Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
janji


Puteri shin mengamati wajah pangeran vadum


"wajah pangeran vadum sangat tampan, dengan rambut putihnya membuat nya tampak menawan setiap hati wanita,,


tapi kenapa setiap aku menatap nya hatiku bahkan tidak tergetar sama sekali,,, bahkan saat dia menyanjungku aku tidak menjadi senang,,, bahkan aku sangat muak dan tidak ingin didekat nya walaupun hanya untuk beberapa saat,,, apa yang terjadi padaku seharusnya aku senang ada didekat calon suami ku,,, batin putri shin


"tapi persaan yang berbeda kurasakan dengan tabib kecil itu,, senyum nya yang alami ,, wajah nya yang dingin dan tatapan matanya yang menyejukkan dan menenangkan,,, membuat ku luluh dan aku selalu ingin menjadi bagian dari hidupnya,,, aku sama sekali tidak mengerti perasaan ini?? mereka sama-sama tampan tapi persaan ku kepada kedua nya perbedaan nya bagai langit dan bumi" batin puteri Shin lagi...


.....


Puteri shin mendekati pangeran vadum,,


"kau adalah calon tunanganku pangeran,, dan mungkin akan menjadi suami yang akan melindungiku,, tapi bagaimana kau bisa melindungi ku sedangkan untuk melindungi racun kerajaan mu saja kau tidak bisa,, bahkan racun itu hampir membunuh saudariku... maaf pangeran,, kali ini aku tidak bisa memaafkan mu." ucap Puteri shin


"apa maksudmu Puteri?" tanya pangeran vadum dengan wajah penuh amarah,,,


"aku Puteri shin putri dari kerajaan oak hijau,, membatalkan bertunangan dengan pangeran vadum,,, dari kerajaan oak putih,, apa sekarang kau mengerti pangeran????" tanya Puteri shin berbalik bertanya kepada pangeran vadum, seperti bertanya kepada anak kecil.....


pangeran vadum bergetar karena marah,, tapi dengan cepat menguasai diri nya...


"baiklah hari ini aku sangat lelah mungkin begitu juga dengan mu Puteri,, aku mohon sebaiknya Puteri pikirkan lagi," ucap pangeran vadum mencoba bernegosiasi lagi dan pergi sebelum ada yang menjawab ucapannya,,,,


.....


pagi itu xiao Zhou makan ditemani Puteri vhin di belakang kediaman xiao Zhou,,, bangunan itu di hadiah kan oleh ratu Alisa,, karena telah menyelamatkan kedua putrinya.....


"apa kau sudah memiliki kekasih?" tanya Puteri vhin menatap mata xiao Zhou,,


"kenapa Puteri menanyakan itu? apa Puteri kecil ini mau jadi kekasih ku juga???" ucap xiao zhou pelan menggoda Puteri vhin....


mata Puteri vhin melebar,, dan mencubit pinggang xiao Zhou,,,


" cihhh aku tidak Sudi.." ucap Puteri vhin... dengan wajah memerah,,,


"hahaha,,, maaf Puteri vhin,,, aku hanya bercanda, aku sudah memiliki 5 istri Puteri" ucap xiao zhou sambil menyuapkan makanan ke bibir nya,,,


Puteri vhin menatap ke mata xiao Zhou mencari tahu apa yang baru di ucapkan pemuda itu benar,,,


"hemmm seperti nya aku dan kakakku akan sangat kecewa," batin Puteri vhin...


"setidaknya bukan hanya aku yang terluka,, hahaha" batin putri vhin hati nya Puteri vhin sedikit terhibur,


"hemmm... tidak ku duga kau seorang tabib yang nakal" ucap Puteri shin yang tiba-tiba saja sudah duduk di dekat xiao Zhou....


xiao Zhou hanya tersenyum dan tenanglah


"kalian berdua aku akan bersikap adil terhadap kalian istri-istri ku" ucap xiao zhou masih bercanda,, dan berpura-pura menyuapi Puteri shin makanan dengan sumpit nya....


tiba-tiba saja Puteri shin membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan xiao zhou,,,


xiao Zhou yang tidak menyangka,, sedikit kaget dan dengan cepat menguasai keadaan,,,


Puteri vhin tidak kalah kagetnya... hanya tersenyum kecut....


"suami aku juga mau itu" ucap Puteri vhin manja dan menggelembung kan pipi nya....


"ini istri kecil ku makanlah" ucap xiao zhou sambil tersenyum,, dan mereka melewati sarapan pagi dengan berebut suapan dari suami jadi-jadian nya,,,


..... ..... ....


semua rombongan dari kerajaan oak putih mencoba menyentuh jantung dari ratu Alisa yang masih melayang di tengah aula istana ratu...


tetapi tidak ada yang berhasil, bahkan pangeran vadum juga ikut mencoba,, tapi sial bagi nya pangeran vadum terlempar puluhan meter dan menabrak dinding aula membuat dirinya sangat malu di hadapan begitu banyak orang,,,


"kalian akan aku balas" batin pangeran vadum,,,


di kediaman Puteri vhin xiao Zhou memberikan ramuan yang agak berbeda kali ini,,,


"ramuan ini berbeda dari biasanya,, racun di tubuh kalian sudah tidak ada lagi,,ramuan ini untuk menghancurkan kristal di dalam ginjal kalian,, minumlah ini,, akan sedikit sakit, dan besok air seni kalian akan berwarna seperti ceri kristal" ucap xiao zhou panjang lebar dan memberikan ramuan itu pada kedua putri kembar itu....


