
sang pengganti menunduk dan membungkuk, pipi bawah nya terlihat bergerak, menahan amarahnya, dan keluar dari aula keluarga itu.
Ratu Xhin Ye mendekati Xiao Zhou, Huan Zhi segera menarik tangan nya dari rambut Xiao Zhou.
"aku sudah muak dengan ini, dasar pria tidak setia, dan wanita itu juga tidak tahu malu." guman Ratu Xhin Ye pelan, dan tidak terdengar oleh kedua orang itu.
"aahhh suami kau sedang ada tamu rupanya," ucap Ratu Xhin Ye begitu lembut dan langkah anggun nya.
"penguasa, maafkan aku tidak menyapa anda terlebih dahulu," ucap Huan Zhi berdiri.
Ratu Xhin Ye mengangguk, sambil tersenyum,
"tidak apa-apa nona Huan, kalian berdua tidak keberatan bukan jika aku bergabung dengan kalian," ucap Ratu Xhin Ye, menatap Xiao Zhou yang hanya menunduk.
"tentu penguasa, suatu kehormatan bagiku bisa satu meja dengan anda," ucap Huan Zhi.
Ratu Xhin Ye duduk di samping Xiao Zhou dan merapatkan tubuhnya dengan Xiao Zhou, hidung nya mencium aroma dari tubuh Xiao Zhou membuat nya sedikit bergetar, dan teringat pergumulan panas mereka malam itu.
ketiga nya mulai bersantap,
Xiao Zhou mulai mengambil sedikit daging, dan ingin meletakkan di mangkuk nya, namun Ratu Xhin Ye mendekat mangkuk nya, dan tangan kanan nya mencubit paha Xiao Zhou.
Xiao Zhou sedikit menyipitkan matanya, wajah nya meringis seperti menahan sakit, menatap ke arah Ratu Xhin Ye, yang tersenyum cantik nya dengan ujung alis kecil yang terangkat.
"suami kau selalu tahu daging kesukaan ku," ucap Ratu Xhin Ye, membuat Huan Zhi sedikit menyipitkan matanya, dan sedikit kesal melihat kemesraan itu.
"maafkan aku penguasa, tapi aku dengar anda tidak menyukai daging," ucap Huan Zhi.
"itu benar nona Huan, aku lebih menyukai sayuran untuk menjaga kesehatan kulit ku, tapi setelah malam itu, tabib menganjurkan aku untuk lebih banyak mengkonsumsi daging untuk ritual itu, kau mengerti bukan?" ucap Ratu Xhin Ye, dan tersenyum seperti tersipu malu.
"dasar wanita ini begitu pintar bersandiwara," batin Xiao Zhou meletakkan gading di mangkuk Ratu Xhin Ye, dan kembali mengambil daging, namun lagi-lagi Ratu Xhin Ye mendekatkan mangkuk nya.
"istri mangkuk mu sudah penuh," ucap Xiao Zhou membuat Ratu Xhin Ye tersadar,
"hihihi.... suami apa kau lupa aku perlu tenaga yang banyak untuk nanti malam," ucap Ratu Xhin Ye.
Huan Zhi benar-benar kesal, ingin sekali dirinya secepatnya pergi dari tempat itu, namun tidak ada yang boleh berdiri sebelum penguasa menyelesaikan makan nya.
dan Ratu Xhin Ye pun kembali menjadi pemenang malam itu, namun hatinya masih begitu kesal.
****
Setelah makan malam bertiga Huan Zhi meninggalkan taman itu, yang sesekali berhenti, dan menghentak langkah nya dengan keras, meninggalkan tempat mereka.
Ratu Xhin Ye menatap ke arah Xiao Zhou, dan merasa sedikit bersalah mengingat pemuda itu melihat nya sedang di peluk di ruang baca, dan hari ini Xiao Zhou harus menyaksikan kemesraan mereka.
"Zhou'er... yang kau lihat saat aku dan sang pengganti berpelukan itu, dan semua yang terjadi hari ini... semua nya tidak seperti yang kau pikirkan itu, aku...
"tidak apa-apa nyonya Xhin, nyonya tidak perlu menjelaskan apapun kepada ku, aku sudah tahu jika kalian adalah sepasang kekasih, kau dan sang pengganti adalah pasangan yang tepat, selama ini aku sudah mengganggu hubungan kalian karena kecelakaan topeng suci mu, aku benar-benar minta maaf, dan kau sudah begitu baik kepada ku, aku akan senang saat melihat anda bahagia, aku hanya orang yang ada di tempat dan waktu yang salah," ucap Xiao Zhou meremas jemari kurus Ratu Xhin Ye.
Ratu Xhin Ye menggelengkan kepalanya, matanya melebar, dan menghempaskan tangan Xiao Zhou.
"apa? jadi selama ini kau berpikir seperti itu? pantas saja kau selalu menjauhi ku setiap sang pengganti di dekat ku," ucap Ratu Xhin Ye, yang baru mengerti sikap Xiao Zhou yang tidak pernah dekat dengan nya, saat ada Sang Pengganti.
Aku adalah wanita yang setia pada suami, dan tubuh ku ini hanya boleh disentuh oleh dirimu saja, sang pengganti hanya lah bawahan ku tidak lebih," ucap Ratu Xhin Ye.
