kiri pemuda itu, dan dalam sekali gerakan tubuhnya berputar melayang di atas pedang kematian dan melewati nya,
jepitan tangan itu terlepas dan pedang panjang itu melanjutkan tebasan nya.
mata Xiao Zhou melebar, kecepatan pemuda itu begitu tinggi.
"kecepatan yang nyaris sempurna," guman Xiao Zhou, yang kini sudah kembali di posisi awal nya.
Xiao Zhou menancap pedang panjang nya di lantai altar itu, yang terbuat dari batu.
jari telunjuk dan jari tengah, tangan kanan nya merapat, di kini berada di depan kening nya, sambil merapal mantra.
perlahan rambut panjang nya dan pakaian nya mulai melambai seperti berada di dalam air.
pemuda yang sudah melayang di udara itu juga melakukan hal yang sama, dan memejamkan matanya, pakaian lebar yang berwarna putih milik nya berkibar karena energi qi yang keluar dari tubuhnya,
dan di sekitar tubuh nya kini muncul puluhan senjata berbentuk cakram berputar, dengan gigi-gigi tajam melengkung di sisi luar cakram tersebut.
mata Wang er-lang terbuka, dan menatap tajam kearah Xiao Zhou, seperti sudah di perintahkan, cakram-cakram itu mulai melesat ke arah Xiao Zhou dengan begitu cepat, Xiao Zhou mulai menghindari serangan dari cakram itu.
senjata itu menghancurkan apa saja yang di lewati nya, lantai batu dari di altar itu tidak luput dari keganasan senjata itu.
hanya dalam sekejap lantai altar yang awalnya begitu indah kini sudah terlihat berantakan, terlihat bekas sayatan, dan pecahan bebatuan di mana-mana.
Xiao Zhou terlihat sedikit kewalahan, tangan nya sedikit gemetar, karena menahan senjata itu dengan pedang panjang nya,
"senjata itu memiliki energi qi yang sangat dahsyat," batin Xiao Zhou.
"bocah... apa kau hanya akan menghindar saja?" tanya Wang er-lang, yang masih melangkah dengan tenang di udara, kedua tangan nya berapa di belakang punggung nya.
Xiao Zhou hanya tersenyum, terlihat wajah nya begitu menikmati pertarungan melawan pemuda di udara itu.
"hahaha badut jalanan.... kau jangan terlalu senang dulu," ucap Xiao Zhou.
"lingkaran pedang kematian," guman Xiao Zhou dan membuat garis setengah lingkaran di depan nya, dengan ujung pedang kematian di lantai altar itu.
"tubuh Xiao Zhou menghilang dan dalam sedetik sudah ada di dekat pemuda itu, dan mulai menyerang pemuda itu dengan tebasan pedang nya.
selendang pedang pun mulai muncul di berbagai tempat mengarah ke Wang er-lang.
traaangggg.... traaangggg.....
trangggg.......
ribuan jurus sudah beradu, terlihat kedua begitu ganas, dan menikmati pertarungan mereka, dan tampak berimbang.
Xiao Zhou walaupun kulit nya tidak tergores tapi luka dalam yang di alami nya cukup serius, dan Wang er-lang yang merupakan abadi di alam itu, luka-lukanya tidak serta-merta menghilang dari tubuh nya, darah mengucur dari luka di tubuhnya sebelum luka itu tertutup kembali.
keduanya mengatur nafas mereka, pertarungan itu begitu lama, tanpa di sadari tubuh Xiao Zhou semakin kuat, begitu juga tingkat kultivasi nya semakin meningkat.
"ini sangat menyenangkan bocah kecil, tapi aku akan mengakhiri semua ini, dan ini adalah jurus terakhir yang akan kau lihat, karena jurus ini akan menghancurkan dantian dan setelah itu jiwa mu akan terenggut oleh roda abadi ku, roda itu tidak akan berhenti sebelum jiwa mu terbawa olehnya ke alam neraka," ucap pemuda itu.
"jurus roda nirwana," ucap pemuda itu, huruf-huruf suci dewa keluar dari tubuh Wang er-lang, dan perlahan cakram-cakram itu menjadi satu, dan berwarna hijau kekuningan.
"jurus ini sangat mengerikan," batin Xiao Zhou dan memasukkan pedang kematian nya, serta menutup matanya.
"pedang semesta, keluar lah...," guman Xiao Zhou.
"tuan ku.... anda yakin akan menggunakan kemampuan ku tuan? tapi anda belum siap untuk itu," tanya pedang semesta.
"hahaha.... aku adalah tuan mu, sebaiknya kau simpan nasehat bijak mu itu, karena saat ini aku tidak membutuhkan nya," ucap Xiao Zhou, aura iblis masih begitu kental menyelimuti nya.