..... ..... .....


pagi itu,, tiba-tiba ribuan elf kerajaan oak hijau berkumpul,,,


"saudara semua pagi ini kita di serang oleh bangsa manusia yang di bantu oleh penghianat pangeran vadum dan rombongan nya, bersiaplah,," ucap ratu Alisa...


"kalian pengawal istana buat formasi bertahan di garis depan,, ucap pria gagah itu...


"baik jendral gim,,, ucap semua pengawal istana... dan ratusan elf berlari ke depan,,,


"kalian pasukan perang ku siapkan formasi pertahanan panah bertingkat 4,,, cepat lah ini mendesak." teriak jendral gim,,,


dan ribuan elf berlarian... mencari posisinya masing-masing,, dan jendral gim memanggil para jenderal yang lain untuk rapat membahas strategi selanjutnya....


di kediaman xiao zhou,,, kedua Puteri sedang menarik lengan xiao Zhou untuk bersembunyi,,,


"kau tabib manusia sebaiknya bersembunyi di belakang hutan oak hijau ini,",, ucap Puteri shin


"kakakku benar kau bersembunyilah biar kami akan menghadapi mereka," ucap Puteri vhin


terlihat Ratu Alisa mendekati mereka,,


"kalian bertiga pergilah dari kerajaan ini... kekuatan pasukan musuh dua kali lipat dari kekuatan kita...dan juga mereka di bantu oleh rombongan pangeran vadum,,,, kali ini ibu mohon kalian jangan membantah ucapan ibu... kita tidak punya banyak waktu" ucap ratu Alisa


mereka bertiga membeku,,


"anak manusia ini begitu tulus mengobati kedua Puteri ku,,, dan tidak menginginkan balasan apapun, dan aku lihat Puteri vhin menyukai anak manusia ini" batin ratu Alisa.....


"anak manusia aku tahu bahwa kau tidak mau terlibat masalah dengan orang lain,, tapi kali ini maukah kau memenuhi permintaan ku?"tanya ratu Alisa


"baiklah ratu aku akan mencoba membantu anda.." ucap xiao zhou


"tidak anak manusia... berjanjilah bahwa kau memenuhi permintaan ku!" ucap ratu Alisa dengan nada memohon...


"baiklah Ratu Alisa aku xiao Zhou berjanji akan memenuhi permintaan anda." ucap xiao zhou mantap,,


ratu Alisa tersenyum,,


"terima kasih anak manusia" ucap ratu Alisa


"aku sudah mendengar kau mempunyai 5 istri,,, kau anak manusia yang baik aku yakin itu,,," ucap ratu Alisa sambil memejamkan mata nya..


"sekarang berjanjilah menikahi Puteriku,, yaitu Puteri vhin,, dan kau akan menjaga dan menyayangi nya sampai kau mati" ucap ratu Alisa dengan menatap mata xiao Zhou mencari kejujuran di dalam nya....



ilustrasi Puteri vhin


xiao Zhou kaget bibir indah nya terbuka,,, mata nya menatap wajah Puteri vhin,,,


Puteri vhin yang awalnya kaget... kemudian tersenyum dengan wajah memerah,,,


sedangkan Puteri shin hanya mengigit bibir nya,, ingin rasanya ia pergi bertempur sampai mati....


xiao Zhou melihat reaksi Puteri vhin, dan mengerti,,


"kalau Puteri vhin bersedia menikah dengan ku,, aku akan berjanji menikahinya ratu" ucap xiao zhou


ratu Alisa tersenyum melihat wajah putri bungsunya...


"aahhh Puteri ku ini terlihat sekali menyukai anak manusia ini" batin ratu Alisa


"kau lihat sendiri kan anak manusia,,, Puteri ku begitu senang sampai tersenyum seperti gadis bodoh" ucap ratu menggoda Puteri vhi...


"ibu aku malu," ucap Puteri vhin


bagai tersambar petir bibir Puteri shin terbuka mendengar jawaban dari xiao zhou,,


"apa ini dadaku begitu sakit" batin Puteri shin


ratu hanya tersenyum dan mengelus lembut wajah Puteri vhin...


"sifat mu yang manja ini,, membuat aku selalu mengkhawatirkan mu Puteriku,,,


sangat berbeda dengan kakak mu yang mandiri.. dan sekarang aku bisa tenang,,, anak manusia ini aku yakin bisa menjagamu Puteriku" ucap ratu Alisa,, yang kini juga membelai wajah Puteri shin....


"cepat lah kalian bertiga pergi dari sini" teriak ratu Alisa....


......... ...... .........