"oohhh.. " bibir Xiao Zhou terbuka, tidak percaya mendengar semua ucapan Ratu Xhin Ye.
"jadi pelukan itu dan semua yang terjadi hari ini bukan lah apa-apa, kau percaya padaku bukan?" tanya Ratu Xhin Ye, matanya sedikit berkaca-kaca seperti sedang memohon, tangannya kini meraih tangan Xiao Zhou.
Xiao Zhou mengerjap-ngejapkan matanya,
"em... iya nyonya aku percaya, aku sangat percaya padamu, dan aku juga yakin kau bukan wanita rendah seperti itu," ucap Xiao Zhou, mengangguk dan tersenyum lembut.
"Benarkah yang kau ucapkan?" Ratu Xhin Ye menatap dalam-dalam mata Xiao Zhou, dan melihat kejujuran di mata pemuda itu
"aahhhh.... aku merasa lega sekarang," ucap Ratu Xhin Ye memejamkan mata nya dalam-dalam dan masih meremas jemari Xiao Zhou.
"hemmm.... kenapa aku begitu senang saat aku sudah menjelaskan semua kepada pemuda ini, aku merasa begitu ringan, bahkan aku ingin memeluk nya karena bahagia," batin Ratu Xhin Ye.
"Sekarang katakan padaku apa kau menyukai nona Huan?" tanya Ratu Xhin Ye, suaranya terdengar sedikit berbeda, dan lebih lembut.
Xiao Zhou menggelengkan kepalanya,
"tidak... nyonya sudah tahu tujuan ku ke tempat ini, aku tidak ingin menambah istri lagi," ucap Xiao Zhou jujur.
tanpa sadar Ratu Xhin Ye tersenyum seperti begitu senang mendengar ucapan Xiao Zhou.
"hihihi benar kah? tapi... tapi bagaimana dengan ku, apa kau menyukai aku? jawablah dengan jujur, karena aku sangat membenci kebohongan dan juga ketidaksetiaan." ucap Ratu Xhin Ye, menatap dua bola mata Xiao Zhou secara bergantian.
Xiao Zhou menelan ludah nya, hidup nya seperti di tepian jurang, sedikit salah maka hidup nya akan berada di dasar jurang.
"baiklah nyonya aku akan jujur, aku bukan lah lelaki setia, aku memiliki banyak istri, mungkin ini adalah salah satu dari sekian banyak kelemahan yang ku miliki, tapi seperti itulah aku yang sebenarnya," ucap Xiao Zhou menatap wajah Ratu Xhin Ye untuk pertama kalinya, setelah kejadian malam ritual itu.
terlihat wajah Ratu Xhin Ye sedikit kesal, dan menatap Xiao Zhou dengan dingin.
"baiklah... mungkin itu adalah kelemahan mu, aku menghargai kejujuran mu itu, tapi kau belum menjawab pertanyaan ku," ucap Ratu Xhin Ye, menatap ke arah lain
"aku tidak berani menyukai mu nyonya," ucap Xiao Zhou
"kenapa?" tanya Ratu Xhin Ye, menyipitkan matanya menatap Xiao Zhou.
"haha.... nyonya bisa melihat nya sendiri, anda dan sang pengganti itu terlihat begitu mesra, aku tidak ingin merusak hubungan orang, dan aku melarang hatiku untuk menyukai mu, lagipula penampilan ku ini sangat bertolak belakang dari anda nyonya, dan yang aku pikirkan saat ini, hanya berlatih keras sampai batas akhir kemampuan yang aku miliki," ucap Xiao Zhou.
"aahhh... bocah bodoh, berhenti lah memikirkan penampilan mu itu, hati wanita tidak selalu bisa diluluhkan dengan penampilan semata," terlihat raut wajah kecewa dari Ratu Xhin Ye, senyum kekecewaan mengiringinya meninggalkan Xiao Zhou yang masih duduk di tempat nya.
malam itu Xiao Zhou tidak dapat memejamkan mata nya, pikiran nya begitu bercabang, sampai sesosok wanita memasuki kamarnya yang remang, membuyarkan lamunan nya, wanita itu menatap ke arah nya, Xiao Zhou berdiri bangun dari tempat tidur nya, mendekati wanita cantik itu.
"Zhou'er... aku tidak bisa tidur, aku begitu lelah menghadapi perasaan ku ini, dan semua yang terjadi di antara kita, bisakah aku....," suara wanita itu terputus dan terdengar begitu lemah, matanya menatap lantai kayu di ruangan itu, rambut nya yang panjang dan halus di biarkan terurai.
Xiao Zhou menarik lengan wanita itu, dan keduanya saling berpelukan, nafas kedua sedikit terdengar, kedua nya seperti menyimpan perasaan masing-masing dan hanya diam dalam pelukan yang cukup lama.
Ratu Xhin Ye melepaskan pelukannya, wajah mendongak dan menatap Xiao Zhou, tangan kurus mengelus sedikit otot di dada Xiao Zhou dan merebahkan kepalanya di dada itu,
"bisakah aku tidur di ranjang mu malam ini?" ucap Ratu Xhin Ye.