"anda benar tuan, anda adalah majikan ku," ucap pedang semesta, dan mulai muncul di tangan kanan Xiao Zhou, dan pedang itu di selimuti asap uap berwarna biru.
prakkkk....
prakkkkk....
tangan kanan Xiao Zhou mulai sedikit bergetar, urat-urat kebiruan mulai terlihat menonjol di kulit putih nya.
gigi Xiao Zhou mulai menggeretak, menahan energi semesta yang sangat hebat.
semakin lama warna kulit lengan Xiao Zhou menjadi keunguan, seperti terkena racun, dan menjalar sampai leher dan setengah wajah nya, berubah menjadi keunguan dengan urat-urat mengerikan.
"energi apa ini? guman Wang er-lang yang untuk pertama kalinya merasakan ketakutan dalam dirinya.
senyum lebar muncul di wajah Xiao Zhou sudah terlihat mengerikan, walaupun cuma setengah di balik rambut panjang nya,
"bedebah matilah kau kali ini," teriak Xiao Zhou dan melesat ke arah Wang er-lang, menjadi seekor burung Phoenix hitam.
mata Wang er-lang terbelalak, wajah terlihat pucat, dan dengan cepat membelah cakram nya menjadi delapan,
"jurus roda nirwana!!!!" teriak Wang er-lang, dan kedelapan cakram itu melesat ke arah burung Phoenix hitam itu.
praaannnnnkkkk...
prraaaannnkkkk.....
ledakan dahsyat terjadi di udara, burung Phoenix hitam itu terus melaju kencang, menghancurkan cakram-cakram berwarna hijau kekuningan itu, dan akhirnya menembus tubuh Wang er-lang, di udara.
uuuuaaahhhhkkkk.....
teriakan kencang keluar dari bibir Wang er-lang, darah segar menyembur dari tubuhnya, mata nya terbelalak tidak percaya jika cakram nirwana nya bisa hancur dengan begitu mudah oleh tebasan pedang semesta.
tubuh Wang er-lang terjatuh, dan membentur lantai altar hingga hancur, dan di ikuti dengan pecahan-pecahan dari cakram-cakram milik Wang er-lang.
burung Phoenix hitam itu mendarat dengan sempurna, dan menghilang hanya menyisakan tubuh Xiao Zhou dengan posisi setengah berlutut, di lantai altar itu.
"aahhh.. aku merasa sangat segar, aku sudah di ranah pendekar surgawi tingkat lima saat ini," batin Xiao Zhou sambil menyeret pedang semesta dan melangkah mendekati Wang er-lang yang masih terbaring lemas.
wajah, dan tubuh Xiao Zhou perlahan mulai kembali memutih dan normal kembali
"bocah aku mengaku kalah.... aku boleh meninggalkan alam ini, pergilah... satu lagi aku mengakui mu sebagai penguasa, dan jangan biarkan apapun mengikuti mu keluar dari alam ini" ucap Wang er-lang, dan sebuah gerbang dimensi terbuka di atas altar itu.
Xiao Zhou melesat ke arah Jung Min Ha, dan menggendong gadis kecil itu, dan gerbang dimensi itu mulai menghisap nya,
sebelum mata Wang er-lang terpejam, satu jari Wang er-lang bergerak tanpa di sadari nya, begitu juga dengan Xiao Zhou yang mengira pertarungan sudah berakhir, sebuah bayangan cakram yang luput dari serangan burung Phoenix hitam tadi melesat ke arah Xiao Zhou yang sudah masuk ke gerbang dimensi.
sreettttsssss.....
bayangan cakram berwarna hijau kekuningan itu masuk ke tubuh Xiao Zhou.
aahhhkkkk.....
darah segar keluar dari bibir Xiao Zhou, kulit nya tidak terluka, tetapi cakram itu menancap di dantian nya dan terus berputar, mulai mengoyak dantian itu.
bersamaan dengan itu seekor kupu-kupu dengan corak sebuah mata, mengikuti Xiao Zhou meninggalkan alam Qing Sui.
Xiao Zhou menatap kupu-kupu itu, dan mengingat ucapan Wang er-lang, dalam keadaan menahan sakit, tangan gemetar Xiao Zhou menebaskan pedang semesta nya ke arah kupu-kupu itu, tetapi kupu-kupu itu berhasil menghindar, Xiao Zhou ingin menyerang kupu-kupu itu lagi, tetapi darah kembali menyembur dari bibirnya dan semua nya menjadi gelap.
Xiao Zhou keluar dari gerbang dimensi dalam keadaan pingsan, gerbang dimensi itu berada di sebuah goa tidak jauh dari kota shinjong.